Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Tingkat Kesehatan Koperasi Pada Koperasi Simpan Pinjam “Cendrawasih” Kecamatan Gubug Tahun Buku 2011 Munir, Misbachul; Indarti, Iin
Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Tahun 2012
Publisher : Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.418 KB)

Abstract

Koperasi Simpan Pinjam Cendrawasih Gubug was rising the membersand their SHU from year to year untill 2010. It needs an evaluation to detect how actuallythe level of that cooperation. This research method used descriptive analysis. TheResearcher didnt used population and example because it was reseach study case . Toknow the health level at level at Koperasi Simpan Pinjam Cendrawasih at 2011 groundedon KEP MEN20/per/M.KUKM/XI/2008. The health score of this cooperationCendrawasih at 2011 was health enough , it was showed from from health scoregrounded to 7 aspect is Capital aspect get 15 point, aspect of activa productive is 20point, The aspect of management is 8,7 point, the aspect of eficiency ir 8.5 point, aspectof independence and development is 3,75 point, then aspect of identity cooperation is 3point. The entire of total score is 60,2. Grounded to category ( 60-80 )Keywords: aspect of capital, aspect of productif, aspect of management, aspect of liquidity
PEMULIHAN SULFUR DARI GAS BUANG YANG MENGANDUNG HIDROGEN SULFIDA DARI KEGIATAN PLTP DENGAN PROSES BIO DISULPHURISASI IH, Novarina; Mariana, Bekti; Haryanto, Krus; Munir, Misbachul; S, Indrati
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.718 KB)

Abstract

Gas hydrogen sulfida (H2S) merupakan gas yang tidak berwarna, berbau seperti telur busuk, bersifat racun yang amat berbahaya dan mematikan karena sifatnya yang beracun dan aspiksian. Sumber penghasil gas H2S antara lain adalah dari kegiatan kilang minyak, gas alam, batubara dan biogas. Salah satu sumber gas H2S yang potensial adalah dar kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang mengeluarkan gas H2S dengan kisaran konsentrasi 4800-6600 ppm. Saat ini gas tersebut dibuang begitu saja tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Cemaran gas H2S dalam gas buang kegiatan PLTP dapat dihilangkan (desulfurisasi) dengan cara fisika-kimia dan biologi. Desulfurisasi secara fisika-kimia dapat dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut dan dekomposisi senyawa sulfur, sedang desulfurisasi secara biologi dilakukan dengan Bio-desulfurisasi. Teknologi bio-desulfurisasi telah banyak diterapkan di industri pengolahan minyak bumi maupun industri gas alam, namun belum diterapkan dalam industri PLTP, untuk itu diperlukan penelitian dengan membuat prototipe reaktor bio-desulfurisasi untuk mengolah gas buang H2S sehingga tidak mencemari lingkungan.  Telah dilakukan penelitian bio-desilfurisasi gas H2S skala laboratorium dengan hasil sebagai berikut: penangkapan gas H2S dengan metode oksidasi fase cair (liquid phase oxidation) menggunakan larutan Na2CO3 konsentrasi 11% diperoleh efisiensi penyerapan sebesar 87,86%; proses bio-desulfurisasi menggunakan Rhodococcus sp sebanyak 10% menghasilkan Kristal sulfur sebanyak 71,28%. Pembuatan prototype bio-desulfurisasi terdiri dari dua buah absorber kapasitas 88 liter, satu buah bioreaktor kapasitas 120 liter dan satu buah dekanter kapasitas 30 liter yang dilengkapi dengan pH meter, kompresor dan penyangga. Uji coba lapangan bio-desulfurisasi di PLTP Dieng dengan hasil efisiensi pembentukan Kristal sulfur sebanyak 52,01%.Kata kunci: gas hydrogen sulfide, pencemaran lingkungan, bio-desulfurisasi, Kristal sulfur.
PEMULIHAN SULFUR DARI GAS BUANG YANG MENGANDUNG HIDROGEN SULFIDA DARI KEGIATAN PLTP DENGAN PROSES BIO DISULPHURISASI Munir, Misbachul; Haryanto, Krus; IH, Novarina; Mariana, Bekti; S, Indrati
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.718 KB)

