cover
Contact Name
Alexander
Contact Email
akbidpbpontianak@gmail.com
Phone
+628982881716
Journal Mail Official
akbidpbpontianak@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani II Komplek AKBID Panca Bhakti Pontianak No.7
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 22528121     EISSN : 26204894     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Bidan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak sebagai sarana untuk menyajikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam pelayanan kebidanan. Selain itu, jurnal ini berfungsi sebagai media bagi dosen untuk menyajikan hasil-hasil karya ilmiah baik berupa hasil penelitian maupun karya ilmiah lainnya.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019" : 8 Documents clear
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2019 Katarina Iit, Megalina Limoy,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYATAHUN 2019Megalina limoy1, Katarina Iit2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail Korespondensi: limoy.elena@gmail.comAbstrakPenyakit diare di Kota Pontianak merupakan masalah dari tahun ketahun, penyakit ini selalu ada dan dapat menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) dan menyebabkan kematian terutama pada Balita. Angka kesakitan diare masih mengalami fluktuasi, mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi dan masih memerlukan waktu untuk peningkatannya seperti sanitasi lingkungan, faktor gizi, pendidikan, sosial ekonomi, kependudukan dan prilaku masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di Puskesmas sungai raya kecamatan suai raya kabupaten kubu raya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasi dengan metode cross sectional untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Ukuran sampel yang digunakan sebanyak 137 responden. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa yang mempunyai hubungan yang signifikan dari faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare adalah status pekerjaan ibu OR= 5,54 (1,21 – 25,32) dan pengetahuan ibu OR= 3,60 (1,19- 10,87). Sedangkan faktor-faktor yang tidak mempunyai hubungan yang signifikan antara lain umur ibu, pendidikan ibu, umur balita, status ASI, status gizi balita, sarana air bersih dan jamban.Kata kunci: kejadian diare, balita, faktor-faktor, puskesmas
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BATITA DENGAN STATUS GIZI (IMT/U) PADA BATITA USIA 1-3 TAHUN DI POSYANDU PEDULI BANGSA TAHUN 2019 Megalina Limoy, Katarina Iit,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BATITA DENGAN STATUS GIZI (IMT/U) PADA BATITA USIA 1-3 TAHUN DI POSYANDU PEDULI BANGSATAHUN 2019Katarina Iit1, Megalina Limoy2Akademi Kebidanan Panca Bhakti Email korespondensi: katarinaiit17@gmail.comAbstrakGizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, menyimpan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Status gizi merupakan prediktor kualitas sumberdaya manusia. Penanganan yang tepat pada awal kehidupan anak akan menentukan kualitas hidup mereka di kemudian hari. Usia dua tahun awal kehidupan rentan pada usia satu hingga dua tahun kehidupan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi batita dengan status gizi (IMT/U) pada batita usia 1-3 tahun di Posyandu Peduli Bangsa tahun 2019. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 48 responden. Hasil penelitian dari 48 responden ini adalah 33 responden (68,7%) berpengetahuan baik dan 24 responden (50%) status gizi baik. Hasil analisis ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi batita usia 1-3 tahun dari nilai X2 hitung lebih besar dari nilai X2 tabel yaitu 12,762 > 3841, artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi pada batita usia 1-3 tahun. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagian besar dari responden yang memiliki pengetahuan baik, dan tidak ada seseorang responden yang berpengetahuan kurang. Berdasarkan hasil penelitian ini belum pernah peneliti melakukan penelitian tentang hubungan pengetahuan ibu tentang gizi batita dengan status gizi (IMT/U) pada batita usia 1-3 tahun di Posyandu Peduli Bangsa, peneliti memberikan beberapa saran untuk di Posyandu Peduli Bangsa lebih baik memberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang gizi bagi batita di usia 1-3 tahun.Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu, Gizi Batita, Status Gizi (IMT/U)
HUBUNGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF PADA BAYI USIA > 6 BULAN DI RUMAH BERSALIN MULIA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2019 Megalina Limoy, Yuliana,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF PADA BAYI USIA > 6 BULAN DI RUMAH BERSALIN MULIA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2019Yuliana1, Megalina Limoy2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail Korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comABSTRAKIMD merupakan awal keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif. Laporan status Gizi tahun 2017, bayi yang mendapatkan IMD di Indonesia 6,65%, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif 35,73%. Hasil yang di dapat dari RB Mulia tahun 2019, IMD 93,5% dan ASI eksklusif 77,4 dari 10 Bayi Baru Lahir 1 tidak IMD. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui adanya hubungan antara Inisiasi Menyusui Dini dengan pemberian ASI secara Eksklusif pada bayi usia > 6 bulan di Rumah Bersalin Mulia pada tahun 2019. Jenis penelitian bersifat deskriptif korelasi, untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan IMD dengan pemberian ASI secara eksklusif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia > 6 bulan di Rumah Bersalin Mulia. Sebanyak 31 ibu dengan teknik purposive sampling dengan analisa data chi square. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh responden yaitu 29 orang responden (93,5%) bayinya mendapatkan IMD, sedangkan sangat sedikit dari responden yang tidak mendapatkan IMD yaitu sebanyak 2 orang responden (6,5%). Hasil tentang ASI Eksklusif diketahui bahwa sebagian besar dari responden yang memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya adalah sebanyak 24 responden (77,4), sedangkan sebagian kecil dari responden yang tidak memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya adalah sebanyak 7 orang responden (22,6%). Hasil analisa bivariate di peroleh P value 3,841, artinya tidak ada hubungan antara pelaksanaan imd dengan pemberian asi secara eksklusif pada bayi usia > 6 bulan di rumah bersalin mulia pada tahun 2019. Kesimpulan tidak ada hubungan antara pelaksanaan IMD dengan pemberian ASI secara eksklusif pada bayi usia > 6 bulan di Rumah Bersalin Mulia. Saran bagi Rumah Bersalin Mulia dapat meningkatkan pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini pada saat persalinan dan memotivas ibu agar ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.Kata Kunci: IMD, ASI Eksklusif, Bayi Usia > 6 Bulan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH SMPN 09 PONTIANAK TAHUN 2019 Alexander, Melyani,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH SMPN 09 PONTIANAK TAHUN 2019Melyani1, Alexander2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakAnemia pada remaja putri juga dapat berdampak pada prestasi belajar siswi karena anemia pada remaja putri dapat menurunkan konsentrasi siswi dalam belajar. Kejadian anemia pada remaja putri di Kalbar pada tahun 2017 sebesar 18,30% dan pada tahun 2018 sebesar 23,8%. Pada tahun 2018 dilakukan pemeriksaan anemia pada remaja putri didapatkan hasilnya 55% remaja putri yang mengalami anemia di sekolah binaan Puskesmas Alianyang. Tujuan penelitian ini yaitu apa sajakah Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Anemia Pada Remaja Putri Di Sekolah SMPN 09 Pontianak Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode Observasional Analitik dengan pendekatan secara Cross Sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling (Saryono,2016), menggunakan instrumen kuesioner. Jumlah populasi 376 responden dan besar sampel sebanyak 102 responden yang memenuhi kriteria inklusi diuji menggunakan SPSS 16.0. Hasil penelitian yang telah dilakukan menjelaskan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri yaitu:Faktor PengetahuanP=0.611,Faktor umur P=0.851,Faktor pola makan P=1.144,Faktor status gizi P=0.041,Faktor pola menstruasi P=1.000,Faktor penyakit yang disertai P=0.169,Faktor pendapatan P=0.169. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan anemia pada remaja putri dengan faktor status gizi. Hasil uji statistik menunjukan menggunakan Chi Square, hasilperhitungan P=0.041, hasil analisis diperoleh OR=2.565 nilai rata-rata, serendah-rendahnya 1.120 dan setinggi-tingginya 5.876. Artinya remaja putri yang memiliki staus gizi kurus mempunyai peluang 2.565 kali untuk mengalami anemia dibandingkan remaja putri yang memiliki staus gizi yang normal. Saran kepada remaja putri untuk bisa mengetahui dan mengendalikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya anemia, bagi remaja putri yang memiliki masalah status gizi sebaiknya menjaga asupan nutrisi agar tumbuh kembangnya menjadi seimbang.Kata Kunci: Faktor-Faktor, Hubungan, Anemia, Remaja Putri
