cover
Contact Name
Elmiawati Latifah
Contact Email
elmiawatilatifah@ummgl.ac.id
Phone
+6281392212213
Journal Mail Official
journal.psp@ummgl.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Magelang, Jl. Mayjen Bambang Soegeng, Glagak, Sumberrejo, Kec. Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah 56172, Indonesia
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis
ISSN : 25499068     EISSN : 25794558     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis aims to serve the updated scientific knowledge for international researchers in pharmaceutical sciences. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis (JFSP) publishes review article, original article, as well as short communication in the all scopes of Pharmaceutical Science such as Pharmaceutics, Biopharmaceutics, Drug Delivery System, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicines, Pharmaceutical Management, Pharmacoeconomic, Pharmacoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policies.
Articles 177 Documents
Gambaran Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas X Kota Magelang Puput Widha; Prasojo Pribadi; Puspita Septie Dianita
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v1i1.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan pelayanan kefarmasian yang ada di Puskesmas, berdasarkan pada Pedoman Pelayanan Kefarmasian tahun 2006 dan Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2009 di Puskesmas Magelang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, dengan menggunakan metode cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanggung jawab kamar obat di Puskesmas cukup baik dengan persentase sebesar 50%, penunjang pelayanan di Puskesmas baik dengan persentase 100%, pelayanan di Puskesmas baik dengan persentase 80,52%, penyerahan obat di Puskesmas cukup baik dengan persentase 68,75%, mutu pelayanan di puskesmas baik dengan presentase 86,7% , sehingga rata-rata pelayanan kefarmasian di Puskesmas X Kota Magelang didapatkan persentase sebesar 71,5% yang berarti pelayanan farmasi di Puskesmas X Kota Magelang baik.
Penetapan Kadar Pemanis Buatan (Na-Siklamat) Pada Minuman Serbuk Instan Dengan Metode Alkalimetri Tutut Handayani; Anita Agustina
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v1i1.49

Abstract

Minuman serbuk instan adalah salah satu produk minuman siap saji yang banyak mengandung pemanis buatan. Pemanis buatan yang sering digunakan adalah NaSiklamat. Penggunaan Na- Siklamat dalam dosis besar akan menimbulkan gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Na-Siklamat yang terkandung dalam minuman serbuk instan. Sampel yang digunakan adalah 8 minuman serbuk instan. Sampel diambil dari pedagang Pasar Srago yang menjual minuman serbuk instan sesuai kriteria analisis yang dilakukan secara kualitatif yang bertujuan untuk melihat kandungan Na-Siklamat dalam sampel dengan menggunakan uji warna dengan BaCl2. Sampel yang positif mengandung Na-Siklamat dilakukan penetapan kadar secara Alkalimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 8 sampel minuman serbuk instan yang diambil dari pedagang pasar Srago, 7 sampel positif mengandung Na-Siklamat dengan kadar: A (4029 ppm), B (3425 ppm), C (514 ppm), D (2529 ppm), E (3492 ppm), F (4096 ppm) dan G (3268 ppm). Kesimpulan 87,50% sampel mengandung pemanis buatan Na-Siklamat yang diantaranya merupakan minuman serbuk instan dengan merk terkenal. Ditemukan 7 sampel yang mengandung Na-Siklamat dan 5 diantaranya melebihi batas maksimal penggunaan yang ditetapkan Pemerintah yaitu 3 g/kg atau setara dengan 3.000 ppm.
Analisa Kualitatif Kandungan Formalin Pada Tahu Di Pasar Tradisional Kodya Magelang Heri Susanto; Elmiawati Latifah; Tiara Mega Kusuma
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v1i1.53

