cover
Contact Name
Hubertus Oja
Contact Email
oja@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
oja@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
Societas : Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial
Published by Universitas Musamus
ISSN : 2252603X     EISSN : 23547693     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
SOCIETAS:Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial, menerima artikel hasil penelitian baik dari hasil penelitian lapangan dan hasil penelitian pustaka. Atikel diteriam dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris dengan fokus kajian manajemen pelayanan publik dan manajemen kebijakan publik.
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
104 PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN MERAUKE Wilhelmina Jeujanan; Samuel Atbar
SOCIETAS Vol 1 No 2 (2012): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi merupakan proses psikologis yang mencerminkan adanya interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang. Sedangkan disiplin merupakan kekuatan yang dapat memaksa pegawai untuk mematuhi peraturan serta prosedur kerja yang telah ditetapkan.Meningkatkan motivasi dan menegakkan disiplin merupakan salah satu fungsi manajemen yang perlu dilaksanakan oleh setiap pemimpin guna mendorong peningkatan hasil kerja bawahannya dalam suatu organisasi.Pemberian motivasi dan penegakkan disiplin pegawai di Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merauke diharapkan dapat meningkatkan prestasi kerja pegawainya. Penelitian ini mempunyai tujuan disamping untuk mengembangkan disiplin ilnu administrasi, juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara motivasi dan disiplin terhadap prestasi kerja pegawai di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Merauke. Untuk mengetahui tujuan penelitian, maka penelitian mengajukan hipotesis kerja sebagai berikut : "Diduga ada pengaruh motivasi dan disiplin terhadap prestasi kerja pegawai di Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merauke.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode explanatory survey.Teknik pengambilan sampel menggunakan sistem totalitas sampling (sampel jenuh) untuk mendapatkan sampel minimal.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara dan observasi.Sedangkan rancangan uji hipotesis untuk membuktikan besarnya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat digunakan teknik statistik parametrik yaitu analisis Korelasi Pearson Product Moment.Hasil dari penelitian ini menjawab tujuan hipotesis yakni ada pengaruh secara simulatan antara motivasi, disiplin kerja terhadap peningkatan prestasi kerja Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Merauke.
PERENCANAANKARIRPEGAWAIDISEKRETARIATDAERAH KABUPATENMERAUKE Hesty Tambajong
SOCIETAS Vol 4 No 1 (2015): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Officials career planning is the process by which one to choose career goals and career lanes in the organization sector in institutions. The aims of the research were to find out career planning system in Regional Secretariat of Merauke Regency and identify factors - factors that affect the process of career planning in Regional Secretariat of Merauke Regency. The research used quantitative method supported by qualitative data or mixed-methods-approach. The methods of obtaining the data were questionnaire, direct observation, interviews, and documentation study. The samples were determined using disproportionate stratified random sampling method. The data were analyzed descriptively based on frequency calculation on the score vulnerable scala. The results of the research indicate that career planning of formal education indicator is in a good category to support career planning, the result of for work experience indicator is quite good, but it is not optimum for officials’ career planning and development, superior’s attitude indicator is less able to support official’s career planning, work achievement indicator is assessed objectively, and it runs well, work load indicator is quite good to support career planning, job vacancy indicator runs quite good, while work productivity indicator runs well. The factors affecting career planning are the level of career life and career basic, i.e. managerial ability, technical ability possessed by the officials can also make them get a higher position since it is influenced by the proximity with the leader, security of a career level of a leader still considered to rely on good relations with policy makers. creativity in a local bureaucracy has a narrow space since is limited by rules and main duties and functions by officials. The only freedom given is responsibility freedom, and it does not deviate from the tasks given by the agency.
