cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
ANALISIS KAWASAN KESELAMATAN OPERASI PENERBANGAN (KKOP) BANDAR UDARA PEKON SERAI DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT Putra, Andius Dasa; Purba, Alexander
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 13, No 2 (2009): Edisi Agustus Tahun 2009
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As the one requirement for air transport safety and airport operating is Obstacle LimitaionSurface (OLS) area. The aimed of this research is to determining the major obstacle limitationsurface, consist of take-off and landing surface, possibility accident area, conical area, innerhorizontal, outer horizontal, transition area, and instrument of navigation posistion. This researchas inputing program to Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat to prevent of high buildingand tower BTS who would be disturb or give the risk for air transport operation at the SeraiAirport. Based on the observation and geodetic calculation we can determining of ObstacelLimitaion Surface (OLS) area at Serai Airport. Thsi research shown that high building and towerBTS by height about 70 – 120 m, not enter in this area of obstacle limitation surface.Furthermore, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat will prepare and make a regulation abouthow many height of building who considered will be allowed in the Obstacel Limitation Surface(OLS) area.
IDENTIFIKASI GARIS PANTAI DI PROVINSI LAMPUNG YANG RAWAN OLEH TSUNAMI SEBAGAI AKIBAT LETUSAN GUNUNG KRAKATAU Dwi Jokowinarno
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 13, No 2 (2009): Edisi Agustus Tahun 2009
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identification of Lampung Province coastline that vulnerable of Krakatau Volcano explosioninduced tsunami is a part of natural disaster mitigation. Krakatau is a volcanic island that lay onSunda Strait. During 26th to 28th of August 1883, this volcano exploded with a giant explosionequal to 200 Megaton TNT that caused some of islands disappeared and 35,500 of casualties.Tsunami has celerity much greater than wind induced waves. In the deepwater condition, wavescelerity is in order of magnitude 43 km hour-1, while tsunami celerity could reach 700 km hour-1.Lampung Province main island coastlines have various distances (40km to 121km) to the sourceof Krakatau Volcano explosion. The level of vulnerability depends on the distances of location tosource of explosion, and availability of shore protection included geomorphology. The level ofrisk area is a combination of the level of vulnerability and the degree of importance from thesocial, politic, economic, and strategic defense point of view. Teluk Betung coastal zone, Panjang,and Kota Agung coastline respectively is the highest risk due to this area has the most importantfrom the social, politic and economic point of view, although has further distance compare toMount of Rajabasa Region.
STUDI KOMPARASI PEMAKAIAN GPS METODE REAL TIME KINEMATIC (RTK) DENGAN TOTAL STATION (TS) UNTUK PENENTUAN POSISI HORISONTAL Fajriyanto Fajriyanto
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 13, No 2 (2009): Edisi Agustus Tahun 2009
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Measurement of control point by conventional method often given on to some obstacle especiallyrelated to low measurement efficiency and speed, strength of figure and spreading point controlvery suspended condition of field. According to growth and progress of technology with existenceof satellite of GPS have watered down work of geodesy with result of able to be pledged. As systemdetermination of position have satellite bases of GPS very useful in determination of geodeticalposition for the work of mapping and survey. Research conducted by using Total Station TopconGTS-2R and receiver GPS Leica System 300 at polygon network closed which consist of six pointswith one of point as reference station, data processing use SKI software and Microsoft office forthe calculation of polygon by using method bowdith flattening and flattening program TurboPascal. Result of from this research be based to value of confidence region that smaller ellipsvalue mistake from point hence progressively check made polygon network. By using conventionalmethod in the reality more is coming near of order II than GPS method of Real Time Kinematic (RTK). Yielded by Precise Mean GPS method of RTK equal to 0.009 metre, obtained accuration0.0965 correctness and metre relative to conventional method is 0.106 metre. In general alllocated measured points outside ellips standard error at trust 95 %.