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA MAHASISWI AKADEMI KEBIDANAN PANCA BHAKTI PONTIANAK TAHUN 2019 Denny Pebrianti, Telly Katharina,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA MAHASISWI AKADEMI KEBIDANAN PANCA BHAKTI PONTIANAKTAHUN 2019Telly Katharina1, Denny Pebrianti2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakNyeri menstruasi umum dirasakan oleh perempuan pada hari-hari pertama menstruasi. Gejala-gejala nyeri menstruasi umumnya berupa rasa sakit yang datang secara tidak teratur dan tajam, serta kram dibagian bawah perut yang biasanya menyebar ke bagian belakang, menjalar ke kaki, pangkal paha, dan vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi Akademi Kebidana Panca Bhakti Pontianak. Metode Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah Mahasiswi Tingkat I dan II di Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak yang mengalami disminorea berjumlah 104 orang. Sampel menggunakan teknik Taro Yamane/Solvin berjumlah yang berjumlah 51 orang. Hasil penelitian di dapatkan mahasiswi yang mengalami dismenorea primer sebanyak 27 orang (52,9%), sebanyak 29 orang (56,9%) mempunyai riwayat keturunan dismenorea dalam keluarga, sebanyak 26 orang (51,0%) berusia 7 – 12 tahun mengalami menarche, sebanyak 45 orang (88,2%) mengalami masa < 7 hari lamanya menstruasi, sebanyak 31 orang (60,8%) mempunyai Indeks Masa Tubuh normal (18,5 – 25,0). Ada hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian dismenorea (P = 0.000 (P ≤ alpha 0.05), tidak ada hubungan antara usia menarche dengan kejadian dismenorea (P = 1.164 P > alpha 0.05), tidak ada hubungan antara lama menstruasi dengan kejadian dismenorea (P = 0.347 (P > alpha 0.05), ada hubungan antara IMT dengan kejadian dismenorea (P = 0.003 (P ≤ alpha 0.05). Hasil analisis multivariat diketahui bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian dismenorea adalah variabel keturunan dalam keluarga dengan nilai odds ratio yaitu OR = 1,127, artinya riwayat keturunan dalam keluarga berpeluang untuk terjadinya dismenorea 1,127 kali, setelah dikontrol oleh variabel lamanya menstruasi, usia menarche dan Indeks Masa Tubuh (IMT).Kata Kunci: faktor, dismenorea, mahasiswi
HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR PADA TAHUN 2019 Melyani, Alexander,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMASSIANTAN HILIR PADA TAHUN 2019Alexander1, Melyani2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakKontrasepsi suntik mempunyai permasalahan utama efek samping Pemakaian KB suntik mengalami beberapa permasalahan utama, yaitu gangguan pola menstruasi. Gangguan menstruasi yang terjadi seperti perdarahan bercak, perdarahan irregular, amenorea dan perubahan dalam frekuensi, lama dan jumlah darah yang hilang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Lama Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Ganggua Menstruasi Pada Akseptor KB di Puskesmas Siantan Hilir Pada Tahun 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriftif korelasi yang digunakan untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu yang melakukan kunjungan KB suntik bulan Mei Tahun 2019 yang berjumlah 34 orang dengan menggunakan total sampling. Hasil univariat di dapatkan hasil data dari 34 responden yaitu 24 orang (70,5%) sudah mengguanakan KB suntik 3 bulan selama ≥ 1 tahun serta mengalami gangguan menstruasi dan 10 orang (29,5%) menggunakan KB < 1 tahun dan tidak mengalami gangguan menstruasi. Sedangkan hasil bivariat dilihat dari uji staristik chi squere di dapatkan hasil x2hitung lebih besar dari x2 tabel yaitu x2 hitung = 8,503> x2 tabel = 3,841 maka dapat di simpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada Hubungan Lama Pemakain Alat Kontasepsi KB Suntik 3 Bulan Dengan Gangguan Menstruasi Pada Akseptor KB di Puskesmas Siantan Hilir Pada Tahun 2019. Bagi Puskesmas Siantan Hilir Pihak Puskesmas tetap dilakukan informasi pada pengguna KB suntik 3 bulan terutama tentang efek samping pemakaian KB suntik 3 bulan, serta menjelaskan pada klien bahwa ada hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan gangguan menstruasi, dan menganjurkan klien jika merasa ada gangguan terhadap pemakaian KB suntik 3 bulan untuk mengganti metode kontrasepsi lainnya.Kata Kunci: Lama Pemakaian, Suntik 3 Bulan, Gangguan Menstruasi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU TUNAS MELATI DESA LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2019 Windiyati
