cover
Contact Name
Angger Bimantara
Contact Email
anggerbimantara28@gmail.com
Phone
+6285859299642
Journal Mail Official
jurnal@stai-ali.ac.id
Editorial Address
Jl. Sidotopo Kidul 51, Surabaya, Jawa Timur Kode pos 60152
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa
ISSN : 20889593     EISSN : 27743748     DOI : https://doi.org/10.54214/alfawaid
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal al-Fawa’id : Jurnal Agama dan Bahasa (P-ISSN: 2088-9593 dan E-ISSN: 2774-3748) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Sirkulasi penerbitan jurnal ini adalah 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu di bulan maret dan september. Artikel yang dimuat berupa penelitian-penelitian tentang Agama dan Bahasa. Adapun fokus dan cakupan dari jurnal ini adalah sebagai berikut: Aqidah Agama Islam Fiqih Agama Islam Sejarah Agama Islam Pendidikan Islam Dakwah Islam Pengajaran Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) Sastra Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) Sejarah Pendidikan Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) Strategi Pengajaran Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) Media Pengajaran Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 60 Documents
Ideologi Politik dan Doktrin Agama Syiah Fahamsyah, Fadlan
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 11 No 1 (2021): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1782.69 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol11.Iss1.159

Abstract

Syiah dan politik merupakan satu topik yang menarik dan selalu hangat untuk diperbincangkan, sejak pertama kali kemunculannya dan dalam sejarah perkembangannya, aliran syiah selalu identik dengan isu-isu politik dan kekuasaan,  bisa dibilang bahwa aliran Syiah lebih kental aroma dan warna politiknya melebihi aliran sunni, hal itu tidaklah mengherankan karena di antara prinsip-prinsip fundamental yang ada pada syiah adalah prinsip imamah atau wilayah, bahkan hal ini merupakan rukun iman mereka. Doktrin imamah inilah yang diyakini kaum syiah bahwa kepemimpinan yang sah hanyalah di tangan para imam-imam yang ma’sum atau suci dari kesalahan dan dosa. Mereka memposisikan imam-imam sebagai pengganti tuhan di muka bumi, sehingga ucapannya adalah undang-undang yang harus ditaati. Dalam artikel ini penulis ingin menguraikan tentang ideologi politik Syiah, mulai dari definisi syiah, sejarah munculnya hingga mengupas bagaimana ideologi atau doktrin syiah dalam menguatkan politiknya untuk meraih kekuasaan dan kepemimpinan.
An Analysis Of Students’ Sentences With Inverted Subjects And Verbs Error Found In Tmi’s Toefl Preparation Class Kadiatmaja, Agung Pranoto
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 11 No 2 (2021): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2766.695 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol11.Iss2.166

Abstract

The research is to find out the types of error analysis in students’ sentences and the most dominant types of error analysis in students’ sentences. This research uses qualitative method to look into errors in the second language acquisition and to collect empirical data. This method is applied to get the accurate data collection. The object of the research is students’ practice randomly taken from twelve advanced students of TOEFL Preparation Class – The Mushlih Institute (TMI) Surabaya. In acquiring the result of this error analysis, surface strategy taxonomy is applied to investigate more details. It is limited on the students’ sentences with inverted subjects and verbs error in their practice consisting of four error types. In summary, the types of sentences with inverted subjects and verbs errors produced by the students are (1) omission appearing 49 times or 79,03% of all, (2) addition appearing 9 times or 14,52% of all, (3) misordering appearing 3 times or 4,84% of all, and (4) misformation appearing a time or 1,61% of all. According to the research findings, the most dominant type of sentences with inverted subjects and verbs error is omission.
ʾIʿdād al-Kitāb al-Taʿlīmiy li Tanmiyah Mahārah al-Kalām ladā Ṭullab al-Ṣaff al-Thālith (al-Qism al-Dīniy li al-Banīn) bi al-Madrasah al-Thānawiyyah al-ʾŪlā bi Paciran Lamongan Jawa al-Sharqiyyah Rohhani, Imam; Farid, Farid
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 8 No 1 (2018): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.533 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol8.Iss1.107

