Metodik Didaktik
Vol 18, No 2 (2023): Metodik Didaktik Januari 2023

KEBIJAKAN KURIKULUM MUATAN LOKAL BAHASA SUNDA DI SD WILAYAH PERBATASAN (BORDERLAND) JAWA TENGAH

Tendi Darisman (Universitas Pendidikan Indonesia)
Seni Apriliya (UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA)
Erwin Rahayu Saputra (Universitas Pendidikan Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2023

Abstract

Kurikulum muatan lokal disusun berdasarkan kebutuhan daerahnya, tetapi di daerah perbatasan (borderland) merupakan suatu yang bertentangan dengan regulasi muatan lokal di daerah tersebut. Dayeuhluhur merupakan kecamatan yang ada di kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Hampir semua warga di kecamatan Dayeuhluhur menggunakan bahasa sunda dalam berbagai konteks kehidupan. Keberadaan bahasa Sunda di suatu wilayah perbatasan yang berbeda secara administrasi politik seperti di kecamatan Dayeuhluhur nyaris mati atau justru dimatikan. Pembelajaran mulok bahasa jawa juga tidak begitu efektif karena keterbatasan kemampuan peserta didik dan mayoritas pendidik yang menggunakan bahasa sunda. Muatan lokal bahasa sunda dijadikan mulok di jenjang sekolah dasar di wilayah kecamatan Dayeuhluhur pada tahun ajaran 2012/2013 tetapi mulai tahun pelajaran 2021/2022 muatan lokal di kecamatan Dayeuhluhur dihapus. Peneliti perlu menganalisis kebijakan ini, berkaitan pembelajaran mulok bahasa sunda yang bukan di wilayah jawa barat tetapi dari kebutuhan dan potensinya sangat mendukung untuk melakukan pembelajaran mulok bahasa sunda. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis data hasil intrumen serta wawancara berkaitan bentuk kebijakan mulok bahasa sunda yang akan diterapkan kedapannya. Berdasarkan studi analisis yang sudah dilakukan didapatkan hasil bahwa pembelajaran bahasa sunda di kecamatan Dayeuhluhur perlu diajarkan di sekolah serta harus memiliki kebijakan dan kurikulum yang jelas.

Copyrights © 2023