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU TUNAS MELATI DESA LIMBUNG KECAMATANSUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2019Windiyati1Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: Katarinaiit17@gmail.comAbstrakMasa balita adalah masa keemasan, jendela kesempatan dan masa kritis. Balita sebagai calon generasi penerus perlu pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dengan gizi yang sesuai, stimulasi yang memadai. Kedua Posyandu di Desa Limbung masih terdapat balita dengan gizi kurang, untuk Posyandu Tunas Melati balita gizi kurang sebanyak 35 orang (30,44 %) ini lebih tinggi bila dibanding dengan Posyandu Puring Kencana sebanyak 26 orang (19,80%). Demikian juga untuk gizi baik di Posyandu Tunas Melati sebanyak 80 orang (69,56%) lebih rendah bila disbanding dengan Posyandu Puring Kencana yaitu sebanyak 104 orang (79,4%). Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola asuh ibu terhadap status gizi balita Di Posyandu Tunas Melati Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Tahun 2019”. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental, dengan desain yang digunakan adalah One group pre test – post test. pendekatan cross sectional. Populasi penelitian disini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita sebanyak 115 orang dan sampel yaitu sebanyak 53 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dan pola asuh ibu terhadap status gizi balita dengan nilai signifikansi 0,00. Bagi petugas kesehatan di harapkan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu post partum dan lebih menekankan penyuluhan tentang materi kolostrum, kegunaan kolostrum, keuntungan dari pemberian ASI, penyakit kejang.Kata Kunci: Hubungan, Pengetahuan, Pola Asuh, Status Gisi, Posyandu
HUBUNGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF PADA BAYI USIA > 6 BULAN DI RUMAH BERSALIN MULIA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2019 Megalina Limoy, Sherli Safitri, Yuliana,
Jurnal_Kebidanan Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v9i2.117

Abstract

IMD merupakan awal keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif. Laporan status Gizi tahun 2017, bayi yang mendapatkan IMD di Indonesia 6,65%, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif 35,73%. Hasil yang di dapat dari RB Mulia tahun 2019, IMD 93,5% dan ASI eksklusif 77,4 dari 10 Bayi Baru Lahir 1 tidak IMD. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui adanya hubungan antara Inisiasi Menyusui Dini dengan pemberian ASI secara Eksklusif pada bayi usia > 6 bulan di Rumah Bersalin Mulia pada tahun 2019. Jenis penelitian bersifat deskriptif korelasi, untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan IMD dengan pemberian ASI secara eksklusif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia > 6 bulan di Rumah Bersalin Mulia. Sebanyak 31 ibu dengan teknik purposive sampling dengan analisa data chi square. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh responden yaitu 29 orang responden (93,5%) bayinya mendapatkan IMD, sedangkan sangat sedikit dari responden yang tidak mendapatkan IMD yaitu sebanyak 2 orang responden (6,5%). Hasil tentang ASI Eksklusif diketahui bahwa sebagian besar dari responden yang memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya adalah sebanyak 24 responden (77,4), sedangkan sebagian kecil dari responden yang tidak memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya adalah sebanyak 7 orang responden (22,6%). Hasil analisa bivariate di peroleh P value 3,841, artinya tidak ada hubungan antara pelaksanaan imd dengan pemberian asi secara eksklusif pada bayi usia > 6 bulan di rumah bersalin mulia pada tahun 2019. Kesimpulan tidak ada hubungan antara pelaksanaan IMD dengan pemberian ASI secara eksklusif pada bayi usia > 6 bulan di Rumah Bersalin Mulia. Saran bagi Rumah Bersalin Mulia dapat meningkatkan pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini pada saat persalinan dan memotivas ibu agar ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8