Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMULIHAN SULFUR DARI GAS BUANG YANG MENGANDUNG HIDROGEN SULFIDA DARI KEGIATAN PLTP DENGAN PROSES BIO DISULPHURISASI IH, Novarina; Mariana, Bekti; Haryanto, Krus; Munir, Misbachul; S, Indrati
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.718 KB)

Abstract

Gas hydrogen sulfida (H2S) merupakan gas yang tidak berwarna, berbau seperti telur busuk, bersifat racun yang amat berbahaya dan mematikan karena sifatnya yang beracun dan aspiksian. Sumber penghasil gas H2S antara lain adalah dari kegiatan kilang minyak, gas alam, batubara dan biogas. Salah satu sumber gas H2S yang potensial adalah dar kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang mengeluarkan gas H2S dengan kisaran konsentrasi 4800-6600 ppm. Saat ini gas tersebut dibuang begitu saja tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Cemaran gas H2S dalam gas buang kegiatan PLTP dapat dihilangkan (desulfurisasi) dengan cara fisika-kimia dan biologi. Desulfurisasi secara fisika-kimia dapat dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut dan dekomposisi senyawa sulfur, sedang desulfurisasi secara biologi dilakukan dengan Bio-desulfurisasi. Teknologi bio-desulfurisasi telah banyak diterapkan di industri pengolahan minyak bumi maupun industri gas alam, namun belum diterapkan dalam industri PLTP, untuk itu diperlukan penelitian dengan membuat prototipe reaktor bio-desulfurisasi untuk mengolah gas buang H2S sehingga tidak mencemari lingkungan.  Telah dilakukan penelitian bio-desilfurisasi gas H2S skala laboratorium dengan hasil sebagai berikut: penangkapan gas H2S dengan metode oksidasi fase cair (liquid phase oxidation) menggunakan larutan Na2CO3 konsentrasi 11% diperoleh efisiensi penyerapan sebesar 87,86%; proses bio-desulfurisasi menggunakan Rhodococcus sp sebanyak 10% menghasilkan Kristal sulfur sebanyak 71,28%. Pembuatan prototype bio-desulfurisasi terdiri dari dua buah absorber kapasitas 88 liter, satu buah bioreaktor kapasitas 120 liter dan satu buah dekanter kapasitas 30 liter yang dilengkapi dengan pH meter, kompresor dan penyangga. Uji coba lapangan bio-desulfurisasi di PLTP Dieng dengan hasil efisiensi pembentukan Kristal sulfur sebanyak 52,01%.Kata kunci: gas hydrogen sulfide, pencemaran lingkungan, bio-desulfurisasi, Kristal sulfur.
PEMULIHAN SULFUR DARI GAS BUANG YANG MENGANDUNG HIDROGEN SULFIDA DARI KEGIATAN PLTP DENGAN PROSES BIO DISULPHURISASI Munir, Misbachul; Haryanto, Krus; IH, Novarina; Mariana, Bekti; S, Indrati
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.718 KB)

Abstract

Gas hydrogen sulfida (H2S) merupakan gas yang tidak berwarna, berbau seperti telur busuk, bersifat racun yang amat berbahaya dan mematikan karena sifatnya yang beracun dan aspiksian. Sumber penghasil gas H2S antara lain adalah dari kegiatan kilang minyak, gas alam, batubara dan biogas. Salah satu sumber gas H2S yang potensial adalah dar kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang mengeluarkan gas H2S dengan kisaran konsentrasi 4800-6600 ppm. Saat ini gas tersebut dibuang begitu saja tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Cemaran gas H2S dalam gas buang kegiatan PLTP dapat dihilangkan (desulfurisasi) dengan cara fisika-kimia dan biologi. Desulfurisasi secara fisika-kimia dapat dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut dan dekomposisi senyawa sulfur, sedang desulfurisasi secara biologi dilakukan dengan Bio-desulfurisasi. Teknologi bio-desulfurisasi telah banyak diterapkan di industri pengolahan minyak bumi maupun industri gas alam, namun belum diterapkan dalam industri PLTP, untuk itu diperlukan penelitian dengan membuat prototipe reaktor bio-desulfurisasi untuk mengolah gas buang H2S sehingga tidak mencemari lingkungan.  Telah dilakukan penelitian bio-desilfurisasi gas H2S skala laboratorium dengan hasil sebagai berikut: penangkapan gas H2S dengan metode oksidasi fase cair (liquid phase oxidation) menggunakan larutan Na2CO3 konsentrasi 11% diperoleh efisiensi penyerapan sebesar 87,86%; proses bio-desulfurisasi menggunakan Rhodococcus sp sebanyak 10% menghasilkan Kristal sulfur sebanyak 71,28%. Pembuatan prototype bio-desulfurisasi terdiri dari dua buah absorber kapasitas 88 liter, satu buah bioreaktor kapasitas 120 liter dan satu buah dekanter kapasitas 30 liter yang dilengkapi dengan pH meter, kompresor dan penyangga. Uji coba lapangan bio-desulfurisasi di PLTP Dieng dengan hasil efisiensi pembentukan Kristal sulfur sebanyak 52,01%.Kata kunci: gas hydrogen sulfide, pencemaran lingkungan, bio-desulfurisasi, Kristal sulfur.