cover
Contact Name
Boby Rahman
Contact Email
kajianruangplanologi@unissula.ac.id
Phone
+6285233945781
Journal Mail Official
kajianruangplanologi@unissula.ac.id
Editorial Address
Jl Kaligawe Raya Km 4, Gedung Fakultas Teknik Lantai 2 Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50112
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kajian Ruang
ISSN : -     EISSN : 28277678     DOI : http://dx.doi.org/10.30659/jkr.v1i2
Core Subject : Social, Engineering,
Articles written for the Jurnal Kajian Ruang, covering the results of thoughts and research results relating to the field of study urban and regional planning directly or indirectly. 1) Spatial planning 2) Remote Sensing 3) Urban Design 4) Transportation 5) Infrastructure 6) Environmental Studies 7) Socio-Economic Area and City 8) Rural Planning 9) Disaster Mitigation 10) Islamic City
Articles 25 Documents
Digitalisasi Wisata di Desa Wisata Ais Tsurayya Mumtaz; Mila Karmilah
Jurnal Kajian Ruang Vol 1, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.027 KB) | DOI: 10.30659/jkr.v1i1.19790

Abstract

ABSTRACTThe digitization of tourism is one of the important strategies in addressing a digital-oriented civilization in meeting their needs for travel. The digitization of tourism is considered as the right step in promoting tourism through a digital approach that has an impact on the development of tourism potential in a tourist village. The analytical method used in this research is a qualitative analysis method by analyzing the content and / or analysis of the literature review. Strategies that can be carried out in digitizing tourism in tourist villages are to improve the management of tourist villages, tourism village infrastructure, digitalization forms of wsata villages, and management of tourism digitization. The results of the study findings in several case studies are that by developing tourist villages and digitizing tourism, it has been proven that many benefits are obtained, such as the ease in providing tourism services to tourists including access in the context of carrying out marketing, making it easier for tourists to access information about a tourism destination and minimizing costs both for organizers and / managers, as well as for tourists. With digitalization in tourist villages, it can indirectly increase people's income and lead to an increase in the regional economy.Keywords: Tourist village, Tourism digitization. ABSTRAKDigitalisasi wisata merupakan salah satu strategi penting dalam menyikapi peradaban masyarakat yang berorientasi digital dalam memenuhi kebutuhan mereka untuk berwisata. Digitalisasi wisata dianggap sebagai langkah tepat dalam mempromosikan wisata melalui pendekatan digital yang berdampak pada pengembangan potensi wisata di suatu desa wisata. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dengan menganalisis isi dan/atau analisis literatur review. Strategi yang dapat dilakukan dalam digitalisasi wisata pada desa wisata adalah dengan meningkatkan pengelolaan desa wisata, infrastruktur desa wisata, bentuk digitalisasi desa wsata, dan pengelolaan digitalisasi wisata. Hasil temuan studi pada beberapa studi kasus adalah dengan pengembangan desa wisata dan digitalisasi wisata terbukti diperoleh banyak manfaat, seperti kemudahan dalam memberikan jasa layanan pariwisata kepada wisatawan termasuk akses dalam rangka penyelenggaraan pemasarannya, mempermudah wisatawan dalam mengakses informasi tentang suatu destinasi pariwisata serta meminimalisir biaya baik bagi pihak penyelenggara dan/pengelola, maupun bagi wisatawan. Dengan adanya digitalisasi di desa wisata secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan berujung pada peningkatan perkonomian daerah.Kata Kunci: Digitalisasi wisata, Desa wisata.
Analisis Penyebab Banjir Rob di Kawasan Pesisir Studi Kasus: Jakarta Utara, Semarang Timur, Kabupaten Brebes, Pekalongan Annisa Widya Syafitri; Agus Rochani
Jurnal Kajian Ruang Vol 1, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.731 KB) | DOI: 10.30659/jkr.v1i1.19975