Abstract

Penelitian yang dilakukan di Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah 01 Paciran Lamongan ini berbicara tentang pengembangan buku pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berbicara. Buku yang dikembangkan tersebut merupakan solusi dari problematika pembelajaran yang dihadapi guru dan para siswa di sekolah tersebut yaitu tidak adanya buku pembelajaran yang cocok dan sesuai dalam pengajaran materi Hiwar (Conversation). Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui keistimewaan dari buku pembelajaran ini dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. (2) Untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penggunaan buku pembelajaran ini dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa Kelas III (Agama Putra) di MA Muhammadiyah 01 Paciran Lamongan Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Adapun pendekatan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, angket, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini adalah: (1) Buku pembelajaran telah selesai dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas III (Agama Putra) di MA Muhammadiyah 01 Paciran Lamongan. Keistimewaan dari buku ini adalah kandungan isinya yang mencakup percakapan, ungkapan, susunan kata, dan latihan-latihan yang berkaitan dengan keterampilan berbicara. Selain itu, yang menjadi kelebihan buku ini adalah berbagai pengetahuan dan istilah-istilah modern yang sering digunakan di zaman ini. (2) Penggunaan buku pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa Kelas III (Agama Putra) di MA Muhammadiyah 01 Paciran Lamongan. Hal ini berdasarkan hasil yang didapat peneliti setelah menganalisa data dari nilai tes, yang mana nilai rata-rata siswa ketika pre-test adalah 53,6 dan ketika post-test adalah 74,75. Ini menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan berbicara siswa setelah penggunaan buku pembelajaran. Hal ini dikuatkan pula oleh nilai test t yang diperoleh, yang mana nilai t hasil (t0) lebih besar dari nilai t tabel (tt) baik di taraf signifikasi 5% atau 1% dan nilai tersebut adalah 2,13 < 7,53 > 2,95. Begitu pula nilai dari angket dan interview mendukung semua yang telah disebutkan di atas.
Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Achyar, Sayyidi
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 8 No 1 (2018): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.081 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol8.Iss1.105

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui peran Teknologi Informasi dan Komunikas(TIK) dalam pembelajaran bahasa arab dan Implementasi Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis TIK. Fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah media untuk membantu dan mempermudah para peserta didik dalam proses pembelajaran. “Penggunaan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran mampu membantu meningkatkan motivasi dan kualitas hasil belajar peserta  didik. Implementasi Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis TIK meliputi beberapa tahapan: Perencanaan Pembelajaran, Proses Pembelajaran, Proses Evaluasi/Penilaian menggunakan tes formatif dan tes sumatif untuk mengukur hasil belajar peserta didik.
Taʿlīm al-Naḥw bi Kitāb al-Naḥw al-Wāḍiḥ fī al-Barnāmij al-ʾIḍāfiy li Taʿlīm al-Lughah al-ʿArabiyyah Tābiʿ li ʾIdhāʿah Ṣaut al-ʾĪmān Surabaya Santoso, Nur Cholis Agus
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 9 No 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.918 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol9.Iss1.35

Abstract

Nahwu merupakan salah satu cabang dari ilmu bahasa Arab, nahwu berfungsi untuk menjaga pembelajar atau penutur bahasa Arab dari kesalahan berbahasa yang biasa disebut dengan laḥn, penyusunan ilmu nahwu sendiri dilatar belakang adanya laḥn yang dilakukan oleh beberapa orang Arab, setelah itu berkembanglah ilmu nahwu baik dari sisi penyusunan buku hingga metode pengajarannya. Di antara buku yang dijadikan pedoman untuk pembelajaran ilmu nahwu di Indonesia adalah buku al-Naḥw al-Wāḍiḥ, buku ini di dalam penyususnannya menggunakan metode istiqrāiyyah dengan memaparkan contoh-contoh yang berkaitan dengan kaidah kemudian ditarik kesimpulan tentang kaidah yang dibahas, penelitian ini akan menerangkan penerapan pembelajaran kitab al-Naḥw al-Wāḍiḥ di Kursus Bahasa Arab Al-Iman cabang Babatan Surabaya data-data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan cara observasi, kemudian dianalisa dengan menggunakan metode reduksi data. Setelah penganalisaan ditemukan bahwa pembelajaran kitab al-Naḥw al-Wāḍiḥ di Kursus Bahasa Arab Al-Iman bertujuan untuk memberikan murid kemampuan membaca kitab Arab tanpa harakat, kemudian ada tiga metode yang digunakan yaitu: Istiqrāiyyah, Taḥlīl al-Jumlah dan metode al-ʾIʿrāb.
Metode Tafsir Prespektif al-Shawkāniy: (Studi Analisis Kitab Tafsir Fatḥ al-Qadīr) Saputro, Oscar Wardhana Windro
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 9 No 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.571 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol9.Iss1.36

