cover
Contact Name
Heri Hidayat
Contact Email
-
Phone
+6281321506147
Journal Mail Official
japra@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Program Studi PIAUD Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Jl. Soekarno-Hatta Kel. Cimincrang Kec. Gedebage
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal (JAPRA)
ISSN : 25274325     EISSN : 25807412     DOI : -
Core Subject : Education,
JAPRA adalah jurnal yang mengulas hasil penelitian, pengembangan keilmuan dan pengembangan karya inovatif yang relevan dengan disiplin Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD/PGRA). Jurnal ini diterbitkan oleh program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 57 Documents
Dialogic Reading Sebagai Upaya Mengembangkan Keterampilan Berbahasa Anak Usia Dini Vina Anggia Nastitie Ariawan; Inne Marthyane Pratiwi
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v1i1.3070

Abstract

Language skills are basic skills that are mastered and learned early childhood. Language skills obtained by the child through interaction with parents. Early childhood language development periods are categorized into two, namely pre-linguistic and linguistic periods. Pre-linguistic periods are passed by the child as a baby. If in the pre-linguistic period the child is introduced to the proper use of language then the language skills of the child develop in the linguistic period. The intensity of an interaction will affect the skills of listening and speaking of early childhood. Therefore, parents and teachers as a close to the child are very necessary to facilitate the development of the language of children. Dialogic reading is an approach used to develop language skills and basic literacy of children. Dialogic reading provides many opportunities for children to speak so that language skills and self-confidence are growing.
Hubungan Kecerdasan Emosional terhadap Hasil Belajar Anak Usia Dini Anisa Nurdiyanti; Yuyun Yulianingsih; Syamiyah Syamiyah
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v1i1.3234

Abstract

This study aims to determine the relationship of emotional intelligence in early childhood learning outcomes on aspects of emotional social development aged 5-6 years. This study uses quantitative correlational methods and approaches. The subject of this study was group B in one RA in Bandung City which amounted to 46 children. This study uses saturated samples, which means that all populations are sampled. Data collection techniques through observation sheets. The results of the analysis of research data using the calculation of the Spearman Rank correlation coefficient obtained a result of ρcount of 0.74. Meanwhile, the results of the calculation of the significance of the correlation test using t-test obtained the value of tcount of 7.33 and a significance level of 5% with db = 44 is 2.017. So, tcount = 7.33 > ttable = 2.017, and can be interpreted that there is a significant relationship between emotional intelligence and early childhood learning outcomes. In addition, the determination coefficient obtained is 55%. That is, emotional intelligence contributes as much as 55% of the results of early childhood learning in one RA in the city of Bandung. Keywords: early childhood, learning outcomes, emotional intelligence, development, social-emotional
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka 1 sampai 10 melalui Permainan Kartu Angka pada Anak Usia Dini Dias Syafitri Nurinta; Yasniwarti Yasniwarti; Zaenal Muftie
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v1i1.3267

Abstract

This study aims to improve the ability to recognize numbers 1 to 10 in children group A RA Nurul Amal Ciguruwik in Cileunyi District, Bandung Regency through a number card game. This research is a classroom action research conducted collaboratively between researchers and teachers. The subjects in this study were 13 children of A RA Nurul Amal Group consisting of 7 girls and 6 boys. Data collection techniques are carried out using observation, performance, and documentation. Data analysis techniques were carried out descriptively qualitative and quantitative. the results of the study showed that increasing the ability of children to know numbers 1 to 10 before using a number card game had an average score of 50.64. Teacher activity in the first cycle showed a percentage of 76.47% then in the second cycle increased to 97.06%. Children's activity in cycle I was 72.65% increasing to 95.3% in cycle II. The average value of the ability to recognize numbers 1 to 10 in the first cycle of 64.74 turned out to have increased in the second cycle of 78.85. So increasing the ability to recognize numbers before and after recognizing numbers 1 to 10 is 28.21.
Kemampuan Salat Anak Usia Dini Melalui Metode Demonstrasi Habsyi siti nurdini; Hilman Mangkuwibawa; Syamiah Syamiah
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v1i1.3388

