cover
Contact Name
Ari firmanto
Contact Email
arifirmanto2@gmail.com
Phone
+62341-464318
Journal Mail Official
procediamapro@umm.ac.id
Editorial Address
GKB IV Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas no. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi (Procedia) merupakan publikasi berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Procedia terbit mulai tahun 2013, terbit 4 kali setahun pada Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik/online. Artikel Procedia merupakan artikel hasil penelitian intervensi atau laporan praktik keprofesian psikologi. Procedia adalah publikasi akses terbuka dalam berbagai bidang intervensi psikologi, antara lain: klinis, sosial, pendidian, industri/organisasi dan perkembangan.
Articles 133 Documents
Cognitive Behavior Therapy untuk mengatasi problema kcemasan Siti Zuhana Sari
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 2 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v1i1.16197

Abstract

Subjek adalah seorang laki-laki berusia 23 tahun dengan masalah kecemasan dalam hal akan mengerjakan sholat. Metode asesmen yang dilakukan pada subjek berupa wawancara, tes grafis, Weschler Adult Inteligence Scale (WAIS), dan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS). Intervensi yang diberikan adalah cognitive behavior therapy yang terdiri dari 6 sesi. Tujuan pemberian cognitive behavior therapy adalah untuk mengatasi masalah kecemasan pada subjek. Hasil intervensi adalah subjek mampu mengubah pikiran negatif yaitu menganggap sholat yang dilakukan tidak benar, tidak sempurna dan tidak sah, menjadi pikiran positif yaitu sholat yang dilakukan sudah sesuai dengan syariat agama, sudah memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukun sholat, serta sholatnya sah. Subjek juga mampu melakukan sholat lima waktu yang sudah dijadwalkan dalam program intervensi.
Strategic Family Therapy untuk merubah komunikasi pada keluarga Rizki Resmisari
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 2 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v3i2.16193

Abstract

Subyek pada kasus ini yaitu TR (cucu) laki-laki berusia 14 tahun, WN (anak) perempuan berusia 42 dan ST (kakek) berusia 64 tahun. Permasalahan dalam kasus ini yaitu kurangnya komunikasi atau keterbukaan antar anggota keluarga yang berdampak negatif pada perilaku masing-masing anggota keluarga. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Intervensi yang diberikan adalah Strategic Family Therapy (SFT) dengan tujuan untuk merubah komunikasi antar anggota keluarga. Hasil intervensi yang telah dilakukan yaitu masing-masing anggota keluarga mengetahui hal-hal atau perilaku apa saja yang tidak disukai oleh anggota keluarga lainnya. Dengan adanya perubahan pada komunikasi antar anggota keluarga berdampak positif bagi perilaku masing-masing anggota keluarga. Tercapainya tujuan dari intervensi karena adanya motivasi dari masing-masing anggota keluarga untuk berubah menjadi lebih baik lagi, adanya motivasi menjadi faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan intervensi.
Konseling Eksistensial Humanistik untuk meningkatkan makna hidup pada subjek dengan skizofrenia Dini Fidyanti Devi
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 2 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v3i2.16192

Abstract

Subjek adalah seorang laki-laki berusia 23 tahun, telah mengalami gangguan kejiwaan berupa halusinasi, berbicara sendiri atau meracau dan berperilaku tidak terkontrol serta tidak terkendali. Diagnosis untuk gangguan yang dialami subjek adalah skizofrenia sesuai dengan kriteria simptom-simptom pada DSM-V. Ketika subjek dikembalikan kerumah, ada tantangan-tantangan baru yang membuat subjek harus bertahan dalam kehidupannya yang belum tentu baik, sehingga penting bagi penderita skizofrenia secara tidak lagsung mempertahankan kesembuhan dan meminimalisir potensi untuk relaps. Intervensi yang digunakan dengan menggunakan konseling eksistensial humanistik untuk mengetahui bagaimana makna hidup penderita skizofrenia pasca rawat inap. Hasil yang didapatkan menyatakan bahwa subjek dapat memaknai kehidupannya sebagai kehidupan yang biasa saja dan merasa nyaman dengan kondisinya saat ini dengan kembali bekerja. Selain itu, subjek dapat mengevaluasi pengalaman di masa lalu agar dapat menilai dirinya secara tepat terhadap apa yang dirasakan, serta membantu subjek menjadi lebih positif dalam menghargai diri sendiri agar memiliki inisiatif yang tinggi untuk melaksanakan aktivitas di lingkungannya setelah pulang dari menjalani rawat inap di RSJ Menur Surabaya. Pengumpulan data yang dilakukan observasi, wawancara, rekam medis subjek dan beberapa tes inventori.
Terapi Aktivasi Perilaku dapat mengurangi simtom anhedonia pasien skizofrenia ? Tri Wiganti Andayani; Uun Zulfiana
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v9i2.16017