Abstract

Allah subḥanah wa taʿalā telah mengabarkan bahwa Al-Qur’an terjaga dari segala kebatilan hingga saat ini dan seterusnya sesuai kehendak Allah, maka senantiasa dibutuhkan bantuan dan arahan dalam memahami Al-Qur’an. Di zaman Nabi ṣallallāh ʿalaih wa sallam beliaulah yang menjelaskan makna-makna Al-Qur’an kepada ummatnya, kemudian dilanjutkan oleh para sahabat raḍiyallāh ʿanhum sehingga orang-orang yang datng kemudian memiliki pemahaman seperti yang diajarkan Nabi ṣallallāh ʿalaih wa sallam. Demikian para ulama’ setalah mereka berpegang teguh dengan tafsir Nabi ṣallallāh ʿalaih wa sallam dan para sahabat beliau raḍiyallāh ʿanhum. Tafsir para ulama’ membantu kita dalam memahami Al-Qur’an agar tidak salah dalam memahami, terlbih lagi di zaman ini yang sudah sangat jauh dari zaman Nabi. Al-Imam Al-Shaukāniyy salah satu ulama’ Islam yang memiliki banyaj tulisan dalam berbagai bidang keilmuan. Diantara  karya beliau yang terkenal adalah kitab Fatḥu al-Qadīr yang mengumpulkan antara al-Riwāyah dan al-Dirārayah dari ilmu tafsir. kitab ini mempergunakan metode Taḥlīliyah   dan berusaha untuk menggabungkan antara dua jenis analisis al-Tafsīr bi al-Riwāyah dan al-Tafsīr bi al-Dirārayah. Analisis al-Tafsīr bi al-Riwāyah menurut al-Imām al-Shawkāny yaitu penafsiran dengan hadīth Nabi atau athar dari para sahabat, tābi’īn dan tābi’ al-tābīʿīn, yang semuanya itu sampai kepada kita dengan periwayatan sanad para perawi. Sedangkan yang dimaksud dengan al-Tafsīr bi al-Dirāyah atau al-tafsīr bi al-Ra’y yaitu penafsiran dengan akal dengan bantuan ilmu bahasa dan cabang-cabangnya seperti ʿilmu naḥwu, ʿilmu bayān, ilmu ma’āny dan yang lainnya, dan bukan dengan akal dan logika semata.
Fikih Pemahaman Tekstual dan Kontekstual Fahamsyah, Fadlan
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 9 No 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.666 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol9.Iss1.38

