cover
Contact Name
suprapto
Contact Email
atoenurse@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppmakpersk@akper-sandikarsa.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA
ISSN : 23546093     EISSN : 26544563     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada bertujuan untuk memberikan akses publikasi hasil penelitian maupun studi kasus para dosen dan mahasiswa dalam mempublikasikan artikelnya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada adalah akses terbuka, jurnal peer-review yang mencakup semua aspek dari ilmu Kesehatan dan Ilmu Keperawatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada didedikasikan untuk menerbitkan penelitian asli dan mengulas artikel yang mencakup semua aspek dalam Kesehatan dan Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 415 Documents
Intervensi Gaya Hidup Terhadap Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pasien Pra Diabetes Fitriani, Fitriani; Sanghati, Sanghati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Akademi Keperawatan Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i2.682

Abstract

Introduction: Pre-diabetes is a condition where blood glucose levels are above normal, but do not meet the standard to be diagnosed as diabetes. This literature review aims to determine the effectiveness of lifestyle interventions in preventing the risk of developing type 2 diabetes in pre-diabetic patients. Methods: Search articles using five databases, namely Pubmed, Proquest, ScienceDirect, Cochrane Library and Google Scholar identified 21,380 articles. Results: Five studies that met the criteria showed that lifestyle interventions were effective in preventing the risk of developing type 2 diabetes in pre-diabetic patients. Four studies reported no participant developing type 2 DM and only one study reported progression of pre-diabetes to type 2 DM, but overall it was greater in the control group than in the treatment (22.8% vs 15.0%). At the age of 18-64 years, lifestyle interventions can reduce the risk of diabetes in two years by 30%, in the following years 40% and 10%, respectively. While at the age of 65-84 years from 40% to 50% in the first two years and from 10% to 20% in the following years. Conclusion: Based on the results of a review of five articles, it was concluded that lifestyle interventions can effectively prevent the risk of developing type 2 diabetes in pre-diabetic patients
Potensi Bakteriosin pada Bakteri Asam Laktat terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Mastuti, Sri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada In Progres..
Publisher : Akademi Keperawatan Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.650

Abstract

Introduction: Staphylococcus aureus and Escherichia are bacteria that usually become infested in humans. Both of these bacteria can cause diseases in the form of impetigo, food poisoning, cellulitis, and so on. Purpose: Know the potential of bacteriocins in lactic acid bacteria against staphylococcus aureus and Escherichia. Method: Narrative systemic review using several references from various national and international journals. Results: This shows that the ability of bacteriocins in inhibiting pathogenic bacteria is expected to be an alternative to antibiotics, and can also be used as a treatment. Conclusion: That bacteriocins have a mechanism of action against the involvement of pathogenic bacteria by inhibiting cell wall synthesis, protein synthesis, nucleic acid synthesis, and major metabolic pathways. This compound is able to show the inhibitory zone in S. aureus and E bacteria.
Gangguan Makan pada Remaja Dipengaruhi Oleh Media Sosial Melalui Citra Tubuh Negatif Tunga, Tezsa Leonyka Esther
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada In Progres..
Publisher : Akademi Keperawatan Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.684

