cover
Contact Name
Alexander
Contact Email
akbidpbpontianak@gmail.com
Phone
+628982881716
Journal Mail Official
akbidpbpontianak@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani II Komplek AKBID Panca Bhakti Pontianak No.7
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 22528121     EISSN : 26204894     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Bidan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak sebagai sarana untuk menyajikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam pelayanan kebidanan. Selain itu, jurnal ini berfungsi sebagai media bagi dosen untuk menyajikan hasil-hasil karya ilmiah baik berupa hasil penelitian maupun karya ilmiah lainnya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Kebidanan Volume 8 Nomor 2 Tahun 2018" : 6 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF PADA IBU YANG MEMPUNYAI BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM TAHUN 2018 Lindawati, Alexander, Melyani,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Kebidanan Volume 8 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF PADA IBU YANG MEMPUNYAI BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM TAHUN 2018Alexander1, Melyani2, Lindawati3Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakASI secara Eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan tanpa tambahan cairan apapun, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa pemberian makanan tambahan padat, seperti pisang, pepaya,bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim. Pemberian ASI secara Eksklusif di Puskesmas Kampung Dalam masih relatif rendah (56,37%), masih ada ibu yang tidak memberikan ASI secara Eksklusif dengan berbagai alasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik, dan pengetahuan dengan pemberian ASI secara Eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Kampung Dalam tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kolerasi, dengan pendekatan cross sectional teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Kampung Dalam tahun 2018 yaitu 36 responden. Analisa data menggunakan uji chi square untuk mencari hubungan antar variabel. Hasil uji chi square menunjukan tidak ada hubungan antara karakteristik (umur, paritas, status ekonomi). Tetapi ada hubungan antara karakteristik (pendidikan,pekerjaan, social budaya), dan pengetahuan dengan pemberian ASI secara Eksklusif di Puskesmas Kampung Dalam tahun 2018. Hasil pengukuran variabel yang berhubungan, yaitu: pendidikan (p=0,013), pekerjaan (0,048), sosial budaya (0,008), dan pengetahuan (p=0,030). Oleh karena itu, perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan di masyarakat oleh tenaga kesehatan terutama tentang pemberian ASI secara Eksklusif agar pemberian ASI secara Eksklusif semakin bertambah, dan target nasional pemberian ASI secara eKsklusif yaitu 80% dapat tercapai.Kata Kunci : Karakteristik, Pengetahuan, Pemberian ASI Secara Eksklusif
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAJOK HULU KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2018 Elise Putri, Telly Katharina,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Kebidanan Volume 8 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIFDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAJOK HULUKABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2018Telly Katharina1, Elise Putri2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi : akbidpbpontianak@gmail.comABSTRAKAir Susu Ibu (ASI) Eksklusif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral) (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017). Jumlah bayi yang berusia 0-6 bulan berjumlah 226 bayi bayi yang mendapat ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Wajok Hulu yaitu 31%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah yaitu 192 ibu dengan jumlah sampel sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 20 orang (51,28%) berpengetahuan baik, sebanyak 25 orang (64,10%) tidak memberikan ASI Eksklusif, hasil perhitungan x2 hitung > x2 tabel yaitu 6,57 > 5,991 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, maka dinyatakan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Wajok Hulu Kabupaten Mempawah Tahun 2018. Selalu memberikan informasi tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif dan membuat kelas untuk ibu menyusui agar lebih memudahkan penyampaian materi penyuluhan tentang pemberian ASI Eksklusif. Serta dapat melibatkan tokoh masyarakat untuk menyampaikan kepada ibu-ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif demi terciptanya kesadaran ibu-ibu dalam memberikan ASI Eksklusif.Kata Kunci: Pengetahuan, ASI Eksklusif