Abstract

Umat Islam telah bersepakat bahwa Quran dan Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang harus dipegang teguh oleh pemeluknya. Quran sebagai wahyu dari Allah berisi pedoman-pedoman ʾilāhiyyah untuk membimbing umat manusia dalam berinteraksi dengan Tuhannya (Aqidah dan Ibadah), maupun dengan sesama manusia (akhlak dan muamalah) bahkan dalam berinteraksi dengan alam semesta, begitu juga dengan Hadis Nabi yang merupakan dokumentasi hidup Nabi Muhammad ṣallallāhu ʿalayhi wa sallam yang berisi perkataan, perbuatan, keputusan, sifat fisik maupun akhlak yang harus diteladani oleh umat Islam. Hadis datang dengan membawa misi sebagai penguat Quran, penjelas, dan pemerinci bagi hal-hal yang masih bersifat global di Quran. Meskipun Quran dan Sunnah telah disepakati sebagai sumber hukum Islam, akan tetapi masih ada perbedaan di kalangan umat Islam dalam pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan adanya pendekatan yang berbeda dalam menginterpretasikan keduanya. Dalam perkembangan pemahaman keislaman, terutama pada disiplin ilmu Fikih yang sangat luas, kaum muslimin berpolarisasi pada dua kutub besar, yakni tekstual dan kontekstual. Dari dua sudut pandang pemahaman yang berbeda inilah muncul perselisihan pendapat yang sangat tajam antara kaum tekstualis yang berorientasi pada bahasa atau ḥarfiyyah, dengan kaum kontekstualis yang melihat dalil dari segi siyāq (konteks) yaitu dengan melihat sisi sosial, sejarah dan budaya. Makalah ini mencoba untuk menjelaskan dua pemahaman tersebut, yakni pemahaman Fikih tekstual dan kontekstual.
Keimanan Antara Keamanan dan Ancaman (Studi kolerasi dalam Perspektif Al-Qur’ān dan Al-Hadīth): (Studi kolerasi dalam Perspektif Al-Qur’an dan Al-Hadith) Yakin, Muhammad Chusnul
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 9 No 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.034 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol9.Iss1.39

Abstract

Keamanan adalah anugrah terbesar dari Allah kepada makhluk, karena hal itu merupakan sumber keseimbangan stabilitas, keamanan dan ketenteraman, bahkan merupakan salah satu tuntutan dasar yang tidak asing bagi seluruh tingkat individu, keluarga, regional dan internasional. Itulah sebabnya tidak ada negara di seluruh dunia yang tidak lepas dari pusat studi keamanan. bahkan, penelitian tentang keamanan di akhirat, sehingga terwujud keamanan dan stabilitas bagi pemiliknya diakhirat. Keamanan bukanlah kata, melainkan tujuan mulia yang hanya bisa dicapai dengan keikhlasan Iman, dan itu adalah prinsip utama dari iman. Tidak ada keamanan dan keselamatan kecuali dengan keimanan. Karena Iman adalah keyakinan dilubuk hati, dan diungkapkan dengan lisan, kemudian amal dengan anggota badan, maka makna inilah yang membuahkan keamanan dan kedamaian bagi pemiliknya, karena ucapan dan tindakannya mengungkapkan keikhlasan hati, sehingga tidak ada tipu muslihat atau kemunafikan. Akan tapi takut akan Allah dan siksa-Nya. Ketika keamanan memiliki hubungan dengan iman, upaya yang dilakukan untuk menggoyahkan pondasinya Sangat kuat hingga menggetarkan sistem keamanan dan menerabas batasan-batasanya, kemudian tersebarnya fitnah yang menguasai manusia kemudian mengatakan bahwa iman adalah sumber kekacauan dan yang berpegang teguh dengannya adalah orang-orang rusak, sehingga tidak ada kejahatan yang terjadi kecuali  sedikit sekali bahwa adalah kejahatan orang-orang beriman maka bergoncanglah keseimbangan hidup sehingga kemulian menjadi dimiliki orang yang tak memiliki iman. dan artikel ini ditulis untuk mengomentari dan mengubah apa yang dikatakan tentang iman, dan telah terbukti bahwa iman adalah akar keamanan dan keamanan.
Pendalilan ʿAbd al-ʿAzīz al-Kinaniy di Kitab al-Ḥaydah dalam Menetapkan Akidah al-Qurʾān Kalām Allah Bamualim, Mubarak
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 9 No 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.595 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol9.Iss1.41

