Nadira Hafidzah
Universitas Islam Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Urgensi Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal Admiral Admiral; Esy Kurniasih; Raja Ria Yusnita; Rosyidi Hamzah; Nadira Hafidzah
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v3i2.416

Abstract

Kekayaan Intelktual Komunal sebagai kekayaan  intelektual  yang kepemilikannya bersifat kelompok dan  bukan pribadi.  Hal  ini  umumnya  muncul  melalui  warisan  budaya  tradisinal  yang  berkembang  di masyarakat tertentu, yang tidak jarang menjadi bagian identitas dari masyarakkat tersebut, dan karena itu wajib dilindungi agar kekayaan intelektual tersebut dapat dilestarikan. Kekayaan  Intelektual  Komunal    terdiri  atas  indikasi  geografis,  ekspresi  budaya tradisional,  pengetahuan  tradisional,  dan  sumber  daya  genetik.  Potensi  kekayaan  intelektual komunal Indonesia sangat banyak dan luas untuk mendorong perekonomian bangsa. Karena itu, perlindungan dan pemanfaatan terhadap kekayaan intelektual komunal  harus terus ditegakkan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan Pengabdian ini untuk memberikan  pengetahuan tentang  dasar  pengaturan  mengenai  hak  kekayaan intelektual  khususnya  dalam   hal  kekayaan   intelektual  komunal serta  memberikan penjelasan seberapa pentingnya Kekayaan Intelektual Komunal itu dilindungani kemudian juga memberikan   informasi  atau  penjelasan  terkait   Inventarisasi   Kekayaan  Intelektual Komunal dan membantu masyarakat dalam proses inventarisasi KIK tersebut. Metode yang dilakukan  menggunakan  empat  tahap yaitu Tahap  Persiapan,  Tahap Sosialisasi, Tahap Pelaksanaan dan Tahap Evaluasi, sementara kesimpulan yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah masyarakat yang pada mulanya sebelum dilakukan kegiatan Pengabdian belum mengetahui Kekayaan Intelektual Komunal akhirnya terlihat bahwa pihak mitra dalam hal ini masyarakat Kepenghuluan Sintong Bakti sudah mulai memahami dan timbul rasa ingin melindungi KIK yang mereka miliki.