cover
Contact Name
Ahmad Muhajir
Contact Email
ahmadmuhajir@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6285358481818
Journal Mail Official
mukadimah@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP - Universitas Islam Sumatera Utara Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : 26141159     EISSN : 26221373     DOI : https://doi.org/10.30743/mkd
Jurnal ini mempublikasikan artikel dengan tema-tema yang berkaitan dengan pendidikan, sejarah, dan ilmu-ilmu sosial baik lingkup lokal dan nasional, akademik, maupun lingkup umum. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan Agustus.
Articles 131 Documents
Jilbab dan Reproduksi Identitas Mahasiswi Muslimah di Ruang Publik Sapta Kesuma
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.914 KB) | DOI: 10.30743/mkd.v1i2.513

Abstract

Artikel ini mengulas persoalan perilaku pemakaian Jilbab di kalangan mahasiswi muslimah di ruang publik dan hubungannya dengan reproduksi identitas bagi yang memakainya. Jilbab telah mengalami pergeseran makna dari sebuah perintah agama Islam untuk menutup aurat perempuan menjadi pakaian yang mencerminkan berbagai identitas pemakainya. Jilbab dipakai dengan berbagai macam cara dan gaya oleh kalangan mahasiswi muslimah yang dipengaruhi oleh perkembangan dakwah Islam dan tren busana. Terdapat tiga kelompok pemakai Jilbab yang berhasil diidentifikasi di lingkungan kampus UISU dan UIN-SU, yaitu muslimah fenomenal, muslimah toleran, dan muslimah fashionable. Perilaku pemakai Jilbab di kedua kampus tersebut menunjukkan perbedaan. Kelompok muslimah fenomenal dominan di UIN-SU dan kelompok muslimah fashionable dominan di UISU, sedangkan dominasi muslimah toleran di UISU mengungguli UIN-SU. Identitas yang direproduksi oleh ketiganya disebut sebagai identitas hibrid yang ditampilkan ditentukan oleh pandangan agama dan motif berpakaian yang dikonstruksi oleh budaya dan lingkungan di sekitarnya. Jilbab tidak hanya sekadar berfungsi sebagai pakaian khas muslimah, melainkan juga berfungsi menampilkan simbol-simbol dan karakter pemakainya.Kata kunci: Jilbab, reproduksi identitas, mahasiswi muslimah, ruang publik.
Sudut Pandang Indonesia atas Periode Kamp, 1942-1945 Dedi Arsa
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.235 KB) | DOI: 10.30743/mkd.v1i2.514

Abstract

Periode Jepang di Indonesia (1942-1945) bagi kebanyakan orang Eropa dan Indo-Eropa di Indonesia dikenang sebagai Periode Kamp, sebuah periode yang disebut-sebut sebagai periode yang “membingungkan sekaligus mengerikan”. Selama periode ini hampir seluruh orang Eropa dan Indo-Eropa yang ada di Indonesia dimasukkan ke dalam kamp-kamp tawanan/kerja paksa yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Periode ini tampak begitu membekas dalam ingatan mereka, terutama bagi yang pernah merasakan langsung diinternir. Tulisan ini menelaah bagaimana pandangan (sudut pandang) orang Indonesia tentang interniran Eropa dalam kamp Jepang, dengan menelaah dua karya dengan topik tersebut yang ditulis orang Indonesia: sebuah otobiografi dengan tajuk Sebastian Tanamas, Tak Menggantang Asap: Otobiografi Seorang Pejuang dan Pengusaha Industri Kerajinan, dan sebuah roman berjudul Dan Perang pun Usai. Penyusunan tulisan ini menggunakan metode penyusunan yang dikenal pada umumnya dalam metode penyusunan sejarah modern, yaitu meliputi empat tahapan: heuristik berupa pengumpulan bahan/sumber, kritik sumber berupa kritik intern-ekstern, interpretasi, dan penulisan dalam bentuk historiografi.Kata kunci: Sudut pandang, Periode Kamp, Jepang.
Langkah Politik Belanda di Aceh Timur: Memahami Sisi Lain Sejarah Perang Aceh, 1873-1912 Ahmad Muhajir
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.609 KB) | DOI: 10.30743/mkd.v1i2.515