Abstract

Sebaik-baik zaman adalah tiga generasi pertama: zaman kenabian, zaman sahabat dan zaman tabi’in, pada zaman ini belum terjadi perbedaan pendapat di dalam masalah pokok akidah. Pada zaman Nabi dan dua khalīfah al rāshidīn belum muncul kelompok-kelompok menyimpang. Di akhir kekuasaan Uthmān muncul kelompok khawārij, kemudian pada zaman Ali muncul kelompok Rafīḍah dan seterusnya muncullah kelompok-kelompok yang lainnya seperti Qadariyyah, Jabariyyah, Muʿtazilah dan Jahmiyyah. Kelompok-kelompok tersebut mencetuskan akidah-akidah baru yang belum pernah dinukilkan dari Nabi dan para sahabat beliau, diantara akidah baru yang berkembang dan dimunculkan Jahmiyyah adalah akidah al-Qurʾān adalah makhluk. Akidah ini menjadi akidah negara pada masa dinasti Abbāsiyyah, tercatat dalam sejarah tiga khalīfah Abbāsiyyah yang memaksakan akidah ini untuk dianut oleh umat Islam saat itu, mereka adalah: al-Maʾmūn, al-Muʿtaṣim, dan al-Wāthiq. Meskipun demikian terdapat ulama yang menentang akidah tersebut diantaranya adalah ʿAbd al-ʿAzīz Kināniy, pertentangannya terhadap akidah al-Qurʾān makhluk tergambar jelas dalam buku beliau al-Ḥaydah. Pada penelitian ini penulis mencoba untuk mengeksploitasi tentang dalil-dalil yang digunakan oleh ʿAbd al-ʿAzīz Kināniy di dalam menetapkan akidah al-Qurʾān kalām Allah. Setelah menganalisa kitab tersebut penulis mendapati bahwa ʿAbd al-ʿAzīz Kināniy di dalam menetapkan akidah al-Qurʾān kalām Allah berdalil dengan tiga pendalilan, yang pertama adalah al-Qurʾān, yang kedua adalah logika dan yang ketiga adalah analogi.
Nilai Pendidikan Islam Kisah Nabi Ibrahim ‘alaihi al-salām Dalam al-Qur’an: (Kisah Penyembelihan Putra Ibrahim ‘alaihi al-salām, Ismail ‘alaihi al-salām) Maryono, Maryono
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 9 No 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.417 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol9.Iss1.43

Abstract

Al-Qur’an as a source of Islamic education, among its contents is about the stories of the Prophets in which implied the values of Islamic education which is very important and beneficial to the world of education. Among the stories of the prophets, is the story of the journey of the Prophet Ibraham ‘alaihis Salam, which is full of wisdom. His figure as a Prophet, the father of the prophets, the apostle Ulul Azmi, Khalilullah, is able to make him an example or figure of a good educator. The purpose of this research is to find out the values of Islamic education in the story of Prophet Ibrahim ‘alaihis Salam, especially in the story of the slaughtering order of his son, the prophet Ismail 'alaihis Salam. Which with these orders became the Shari'a of Sacrifice for the people of the Prophet Muhammad ṣallallāh ʿalaih wasallam. The research method used is qualitative non-interactive because the source of the data is in the form of documents, not direct data from people in their natural environment. The analysis of the data used is Content analysis, namely research that is in-depth discussion of the contents of a written information. Allah has explained the story of the slaughter of the son of the Prophet Ibrahim 'alaihis Salam, the prophet Ismail 'alaihis Salam in the Qur'an as-Shaffat verses 99-111. The values of Islamic education contained in this story are: Uluhiyah values which include aqidah values and worship values. The value of aqidah is reflected in the belief in Allah, namely the obedience of the Prophet Ibrahim and Ismail and in carrying out God's commands to slaughter his son Ismail. The value of worship is manifested in the implementation of qurban worship. The meaning implied in the implementation of Sacrifice worship is very much, including; (1) the realization of gratitude for the gift and favor of Allah, (2) Fostering a spirit of self-sacrifice, (3). Qurban teaches us to be generous, not greedy, greedy and greedy, (4) symbolically qurban educates us to kill animalistic qualities, (5) according to the meaning of harfiyah, qurban means close, meaning an effort to draw closer to God. The Insaniyah values are identified with the moral values of which are: honesty, tabligh, compassion, exemplary.