Peran Lsm Spektra Dalam Mutualism Partnership Program Bank Sampah Aziza Nur Auliya; Erlinda Choirunnisa; Lukman Arif
SOCIETAS Vol 9 No 1 (2020): Societas : Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rubbish is one of the environmental problems that is often highlighted as a national problem. The amount ofthe rubbish will increase in line with the high rate of population growth. Therefore, actors are needed to reducethese problems, one of which is NGOs. The purpose of this study was to determine how the role of the SPeKTRANGO in reducing waste problems through community empowerment with the garbage bank program. And to findout the SPeKTRA NGO partnership patterns, the government, civil society, and the private sector. The researchmethod used is descriptive-qualitative. Data obtained through interviews and documentation. Data analysistechniques used in this study are interactive data analysis with the stages of data reduction, data presentation,and drawing conclusions. The results showed that the role of the SPeKTRA NGO and the partnership establishedbetween the SPeKTRA NGO, the government, civil society, and the private sector through the garbage bankprogram had been well implemented. Based on the results of research analyzes in the field the role of theSPeKTRA NGO is carried out with reference to community welfare and service provision, education development,participation and empowerment, networking. While the partnership pattern is established through mutualismpartnership. Things that need to be improved are creativity and innovation by the SPeKTRA NGO in running thegarbage bank program and strengthening the role of each actor in running the partnership
Peran Badan Usaha Milik Desa (Bum Desa) Dalam Mewujudkan Desa Miliarder Erlinda Choirunnisa; Ananta Prathama
SOCIETAS Vol 10 No 2 (2021): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan di Desa diakibatkan oleh potensi desa yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh sebab itu diperlukan pemanfaatan potensi desa untuk dapat memperbaiki perekonomian desa melalui kewirausahaan desa. Kewirausahaan desa diwujudkan dengan BUM Desa sebagai wadah untuk terlaksananya suatu usaha desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaiamana peran BUM Desa dalam mewujudkan Desa Miliarder di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitataif. Hasil penelitian menunjukkan Peran BUM Desa dalam mewujudkan desa miliarder di Desa sekapuk yaitu 1) sebagai motor penggerak perekonomian desa, dengan cara mengembangkan usaha-usaha sesuai berdasarkan potensi desa dan menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga desa lainnya. 2) sebagai lembaga usaha yang menghasilkan, dengan cara Membuka unit usaha yang menghasilkan profit, Melakukan pengembangan inovasi terhadap usaha BUM Desa, dan Memberi hasil keuntungan kepada pemerintah desa sesuai AD/ART, 3) sebagai sarana untuk mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, yaitu dengan cara menjalin kemitraan dengan masyarakat desa melalui tabungan investasi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa
Kekuatan Bakal Calon Dalam Pemilihan Kepala Daerah Yulius Beruatyaan; Hubertus Oja; Yohanes E Teturan
SOCIETAS Vol 10 No 2 (2021): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elit dan kekuasaan merupakan dua variabel yang tidak dapat dipisahkan, karena elit adalah merupakan sekelompok orang yang memiliki sumber-sumber kekuasaan dan sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menganalis kekuatan politik dalam proses pemilihan kepala daerah di Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2018. Metode pendekatan dalam penelitian ini bersifat kulaitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan kekuatan politik pabiroda bakal calon masing-masing dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Maluku Tenggara dengan menggunakan pendekatan secara birokrasi yang merupakan salah satu unsur untuk mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu bakal calon karena melihat pada kebijakan dan kinerja yang berdampak langsung di masyarakat, sedangkan pemanfaatan partai politik tidak dimanfaatkan sepenuhnya oleh bakal calon masing-masing karena kinerja Dewan Perwakilan Rakyat yang merupakan interpertasi dan juga representasi dari partai politik kurang memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Pemanfaatan kekuatan bakal calon masing-masing sebagai took adat dan tokoh agama hanya untuk mencegah konflik di tengah-tengah masyarakat.
Pelayanan Administrasi Dokumen Kapal Perikanan Yohanes E Teturan; Megawati Megawati
SOCIETAS Vol 10 No 2 (2021): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan administrasi dokumen kapal perikanan mempunyai hal penting untuk melihat prosedur pelayanan administrasi yang telah dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada kemudian diambil keputusan apakah pelayanan administrasi dokumen kapal perikanan dan prosedur pelayanan dalam pembuatan persetujuan berlayar kapal perikanan. Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana pelayanan administrasi dokumen kapal perikanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelayanan administrasi dokumen kapal perikanan dalam upaya mewujudkan keselamatan dan keamanan dalam berlayar adalah Kesederhanaan, Kejelasan, Kepastian, Ketepatan Waktu dan Keterbukaan dalam prosedur pelayanan telah sesuai dengan SOP, tetapi belum maksimal karena sepenuhnya berjalan dengan baik di sebabkan oleh pihak pemilik kapal yang sering terlambat memenuhi persyaratan-persyaratan juga dalam hal melengkapi alat-alat keselamatan yang sudah tidak layak pakai hal ini dapat mempengaruhi dan menghambat proses penerbitan surat izin keselamtan dan keamanan dalam berlayar. Pemeriksaan administrasi telah terpenuhi namun terhambat akibat pemeriksaan fisik kapal yang tidak memenuhi persyaratan. Kesyahbanadaran Pelabuhan Perikanan belum mampu membuat seluruh kapal-kapal perikanan untuk menerbitkan surat persetujuan berlayar di pelabuhan perikanan, masih ada kapal-kapal yang keluar berlayar tanpa surat persetujuan berlayar dan juga kelengkapan pelaratan keselamatan berlayar yang tidak sesuai standar yang ditetapkan
Faktor-Faktor Dalam Pemberdayaan Masyarakat Petani Ubi Jalar Alexander Phuk Tjilen; Fitriani Fitriani; Inez Alexander Phoek