Abstract

Introduction; Adolescence is one phase in life that undergoes a transitional period accompanied by changes in physical, cognitive, and socio-emotional aspects. Eating disorders are one of the phenomena in the focus of public health that are rife in adolescence. Aim; to determine the effect of social media on eating disorders through body image. Method; The literature review method with the PRISMA approach using 11 relevant articles. Results: The study results found the main findings that social media could affect eating disorders through negative body image in adolescents, both boys, and girls. The negative body image possessed by teenagers can occur due to the use of social media that is not adequately limited, both in terms of intensity and content accessed by displaying a body shape that is considered ideal and attached to the impression of being thin and shaped. Conclusions; The influence is given by social media through negative body image on eating disorders can be recommended for intervention in the form of increasing literacy in the use of social media so that it does not harm the mindset and attitudes of adolescents.
STUDI KASUS PADA KELUARGA Ny ”H” DENGAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN TB PARU KELURAHAN MANGASA KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR Mulat, Tri Maya
JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : LP2M Akademi Keperawatan Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan kesehatan bertujuan agar setiap penduduk mampu hidup sehat sehingga dapat mewujudkanderajat kesehatan masyarakat yang optimal, yang merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan pembangunan kesehatan. Tujuan Penulisan,Memperoleh gambaran yang nyata tentang pelaksanaan penerapan asuhan keperawatan keluarga Ny “H” dengan anggota keluarga menderita TB paru.Duvall, Keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiranyang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik,mental, emosional dan social dari tiap anggota.WHO, 1969,Keluarga adalah anggota rumah tangga yang salingberhubungan melalui pertalihan darah, adopsi atau perkawinan. TB Paru adalah penyakit infeksi menular, yang terutama menyerang perenkim paru. Tuberculosis dapat juga ditularkan ke bagian tubuh lainnya, termasuk meningens, ginjal, tulang dan nodus limfe.( Suzanne C. Smeltzer & Brenda G. Bare, 2001) Kesimpulan Dalam melaksanakan pengkajian terhadap keluarga Ny.”H” penulis memperoleh data bahwa anggota keluarga Ny. H mengalami penyakit TB Paru. Gejala penyakit TB Paru dalam konsep dasar tidak jauh beda dengan tinjauan kasus namun ada beberapa gejala yang tidak muncul seperti tidak ada nafsu makan, keringat malam, sakit kepala, meriang, nyeri otot dan demam. Hal ini disebabkan karena keluhan tersebut umumnya muncul pada awal terjadinya penyakit, sementara pada klien An. R menderita batuk sudah lama (± 4 bulan yang lalu)., Pada asuhan keperawatan keluarga Ny. H ditemukan 3 masalah kesehatan yaitu anggota keluarga menderita penyakit TB Paru, resiko terjadinya penyakit akibat personal hygiene yang kurang. Dan resiko terjadinya penyakit (diare, typhoid, DBD) akibat lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan dan Dalam perencanaan penulis melibatkan keluarga dalam menentukan masalah dan kebutuhan keperawatan
STUDI KASUS PADA KELUARGA Ny ”H” DENGAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN TB PARU KELURAHAN MANGASA KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR cahyamulat, tri maya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.383 KB) | DOI: 10.35816/jiskh.v7i1.9

Abstract

Pembangunan kesehatan bertujuan agar setiap penduduk mampu hidup sehat sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, yang merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan pembangunan kesehatan. Tujuan Penulisan,Memperoleh gambaran yang nyata tentang pelaksanaan penerapan asuhan keperawatan keluarga Ny “H” dengan anggota keluarga menderita TB paru. Duvall, Keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan social dari tiap anggota.WHO, 1969,Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalihan darah, adopsi atau perkawinan. TB Paru adalah penyakit infeksi menular, yang terutama menyerang perenkim paru. Tuberculosis dapat juga ditularkan ke bagian tubuh lainnya, termasuk meningens, ginjal, tulang dan nodus limfe.( Suzanne C. Smeltzer & Brenda G. Bare, 2001) Kesimpulan Dalam melaksanakan pengkajian terhadap keluarga Ny.”H” penulis memperoleh data bahwa anggota keluarga Ny. H mengalami penyakit TB Paru. Gejala penyakit TB Paru dalam konsep dasar tidak jauh beda dengan tinjauan kasus namun ada beberapa gejala yang tidak muncul seperti tidak ada nafsu makan, keringat malam, sakit kepala, meriang, nyeri otot dan demam. Hal ini disebabkan karena keluhan tersebut umumnya muncul pada awal terjadinya penyakit, sementara pada klien An. R menderita batuk sudah lama (± 4 bulan yang lalu)., Pada asuhan keperawatan keluarga Ny. H ditemukan 3 masalah kesehatan yaitu anggota keluarga menderita penyakit TB Paru, resiko terjadinya penyakit akibat personal hygiene yang kurang. Dan resiko terjadinya penyakit (diare, typhoid, DBD) akibat lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan dan Dalam perencanaan penulis melibatkan keluarga dalam menentukan masalah dan kebutuhan keperawatan keluarga, menentukan prioritas masalah, memilih tindakan yang tepat dalam proses perawatan TB Paru. Intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu memberikan penyuluhan dan motivasi kepada keluarga, Tahap pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga Ny.”H” dengan anggota keluarga menderita TB Paru didasarkan pada perencanaan yang telah disusun penulis bersama keluarga.,Pada tahap evaluasi masalah yang ditemukan tidak semuanya dapat teratasi (hanya sebahagian). Hal ini disebabkan karena terbatasnya waktu, pola kebiasaan lingkungan yang tidak menunjang kesehatan dan sumber daya keluarga, Penerapan proses keperawatan pada keluarga terbukti sangat efektif terutama dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan yang ada dalam suatu keluarga. Saran Pengkajian keperawatan keluarga harus dilakukan secara sistematis dan komprehensif untuk memperoleh data yang seakurat mungkin dalam menegakkan diagnosa keperawatan, Pendidikan kesehatan atau penyuluhan perlu diberikan kepada individu, keluarga dan masayarakat secara luas dan menyeluruh. Hal ini diharapkan agar individu, keluarga dan masyarakat berperan aktif dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan khususnya penyakit TB paru
PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAK suprapto, Suprapto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.616 KB) | DOI: 10.35816/jiskh.v7i1.10