Abstract

ABSTRACTRob flooding in coastal areas is a problem that is currently very difficult to solve, especially big cities in Indonesia. This study discusses the causes of rob flood disasters to the impacts caused to inundated areas. This research uses descriptive qualitative method with the approach of study literature in conducting studies related to the cause of rob flood. The case study that became the reference of this study consisted of rob flood problems in the city of Semarang, Brebes Regency, Pekalongan, and North Jakarta. The cause of rob flooding in coastal areas is dominated by decreased land levels and rising sea levels at high tide. The impact of rob flooding is very detrimental to the community and the government. Areas affected by rob flooding are not uncommon to become slums after rob floods occur. Damage to infrastructure and public facilities is also inevitable when affected by rob flooding. This research is expected to be considered as an anticipation material for residents who are in coastal areas when facing flood rob.Keywords: Land Subsidence, Over Pumpage Of Underground Water, Rob Puddles ABSTRAKBanjir rob di kawasan pesisir menjadi permasalahan yang saat ini sangat sukar untuk diselesaikan khususnya kota-kota besar di Indonesia. Penelitian ini membahas terkait penyebab dari bencana banjir rob hingga dampak yang ditimbulkan bagi wilayah tergenang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur studi dalam melakukan kajian terkait penyebab banjir rob. Studi kasus yang menjadi acuan dari penelitian ini terdiri dari permasalahan banjir rob di Kota Semarang, Kabupaten Brebes, Pekalongan, dan Jakarta Utara. Penyebab dari banjir rob di kawasan pesisir didominasi oleh penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut pada saat terjadi pasang air laut. Dampak yang ditimbulkan dari banjir rob sangat merugikan masyarakat dan pemerintah. Kawasan terdampak genangan banjir rob tak jarang menjadi kawasan kumuh pasca banjir rob terjadi. Kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum juga tidak dapat dihindari saat terdampak genangan banjir rob. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan sebagai bahan antisipasi bagi warga yang berada di kawasan pesisir saat menghadapi banjir rob.Kata Kunci: Land Subsidence, Over Pumpage Air Bawah Tanah, Genangan Rob
Studi Literatur : Analisis Penyediaan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah Urban Meirina Wahyu Purnamaselfi; Hasti Widyasamratri
Jurnal Kajian Ruang Vol 1, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.032 KB) | DOI: 10.30659/jkr.v1i1.19976

Abstract

ABSTRACTGreen open space is one of the noteworthy lists in development planning and implementation. The existence of green open space will increase the quality of urban ecology. In accordance with Minister of Public Works Regulation No. 05 / PRT / M / 2008 concerning Guidelines for Provision and Utilization of Green Open Space in Urban Areas, the ideal area of green open space in urban areas is 30% consisting of 10% private green open space and 20% public open green space from the city area. The effort to make this happen is by determining and revitalizing public green open space. Damaged green open space needs to be a concern of the government because it can reduce the aesthetics and function of the environment. The use of the method for writing this research is a method of literature study obtained from books and journals with locations : Kartasura District, Martapura, East Palu District,. The outputs of this study conclude that the requisite and existence of green open space in several cities that still do not meet the broad percentage contained in the regulations so that development planning needs to optimize areas that have the potential for the determination of green open space.Keywords : Provision, Green Open Space, Urban. ABSTRAKRuang terbuka hijau merupakan salah satu daftar penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Adanya ruang terbuka hijau akan meningkatkan kualitas ekologi perkotaan. Sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, luasan ideal RTH di perkotaan adalah 30 % yang terdiri dari 10 % RTH privat dan 20 % RTH publik dari luas kota. Usaha untuk mewujudkannya adalah dengan cara penetapan dan revitalisasi RTH publik. Ruang terbuka hijau yang rusak perlu menjadi perhatian pemerintah karena dapat mengurangi estetika dan fungsi lingkungan. Penggunaan metode untuk penulisan penelitian ini adalah metode studi literatur yang diperoleh dari buku dan jurnal dengan lokasi di Kecamatan Kartasura, Martapura, dan Kecamatan Palu Timur. Hasil dari kajian ini menyimpulkan bahwa kebutuhan dan keberadaan RTH di beberapa kawasan kota yang ada masih belum memenuhi presentase luas yang terdapat dalam peraturan sehinngga perencanaan pembangunan perlu mengoptimalkan wilayah yang memiliki potensi untuk penetapan RTH.Kata kunci : Penyediaan, Ruang Terbuka Hijau, Urban.
Kajian Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Assa Faelassuffa; Eppy Yuliani
Jurnal Kajian Ruang Vol 1, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.22 KB) | DOI: 10.30659/jkr.v1i1.19979

