cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
PRoMEDIA
ISSN : -     EISSN : 24609633     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL TENTANG PERMASALAHAN DAN ISU TERKINI DALAM PERKEMBANGAN KEHUMASAN SERTA MEDIA KOMUNIKASI. DITERBITKAN OLEH PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
Media Role in Democracy and Human Rights: Challenges to Civil Society Life in Indonesia jerry indrawan
PRoMEDIA Vol 1, No 1 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.984 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i1.100

Abstract

Since the reformation era, where democracy has been fully practiced, Indonesia entered a new and more tolerant era. It characterized by high appreciation of human rights and democratic way of living. However, human rights stand on various assumptions that really fragile, for example, the freedom of speech enables us to talk about problems that are very sensitive to some people or culture. This is where media take part. In an era of information, media plays a big role in terms of human rights promotion and upholding democracy. Media role in the era of information technology has developed rapidly, especially in democratic environment. Media not just play as an information carrier, but had also transform themselves as the center of information itself. As a part of the civil society, media enable every layer of the society to access information freely and openly. Such condition will bring different understanding from each communicant. Media as communicator, distorted the essence of information that leads to misinterpretation. If a communal society unable to clearly digested or misunderstand information, conflicts will be potentially arise among them. Poverty, ethnic diversity, repressive political system, and fight for resources are conventional sources of conflict, but media is a modern means to create conflicts at all level of society, and various sources also. Media provide their journalistic products in much more businesslike and straight-out. Social reality is generated and constructed outside formal authority. In this case, media is able to influence public opinion by doing framing analysis to a news. Framing analysis is an approach to find out the perspective use by reporters in selecting issues and write stories. The perspective eventually determined which facts are taken, which parts are shown or omitted, and also the purpose of where the story leads. This is certainly a threat to democracy and human rights, because it can generates conflicts. Keywords: Media, Democracy, Human Rights, and Civil Society
Representasi Perempuan Dalam Pemberitaan KDRT di Media Massa Pada Masyarakat di Wilayah Jakarta (Studi Pemberitaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Merdeka.com dan Kompas.com) fauziah fauziah; armis tamampil
PRoMEDIA Vol 1, No 1 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.996 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i1.101

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa bagaimana teks pemberitaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan dihadirkan di media massa online khususnya Merdeka dan Kompas online edisi April sampai Agustus 2013. Karena itu suatu analisis isi yang lebih mendalam dan detail untuk memahami produk isi media dan mampu menghubungkanya dengan konteks sosial atau realitas yang terjadi sewaktu pesan dibuat. Karena semua pesan (teks, simbol, gambar dan sebagainya adalah produk sosial dan budaya masyarakat).  Sesuai dengan rumusan permasalahan pada penelitian, metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan analisis isi kualitatif terlebih dahulu terhadap pemberitaan di  Merdeka dan Kompas online, kemudian baru dilakukan analisis wacana kritis dari Sara Mills untuk mengetahui perspektif pembaca dan penulis yang ditampilkan dalam teks pemberitaan tersebut. Berdasarkan analisis terhadap berita KDRT pada kedua mediaterse but dapat disimpulkan, antara lain. Penulis memposisikan dirinya sebagai laki-laki, sehingga teks berita yang ditampilkan pun mengarahkan pembaca untuk menafsirkan teks berita dalam artikel tersebut dari sudut pandang laki-laki. Dalam berita yang terkait dengan KDRT merepresentasikan perempuan (istri) sebagai objek. Teks berita tersebut menjadi bias dalam merepresentasikan perempuan karena dalam teks berita tersebut suara perempuan (istri) tidak benar-benar ditunjukkan. Perempuan hanya digambarkan sebagai pemicu tindakan kekerasan dan akhirnya menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh laki-laki (suami)
Membaca Indonesia dari Kaca Teori Kompleksitas “Kematian Narasi Besar di Era Kompleksitas Kharakteristik Sosiologis Massa Rakyat” alvin y sandy
PRoMEDIA Vol 1, No 1 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i1.96

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana perkembangan dialektika sejarah Indonesia sebagai negara, maupun masyarakat indonesia dalam perspektif marxisme, dalam tulisan ini ditemukan bahwa ramalan marxisme tidak sesuai dengan kontek Indonesia, dalam perspektif determinasi teknology informasi, dalam tulisan ini juga diarahkan bagaimana sebaiknya perlunya sebuah kebijakan komunikasi dibentuk. Kata Kunci: Marxisme, Kompleksitas dan Kebijakan
Implikasi Konvergensi Media Terhadap Industri “Premateur Industri Penyiaran Televisi Digital pada Teknologi Layanan Mobile Television di Indonesia” danang trijayanto
PRoMEDIA Vol 1, No 1 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.825 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i1.97

