Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN LULUR TRADISIONAL DARI DAUN BIDARA (Ziziphus spina christi L.) DI DESA TANJUNG BARU, OGAN ILIR, SUMATRA SELATAN Poedji Loekitowati Hariani; Fatma; Bijak Rihandi Ahadito; Muhammad Said; Dedi Rohendi
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1379

Abstract

Perawatan kulit dan wajah telah dikenal sejak dahulu kala dan telah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Indonesia. Masyarakat semakin menyadari bahaya kosmetika dari bahan kimia. Interaksi bahan kimia dengan kulit seringkali menimbulkan masalah seperti iritasi, komedo, kulit semakin kering, bahkan kulit menghitam dan mengelupas. Seiring dengan konsep back to nature, yaitu kembali menggunakan bahan alami untuk merawat kecantikan kulit maka perlu dikembangkan potensi lokal sebagai bahan baku perawatan kulit. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di desa Tanjung Baru kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan lulur tradisional untuk perawatan wajah dan kulit dari daun bidara. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu dan remaja putri, karena mereka yang sering melakukan perawatan tersebut. Kegiatan berupa penyuluhan tentang pentingnya perawatan kulit dan wajah, pelatihan cara pembuatan lulur dari daun bidara, cara penggunaan lulur dan penyimpanan. Selanjutnya dilakukan evaluasi melalui Pre-test, Pos-Tes dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta kegiatan tentang perawatan kulit dan wajah, meningkatnya pengetahuan tentang bahaya kosmetik dari bahan kimia dan meningkatnya pengetahuan penggunaan bahan nabati sebagai bahan baku lulur dari semula 35,33 % menjadi 95,33 %. Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan bahwa peserta kegiatan menyukai produk lulur yang dihasilkan. Hasil uji tingkat kesukaan menunjukkan sebanyak 86,68 % peserta sangat suka terhadap 5 jenis tingkat kesukaan yang diujikan yaitu aroma, tekstur, warna, kekentalan dan kenyamanan lulur dari daun bidara. Tidak ada peserta yang menyatakan tidak suka, kurang suka dan netral. Hasil kegiatan menunjukkan lulur dari daun bidara diterima dengan baik, peserta juga antusias melanjutkan membuat lulur untuk perawatan kulit dan wajah.
Simulasi Pembangkit Listrik Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC) untuk Kebutuhan Daya Rumah 1000 Watt Jefri Jefri; Dedi Rohendi; Barlin Barlin; Assaidah Assaidah
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i2.986

Abstract

Penelitian ini menyajikan simulasi pembangkit listrik Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC) untuk perumahan, mempertimbangkan 100 rumah masing-masing membutuhkan 1000 watt pada tegangan 220 V. Simulasi menunjukkan bahwa untuk mencapai kapasitas daya ini, diperlukan pasokan gas hidrogen sebesar 1609,29, 1514,76, dan 1484,94 gram per jam pada tekanan 1, 2, dan 3 atm. Kondisi optimal terjadi pada suhu 333K (60°C) dan tekanan 3 atm dengan efisiensi 30,72%. Tegangan keluaran optimal adalah 0,56 V menggunakan 393 sel, mendekati 220 V yang ditargetkan. Hasil sampingan berupa air dan panas masing-masing rata-rata 359,62 watt dan 0,0020 mL/jam. Asumsi pengeluaran bulanan mencapai Rp. 17.237.929, sehingga dibutuhkan konsep yang lebih efisien untuk hasil yang lebih ekonomis. Penelitian ini memberikan wawasan tentang kelayakan dan optimasi pembangkit listrik berbasis PEMFC untuk aplikasi perumahan.