Abstract

Artikel ini membahas mengenai langkah politik kolonialis Belanda di Aceh Timur dalam konteks memahami sisi lain sejarah Perang Aceh (1873-1912). Aceh Timur merupakan daerah di mana perang berakhir lebih cepat dibandingkan daerah lainnya di seluruh Aceh. Selain itu juga merupakan daerah yang memiliki potensi ekonomi yang sangat menggiurkan bagi Belanda kala itu. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan memanfaatkan banyak literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas. Artikel ini juga menawarkan sebuah penjelasan sejarah alternatif tentang sisi lain dari Perang Aceh yang telah terjadi hampir satu setengah abad yang lalu dengan memposisikan Aceh Timur sebagai latar panggung utamanya. Penjelasan sejarah yang disajikan mencakup kondisi di wilayah Aceh Timur di tengah situasi Perang Aceh; langkah-langkah politik yang diterapkan Belanda untuk menaklukkan negeri-negeri di Aceh Timur; dan kebijakan-kebijakan Belanda membangun dan menata wilayah Aceh Timur setelah perang berakhir sehingga menjadi daerah potensial untuk ekspansi industri dari Sumatera Timur.Kata kunci: Langkah politik Belanda, Aceh Timur, sejarah Perang Aceh.
Usaha Mengatasi Ancaman Disintegrasi Bangsa dalam Rangka Memupuk Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Kemerdekaan Heru Arif Pianto
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.353 KB) | DOI: 10.30743/mkd.v1i2.517

Abstract

Pemilihan topik kegiatan ini didasarkan pada perhatian penulis terhadap perkembangan generasi muda pada era sekarang ini yang sangat memprihatinkan. Pengetahuan terhadap suatu nilai kesejarahan sudah mulai menurun drastis. Mereka sebagian besar hanya membicarakan masalah kekinian saja serta mengesampingkan masa lalu. Sejarah mereka anggap hanya sebagai barang antik yang harus dimuseumkan. Kalangan generasi muda sekarang banyak yang mengidap penyakit amnesia sejarah. Padahal apabila kita amati secara cermat banyak sekali persoalan sekarang ini yang bisa diselesaikan dengan sejarah. Kembali pada tujuan awal bahwa belajar sejarah itu bukan hanya saja untuk mengetahui masa lampau, tetapi lebih dari itu, yaitu untuk melatih manusia lebih bersikap bijaksana dalam menyelesaikan persoalan. Persoalan bangsa selama ini menjadi suatu penghambat dalam majunya suatu negara. Lalu dengan kompleksnya persoalan negara itu, selanjutnya mau dibawa ke arah mana negara ini di masa depan. Semua itu tentunya tugas generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah metode penelitian sejarah, dengan cara merekonstruksi masa lampau melalui proses pengujian dan analisis secara kritis terhadap rekaman dan peninggalan masa lampau. Secara garis besar penelitian sejarah terbagi menjadi empat tahapan yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.Kata kunci: Disintegrasi, Bangsa, Pasca Kemerdekaan.
Sekilas tentang Pendidikan di Praja Mangkunegaran Masa Mangkunegoro VII, 1917-1944 Retno Puspitosari
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.482 KB) | DOI: 10.30743/mkd.v1i2.528