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan kemampuan salat anak usia dini melalui metode demonstrasi pada kelompok B RA Al-Furqon. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom research) dengan melalui empat tahap yaitu: prencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode demonstrasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data digunakan dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dari penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran praktik salat kelompok B RA Al-Furqon dapat disimpulkan bahwa adanya perkembangan hasil pembelajaran praktik salat siswa. Peningkatan ini dapat dilihat dari nilai rata-rata seluruh siswa yaitu dari hasil pra sikuls sebesar 31,3. Pada siklus I rata-rata nilai seluruh siswa yaitu 51,7 dan pada siklus II naik menjadi 77,5. Pada pra siklus perkembangan salat anak usia dini terdapat delapan orang yang belum berkembang (BB) dan lima orang mulai berkembang (MB). Pada siklus I perkembangan salat anak usia dini mencapai enam orang yang mulai berkembang (MB) dan delapan orang berkembang sesuai harapan (BSH), kemudian pada siklus II perkembangan salat anak usia dinimencapai empat orang yang berkembang sesuai harapan (BSH) dan sembilan orang berkembang sangat baik (BSB).
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Melalui Kegiatan Senam Ritmik Agni Firdaus; Yuyun Yulianingsih; Tuti Hayati
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v1i1.3543

Abstract

Observasi awal yang dilakukan pada anak di kelompok A RA Jadaria bahwa keterampilan motorik kasar anak belum optimal. Hal ini terbukti masih adanya anak yang belum mampu menggerakkan otot besarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterampilan motorik kasar anak sebelum dan sesudah diterapkan kegiatan senam ritmik, dan penerapan kegiatan senam ritmik untuk meningkatkan motorik kasar. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Metode PTK meliputi: planning, acting, observing, and reflecting. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, unjuk kerja, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan motorik kasar anak sebelum diterapkan kegiatan senam ritmik diperoleh nilai 46,17 dengan kategori kurang sekali, sedangkan setelah diterapkan kegiatan senam ritmik pada siklus I diperoleh nilai 55,28 dengan kategori kurang. Siklus II diperoleh nilai 78,35 dengan kategori baik. Adapun penerapan senam ritmik untuk meningkatkan keterampilan motorik pada aktivitas guru siklus I diperoleh rata-rata 75% dengan kriteria cukup, dan pada siklus II diperoleh rata-rata 95% dengan kriteria sangat baik. Demikian pula hasil analisis aktivitas anak pada siklus I diperoleh rata-rata 49,65% dengan kategori kurang sekali, dan pada siklus II diperoleh rata-rata 71,82% dengankategori cukup. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima, artinya kegiatan senam ritmik dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar anak.
Pendidikan Seksual Anak Usia Dini dalam Persfektif Hukum Islam Amirudin Amirudin; Ine Nirmala
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v1i1.3546

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya fenomena memprihatinkan yang terjadi di masyarakat, yakni kejahatan seksual yang makin banyak terjadi. Korban kejahatan seksual terjadi pada anak-anak di bawah umur. Padahal kewajiban orang tua terhadap anak tidak sebatas mencukupi kebutuhan lahir dan batin anak saja, melaikan membekali anak dengan ilmu diantaranya keimanan atau akidah, Alquran, fiqih, ibadah dan keterampilan. Melihat betapa pentingnya pendidikan seksual anak maka kami mengangkat tema penelitian tentang pendidikan anak seksual anak usia dini dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan (library research). Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analistis, yaitu dengan cara meneliti dan menganalisis tentang pendidikan seksual bagi anak usia dini dari berbagai sumber secara terurai kemudian mendeskripsikannya.Sedangkan sumber data berasal dari Alquran, kitab-kitab tafsir dan hadist, buku-buku tentang pendidikan anakdan kamus bahasa Arab.
Identitas Diri Perempuan Muslim Bercadar di Kota Bandung Yulita Ayu Permatasari; Asaas Putra
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v1i1.3548

Abstract

Di tengah - tengah fenomena stigma negatif yang disandang oleh kaum perempuan muslim bercadar, tidak menghambat peningkatan jumlah perempuan yang memilih untuk tetap menjalankan perintah ajaran agamanya yaitu dengan bercadar. Setiap individu tidak lepas dari kegiatan komunikasi, dalam hal ini adalah komunikasi interpersonal yang juga sangat dipengaruhi oleh adanya persepsi interpersonal (Rakhmat, 2003). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konsep pemikiran (mind), konsep interaksi sosial (self), dan konsep memediasi masyarakat (society) perempuan muslim bercadar melalui interaksi simbolik dalam pembentukan identitas diri dengan Perempuan muslim bercadar di Komunitas Niqab Squad Bandung sebagai informan utama. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jenis data yang digunakan yaitu data primer melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukan perempuan muslim bercadar berpandangan bahwa ketertarikan dan pemahaman mengenai penjagaan diri dengan cara menyempurnakan pakaian merupakan bentuk ketaatan terhadap perintah agama. Oleh karena itu, terlepas pendapat masyarakat yang sudah menerima dan yang belum menerima keberadaan perempuan muslim bercadar pada Komunitas Niqab Squad Bandung, mereka tetap menunjukan identitas diri perempuan muslim bercadar yaitu dengan keistiqomahan, kodrat wanita, dan ilmu sunnah.
Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengimplementasikan Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran di Kelas Melalui Supervisi Klinis Ahmad Fathullah
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v1i1.3570