STUDI POTENSI TANAH TIMBUNAN SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI TANGGUL PADA RUAS JALAN NEGARA LIWA-RANAU DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT Geleng Perangin-angin
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 13, No 2 (2009): Edisi Agustus Tahun 2009
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan salah satu material penting sebagai perletakan konstruksi dalam bidang tekniksipil, terutama bidang geoteknik. Tanah sebagai material tanah timbunan, sering digunakandalam konstruksi sipil, seperti material timbunan pada tanah dasar (sub grade), dan materialpada konstruksi tanggul atau bendung tipe urugan. Untuk mengetahui kriteria sebagai tanahtimbunan, maka diperlukan pengujian sifat-sifat tanah tersebut di laboratorium. Sampel tanahdiambil pada tiga titik sepanjang Ruas Jalan Negara Liwa – Ranau. Berdasarkan hasil ujilaboratorium, ternyata bahwa material tanah timbunan tersebut merupakan tanah pasir yangmengandung lanau atau pasir berlanau termasuk material sangat baik sampai baik sebagai tanahdasar (sub grade) pada konstruksi jalan raya. Hasil uji permeabilitas menunjukkan bahwamaterial tanah timbunan tersebut termasuk jenis tanah lanau dan cukup stabil digunakan padalapisan dangkal, inti pada tanggul pengelak banjir atau sebagai selimut (balanket). Dengandemikian, material tanah timbunan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara ekonomidengan memperhatikan dampak lingkungan yang timbul akibat penggalian pada lokasi materialtersebut.
PEMODELAN INELASTIS PADA ANALISIS PLAT WEB PENAMPANG I Hasti Riakara Husni
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 13, No 2 (2009): Edisi Agustus Tahun 2009
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses desain sistem struktur pada dasarnya adalah mencegah terjadinya kegagalan padakomponen-komponen struktur. Salah satu komponen struktur yang cukup dominan adalahkomponen balok. Kegagalan pada balok terdiri dari kegagalan makro dan kegagalanmikro/lokal. Kegagalan lokal yang perlua ditinjau bada balok baja ada kelelehan badan balokakibat beban terpusat. Studi ini dilakukan untuk memanfaatkan program SAP 90 dalammempelajari web yielding pada pelat badan profil baja penampang I. Pemodelan dilakukandalam dua kasus. Kasus I dilakukan untuk pemodelan terhadap gaya tekan tunggal untukmemodelkan tumpuan dan Kasus II untuk memodelkan adanya gaya tekan tarik yang timbul padakolom karena adanya pertemuan dengan balok. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapatperbedaan nilai hasil analisis inelastis dengan nilai yang diperoleh dari peraturan. Sehinggadalam hal ini peraturan yang berlaku memberikan nilai keamanan sebesar 1.19.
KAJIAN MANAJEMAN PEMELIHARAAN GEDUNG (BUILDING MAINTENANCE) DI UNIVERSITAS LAMPUNG Usman, Kristianto; Winandi, Restita
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 13, No 2 (2009): Edisi Agustus Tahun 2009
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pemeliharaan komponen bangunan diperlukan untuk kelancaran dan kenyamanankegiatan perkuliahan di kampus. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemeliharaan gedung diUniversitas lampung melalui mekanisme manajemen pemeliharaan yaitu : tinjauan kondisieksisting mengenai program pemeliharaan dari pihak universitas, mengevaluasi kondisikerusakan komponen struktur, arsitektur dan utilitas dengan klasifikasi berdasarkan kerusakanringan, sedang dan berat yang dilengkapi dengan membuat program kerja pemeliharaan dalamkurun waktu lima tahun dengan alokasi biaya dan jadwal perbaikan kerusakan komponen.Penelitian ini difokuskan pada tahap pasca konstruksi yang dilakukan melalui suvey gedung diUniversitas Lampung, yaitu gedung Teknologi Hasil Pertanian dan Fisika (MIPA). Hasilpenelitian ini adalah mengetahui mekanisme kerja program pemeliharaan komponen bangunan diUniversitas Lampung, besarnya volume kerusakan komponen bangunan yang diklasifikasikandalam kerusakan ringan, sedang dan berat yang kemudian dibuat suatu Rencana Anggaran Biayapemeliharaan apabila dilakukan perbaikan. Dari anggaran pemeliharaan tersebut, didapatprosentase nilai pemeliharaan untuk kerusakan ringan sebesar 47,17%, kerusakan sedang sebesar50,54% dan kerusakan berat sebesar 2,28% pada gedung THP, sedangkan pada gedung Fisikaprosentase nilai kerusakan ringan sebesar 66,57%, kerusakan sedang sebesar 33,42% dan tidakada komponen yang mengalami kerusakan berat. Kemudian dirancang program kerjapemeliharaan komponen jangka panjang yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahunkedepan, yaitu untuk kerusakan ringan dan sedang dilakukan masing - masing selama dua tahunsedangkan kerusakan berat selama satu tahun.