Abstract

Salah satu dampak pentingnya dari dilaksanakannya program studiefonds adalah telah munculnya golongan terpelajar baru sebagai elite modern yang berusaha mengubah tatanan masyarakat yang selama ini tertindas oleh kepentingan penjajah. Berkaitan dengan itu segera mereka memunculkan gerakan-gerakan baik politik, kultural maupun kemasyarakatan. Hal ini merupakan bentuk awal kesadaran nasional terutama pada awal abad XX, berupa kesadaran untuk melepaskan diri dari cengkeraman kolonialisme melalui golongan terpelajar yang sebagian di antaranya dibiayai dari dana studiefonds. Studiefonds berjalan lancar dan peminatnya semakin banyak, karena usaha tersebut memang benar-benar merupakan suatu fenomena baru bagi dunia pengajaran di Praja Mangkunegaran yang sangat menguntungkan bagi mereka yang berprestasi tetapi tidak mempunyai biaya untuk sekolah.Kata kunci: Pendidikan, Praja Mangkunegaran, Mangkunegoro VII.
Upaya Meningkatkan Belajar Membaca Permulaan melalui Alat Peraga Gambar dan Kartu Huruf bagi Siswa Kelas I SD Negeri 023898 Kota Binjai T.A. 2016/2017 Masriani Masriani
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.355 KB) | DOI: 10.30743/mkd.v1i2.529

Abstract

Sebagai upaya tindak lanjut pemberdayaan kualitas belajar mengajar, tulisan ini mempelajari berbagai metode mengajar yang tepat untuk pembelajaran berikutnya. Salah satu metode yang sering digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah metode Gambar. Metode ini menyajikan bagaimana melatih siswa bekerja dengan timnya secara aktif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah penggunaan metode Gambar yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam belajar Bahasa Indonesia di kelas I SD Negeri 023898 Binjai Timur. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: Pembelajaran dengan berbasis Gambar memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (50%), siklus II (100%). Penerapan metode Gambar mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil tes siklus siswa, rata-rata jawaban siswa menunjukkan bahwa siswa berhasil dalam pembelajaran dengan menggunakan metode Gambar sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar sehingga hasil belajar dapat dicapai.Kata kunci: Hasil belajar, gambar, Bahasa Indonesia.
Afdeeling Berbek Pasca Pemindahan Ibukota: Tinjauan Historis Perkembangan Nganjuk sebagai Pusat Pemerintahan Baru, 1880-1901 Depy Tri Budi Siswanto; Siska Nurazizah Lestari
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.039 KB) | DOI: 10.30743/mkd.v2i1.656

Abstract

Penelitian historis ini menjelaskan perkembangan Nganjuk sebagai ibukota baru Afdeeling Berbek. Berbek merupakan daerah di bawah kekuasaan Keresidenan Kediri. Pada tahun 1830 hingga 1880, ibukota pemerintahan afdeeling ini berada di Berbek, lokasinya berada di lereng Gunung Wilis yang terisolasi. Pada tahun 1878, terjadi pergantian kekuasaan di Berbek, yaitu diangkatnya Sosrokoesomo III sebagai bupati baru. Pemikirannya yang revolusioner, mencetuskan suatu ide pemindahan pusat pemerintahan. Pertimbangan utamanya adalah terisolasinya wilayah Berbek, untuk itu dipilihlah Nganjuk sebagai ibukota baru. Nganjuk dipilih sebagai pusat pemerintahan baru karena jalur kereta api Surabaya-Solo melewati kota ini dan sangat potensial untuk dijadikan sebagai ibu kota. Sejak ibukota dipindahkan ke Nganjuk pada tahun 1880, perkembangan kota berlangsung secara luar biasa. Pembangunan Nganjuk bukan semata tentang estetika ibu kota yang baru, namun juga untuk mempermudah administrasi pemerintahan. Pembangunan kota Nganjuk mempengaruhi kehidupan sosial-ekonomi masyakrakat hingga sekarang.Kata kunci: Afdeeling Berbek, pemindahan ibukota, Nganjuk, Sosrokoesomo III.
Strategi Adaptasi Orang Laut di Batam Novita Mandasari Hutagaol
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.556 KB) | DOI: 10.30743/mkd.v2i1.657