Abstract

ABSTRACTThe human development index (HDI) is an assessment of the quality of humans based on their health, education and welfare. In addition, with the human development index, the government's performance can be seen. In this article, the human development index focuses on the welfare aspect by looking at the level of labor force participation. Looking at these factors, it is hoped that they can provide input to the local government to determine priorities for human development later. The method used in the article is to examine documents based on existing research case studies. The results obtained are the level of labor force participation has an influence on the human development index. The influence takes a different direction. The labor force participation rate has a positive and / or negative direction towards the human development index. This means that the force participation rate can increase / decrease the human development index.Keywords: Human Development Index, Labor Force Participation RateABSTRAKKesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan merupakan dasar penilaian suatu kualitas manusia yang dikenal dengan sebutan Indeks pembangunan manusia atau disingkat IPM. Selain, itu dengan adanya indeks pembangunan manusia dapat melihat kinerja pemerintah. Pada artikel ini memfokuskan indeks pembangunan manusia pada aspek kesejahteraan dengan melihat pada tingkat partisipasi angkatan kerja. Melihat pada faktor tersebut diharapkan dapat menjadi masukan kepada pemerintah setempat untuk dapat menentukan prioritas pembangunan manusia nantinya. Metode yang digunakan dalam artikel adalah menelaah dokumen berdasarkan studi kasus penelitian yang ada. Hasil yang didapatkan adalah tingkat partisipasi angkatan kerja dengan indeks pembangunan manusia saling mempengaruhi. Pengaruh tersebut memiliki arah yang berbeda yaitu positif dan/atau negatif terhadap indeks pembangunan manusia. Berarti dapat dikatakan bahwa kenaikan ataupun penurunan indeks pembangunan manusia dapat disebabkan oleh tingkat partisipasi angkatan kerja.Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja.
Studi Literature : Penerapan Green Transportation Untuk Mewujudkan Kota Hijau Dan Berkelanjutan Nabila Anggarina Primastuti; Ardiana Yuli Puspitasari
Jurnal Kajian Ruang Vol 1, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.061 KB) | DOI: 10.30659/jkr.v1i1.19980

Abstract

ABSTRACT Increased use of private transportation and/or less environmentally friendly energy use contributes  to the high value of carbon emissions. To overcome this, a change of development and  development is needed, one of which is the application of the concept of green transportation. The  concept is one part of the green city program in Indonesia. Therefore, this study aims to find out the  application of green transportation to realize the concept of green and sustainable cities. This study  uses a literature study approach in reviewing the application of green transportation. The case  studies used are located in Surakarta City, Bogor City, and Semarang City. The results of this study  can be concluded that the concept of green transportation can be applied to overcome transportation  problems. The concept of green transportation is based on the concept of sustainable development  and pays attention to transportation modes, accessibility, and green transportation policies. Keywords: Green Transportation, Transportation, Green City ABSTRAK Peningkatan penggunaan transportasi pribadi dan/atau penggunaan energi yang kurang  ramah lingkungan memiliki kontribusi terhadap tingginya nilai emisi karbon. Untuk mengatasi hal  tersebut, diperlukan suatu perubahan pembangunan dan pengembangan, salah satunya yaitu  penerapan konsep green transportation. Konsep tersebut termasuk dalam salah satu bagian dari  program kota hijau atau green city di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui penerapan green transportation untuk mewujudkan konsep kota hijau dan  berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dalam mengkaji penerapan  green transportation. Studi kasus yang dipakai yaitu berlokasi di Kota Surakarta, Kota Bogor, dan  Kota Semarang. Hasil dari kajian ini dapat disimpulkan bahwa konsep green transportation dapat  diterapkan untuk mengatasi permasalahan transportasi. Konsep green transportation tersebut  berpedoman pada konsep pembangunan berkelanjutan dan memperhatikan moda transportasi,  aksesibilitas, dan kebijakan transportasi hijau.Kata Kunci: Green Transportation, Transportasi, Kota Hijau
Studi Literatur : Analisis Kesesuaian Lahan Terhadap Lokasi Permukiman Mella Febri Nurfikasari; Eppy Yuliani
Jurnal Kajian Ruang Vol 1, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.84 KB) | DOI: 10.30659/jkr.v1i1.19981