Abstract

Keamanan makanan merupakan kebutuhan masyarakat karena makanan yang aman akan melindungi dan mencegah terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan. Formalin adalah nama dagang larutan Formaldehid dalam air dengan kadar 30-40%. Formalin merupakan salah satu bahan kimia yang banyak disalahgunakan untuk mengawetkan produk olahan kedelai seperti tahu yang sangat merugikan masyarakat, karena dapat merusak kesehatan. Organisasi ternama di dunia seperti International Agency for Research on Cancer (IARC), telah menetapkan bahwa formalin merupakan senyawa pertama yang menyebabkan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan formalin pada tahu yang beredar di pasar tradisional Kodya Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif-kuantitatif dengan pendekatan laboratorik dengan pengambilan sampel secara acak sederhana, dengan nilai ketepatan sebesar 80% (nilai kritis : 0,2). Menggunakan 3 metode uji kualitatif formalin yaitu Nash’s, Fenilhidrazin HCl dan uji keawetan. Hasil dari penelitian menunjukan tidak ditemukan kandungan formalin dalam tahu. Artinya seluruh sampel tahu yang berasal dari pasar tradisional Kodya Magelang negatif mengandung formalin dengan prosentase 100% negatif.
Analisis Perencanaan Obat Dengan Metode ABC di Instalasi Farmasi Rsud Muntilan Periode Tahun 2013 Hesti Krisnaningtyas; Fitriana Yuliastuti; Tiara Mega Kusuma
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v1i1.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses perencanaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Muntilan dengan menggunakan metode ABC. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap data sekunder yang berupa data item obat, jumlah pemakaian obat dan estimasi biaya di Instalasi Farmasi RSUD Muntilan periode bulan Oktober-Desember tahun 2013. Dengan menggunakan metode ABC, hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk daftar obat Askes diperoleh 52 item obat termasuk kelas A, 70 item obat termasuk kelas B, 150 item obat termasuk kelas C, dari total 272 item obat. Sedangkan untuk obat Jamkesmas diperoleh 14 item obat termasuk kelas A, 14 item obat termasuk kelas B, 154 item obat termasuk kelas C, dari total 182 item obat. Penetapan kebutuhan obat menggunakan analisa ABC dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek dalam perencanaan obat di rumah sakit yaitu standarisasi obat atau formularium, anggaran, pemakaian periode sebelumnya, stok akhir dan kapasitas gudang, lead time dan stok pengaman, jumlah kunjungan dan pola penyakit dan standar terapi.
Efek Samping Penggunaan Terapi Oral Pada Pasien Asma Heni Lutfiyati; Zullies Ikawati; Chairun Wiedyaningsih
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v1i1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi oral terhadap hasil terapi pasien asma. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data secara prospektif dari Februari-April 2014. Data diambil dari penelusuran rekam medis, wawancara dan lembar pengumpul data. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 75 pasien tetapi hanya 71 pasien yang mengikuti seluruh proses penelitian. Hasil penelitian menunjukkan dari 71 pasien yang mendapat terapi oral sebanyak 19 orang (26,7%) muncul adanya efek samping. Efek samping yang paling banyak dirasakan oleh pasien adalah gastritis atau gangguan pencernaan pada pasien yang mendapat terapi Methylprednisolon, Cetirizin, kapsul (aminofilin, salbutamol dan GG) yaitu 8 pasien (11,3%), dan berdebar sebanyak 3 pasien (4,2%). Pada pasien yang mendapatkan terapi kombinasi Methylprednisolon, Cetirizin, dan salbutamol sebanyak 3 pasien (4,2%) juga mengalami gastristis.
Pengaruh Konseling Farmasis Terhadap Kualitas Hidup Dan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Gedong Tengen Periode Maret-Mei 2014 Handaka Ekaningputra Septiar; Pinasti Utami
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v1i1.66

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang dapat mempengaruhi bagian tubuh lain dan menyebabkan komplikasi yang serius bahkan sewaktu-waktu bisa mematikan apabila pengelolaannya tidak tepat. Konseling kepada pasien diabetes akan membantu penderita untuk dapat merawat dirinya sendiri sehingga komplikasi dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling farmasis terhadap kualitas hidup dan kadar glukosa darah pasien Diabetes Mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah diberikan konseling. Penelitian ini termasuk penelitian quasi experimental design dengan serta menggunakan kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ). Sampel yang digunakan 25 pasien dengan teknik consecutive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik t-test. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian konseling oleh farmasis selama 1 bulan menyebabkan peningkatan skor kualitas hidup yaitu sebelum konseling 215,24 ± 16,42 dan sesudah konseling 221,72 ± 15,33 dengan p value < 0,05 yaitu 0,00 yang artinya terdapat perbedaan bermakna. Hasil rata-rata kadar glukosa sewaktu sebelum konseling 229,32 mg/dL dan sesudah konseling 207,48 mg/dL dengan p value < 0,05 yaitu 0,00 yang artinya terdapat perbedaan bermakna. Kesimpulan penelitian ini adalah konseling yang dilakukan oleh seorang farmasis dapat meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan terkontrolnya glukosa darah sewaktu pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Gedong Tengen.
Aktivitas Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Secara Invitro Asih Puji Lestari; Abdur Rosyid; Indra Wahyudin
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v1i2.76