Abstract

The goal of the intervention is to reduce the negative symptoms of people with schizophrenia. The assessments used were interviews, observations, and psychological tests which included graphic tests (BAUM, DAP, HTP), WAIS, and SSCT. The client’s problem is that he loses the pleasure of doing daily activities that used to be fun or made him happy. The intervention uses Behavioral Activation Therapy by providing a daily activity schedule. The results of the intervention show a decrease in symptoms of anhedonia, marked by an increase in daily client activities including bathing twice a day, being on time in taking medication, praying and helping with homework
Teknik Reframing untuk mengurangi pemikiran negatif pada wanita depresi dengan gejala psikotik Niken Refanthira
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v9i1.16022

Abstract

Individuals who experience depression generally have negative thoughts. The purpose of this study was to see the effectiveness of reframing to reduce negative thoughts in depression sufferers with psychotic symptoms. This research uses a qualitative case study approach with one subject. The instruments used were interviews, observations, the Beck Depression Inventory scale, World Health Organization: Disability Assessment Schedule scale, and the Standard Progressive Matrixes test. The treatment given to the subject is cognitive therapy with reframing techniques by changing the way the subject perceives the problem. The intervention was carried out with several stages with results showing that reframing was able to reframe wrong thinking and could be applied to individuals who had below-average intelligence through family assistance and a high desire to recover.
Reality Therapy untuk meningkatkan penerimaan diri pada perempuan dewasa dengan masalah relasional Wa Ode Nursanaa
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v9i1.15991

Abstract

Relationship problems can come from parent-child relationships, with siblings, with a spouse, parenting styles from parents, family divorce, and several other factors. Relationship problems can result in low self-acceptance. The purpose of this case study is to see if Reality Therapy can improve self-acceptance due to relationship problems. The assessments carried out to diagnose the subject are interviews, observation, graphic tests (DAP, BAUM, HTP), SSCT, CFIT, and the Self-Acceptance Scale. The intervention carried out was using Reality Therapy. The results of the intervention showed that Reality Therapy had a positive and effective impact on increasing self-acceptance in the subject. The subject can know his strengths and weaknesses and is able to make positive plans for himself.
Teknik pemodelan untuk mengurangi perilaku mengganggu pada anak Noor Latifah Andina
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v9i2.15784

Abstract

The client is a 7 year old boy who complains of disturbing his friends and relatives at home. The results of the assessment through interviews, observations, psychological tests (CPM) and the Destructive Behavior Disorder Rating Scale (DBD) found that clients have problems with disruptive behavior, with a background problem in learning the wrong way from their environment. The goal of the intervention is to reduce the client’s disruptive behavior. The intervention given is Symbolic Modeling Technique using video and role play. The results of the intervention show a decrease in the client’s disruptive behavior and are used as guidelines or new, more positive patterns.
Rational Emotive Behavior Therapy untuk menurunkan perilaku melukai diri pada pasien dengan gangguan kecemasan umum Defani Ismiriam Rakhmi
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v9i1.15799

Abstract

The subject is a 22 year old woman who is a victim of bullying. Subjects often think irrationally to solve problems without thinking about long-term consequences, one of which is doing self-injury. From the results of the assessment, the subject showed symptoms of Generalized Anxiety Disorder (GAD). The therapy applied to the subject is Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) to reduce irrational thinking and maladaptive behavior. Therapy carried out in 6 sessions. The results of the intervention show that the subject can change irrational thinking to become rational. The subject may decide not to self-injure while solving the problem.
Client Centered Counseling untuk meningkatkan harga diri pada penderita skizofrenia Andi Dian Diarfah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v9i1.15551

Abstract

Schizophrenia is a mental illness that can interfere with a person’s thoughts and behaviour. The subject of this case study is a 34-year-old man who has had schizophrenia since 1 year ago. The purpose of this intervention is to increase self-esteem in the subject. The assessment methods used were clinical interviews, observation, and psychological tests, namely WWQ, Graphic, Wartegg, and WAIS. The intervention provided was Client-Centered Counseling which was conducted for 7 sessions. The results of the intervention showed that the subjects began to assess themselves more positively.
Kekuatan positive reinforcement dalam meningkatkan perilaku rawat diri pada pasien skizofrenia Novil Cut Nizar
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v9i1.15678

Abstract

The research subjects were 24-year-old men diagnosed with schizophrenia with a spectrum of other specific schizophrenia and other psychotic disorders. The focus of the problem being intervened was self-care behaviour in terms of bathing and dressing. The intervention was carried out using a behavioristic approach through the Positive Reinforcement technique. The results of the intervention show that the Positive Reinforcement technique can improve self-care behaviour.

Page 1 of 14 | Total Record : 133


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 1 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 4 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 3 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 2 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 2 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 1 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 1 No. 1 (2013): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi More Issue