Abstract

ABSTRACK          Settlement is one of the primary needed for humans. Settlement will increase every year, but the available land is relatively constant. In addition, there were uncorresponding in residential development that were not in accordance with the directions for spatial use. As a result, land use is less effective and maximal. Therefore, proper and optimal land use is needed so that increasing population growth can be fulfilled by the amount of land available. The purpose of this study is to analyze and assess the suitability of land for the development of suitable and targeted residential locations. This study used spatial analysis and descriptive empirical methods using analysis techniques such as scoring and overlay. Geographical Information System (GIS) is an analytical tool used in conducting land suitability research. The results of the research that have been carried out indicate that there are still settlements in several areas that are not in accordance with the direction of space utilization. This is the task of the government to make proper improvements and relocation in residential areas.Keywords: Spatial use, land suitability, settlement. ABSTRAK             Pemukiman merupakan salah satu kebutuhan primer bagi manusia. Kebutuhan pemukiman ini akan meningkat pada setiap tahunnya, akan tetapi lahan yang tersedia relatif tetap. Selain itu, terdapat kesalahan pembangunan pemukiman yang kurang sesuai dengan arahan pemanfaatan ruang. Akibatnya, pemanfaatan lahan kurang efektif dan maksimal. Oleh karena itu, dibutuhkan pemanfaatan lahan yang tepat dan optimal agar pertambahan penduduk yang semakin meningkat dapat terpenuhi dengan jumlah lahan yang ada. Tujuan pembuatan artikel ini untuk menganalisis serta mengkaji mengenai kesesuaian lahan terhadap pengembangan lokasi pemukiman yang sesuai dan  tepat sasaran. Artikel  ini menggunakkan metode analisis kualitatif dan deskriptif empiris. Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dilakukan menunjukkan bahwa masih terdapat pemukiman di beberapa daerah yang belum sesuai dengan arahan pemanfaatan ruang. Hal tersebut merupakan tugas pemerintah untuk melakukan pembenahan serta relokasi yang tepat pada kawasan pemukiman.Kata Kunci : Pemanfaatan ruang, kesesuaian lahan, permukiman.
Pemetaan Risiko Bencana Kekeringan Menggunakan Metode Kerawanan (Hazard) Dan Kerentanan (Vulnerability) Rinto Ari Wibowo; Boby Rahman
Jurnal Kajian Ruang Vol 1, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.406 KB) | DOI: 10.30659/jkr.v1i1.19982