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyebab kematian terbesar kedua di dunia yang terjadi pada anak dibawah usia 5 tahun. Salah satu penyebabnya adalah bakteri Escherichia coli. Alternatif pengobatan dengan menggunakan tanaman herbal, salah satunya adalah daun cabe rawit (Capsicum frutescens L.).Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun cabe rawit(Capsicum frutescens L.) terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Jenis penelitian ini adalah Eksperimental dengan rancangan penelitian post test only control design. Terdiri dari 6 kelompok uji yaitukontrol positif (amoxicillin), kontrol negatif (aquadest steril), ekstrak daun cabe rawit 25%, ekstrak daun cabe rawit 50%, ekstrak daun cabe rawit 75% dan ekstrak daun cabe rawit 100% dengan jumlah replikasi sebanyak 6. Analisa data menggunakan Kruskal Wallis dilanjutkan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan ekstrak daun cabe rawit 25%, 50%, 75%, dan 100% memiliki daya hambat masing-masing 8,0 mm, 9,1 mm, 10,1 mm, dan 11,2 mm. Terdapat perbedaan bermakna masing- masing kelompok dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun cabe rawit (Capsicum frutescens L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%.
Penetapan Kadar Vitamin C Pada Jerami Nangka (Artocarpus Heterpophyllus L.) Nurjanah Siti; Anita Agustina; Rahmi Nurhaini
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v2i1.180

Abstract

Vitamin C merupakan vitamin larut dalam air dan sering digunakan sebagai suplemen dan merupakan salah satu vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Karena fungsi vitamin C bisa menigkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan sebagai antioksidan yang menetralkan radikal bebas didalam darah maupun cairan. Salah satu sumber vitamin yang terdapat dalam buah-buahan yaitu pada jerami nangka yang berwarna kuning, karena salah satu ciri vitamin C yang terdapat pada buah-buahan yaitu berwarna kuning, rasa manis dan banyak mengandung air. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah Iodimetri, karena vitamin C merupakan senyawa yang bersifat reduktor cukup kuat, mudah teroksidasi dan iodium mudah berkurang. Hal ini merupakan salah satu suatu syarat senyawa dapat dilakukan dengan metode Iodimetri. Penelitian ini termasuk penelitian observasional, dengan sampel jerami nangka yang diperoleh dipasar Klaten dari seorang pedagang. Penelitian ini diawali dengan determinasi tanaman, kemudian dilakukan uji kualitatif, pembuatan larutan baku dan penetapan kadar vitamin C pada jerami nangka. Pada proses titrasi tersebut dilakukan replikasi 3 kali untuk membandingkan hasil dari setiap titrasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil uji kualitatif yang membuktikan adanya kandungan vitamin C yang terdapat dalam jerami nangka, dengan normalitas yang diperoleh 0,089 N dan rata-rata kadar 0,021 % b/b atau 0,0021 mg/10 gram. Kemudian diperoleh Standar Deviasi (SD) ± 0,0045.
Studi Degradasi Sediaan Infus Ciprofloksasin Menggunakan High Performance Liquid Chromatography Bekti Nugraheni
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v2i1.181

Abstract

Penelitian ini menggambarkan perlakuan degradasi infus ciprofloksasin yang dikondisikan dengan pemanasan, penambahan asam dan basa. Produk degradasi dianalisis menggunaan perangkat HPLC merk Waters e2695 Separations, kolom SunFireTM C18, detektor PDA, fase gerak metanol : air : dapar fosfat 0,1 N : asetonitril (80:10:5:5) dan kecepatan alir 1,0 mL/menit. Hasil penelitian diperoleh bahwa persen degradasi infus ciprofloksasin karena pemanasan pada menit ke-30; 60; 90 dan 120 sebesar 7,84%; 8,02%; 8,96%; dan 10,09%. Sedangkan degradasi karena asam dan basa sebesar 100%. Validasi metode analisis ciprofloksasin menggunakan HPLC memenuhi syarat parameter-parameter validasi yaitu selektivitas, akurasi, presisi repeatability, linearitas, LOD, dan LOQ.
Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Kota Magelang Elmiawati Latifah; Prasojo Pribadi; Fitriana Yuliastuti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v2i1.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan standar pelayanan kefarmasian di Apotek Kota Magelang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah apotek di Kota Magelang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan menggambarkan atau mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan kefarmasian di Kota Magelang. Data penelitian diperoleh dari kuesioner kemudian dilakukan observasi pada 15 apotek di Kota Magelang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% Apotek memiliki lebih dari 1 apoteker, 80% apotek memiliki lebih dari 1 tenaga teknis kefarmasian, 26% memiliki lebih dari 2 tenaga non kefarmasian, 80% apoteker datang setiap hari ke apotek (6 jam/ hari), 60% Apoteker pernah mengikuti pelatihan kefarmasian, 53% apotek melakukan pemeriksaan resep, 80% Apoteker dan 20% Tenaga Teknis Kefarmasian melakukan dispensing,73% apotek melaksanakan Pelayanan Informasi Obat (PIO) dengan lengkap, 60% apotek melakukan pencatatan dengan lengkap, 76% melakukan pengarsipan dengan lengkap dan 100% apotek melakukan pelaporan narkotika dan psikotropika secara reguler setiap bulan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan penerapan standar pelayanan kefarmasian di Apotek Kota Magelang.

Page 1 of 18 | Total Record : 177