Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIFITAS MESIN BUBUT MENGGUNAKAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENES DAN SIX BIG LOSSES PADA UD LARAS JAYA LOGAM Rizqi Nurrahman Tri Sutrisno; Ari Zaqi Al-Faritsy; Widya Setiafindari
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.2104

Abstract

Dalam proses produksi mesin yang digunakan setiap hari, ditemukan kendala yang mengalami kerusakan berupa kelistrikan motor penggerak, overheating, bearing dan part sudah aus. Berdasarkan data sekunder terkait total waktu Total Produktive Maintenance yang ada pada mesin bubut selama periode Maret 2022 hingga Februari 2023 adalah 124 jam atau 7.440 menit dari jumlah total waktu produksi yang ada. Penelitian ini menggunakan metode Total Productive Maintenance dengan analisis nilai overall equipment effectiveness. Pengukuran efektivitas mesin dapat diketahui dengan menggunakan metode OEE. Untuk mengetahui kegagalan terbesar dapat diketahui menggunakan six big losses untuk memastikan komponen yang menjadi kendala terbesar. Selanjutnya penyebab permasalahan tersebut akan dilakukan analisis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan tujuan mengetahui urutan prioritas dari permasalahan yang terjadi dan yang nantinya dicari cara menanggulangi permasalahan tersebut (improvement) agar tidak terjadi downtime saat proses produksi. Dilakukan analisis dalam penerapan Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang dilihat dari faktor availability, performance dan rate of quality. Hasil pengukuran efektivitas menunjukan bahwa rata-rata nilai availability 96,2%, performance efficiency 92,71%, rate of quality 95,02% dengan OEE sebesar 84,71%. Nilai OEE tersebut belum memenuhi syarat standar OEE ideal yakni sebesar 85%. Berdasarkan hasil penelitian, pada UD Laras Jaya Logam terdapat beberapa penyebab rendahnya nilai OEE mesin bubut tersebut, diantaranya yaitu breakdown time losses, setup and adjustment loading time, idling & minor stoppage, reduced speed, dan defects or rework losses. Tingginya angka downtime dan defect menyebabkan proses produksi kurang efektif sehingga perlu adanya penjadwalan perawatan mesin.