SOCIETAS Vol 10 No 2 (2021): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pemberdayaan masyarakat petani memiliki urgensi dalam pengelolaan ketahanan pangan, karena petani merupakan produsen dan konsumen pangan terbesar serta sesuai dengan rencana pemerintah menjadikan Kabupaten Merauke sebagai lumbung pangan nasional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan petani ubi jalar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Kabupaten Tanah Miring. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif eksploratif dan korelasional. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dari informan kunci. Hasil Penelitian menunjukan bahwa faktor eksternal mengandung informasi aksesibilitas yang belum optimal akibat keterbatasan kemampuan kelompok tani, dan belum adanya partisipasi pemerintah untuk menyediakan tenaga yang handal dalam menjembatani petani dengan menggunakan sumber informasi terkini, baik teknologi pengolahan lahan, pemupukan, pemilihan benih, dan panen pasca teknologi. Temuan faktor internal yang menjelaskan pendidikan, kemampuan membaca dan menulis yang mempengaruhi kemampuan manajemen keuangan, pemasaran, pemanfaatan teknologi, terkait dengan keterbatasan lahan dan modal. Implikasi sosial, intervensi dari pemerintah, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merauke diperlukan untuk membantu teknologi dan fasilitas pertanian yang mereka butuhkan, seperti traktor tangan, irigasi dan pupuk.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Anggaran Berbasis Kinerja Della Elisabeth Delisye Rumlus; Fitriani Fitriani; Armin Arsyad
SOCIETAS Vol 10 No 2 (2021): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan anggaran yang benar akan menjadi faktor penyebab sebuah organisasi cepat berkembang dan berhasil mewujudkan visi misi organisasi tersebut. sebuah organisasi menginginkan hasil kerja yang maksimal, sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan atau melampaui perencanaan tersebut.Anggaran berbasis kinerja merupakan perencanaan kinerja tahunan secara terintegrasi yang menunjukkan hubungan antara tingkat pendanaan program dan hasil yang diinginkan dari program tercapai sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi implementasi anggaran berbasis kinerja pada Dinas Pendidikan dan Pengajaran di Kabupaten Mappi. Kebijakan Pemerintah dalam mendorong program pendidikan di Kabupaten Mappi adalah agar mampu membantu meringankan biaya sekolah dan untuk meningkatkan kinerja Dinas Pendidikan dan Pengajaran dalam rangka menciptakan generasi penerus yang berkualitas dengan standar kualitas pendidikan yang layak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitiatif dengan jumlah informan sebanyak 23 orang. Hasil penelitian ini ini menemukan bahwa faktor kurang pemahaman aparatur dan ketersediaan fasilitas pendukung sangat mempengaruhi implementasi anggaran berbasis kinerja, maka perlu dilakukan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan serta pengadaan fasilitas yang dibutuhkan.
Evaluasi Kebijakan Program Bantuan Pemberdayaan Peternak Thomas Kimko; Akmal Akmal; Fitriani Fitriani; Paul Adryani Moento
SOCIETAS Vol 10 No 2 (2021): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi kebijakan program bantuan pemberdayaan peternak di Kabupaten Merauke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan di Kabupaten Merauke pada kelompok peternak yang menerima program bantuan pemberdayaan peternak dengan jumlah informan sebanyak 16 orang. Sumber data yang di gunakan dalam peneitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari sisi efektifitas, peternak merasa sangat efektif dengan adanya bantuan tersebut, dari sisi efisiensi, sangat dirasakan dan membantu masyarakat peternak, dari sisi kecukupan sangat cukup dalam hal penyaluran bantuan yang diterima, dari sisi pemerataan, pemberian bantuan ternak tersebut sudah sesuai namun bantuan ternak yang diberikan tersebut tidak merata karena Dinas kurang mengontrol ternak-ternak yang diberikan tersebut. Sementara itu, dari sisi responsifitas, memang dinas terkait selalu merespon dengan baik dengan melakukan pendampingan dan kontrol di awal pemberian bantuan ternak akan tetapi seiring berjalannya waktu hal tersebut sudah tidak berjalan lagi. Dalam ketepatan kebijakan pemberdayaan pemberian bantuan ternak kepada masyarakat oleh Dinas peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Merauke, sejauh ini terlihat baik yaitu pemberian bantuan ternak yang tepat sasarannya dan memberikan dampak yang baik dari sisi peningkatan ekonomi masyarakat khususnya petani peternak.
Kebijakan Belanja Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat Dahlan Tampubolon; Mardiana Mardiana
SOCIETAS Vol 11 No 1 (2022): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Village expenditure is critical for improving public services and welfare, but it is not yet felt by the community to its full potential. Village spending continues to be dominant for village officials' expenditures and physical activities. The objective of this research is to examine the involvement, transparency, and appropriateness of village spending. Additionally, this study examines the relationship between village spending and knowledge, technological ability, and village development. Forty-five participants were interviewed, including 18 village officials and representatives from 27 communities. Contingency table and rank Spearman correlation are the two primary analytic tools. Village expenditures in Kampa District, Kampar Regency, Riau Province, averaged over one billion rupiah, according to research. Village expenditures on community empowerment are distributed according to each village's needs. The majority of communities participate in the planning, implementation, and administration of village expenditures. There is no significant difference in the community's and village officials' perceptions of community involvement and transparency in village spending. Between village officials and the community, there are differences in perceptions of the suitability and accuracy of village spending. Spending in villages fosters community empowerment. There is a strong correlation between village expenditure and the development of community capacity and understanding. The capacity to use technology is also related to the amount of money spent by villages on empowerment. The majority of village officials and members of the community stated that village expenditure on empowerment had resulted in increased village development.

Page 1 of 12 | Total Record : 115