Abstract

Penyakit Tuberculosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih tetap menjadi masalah kesehatan di dunia. Menurut WHO estimasi incidence Rate untuk pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif adalah 115 per 100.000. Tuberkolosis menduduki rangking ke tiga sebagai penyebab kematian setelah penyakit sistem sirkulasi dan sistim pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan Tuberkolosis di wilayah kerja Puskesmas Batua Kota Makassar. Jenis penelitian ini menggunakan survey deskriptif dengan pendekatan observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang berobat jalan dan bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Batua dengan sampel 52 responden,sampel diperoleh dari sebagian pasien yang berobat jalan di Wilayah kerja puskesmas Batua Kota Makassar yang bekunjung ke puskesmas tersebut yang bersedia diwawancarai dengan menggunakan kuesioner yang terpilih secara convenience sampling. Berdasarkan hasil yang di peroleh dari penelitian tentang pengetahuan dari 52 responden yang memiliki pengetahuan baik terdapat 36 responden (69,23%) dan yang memiliki pengetahuan kurang terdapat 16 responden (30,77%) sedangkan Sikap dari 52 responden yang memiliki sikap positif terdapat 36 responden (69,23 %) dan sikap negative terdapat 16 responden (30,77%) Hal ini menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Batua sebagian masih kurang terhadap upaya pencegahan Tuberculosis akan tetapi dengan pengetahuan yang ada tidak mempengaruhi sikap masyarakat dalam upaya pencegahan. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan perlu ditingkatkan lagi penyuluhan yang lebih intensif dalam rangka menggerakkan masyarakat dalam upaya pencegahan Tuberculosis.
STUDI KASUS PADA PASIEN GERONTIK Tn. ’’S’’ DENGAN RHEUMATIK ARTRITIS DIPUSKESMAS BAROMBONG KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR Sumaryati, Maria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.744 KB) | DOI: 10.35816/jiskh.v7i1.11

Abstract

Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2020 adalah perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah terjadinya resiko terjadinya masalah kesehatan, melindungi diri dari ancaman masalah kesehatan serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian memperoleh gambaran secara umum tentang pelaksanaan Studi kasus pada Pasien Gerontik Tn.”S” dengan Rheumatik Artritis di Puskesmas Barombong Kelurahan Barombong Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan metode penelitian studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan Hasil penelitian Pada pengkajian dengan rheumatik data yang ditemukan dalam tinjauan teori tidak ditemukan pada kasus yaitu : mual, sianosis, pembengkakan pada sendi, kesemutan pada tangan dan kaki, hilangnya sensasi pada jari tangan dan kaki, hilangnya sensasi pada jari tangan, pembengkakan pada sendi, isolasi, Diagnosa keperawatan yang ditemukan dalam kasus ada yang tidak terdapat pada teori, Risiko cedera fisik b/d penurunan fungsi tubuh., Pelaksanaan rencana asuhan keperawatan mencakup pada masalah keperawatan, yang muncul dengan berpedoman pada teori dan tetap memperhatikan kondisi pasien, fasilitas yang ada dan kebijaksanaan pihak Puskesmas Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar, Pada evaluasi keperawatan masalah Tn.”S” belum ada yang teratasi karena pasien masih mengeluh nyeri pada persendian dan masih terjadi kekakuan pada tulang dan sendi. Saran pendidikan dan penyuluhan kesehatan perlu ditingkatkan dan dilaksanakan secara intensif pada seluruh komponen masyarakat, terutama pada usia lanjut karena sangat rentang terhadap berbagai jenis penyakit dalam hal ini penyakit Rheumatik, agar mereka dapat berperan aktif untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya, Rencana keperawatan yang telah dilaksanakan agar tetap menjadi program bagi keluarga Tn.”S” dan mempertahankan apa yang telah didapatkan selama pelaksanaan asuhan keperawatan. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dimiliki oleh lansia.
STUDI KASUS PADA PASIEN Tn. “B”DENGAN DIABETES MILLITUS DIRUANG IGD RUMAH SAKIT LABUANG BAJI MAKASSAR Husaeni, Hermin
JURNAL ILMIAH KESEHATAN SANDI HUSADA Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v6i1.13