Abstract

Media lahir dan berpengaruh pada aspek kehidupan masyarakat.  Media baru telah menembus industri, berkembang dengan konvergensi media. Ada konvergensi teknologi dan konvergensi industri. Ponsel Televisi (Mobile TV) adalah layanan televise dengan perangkat mobile. Makalah ini menjelaskan dinamisisasi mobile TV di dunia, khususnya di Indonesia. Industri penyiaran televisi dan industry telekomunikasi yang terintegrasi dalam sebuah konvergensi industri pada layanan mobile TV. Akhirnya, industri mobile TV tergantung pada penerimaan publik.   Kata kunci: Mobile TV, Penyiaran, Industri,Telekomunikasi, konvergensi Media.
Strategi Sosialisasi Bantuan Langsung Tunai di Aceh Utara Dalam program “Warung BLT” harinawaty rina; marfuah yuni
PRoMEDIA Vol 1, No 1 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.211 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i1.98

Abstract

Setelah pemerintah memutuskan untuk menaikkan BBM, kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Plus menjadi kebijakan turunan dari kebijakan kenaikan BBM tersebut. Kebijakan BLT yang diluncurkan pemerintah ini, menuai banyak protes mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, mahasiswa dan tokoh-tokoh masyarakat baik nasional maupun daerah. Seperti kebanyakan program berskala besar lainnya, BLT juga tidak luput dari persoalan-persoalan teknis di tingkat lokal. Mekanisme program yang dirancang tidak cukup memadai untuk mengakomodasi keanekaragaman karakteristik dan tuntutan lokal. Di tingkat inilah seringkali muncul benturan yang menjurus pada konflik social.konflik terjadi disebabkan oleh terjadinya komunikasi yang tidak tepat pada sasaran. Berdasarkan pada hal itu, riset ini bertujuan untuk melihat bagaimana karakteristik masyarakat di Aceh utara dalam kehidupan sehari-hari, guna untuk menciptakan rekomendasi strategi sosialiasi program BLT di Aceh Utara. Pengamatan dan wawancara dilakukan, sehingga karakter hidup dengan adanya satu opinion leader dijadikan sebagai media informasi terkait BLT.   Kata kunci: BLT/BLS, Sosialisasi, Warung BLT, Aceh Utara
Reduksi Hak Warga Negara Dalam RUU Konvergensi Telematika nuning susilowati
PRoMEDIA Vol 1, No 1 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.632 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i1.99

Abstract

Era konvergensi merupakan salah satu isu hangat yang sedang merebak dalam perkembangan komunikasi, khususnya teknologi informasi komunikasi. Dalam perkembangan dunia komunikasi, beberapa penelitian mencatat telah terjadi reduksi hak-hak warga negara dalam berkomunikasi menjadi hak konsumen.Undang-Undang Konvergensi Telematika yang disiapkan pemerintah untuk mengatur konvergensi saat ini masih dalam pembahasan. Hingga saat ini, isi draft RUU Konvergensi Telematika masih mengundang banyak perdebatan. Terlebih terkait dengan pasal-pasal RUU yang lebih berbicara tentang hak konsumen daripada hak warga negara. Reduksi hak warga negara atas komunikasi terjadi ketika dalam draft RUU Konvergensi dan Telematika lebih menyebutkan perlindungan terhadap konsumen daripada warga negara. Meskipun ada keterlibatan masyarakat namun keterlibatan ini hanya secuil saja karena selanjutnya RUU ini lebih banyak bicara tentang konsumen. RUU Konvergensi juga tak banyak membahas tentang hak masyarakat untuk menuntut kelalaian pemerintah akan kewajibannya terhadap pemerataan infrastruktur. Terkait pemberian ijin, RUU ini sangat komersil, sehingga mengkhawatirkan lembaga-lembaga non komersial seperti milik komunitas atau publik. RUU Konvergensi Telematika juga terlihat lebih memihak korporasi. Kata Kunci: Konvergensi, Telematika, Warga negara
Pengaruh Tayangan Talkshow "Sarah Sechan"di Net. TV Terhadap Minat Menonton (Studi pada Mahasiswa Psikologi UNJ Angkatan 2013) Vemy Jumiartika; hamzah palalloi
PRoMEDIA Vol 1, No 2 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.105 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i2.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh tayangan talkshow “Sarahsechan” terhadap minat menonton  (Studi terhadap mahasiswa UNJ Jurusan Psikologi angkatan 2013) terhadap kebutuhan hiburan akan talkshow melalui perhatian (Attention), ketertarikan (Interest), hasrat menonton (Desire) dan tindakan menonton (Action). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Teori Baskin mengenai jurnalistik TV dan Teori Morrison mengenai program talk show yaitu program yang menampilkan satu atau beberapa orang untuk membahas suatu topik tertentu yang dipandu oleh seorang pembawa acara (host). Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kuantitatif dengan sifat eksplanatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan studi pustaka. Populasi berjumlah 100 mahasiswa dengan sampel berjumlah 50 mahasiswa UNJ Jurusan Psikologi angkatan 2013 yang dipilih dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Uji reliabilitas menggunakan koefisien alpha dan uji validitas menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh antara tayangan talkshow “Sarahsechan” terhadap minat menonton mahasiswa UNJ Jurusan Psikologi angkatan 2013.sebesar 0,890 (89%), menunjukkan adanya pengaruh antara tayangan talkshow “Sarahsechan” terhadap minat menonton mahasiswa UNJ. Kata Kunci: Pengaruh, Tayangan, Talkshow, Minat Menonton
Relasi Antara Opini Publik dan Media Massa (Pembentukan Opini Publik melalui Iklan Politik di MNC dan Metro TV) danang trijayanto
PRoMEDIA Vol 1, No 2 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.798 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i2.107