Abstract

Gas hydrogen sulfida (H2S) merupakan gas yang tidak berwarna, berbau seperti telur busuk, bersifat racun yang amat berbahaya dan mematikan karena sifatnya yang beracun dan aspiksian. Sumber penghasil gas H2S antara lain adalah dari kegiatan kilang minyak, gas alam, batubara dan biogas. Salah satu sumber gas H2S yang potensial adalah dar kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang mengeluarkan gas H2S dengan kisaran konsentrasi 4800-6600 ppm. Saat ini gas tersebut dibuang begitu saja tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Cemaran gas H2S dalam gas buang kegiatan PLTP dapat dihilangkan (desulfurisasi) dengan cara fisika-kimia dan biologi. Desulfurisasi secara fisika-kimia dapat dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut dan dekomposisi senyawa sulfur, sedang desulfurisasi secara biologi dilakukan dengan Bio-desulfurisasi. Teknologi bio-desulfurisasi telah banyak diterapkan di industri pengolahan minyak bumi maupun industri gas alam, namun belum diterapkan dalam industri PLTP, untuk itu diperlukan penelitian dengan membuat prototipe reaktor bio-desulfurisasi untuk mengolah gas buang H2S sehingga tidak mencemari lingkungan.  Telah dilakukan penelitian bio-desilfurisasi gas H2S skala laboratorium dengan hasil sebagai berikut: penangkapan gas H2S dengan metode oksidasi fase cair (liquid phase oxidation) menggunakan larutan Na2CO3 konsentrasi 11% diperoleh efisiensi penyerapan sebesar 87,86%; proses bio-desulfurisasi menggunakan Rhodococcus sp sebanyak 10% menghasilkan Kristal sulfur sebanyak 71,28%. Pembuatan prototype bio-desulfurisasi terdiri dari dua buah absorber kapasitas 88 liter, satu buah bioreaktor kapasitas 120 liter dan satu buah dekanter kapasitas 30 liter yang dilengkapi dengan pH meter, kompresor dan penyangga. Uji coba lapangan bio-desulfurisasi di PLTP Dieng dengan hasil efisiensi pembentukan Kristal sulfur sebanyak 52,01%.Kata kunci: gas hydrogen sulfide, pencemaran lingkungan, bio-desulfurisasi, Kristal sulfur.
PERANCANGAN ARSITEKTUR SISKOHAT MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA ZACHMAN Munir, Misbachul
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 5, No 1 (2014): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organization of the Hajj is a national duty that involves the various elements of the Ministry and other organizations. The Ministry of Religious Affairs as the leading institution in organizing the Hajj has an obligation to make every organization of the pilgrimage a success, which is measured from the pilgrims’ level of satisfaction regarding the service given. Integrated and computerized hajj information system/Sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (SISKOHAT), as a provider of information technology unit at the Directorate-General of the Organization of the Hajj and Umrah, thus SISKOHAT must be able to make information technology as a key to success for organization of the hajj starting from the registration process to the process of worship in the Holy land. In the SISKOHAT year 1432 H/2011 M blueprint report, it recommends one efficiency improvement program for hajj service process which is enterprise architecture design program. Therefore, in this study a reconstruction of SISKOHAT system requirement as one of the parts from enterprise architecture will be conducted. The framework used in this research is the Zachman Framework, because it has the most comprehensive value from the viewpoint of stakeholders and abstraction, when comparing with some enterprise architecture frameworks that exist today. The result of this research is an architecture draft document that describes the current condition of SISKOHAT, based on 6 (six) main SISKOHAT business processes, which are: registration, settlement, document completion, departure, the process of worship in Saudi Arabia, and the process of repatriation.
PANDANGAN ISLAM TENTANG PENGARUH MOTIVASI DAN DIKLAT TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. MATAHARI DEPARTMENT STORE ROYAL PLAZA SURABAYA Astutiek, Dwi; Jaunah, Siti Nurul; Munir, Misbachul
Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 5 No 2 (2018): September 2018
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sunan Giri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.019 KB)

Abstract

Dunia bisnis memiliki banyak sekali jenis usaha yang ada, diantaranya adalah usaha dagang, usaha perdagangan juga memiliki beberapa jenis cabang berdasarkan jenis usahanya. Salah satunya adalah usaha dagang berupa retail. Dalam perusahaan yang bergerak dibidang retail, ada banyak factor penentu keberhasilan, salah satunya adalah kemampuan mengatur sumber daya manusia yang dimiliki, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan memecahkan masalah tentang pengaruh motivasi dan diklat terhadap kinerja karyawan PT. Matahari Department Store Royal Plaza Surabaya, dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskripsi kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. dari hasil penelitian secara simultan menunjukkan Fhitung> Ftabel dengan sig 0,000 nilai probabilitanya lebih kecil dari 0,05 dengan demikian Hi diterima dan Ho ditolak yang berarti adanya pengaruh antara motivasi kerja dan diklat terhadap kinerja karyawan PT. Matahari Department Store Royal Plaza Surabaya adalah signifikan atau menyakinkan. Dan koefisien R2 sebesar 0,695 atau mendekati 1 menunjukkanpengaruh yang kuat antara motivasi kerja dan diklat terhadap variabel kinerja.
Contoh Penerapan Penetapan Zona Ekonomi Eksklusif (Studi Kasus Imajiner Amalea v. Ritania atas Malachi Gap) Munir, Misbachul; Elsyam, Churun Ain Nabila; Musyarri, Fazal Akmal; Sihotang, Nenny; Afriyanti, Puput Brenda; Siregar, Zipora Nadya A.
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol. 1 No. 1 (2020): International Law Theme
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Law of the Sea divides the maritime territorial boundary of a country into several parts, one of which is the Exclusive Economic Zone or which is often referred to as EEZ. The Exclusive Economic Zone is a zone with a maximum distance of 200 miles in which resources can be utilized but cannot be controlled by a country due to purposes such as shipping and aviation navigation which are generally required. However, due to the nature of its free use, it can lead to conflicts between countries because this is like dominoes that have a correlation with one another. In this paper, it will be described in relation to examples of implementing EEZ conflict resolution in imaginary cases or fictional cases of the State of Amalea and the State of Ritania as a simulation of the settlement of the EEZ determination based on the UNCLOS 1982 sea law. This simulation has fictional factual dynamics that are interesting from a legal perspective with a settlement that is conventional namely the consensus of the parties. Referring to the 1982 UNCLOS, the use of marine aspects needs to be considered so as not to disturb other countries.