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TERHADAP EFEK SAMPING PADA ASEPTOR KB PIL KOMBINASI DI PUSKESMAS PAL TIGA TAHUN 2018 Yuliana, Melyani,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Kebidanan Volume 8 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TERHADAP EFEK SAMPING PADA ASEPTOR KB PIL KOMBINASI DI PUSKESMAS PAL TIGATAHUN 2018Melyani1, Yuliana2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakKontrasepsi KB pil kombinasi adalah pil kontrasepsi yang berisi estrogen maupun progestron yang digunakan oleh 20,71% akseptor dari total seluruh akseptor KB (Susenas,2015). Penggunaan pil kb kombinasi dapat menimbulkan mual muntah, pertambahan berat badan, perdarahan tidak teratur, retensi cairan, edema, miastalgia, sakit kepala, timbulnya jerawat, alpoesia, dan keluhan ringan lainnya. Keluhan ini berlangsung pada bulan–bulan pertama pemakaian KB pil. Berdasarkan studi pendahuluan menunjukkan bahwa jumlah akseptor KB pil dari bulan Desember 2017-Februari 2018, sejumlah 78 orang dimana 11 orang mengalami efek samping yaitu 6 orang mengalami kenaikan BB, 3 orang pusing, dan 2 spotting. Hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap 10 orang akseptor pil KB kombinasi didapatkan bahwa dari 10 orang akseptor, 7 orang mengetahui tentang isi pil atau bentuk dari KB pil kombinasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan antara Pengetahuan tentang Akseptor KB Pil Kombinasi dengan Sikap Terhadap Efek Samping Di Puskesmas Pal Tiga tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 78 responden. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu sebagian dari responden 55 akseptor (70%) berpengetahuan kurang, dan sebagian kecil dari responden yaitu 6 orang (7%) berpengetahuan baik. sikap akseptor KB pil kombinasi yang mendukung didapatkan 24 responden (31%), dan sikap akseptor KB pil kombinasi yang tidak mendukung sebesar 54 responden (69%). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan akseptor KB pil kombinasi dengan sikap terhadap efek samping di Puskesmas Pal Tiga tahun 2018. Saran bagi puskesmas pal tiga perlunya untuk meningkatkan pelayanan kebidanan tentang KB Pil kombinasi dengan pemberian informasi dapat dilakukan melalui penyuluhan serta konseling tentang efek samping yang terjadi. Bagi akseptor KB pil kombinasi diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kontrasepsi yang digunakan dan harus mengetahui bagaimana cara menyikapi efek samping yang terjadi.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, peraawatan Payudara
HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI RB MARIANA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2018 Megalina Limoy, Katarina Iit,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Kebidanan Volume 8 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI RB MARIANA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2018Katarina Iit1, Megalina Limoy2Akademi Kebidanan Panca BhaktiEmail korespondensi: katarinaiit17@gmail.comAbstrakPemilihan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) oleh wanita usia subur antara lain di pengaruhi oleh pengetahuan. Dari studi pendahuluan yang di lakukan pada 10 akseptor tidak menggunakan Intra Uterine Device (IUD) di dapatkan bahwa 3 orang akseptor tidak mengetahui tentang kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD), 4 orang akseptor takut menggunakan Intra Uterine Device (IUD) dan 3 orang akseptor tidak mendapatkan izin dari suami. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi tentang hubungan pengetahuan ibu terhadap pemilihan alat kontrasepsi IUD, meliputi umur, paritas, pendidikan, pekerjaan an dukungan suami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional, adapun jumlah responden berdasarkan estimasi sebesar 107 orang ibu akseptor KB. Penggumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan dengan analisa univariat (distribusi frekuensi) dan analisa bivariat dengan uji kai kuadrat. Hasil analisa univariat, sebagian inbu pengetahuannya kurang terhadap alat kontrasepsi IUD (45,8%), berumur ≥ 20 tahun (84,1%), paritas ≥2 (37,4%), pendidikan tinggi (47,7%), pekerjaan yang bekerja (67,3%), dukungan suami yang mendukung (49,5%). Hasil analisa bivariat, variabel yang mempunyai hubungan bermakna dengan pengetahuan ibu terhadap alat kontrasepsi IUD adalah umur (p = 0,016 dan OR = 4,879), paritas (p = 0,001 dan OR = 0,239), pendidikan (p = 0,012 dan OR = 0,359) dan dukungan suami (p = 0,012 dan OR = 2,818), sedangakan yang tidak mempnyai hubungan signifikan dengan pengetahuan terhadap alat kontrasepsi IUD adalah pekerjaan (p = 1,000 dan OR = 1,005). Saran dalam penelitian ini adalah dapat meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya pasangan usia subur (PUS) tentang alat kontrasepsi IUD, koordinasi bersama PLKB, bidan desa, dan kader kesehatan serta tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan alat kontrasepsi IUD.Kata Kunci: Faktor-Faktor, Mempengaruhi, Pemilihan, IUD, Wanita Usia Subur
