cover
Contact Name
ibnu rusydi
Contact Email
ibnurs@gmail.com
Phone
+62234271875
Journal Mail Official
ibnurs@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu Jawa Barat
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Counselia: Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Published by Universitas Wiralodra
Core Subject : Education, Social,
Aim and Scope Counselia, Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam is articles on practice, theory, and research in Islamic educational guidance and counselling.
Articles 29 Documents
PERANAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK-ANAK Evi Aeni Rufaedah
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.801 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v1i1.2

Abstract

Pendidikan agama di lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pembentukan kepribadian terutama bagi anak-anak, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi masa perkembangan anak selanjutnya. Agar anak-anak memiliki kepribadian yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga. Proses pembinaan nilai-nilai agama dalam membentuk kepribadian anak-anak dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir anak diperkenalkan dengan kalimah thoyyibah, kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai-nilai agama yang berkaitan dengan keimanan, sehingga anak meyakini adanya Allah dan dapat mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya (ma’rifatullah). Bersamaan dengan itu, anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral, seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, dan lain-lainnya. Kepada anak-anak juga ditanamkan sifat-sifat yang baik, seperti nilai-nilai kejujuran, keadilan, hidup serderhana, sabar dan lain-lainnya. Selain itu, agar anak-anak memiliki nilai-nilai moral yang baik, juga di dalam keluarga, khususnya antara ibu dan bapak harus menjaga harmonisasi hubungan antara keduanya dan harus menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA HASYIM ASY’ARI KAENURDAHA
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.326 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari bimbingan kelompok yang diadakan di sekolah untuk membantu siswa menyelesaikan masalah minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan minat belajar siswa yaitu dengan metode ceramah dan diskusi kelompok, yang pada pelaksanaanya menggunakan empat tahap, tahap yang pertama yaitu tahap pembentukan, tahap kedua yaitu peralihan, tahap yang ketiga yaitu inti kelompok atau tahap kerja, tahap yang ke empat yaitu pengakhiran. Hasil layanan bimbingan kelompok tergolong baik dan sesuai dengan teori, hal ini terbukti dengan hasil analisis melalui hasil angket dengan prosentase yang menghasilkan 95,46%, bila nilai tersebut memberikan kisaran antara 70% - 100% berarti baik. Dengan adanya bimbingan kelompok siswa dapat memecahkan masalah minat belajar dengan cara mendiskusikan masalah tersebut dalam kelompok.
Manusia dan Filsafat latifah masruroh
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.182 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v2i2.4

Abstract

Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna diantara makhluk Tuhan yang lainnya. Manusia diciptakan tidak hanya sebagai makhluk yang dapat berkembang biak dan dapat bertahan hidup,namun demikian manusia adalah makhluk yang memiliki akal dengan cara berfikirnya yang kompleks. Keistimewaan manusia dalam berfikir secara kompleks inilah sehingga lahir yang namanya filsafat. Melalui filsafat manusia diharapkan dapat berfikir dengan benar untuk kebenaran dan kebijaksanaan. Manusia dan filsafat tidak bisa dilepaskan,karena dengan filsafat manusia dapat menemukan kebenaran dan ilmu pengetahuan
KONSEP BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR (Studi Komparasi Pemikiran Dr.Pupu Saeful Rahmat,M.Pd dan Prof. Dr. H. Djaali dalam Psikologi Pendidikan) Zaenudin; Siti Maria Ulfah
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.095 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v1i1.5

Abstract

Proses belajar mengajar di sekolah kerap kali dijumpai berbagai permasalahan. Masalah-masalah tersebut merupakan hambatan dalam usaha mencapai suatu tujuan pendidikan. Salah satu permasalahannya adalah kurangnya motivasi belajar siswa. Oleh karena itu motivasi belajar menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Motivasi belajar harus dibangkitkan dalam diri siswa sehingga siswa termotivasi dalam belajar. Adapun jenis penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif noninteraktif, penelitian noninteraktif yaitu penelitian terhadap konsep-konsep melalui sebuah analisis dokumen. Hasil penelitian yaitu Konsep bimbingan dan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar keduanya menggunakan strategi yang terdapat pada layanan bimbingan konseling. Namun, konsep dalam meningkatkan motivasi belajar yang dikemukakan oleh Dr.Pupu Saeful Rahmat,M.Pd melalui layanan pembelajaran sedangkan konsep yang dikemukakan oleh Prof. Dr. H. Djaali dalam meningkatkan motivasi belajar yaitu melalui metode layanan bimbingan kelompok.
PERANAN GURU KELAS DAN GURU PENDAMPING KHUSUS DALAM MEMBERIKAN BIMBINGAN BELAJAR PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSIF (Studi Kasus di MI Sekolah Alam Indramayu) Nur Lailiyah; farah jihan
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.98 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v1i1.6

Abstract

Dalam rangka memberikan peluang bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus, pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk pendidikan dan distribusi pendidikan melalui sekolah inklusif. Bentuk bimbingan pembelajaran yang dilakukan di sekolah inklusif berbeda dengan sekolah pada umumnya, sekolah inklusif harus memberikan bimbingan layanan pembelajaran kepada siswa secara optimal dan harus menyediakan tenaga profesional yang mampu melayani siswa dengan kebutuhan khusus yang intens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan guru kelas dan guru pendamping khusus dalam memberikan bimbingan belajar pada siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusif yaitu di MI Sekolah Alam Indramayu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan desain studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa di MI Sekolah Alam Indramayu, guru kelas dan guru pendamping khusus memiliki peran penting atas kesuksesan belajar siswa berkebutuhan khusus, kolaborasi keduanya dalam menyiapkan materi maupun melaksanakan pembelajaran dalam kelas sangat baik sehingga mendapatkan hasil yang cukup memuaskan, walaupun masih terdapat banyak kekurangan di dalam batas kewajaran.
HAKEKAT BELAJAR DALAM PANDANGAN PIAGET kurnaengsih; latifatul Masruroh
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.231 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v1i1.7