Abstract

Opini publik merupakan suara dari sekelompok orang yang bersifat umum menjadi permasalahan bersama. Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi perhatian bersama ketika sebagian besar masyarakat merasakan hal yang sama atau apa yang menjadi masalah sekelompok orang juga harus menjadi tanggung jawab yang perlu untuk diatasi dan ditemukan solusinya. Orang-orang yang berkedudukan sebagai elit politik dan memiliki kepentingan pada kekuasaan tentu membutuhkan massa yang menjadi unsur penting dalam mencapai tujuannya. Tujuan tersebut dicapai tentu dengan cara yang efektif dapat memberikan efek pada sejumlah kelompok masyarakat. Efek yang diharapkan adalah respon positif masyarakat sehingga respon tersebut menjadi dukungan bagi elit politik. Cara yang efektif tersebut adalah dengan dengan kampanye model media massa, yaitu menyampaikan gagasan-gagasan baik yang dianggap sebagai opini publik melalui iklan politik. Melalui paper ini, dijelaskan hubungan antara opini publik dan media massa, yang berfokus pada perkembangan kampanye melalui iklan politik melalui televisi. Kata Kunci: Opini Publik, Media Massa, Iklan, Politik
Konsumerisme dan Media Digital Renanda Nugraha
PRoMEDIA Vol 1, No 2 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.893 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i2.108

Abstract

Kalau ada yang mengatakan bahwa kita semua adalah konsumen maka anggapan tersebut adalah benar. Kita telah menjadi pembeli berbagai macam barang untuk pemenuhan kebutuhan kita, baik itu barang primer ataupun sekunder. Dengan makin banyak iklan yang terpapar setiap hari melalui media yang membuat kita berkeinginan untuk membeli. Namun dari sekian banyak brand, tentu ada alasan mengapa kita membelinya. Alasan-alasan tersebut dapat dijelaskan melalui beberapa teori yang ada. Keywords: Konsumen, Media, Digital, Iklan
Hubungan Antara Perempuan, Tayangan infotainment dan Gratifikasi Emosi sri wahyuning astuti
PRoMEDIA Vol 1, No 2 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.788 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i2.109

Abstract

Televisi dengan segala program acaranya, hampir selalu mendapatkan penggemar fanatiknya. Mulai dari berita, tayangan infotainment hingga reality show. Untuk tayangan yang memiliki rating dan penggemar yang tinggi membuat stasiun televisi menciptakan acara yang sama, dengan sedikit polesan yang berbeda. Hal ini yang terjadi dengan acara infotainment. Acara yang mendapatkan rating tinggi ini secara gamblang mengupas gosip artis maupun public figur. Demi untuk mendongkrang rating, aib dan permasalahan keluarga bahkan diumbar atas nama infotainment. Meski banyak mendapatkan teguran baik dari Komisi Penyiaran Indonesia maupun dari Majelis Ulama Indonesia, namun bergosip dalam kemasan infotainment ini masih banyak digemari sebagain besar masyarakat Indonesia, atas nama hiburan atau sekedar iseng. Menonton Infotainment bagi para penggemarnya seolah menimbulkan “Gratifikasi emosi” atau kepuasaan emosi tersendiri. Sehingga tidak heran tidak ada hari terlewatkan tanpa menonton tayangan Infotainment.   Kata Kunci: Tayangan, Perempuan, Infotainment, Kepuasan

Page 1 of 11 | Total Record : 106