Abstract

Untuk dapat mewujudkan visi Indonesia Sehat 2010, ditetapkan empat misi pembangunan kesehatan meliputi menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya (Depkes RI, 2008.Penyelenggaraan upaya kesehatan dilaksanakan secaramenyeluruh, terpadu dan berkesinambungan, melalui upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan serta upaya khusus melalui pelayanan kemanusiaan dan darurat atau krisis. Selanjutnya, pemerataan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan perlu terus menerus diupayakan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi atau gambaran yang nyata tentang pelaksanaan studi kasus pasien dengan Diabetes Mellitus. Metode yang diterapkan dalam studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang akan dilaksanakan. Studi Kasus desain deskriptif dimana akan menjelaskan tentang kasus yang dialami oleh pasien dengan Diabetes Militus.Subyek Studi Kasus.Subyek dari studi kasus ini adalah pasien Tn.”B” dengan Diabtes Militus yang dirawat di instalasi uni gawatdarurat rumah sakit Labuang Baji Makassar dengan pendekatan asuhan keperawatan yang terdiri dari;pengkajian,penentuan diagnose keperawatan, intervensi,implementasi dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini adalah Pada pengkajian data yang di temukan pada teori tapi tidak ditemukan dikasus yaitu: poliuria (banyak kencing), Diagnosa yang ditemukan dalam kasus tapi tidak ditemukan diteori adalah kelemahan berhubungan dengan energi metabolik. Sedangkan diagnosa keperawatan yang ditemukan diteori tapi tidak ditemukan dikasus yaitu: kelelahan, ketidakberdayaan, Dalam rencana asuhan keperawatan yang dikemukakan dalam kasus sesuai dengan kebutuhan klien, sedangkan perencanaan asuhan keperawatan dalam teori tetap memperhatikan kondisi dan respon klien, Implementasi asuhan keperawatan mengacu pada masalah keperawatan yang muncul dengan berpedoman pada teori dan tetap memperhatikan keadaan klien, respon klien serta fasilitas yang ada dan kebijakan dari rumah sakit, Pada evaluasi keperawatan, diagnosa keperawatan yang muncul ada tiga. Dari ketiga diagnosa keperawatan tersebut ada satu diagnosa keperawatan yang belum teratasi. Saran klien dan keluarga bagi pasien dengan diabetes mellitus disarankan agar selama dalam masa perawatan, selalu melakukan anjuran dari petugas kesehatan, begitupun setelah keluar dari rumah sakit. Untuk rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan perlu ditunjang dengan pengadaan fasilitasfasilitas yang memadai seperti : alat-alat instrumen, tempat cuci tangan dan handuk sendiri, celemek dan sarung tangan yang dapat dipakai perawat sebagai pelindung bila merawat penderita diabetes millitus.Untuk penulis,Hendaknya selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan mutu pelayanan agar perawatan yang diberikan membawa hasil yang baik serta memberi kepuasan bagi klien, keluarga dan penulis sendiri.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTOSIKUYU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Syamsi, Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.231 KB) | DOI: 10.35816/jiskh.v7i1.14

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Atas adalah infeksi yang di sebabkan oleh mikro-organisme. Infeksi tersebutterbatas pada struktur-struktur saluran napas bagian atas termasuk rongga hidung, faring hingga laring.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu balita dengan kejadianIspa pada balita diwilayah kerja Puskesmas Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif menggunakan metode cross sectional. Populasinya adalah Ibu yang memilikibalita yang berada berobat diwilayah kerja Puskesmas Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar.Pengambilan sampel menggunakan teknik noprobability sampling didapatkan 30 Orang. Pengumpulan datadilakukan dengan kuesioner dan observasi langsung. Data diolah dan dianalisa dengan menggunakan komputerprogram microsoft excel dan program statistik (SPSS) versi 16.0.Analisa data mencakup analisa univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisa bivariat dengan ujichi-square (α=0,05). Hasil analisa bivariat didapatkan uji Chi-square test pada variable ini adalah ρ = 0.06,Sehingga menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan Kejadian ISPA PadaBalita diwilayah kerja Puskesmas Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar. Hasil uji Chi-square test padavariable ini adalah ρ = 0.004, Sehingga menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pegetahuan Ibudengan Kejadian ISPA pada Balita diwilayah kerja Puskesmas Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar.Kesimpulan dalam penelitian ini: tidak ada hubungan tingkat pendidikan ibu dengan Kejadian ISPA PadaBalita diwilayah kerja Puskesmas Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar dan ada hubungan tingkatpengetahuan ibu dengan Kejadian ISPA Pada Balita diwilayah kerja Puskesmas Bontosikuyu KabupatenKepulauan Selayar. Saran: Hindari faktor resiko terjadinya ISPA pada balita dengan perilaku hidup sehat
STUDI KASUS PADA KELUARGA Tn. ” M ” DENGAN BRONKHITIS DIPUSKEMAS BAROMBONG KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR Arda, Darmi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.916 KB) | DOI: 10.35816/jiskh.v7i1.15