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEAKTIFAN IBU DALAM MEMBAWA ANAK USIA 1-5 TAHUN MELAKUKAN PENIMBANGAN DI WILAYAH KERJA POSYANDU LILI KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2018 Katarina Iit, Elise Putri,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Kebidanan Volume 8 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEAKTIFAN IBU DALAM MEMBAWA ANAK USIA 1-5 TAHUN MELAKUKAN PENIMBANGAN DI WILAYAH KERJA POSYANDULILI KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2018Elise Putri1, Katarina Iit2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakDeteksi tumbuh kembang bayi, balita dan anak pra sekolah adalah kegiatan pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang bayi, balita dan anak pra-sekolah. Dengan penimbangan balita secara teratur dan terus-menerus, bila ada kelainan yang terdapat pada balita dapat diamati dan ditentukan sedini mungkin, dan sekaligus menentukan tindak lanjutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada hubungan atau tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan keaktifan ibu dalam membawa anak usia 1-5 tahun melakukan penimbangan di Posyandu Lili Kabupaten Mempawah Tahun 2018. Metode penelitian desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian Posyandu Lili. Populasi dalam penelitian ini 123 ibu yang memiliki anak usia 1-5 tahun dengan sampel 35 diambil dari 25% jumlah populasi dan ditambah drop out 10%. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil yang didapatkan adalah penelitian yang didapatkan dari 35 responden bahwa sangat sedikit dari responden yang memiliki pengetahuan kurang yaitu 2 orang (5,7%) dan sebagian besar dari responden berpengetahuan cukup tentang membawa anak usia 1-5 tahun melakukan penimbangan yaitu sebanyak 21 orang (60%). Dan keaktifan yang didapatkan bahwa sebagian dari responden tidak aktif dalam membawa anak usia 1-5 tahun melakukan penimbangan yaitu sebanyak 18 orang (51,4%). Dan hasil perhitungan Chi Square yaitu 1,92 < 5,991. Dengan demikian x2 hitung < x2 tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak sehingga dinyatakan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan keaktifan ibu dalam membawa anak usia 1-5 tahun melakukan penimbangan di Posyandu Lili Kabupaten Mempawah Tahun 2018. Saran untuk tempat penelitian adalah supaya bisa menjadi masukan bagi posyandu, kader dan tenaga kesehatan untuk menyarankan ibu membawa anak usia 1-5 tahun melakukan penimbangan secara teratur setiap bulan di Posyandu Lili.Kata Kunci: Pengetahuan, Keaktifan, Tumbuh Kembang, Bayi dan Balita
ANALISIS PENERAPAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOKTER SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2018 Windiyati
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Kebidanan Volume 8 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS PENERAPAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOKTER SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2018Windiyati1Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondesi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakAngka kematian ibu (AKI) dan bayi di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sangat penting. Intervensi yang sangat kritis adalah tersedianya tenaga penolong persalinan yang terlatih. Agar tenaga penolong yang terlatih tersebut (bidan atau dokter) dapat memberikan pelayanan yang bermutu, maka diperlukan adanya standar pelayanan, karena dengan standar pelayanan para petugas kesehatan mengetahui kinerja apa yang diharapkan dari mereka, apa yang harus mereka lakukan pada setiap tingkat pelayanan serta kompetensi apa yang diperlukan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi tentang analisis penerapan pertolongan persalinan teknik APN yang yang dilakukan oleh Bidan Di RSUD Dokter Soedarso Pontianak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi observasional dan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan indept interview dan Focus Group Discussion (FGD). Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 informan dan sisanya merupakan informan untuk FGD. Hasil penelitian faktor yang terkait dengan penerapan standar APN dengan sebagian besar dengan pengetahuan baik yakni 63 % dan sangat sedikit yang pengetahuannya kurang yakni 16%. Dan sebagian kecil masih ada dengan pengetahuan cukup yakni 21%. Sikap yang meliputi perasaan sebagai seorang bidan yang bekerja di RS,didapatkan sebagain kecil yakni 32 % responden mendukung dan masih terdapat sebagian kecil responden yakni 32% kurang mendukung dan sisanya 37% dengan kategori cukup, Motivasi semua informan dalam melakukan pekerjaan sebagai bidan rumah sakit sudah baik, tetapi motivasi informan dalam menerapkan standar APN semua masih kurang termotivasi dikarenakan APN memerlukan kesabaran. Dari variabel kepuasan kerja terdapat 9 orang (47%) sebagian dari responden mengatakan ada inisiatif untuk bekerja sesuai dengan peran dan fungsi sebagai bidan .sisanya 10 orang responden yakni(53%) sebagian responden yang mengatakan capek dan lelah sehingga tidak ada inisiatif lagi untuk melaksanakan selain pekerjaan pokok saja. Saran kepada Manajemen RSUD Dokter Sudarso pontianak dan untuk meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan lanjut melalui recognisi pendidika lanjut ( RPL) ke minimal D3 Kebidanan dan pelatihan-pelatihan APN, meningkatkan keterampilan berbasis kinerja dan meningkatkan intensitas supervisi/ pengarahan yang bersifat evaluatif.Kata Kunci: Asuhan Persalinan Normal, Pengetahuan, Bidan

Page 1 of 1 | Total Record : 6