Abstract

 ABSTRACTDrought is a natural disaster that has a high complexity and is still often found in some areas in Indonesia. The amount of losses caused by drought is of more concern to the community and stakeholders to compete to reduce the impact. One of the efforts made to minimize the damage caused by natural disasters is the existence of appropriate disaster mitigation efforts. In the context of drought natural disasters one of the mitigation efforts that can be done is to map areas based on the risk of drought. This is done in order to maximize mitigation efforts to deal with drought both before and during the occurrence of drought. One of the methods used in mapping a disaster is through hazard and vulnerability methods. This method is carried out in accordance with the theory that a disaster will occur due to the interaction of insecurity factors that occur in vulnerable conditions. Through the mapping of drought risk areas is expected to maximize disaster mitigation in a region, thereby minimizing the losses experienced by the community.Keyword: Drought, Hazard, Vulnerability ABSTRAKKekeringan merupakan bencana alam yang memiliki kompleksitas tinggi dan masih sering dijumpai pada beberapa wilayah di Indonesia. Besarnya kerugian yang diakibatkan oleh bencana kekeringan menjadi perhatian lebih bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk berlomba-lomba mengurangi dampak tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meminimalisir kerugaian akibat bencana alam adalah adanya upaya mitigasi bencana yang tepat. Pada konteks bencana alam kekeringan salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan adalah memetakan daerah-daerah berdasarkan risiko kekeringannya. Hal ini dilakukan guna memaksimalkan upaya mitigasi untuk menangani kekeringan baik sebelum maupun saat terjadinya kekeringan. Salah satu metode yang digunakan dalam memetakan sebuah bencana adalah melalui metode kerawanan (hazard) dan kerentanan (vulnerability). Metode ini dilakukan sesuai dengan teori bahwa suatu bencana akan terjadi karena interaksi faktor kerawanan yang terjadi pada kondisi rentan. Melalui pemetaan daerah risiko kekeringan ini diharapkan mampu memaksimalkan mitigasi bencana pada suatu daerah, sehingga meminimalisir kerugian yang dialami oleh masyarakat.Kata kunci: Kekeringan, Kerawanan, Kerentanan
Studi Literatur: Pengembangan Desa Wisata Melalui Community Based Tourism Untuk Kesejahteraan Masyarakat Rizki Syarifah; Agus Rochani
Jurnal Kajian Ruang Vol 1, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.311 KB) | DOI: 10.30659/jkr.v1i1.19983

Abstract

ABSTRACTTourism development certainly involves the community, especially tourism development in tourist villages. Tourism villages are one of the most developed tourism sites in Indonesia because they have supporting potentials. This study aims to determine the development of a tourist village using the concept of community based tourism and the impact of implementing community based tourism for the community. The method used in this research is qualitative data analysis. In this research, the development of a tourism village that uses the concept of community based tourism, which involves the local community in the tourism village to manage the tourism village and the community has full involvement from the planning, implementation to evaluation stages and the impact on the community's economy with the existence of a tourist village that is getting better. This research is expected to be a consideration for the community to manage a tourist village.Keywords : Tourism Village, Community Based Tourism, Community ABSTRAKPengembangan pariwisata tentunya melibatkan masyarakat terutama pengembangan wisata desa wisata. Desa wisata menjadi salah satu pariwisata yang banyak dikembangkan di Indonesia karena memiliki potensi – potensi yang mendukung. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui pengembangan desa wisata yang menggunakan konsep community based tourism serta dampak dari penerapan community based tourism bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif. Dalam penelitian ini pengembangan desa wisata yang menggunakan konsep community based tourism dimana melibatkan masyarakat daerah desa wisata untuk mengelola desa wisata tersebut dan masyarakat memiliki keterlibatan secara penuh dari mulai tahap perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi serta dampak bagi perekonomian masyarakat dengan adanya desa wisata yang semakin membaik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan masyarakat untuk mengelola desa wisata.Kata kunci : Desa Wisata, Community Based Tourism, Masyarakat
Studi Literatur : Penataan Dan Pemberdayaan Sektor Informal: Pedagang Kaki Lima Sheila Lucky Octaviani; Ardiana Yuli Puspitasari
Jurnal Kajian Ruang Vol 1, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.957 KB) | DOI: 10.30659/jkr.v1i1.19991