Abstract

Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional tersebut, khususnya pembangunan bidang kesehatan maka sangat diperlukan adanya dukungan sumber daya manusia profesi kesehatan yang cakap dan menguasai bidang profesinya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan. Perawatan merupakan salah satu komponen pembangunan dibidang kesehatan, oleh sebab itu perawatan merupakan bagian integral dari sistem kesehatan nasional, pengaruh yang pesat dari bidang teknologi, sosial, serta kedokteran mengakibatkan bertambahnya tuntutan dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik.Bronkitis adalah suatu peradangan dari bronkioli, bronkus dan trakea oleh berbagai sebab (Purnawan Junadi,2016). Tujuan Penelitian diperolehnya gambaran secara umum tentang pelaksanaan Asuhan Keperawatan keluarga Tn.”M” dengan Bronchitis dipuskesmas Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Metode penelitian dengan pendekatan studi kasus untuk asuhan keperawatan, maka pendekatan yang digunakan adalah proses keperawatan mulai dari pengkajian, penyusunan diagnosa, perencanaan, tindakan dan evaluasi Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya dan hasil pelaksanaan Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Tn. “M” dengan Bronkhitis di puskesmas Barombong, maka penulis menyimpulkan beberapa hal, yaitu :Bronkhitis adalah suatu peradangan dari bronkhioli, bronkus dan trakea oleh berbagai sebab, Penyakit bronchitis adalah merupakan penyakit yang harus mendapat penatalaksanaan yang baik dan apabila tidak ditangani akan menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat bahkan dapat menimbulkan kematian, Didalam asuhan keperawatan keluarga pada Tn.”M” ternyata ditemukan tiga masalah kesehatan antara lain mengalami bronchitis, personal hygiene dan sanitasi lingkungan. Intervensi yang di lakukan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain memberikan penyuluhan dan memberi motivasi pada pasien dan keluarga,Setelah melakukan pembinaan keluarga pada Tn.”M” dengan masalah bronchitis, personal hygiene dan sanitasi lingkungan, ternyata keluarga dapat lebih memahami dan mengerti tentang cara perawatan penyakit bronchitis., Didalam pelaksanaan tindakan keperawatan terutama mengenai pelaksanaan asuhgan keperawatan keluarga pada Tn.”M” dengan masalah bronchitis, personal hygiene dan sanitasi lingkungan maka perlu untuk meningkatkan kerja sama yang baik antara petugas kesehatan dengan klien keluarga dan masyarakaat. Saran diharapkan kepada keluarga setelah dilakukan pembinaan agar hendaknya mengubah prilaku, pengetahuan dan pemahaman yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan sehingga tercipta kondisi-kondisi yang memungkinkan keluarga untuk hidup sehat dan dapat mencegah atau memperbaiki masalah-masalah kesehatan dalam ruang lingkupnya sebagai unit pelayanan kesehatan. Puskesmas, Pada usaha perawatan keluarga hendaknya menggunakan pendekatan yang sistematis untuk mengidentifikasi masalah kesehatan secara cepa, Libatkan keluarga dalam penentuan diagnosa, rencana Asuhan Keperawatan, maupun pelaksanaan tindakan untuk memaksimalkan hasil yang diperoleh dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai,Perlu adanya peningkatan informasi yang diberikan oleh petugas kesehatan guna meningkatkan pemahaman keluarga dan masyarakat terhadap suatu penyakit yang dialami dan masalah kesehatan yang terkait dengan kehidupan orang banyak, melalui preventif, dan promosi kesehatan. Institusi, hendaknya mahasiswa lainya menindaklanjuti pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga terutama yang bermasalah serius, setelah ujian akhir program ini diperpanjang guna keefektifan tindakan dan evaluasi yang dilakukan

Page 1 of 42 | Total Record : 415