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang strategi adaptasi Orang Laut di Batam. Pembangunan di Batam yang berkembang ke arah modernisasi berdampak kepada kehidupan Orang Laut sebagai etnik lokal.  Pembangunan di tahun 1970-an di Batam mengakibatkan Orang Laut direlokasi ke darat oleh pemerintah pada masa Orde Baru. Pada akhirnya Orang Laut mengikuti peraturan pemerintah untuk tinggal dan menetap di darat dan melakukan aktivitas sosial seperti masyarakat pada umumnya. Terdapat beberapa bentuk strategi adaptasi yang dijalankan, yakni tetap melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan membuat modifikasi alat tangkap dan menjalankan kehidupan sehari-hari dengan tinggal di rumah apung.Kata kunci: Strategi adaptasi, Orang Laut, Batam.
Situs Arkeologis Kota Rentang dan Jejak Kemaritiman Masa Lampau Adam Zaki Gultom
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.391 KB) | DOI: 10.30743/mkd.v2i1.658

Abstract

Peradaban pesisir timur Sumatera terjadi akibat dari aktivitas perdagangan yang terjadi di kawasan sepanjang pesisir. Peradaban masa lampau tentulah meninggalkan jejak-jejak kehidupannya berupa fragmen keramik, tembikar, bangunan, bata, nisan dan sebagainya. Di Pesisir timur Sumatera Utara terdapat satu kawasan situs, yaitu Situs Kota Rentang yang dahulunya merupakan kawasan perdagangan yang aktif pada masa lampau. Kawasan ini menjadi salah satu poros peradaban di Sumatera Utara selain Pulau Kampai dan Situs Kota Cina. Dengan banyaknya temuan arkeologis di kawasan ini membuktikan bahwa kawasan ini dahulunya ramai didatangi pedagang-pedagang luar nusantara untuk melakukan proses niaga dengan pedagang setempat. Hal ini tentu saja membuat terjadinya interaksi lokal dengan internasional, yang mempengaruhi cerita sejarah di Sumatera Utara.Kata kunci: situs arkeologis, Kota Rentang, kemaritiman.Peradaban pesisir timur Sumatera terjadi akibat dari aktivitas perdagangan yang terjadi dikawasan sepanjang pesisir. Peradaban masa lampau tentulah meninggalkan jejak-jejakkehidupannya berupa fragmen keramik, tembikar, bangunan, bata, nisan dan sebagainya. DiPesisir timur Sumatera Utara terdapat satu kawasan situs, yaitu Situs Kota Rentang yangdahulunya merupakan kawasan perdagangan yang aktif pada masa lampau. Kawasan inimenjadi salah satu poros peradaban di Sumatera Utara selain Pulau Kampai dan Situs KotaCina. Dengan banyaknya temuan arkeologis di kawasan ini membuktikan bahwa kawasan inidahulunya ramai didatangi pedagang-pedagang luar nusantara untuk melakukan proses niagadengan pedagang setempat. Hal ini tentu saja membuat terjadinya interaksi lokal denganinternasional, yang mempengaruhi cerita sejarah di Sumatera Utara.Kata kunci: situs arkeologis, Kota Rentang, kemaritiman.
Konstruksi Konflik dan Bina-Damai dalam Keberagaman Masyarakat Jawa Suryo Adi Sahfutra
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.504 KB) | DOI: 10.30743/mkd.v2i1.659

Abstract

Agama dalam perspektif sosiologis sering muncul dalam dua wajah ganda, yaitu sebagai sumber konflik sekaligus sumber bina-damai. Faktanya, sulit dihindari bahwa adanya pemahaman yang menguatkan eskalasi konflik bersumber dari pemahaman ajaran agama, begitu juga sebaliknya proses bina-damai. Dalam konstruksi masyarakat Jawa, konflik dan bina-damai juga memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Setidaknya dalam riset ini ditemukan bahwa masyarakat Jawa lebih memilih hidup rukun daripada konflik. Watak yang demikian mendominasi alam berpikir masyarakat Jawa. Oleh karena itu, bangunan tentang kedamaian mewujud tidak hanya dengan manusia melainkan juga dengan alam. Banyaknya prosesi ritualistik yang dibangun dalam sistem budaya menunjukkan bahwa orang Jawa senantiasa ingin berdamai dengan semua makhluk yang ada di alam raya.Kata kunci: Konflik, bina-damai, masyarakat Jawa, integrasi.

Page 1 of 14 | Total Record : 131