Abstract

belajar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manusia. Piaget menjelaskan bahwa apabila suatu informasi (pengetahuan) baru dikenalkan kepada seseorang dan pengetahuan itu cocok dengan skema/skemata (sruktur kognitif) yang telah dimilikinya maka pengetahuan itu akan diadaptasi melalui proses asimilasi dan terbentuklah pengetahuan baru. Sedangkan, apabila pengetahuan baru yang dikenalkan itu tidak cocok dengan struktur kognitif yang sudah ada maka akan terjadi disequilibrium, kemudian struktur kognitif tersebut direstrukturisasi kembali agar dapat disesuaikan dengan pengetahuan baru atau terjadi equilibrium, sehingga pengetahuan baru tersebut dapat diakomodasi dan selanjutnya diasimilasikan menjadi pengetahuan skemata baru.
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KARIER DALAM MENINGKATKAN MINAT SISWA YANG TIDAK MAMPU UNTUK MELANJUTKAN STUDI Didik Himmawan; Kusmiatun
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.388 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v2i2.9

Abstract

Layanan BK Karir bertujuan agar siswa dapat mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan maupun perkuliahan. Namun pada kenyataannya tidak semua siswa mempunyai keinginan besar untuk melanjutkan studi, terkhusus bagi siswa yang kurang mampu, karena terkadang masih banyak siswa yang tidak berminat melanjutkan studi dan memilih putus sekolah karena merasa kurang mampu.Berdasarkan realitas di atas, peneliti berusaha untuk menggali Efektivitas Layanan Bimbingan Karier Dalam Meningkatkan Minat Siswa Yang Tidak Mampu Untuk Melanjutkan Studi Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Lohbener. Penlitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualittatif. Hasil penelitian ini yaitu 1. layanan bimbingan karier di SMA Negeri 1 Lohbener terdiri dari 5 tahap. Teknik layanan yang diberikan adalah melalui papan informasi, sosialisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), guru bimbingan konseling yang selalu memberikan layanan baik konseling individu maupun kelompok mengenai karier
PERAN GURU BK DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 BALONGAN Evi Aeni Rufaedah; Maesaroh
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.004 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v2i2.10

Abstract

setiap individu (siswa) membutuhkan kedisiplinan karena dengan disiplin siswa dapat berperilaku tidak menyimpang. Dengan disiplin siswa dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan, dapat mengatur keseimbangan keinginan individu satu dengan individu lainnya, menjauhi siswa melakukan hal-hal yan dilarang sekolah, mendorong siswa melakukan hal-hal yang baik dan benar. Layanan BK merupakan salah satu sistem yang dapat membantu meningkatkan kedisplinan siswa. Guru BK diharapkan dapat memberikan layanan-layanan dalam meningkatkan kedisiplinan ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, untuk mengeksplorasi layanan BK yang ada di SMPN 2 Balongan terutama pemberian layanan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan kuratif lebih ditekankan saat menemui siswa yang tidak disiplin, sedangkan layanan preventif yang digunakan melalui teknik bimbingan kelompok maupun individu.
LAYANAN GURU BK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA BROKEN HOME (Studi Kasus Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Balongan) Iis Arifudin; FELIA AGRIANI N.P.S
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.313 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v2i2.11

Abstract

Layanan guru bimbingan konseling merupakan upaya preventif agar siswa tidak berada di jalan yang salah, siswa- siswa yang mempunyai masalah tidak bisa mengentaskan masalahnya sendiri, mereka membutuhkan sosok yang dapat membantu dalam pengentasan masalahnya. Apalagi dalam kasus siswa broken home pada remaja, dimana siswa berada dalam fase pencarian jati diri, dan siswa broken home berbeda dengan siswa lainnya, mereka memiliki masalah pribadi yang cukup serius, salah satunya kehilangan motivasi belajar. melalui layanan Bimbingan dan Konseling diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang mengalami broken home pada siswa kelas IX SMPN 1 Balongan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan instrumen pengumpulan menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan guru bimbingan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar siswa broken home di kelas IX sudah berjalan dengan baik. Teknik layanan yang diberikan adalah dengan individu, kelompok dan home visit.
LAYANAN BIMBINGAN AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN PERILAKU BELAJAR SISWA DI SMAN 2 INDRAMAYU Nadiatul Umami
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.854 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v2i2.12

Abstract

Layanan Bimbingan Akademik adalah layanan bimbingan dan konseling yang memandirikan peserta didik dalam kegiatan belajar. Tujuan layanan ini adalah peserta didik memiliki sikap, keterampilan, kesiapan dan kebiasaan belajar yang mandiri dalam rangka mencapai standar kompetensi peserta didik melalui kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru bidang studi. Keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal dari diri siswa, disamping itu faktor pendekatan belajar juga berpengaruh terhadap taraf keberhasilan proses belajar siswa salah satu diantaranya dengan pendekatan layanan akademik. Penelitian ini merupakan penelitian Mix Methods, yaitu suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk pendekatan dalam penelitian, kualitatif dan kuantitatif. Hasil peneilitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan akademik dalam meningkatkan perilaku belajar siswa di SMA Negeri 2 Indramayu cukup efektif untuk meningkatkan perilaku belajar siswa, perilaku belajar berada dalam kategori sedang.

Page 1 of 3 | Total Record : 29