Abstract

Kurikulum 2013 menuntut guru untuk melakukan perubahan mindset dan pola pembelajarannya. Untukitu, pelatihan dan bimtek pun banyak diselenggarakan denganmenghabiskanbiaya yang tidaksedikit. Tetapisangatdisayngkan, umumnya mereka masih berada pada posisi ‘comfort zone’ meski sudah bersertifikat pendidik profesional. Pendekatan saintifik adalahsalahsatu ‘icon’ pada standar prosesnya yang menuntut guru agar bersikapkreatifmemfasilitasipengalamanbelajarsiswaaktif, tetapi realitanya tidak diterapkan. Guru merasa nyaman dengan pembelajaran monolog atau teacher centered. Alternatif tindakanyang harus segera diberikan adalah melakukan supervisi klinis oleh supervisor. Fokus supervisi klinis adalah perbaikan performmance guru di kelas. Seorang supervisor memberikan bimbingan dan layanan yang bersifat kolegial dan menghindari doktrin atau ketegangan. Prosedur supervisi klinis meliputi pra observasi, observasi kelas dan tindakan balikan. Dari hasil penelitian penulis didapati bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik pada pembelajaran hingga 43%, yaitu dari nilaiawalperformen guru di kelas41 menjadi 83.
Profil Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) Mahasiswa Calon Guru Raudatul Athfal di Uin Sunan Gunung Djati Bandung Sri Maryanti; Dede Tri Kurniawan
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v1i1.3572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kecerdasan majemukmahasiswa calon guru Raudhatul Athfal (RA) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Fokus dari kajian ini yaitu untuk mendeskripsikan delapan kecerdasan majemuk. Delapan Kecerdasan majemuk itu adalah kecerdasan verbal/linguistik, logis matematika, visual/spatial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Multiple Intelegence setiap individu yang belajar pasti melibatkan pemikirannya, dan di dalam pikiran tersebut terdapat intelegensi atau kecerdasan. Intelegensi sangat penting bagi kehidupan seseorang, karena tanpa intelegensi tersebut, seseorang tidak akan mampu untuk membedakan sesuatu, baik itu hal yang nyata ataupun hal yang tidak nyata. Intelegensi tidak terlepas dari proses pembelajaran. Profil multiple intelegence ini diharapkan mampu menjadi latar belakang dalm proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester tiga program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu: observasi lansung, angket, dananalisis dokumen.Berdasarkan data dan analisis hasil yang dilakukan pada dua kelas yaitu kelas A dan kelas B maka diperoleh temuan penelitian dominasi kecerdasan majemuknaturalnamun untuk kelas B selain kecerdasan majemuk natural hasil dominansi yang ditemukan yaitu kecerdasan majemuk musikal. Dosen memiliki kemampuan menciptakan lingkungan belajar yang yang menyenangkan dan bermakna, tetapi penggunaan strategi pembelajaran yang kurang tepat menyebabkan kegiatan pembelajaran kurang mampu mengembangkan kemampuan seluruh mahasiswa.
Keterampilan Menyimak pada Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Rena Mianawati; Tuti Hayati; Aam Kurnia
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v2i1.5308

Abstract

Preliminary observations were made on children in B1 RA Persis 250 Cihamerang group that children's language development was not optimal. This proved that there were still obstacles for children who were not able to have listening skills. The purpose of this study was to determine the listening skills of children before and after the storytelling method was applied, and the application of the storytelling method to improve listening skills. The method used is Class Action Research (CAR) which consists of two cycles. PTK methods include: planning, acting, observing, and reflecting. The data collection techniques used are observation, performance, and documentation. The results showed that the listening skills of children before the method of telling stories were obtained with 32.29 with very few categories, while after applying the method of telling stories to cyclic I obtained a value of 52.71 with a less category, the second cycle obtained a score of 78.44 with a good category. The application of the storytelling method to improve listening skills to teacher activities in the first cycle was obtained an average of 71.88% with sufficient criteria, and in the second cycle obtained an average value of 90.63% with very good criteria. Similarly, the results of the analysis of children's activities in the first cycle obtained an average value of 61.88% with sufficient criteria, and in the second cycle obtained an average value of 77.88% with good criteria. Thus the proposed hypothesis is accepted, meaning that the storytelling method can improve children's listening skills.