Abstract

ABSTRACTOne of the ways to improve the urban economy is the presence of street vendors (PKL). The existence of street vendors (PKL) also raises several problems such as disruption of the beauty of the city, cleanliness, security, city chaos, security, and traffic jams. This underlies the need for an arrangement and empowerment of the existence of street vendors (PKL). The purpose of this research is to organize and empower the Informal Sector, especially street vendors (PKL). The research method used is descriptive qualitative and literature review technique approach from several case studies. The selected case studies were in Tulungagung Regency Square, Tanah Abang Market, and Tuah Serumpun Kilometer 4 Market. Based on the results of the study in several study areas, there were differences in the management and empowerment of street vendors (PKL). The arrangement of street vendors (PKL) is carried out by relocating and controlling. Empowerment is carried out through socialization, promotion and information, formation of associations, assistance in the form of providing capital and fulfilling infrastructure facilities, and cooperation with investors.Keywords: street vendors, structuring, empowerment ABSTRAKPeningkatan perekonomian perkotaan salah satunya didukung dengan adanya pedagang kaki lima (PKL). Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) juga menimbulkan beberapa permasalahan seperti terganggunya keindahan kota, kebersihan, keamanan, kesemrawutan kota, keamanan, dan kemacetan lalu lintas. Hal ini yang mendasari perlunya sebuah penataan dan pemberdayaan akan keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penataan dan pemberdayaan Sektor Informal khususnya Pedagang Kaki Lima (PKL). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan pendekatan teknik literature review dari beberapa studi kasus. Studi kasus yang dipilih berada di Alun-alun Kabupaten Tulungagung, Pasar Tanah Abang, dan Pasar Tuah Serumpun Kilometer 4. Berdasarkan hasil kajian di beberapa wilayah studi terdapat perbedaan penanganan dalam penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dilakukan dengan melakukan relokasi serta penertiban. Untuk pemberdayaan dilakukan dengan sosialisasi, promosi dan informasi, pembentukan paguyuban, bantuan berupa pemberian modal dan pemenuhan sarana prasarana, serta kerja sama dengan investor.Kata Kunci : Pedagang Kaki Lima, Penataan, Pemberdayaan
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN PANTAI Adinda Syalwa Jayantri; Mohammad Agung Ridlo
Jurnal Kajian Ruang Vol 1, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.487 KB) | DOI: 10.30659/jkr.v1i2.20021

Abstract

ABSTRACTOne of the problems in a coastal or coastal area is waste management. Garbage can cause environmental problems if its existence is not handled properly. The purpose of this research is to find out the various types of waste and how to manage them. The method used is a qualitative method. In this study, prioritizing the meaning of the information obtained, including data on exiting conditions of coastal tourism attractions and data related to waste management. There are 2 types of waste produced in the coastal area, namely organic waste and inorganic waste, organic waste produced in the form of natural waste such as leaves, branches and some food scraps that have been consumed. As for inorganic waste, namely like. Drink cans, plastics, etc. that are not biodegradable. For waste management it self it can be processed such as distinguishing the types of waste, inorganic waste can be reprocessed or recycled and the results can be sold again in a different package.Keywords: Coastal Areas, Solid Waste Management, Tourist Attraction  ABSTRAKSalah satu permasalahan di dalam kawasan pantai atau pesisir adalah pengelolaan sampah. Sampah dapat menimbulkan permasalahan lingkungan apabila keberadaannya tidak  tertangani  dengan  baik.  Tujuan  dalam penelitian yang akan dilakukan yaitu untuk mengetahui berbagai jenis sampah dan bagaimana cara pengelolaannya. Metode yang digunakan merupakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini mengutamakan makna dari informasi yang diperoleh, meliputi data kondisi eksisting daya tarik wisata kawasan pantai dan data terkait pengelolaan sampah. Sampah yang dihasilkan dikawasan pantai ada 2 jenis yaitu sampah organik dan sampah  anorganik,  sampah  organik  yang  dihasilkan  berupa  sampah-sampah dari  alam  seperti  dedaunan, ranting-ranting dan ada sebagian sisa-sisa makanan yang telah dikonsumsi. Sedangkan untuk sampah anorganik yaitu seperti. Kaleng minuman, plastik, dan lain sebagainya yang tidak bisa terurai. Untuk pengelolaan sampah sendiri dapat di olah seperti membedakan jenis sampahnya, sampah anorganik dapat diolah kembali atau didaur ulang dan hasilnya dapat di jual lagi dengan kemasan yang berbeda.Kata Kunci: Kawasan Pantai, Pengelolaan Sampah, Daya Tarik Wisata

Page 1 of 3 | Total Record : 25