TINJAUAN KUAT GESER DAN KUAT LENTUR BALOK BETON ABU KETEL MUTU TINGGI DENGAN TAMBAHAN ACCELERATOR Laksmi Irianti
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 13, No 2 (2009): Edisi Agustus Tahun 2009
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran kuat geser dan kuat lentur balok beton bertulangmutu tinggi dengan menggunakan abu ketel 10% dari berat semen sebagai penganti sebagian darisemen dan penambahan accelerator 10% dari berat air yang berfungsi untuk mempercepat lajupengerasan beton abu ketel. Penelitian mengunakan benda uji silinder dengan diameter 100 mmtinggi 200 mm sebanyak 6 buah untuk pengujian kuat tekan beton dan benda uji balok betonbertulang dengan ukuran 125 x 185 x 1000 mm sebanyak 8 buah untuk uji kuat geser dan uji kuatlentur, 4 buah balok tanpa accelerator dan 4buah balok menggunakan acelerator. Pada pengujiankuat geser pada balok dengan penambahan accelerator terjadi sedikit peningkatan biladibandingkan dengan balok tanpa penambahan accelerator, pada uji kuat lentur dapat dikatakanbahwa beban maksimum yang dapat ditahan oleh beton bertulang abuketel yang menggunakanaccelerator sedikt lebih besar bila dibandingkan balok beton tanpa accelerator, Besarnya energiyang diserap balok untuk menahan beban pada beton bertulang abu ketel yang menggunakanaccelerator lebih besar dibanding dengan energi yang diserap oleh balok beton tanpa accelerator.
METODA PERBAIKAN TANAH LUNAK PADA RUAS JALAN SEKINCAU - SUOH DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT Nandang Nandang
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 13, No 2 (2009): Edisi Agustus Tahun 2009
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cement type used at this research is PCC (Portland Composite Cement) which produced by PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Cement is an important material as construction principalcomponent. There are many benefits that is taken from cement, as cement mixture on building,even it can be used as soil stabilization agent, especially clay. This research conducted to knowhow big swelling and swelling pressure on clay if it was added by cements on PCC. Testconducted in three phases, (1). Physical properties test of clay, and soil-cement PCC mixture, (2).Compaction test with modified proctor method; and (3). Swelling and swelling pressure test withfold loads 17,67 kg. Sample that will be tested is clay of Fila Tengah. Suwoh – West Lampung andclay that mixed cements of PCC with presentation 5%, 10%, and 15%. Base on the result, the soilof Fila Tengah, Suwoh – West Lampung is classified in soft clay category (AASHTO and Unifiedclassification). Another result obtained explain that cements of PCC usage by the certainpresentation can very affect to clay swelling and swelling pressure. The swelling of clay that wasreached is 8,75 cm. Fifteen percent cements of PCC can be pressed decreasing became 6,5 cm.The swelling pressure of clay is 120,05 kPa. Fifteen percent cements of PCC added is 70,03 kPa.Can be concluded that the best cement to clay stabilization as mixture for clay is cements of PCC.
STUDI DALAM PENYUSUNAN RANCANGAN PERDA BARU TENTANG PAJAK “ATAS PENGUSAHAAN SARANG BURUNG WALET” KABUPATEN TULANG BAWANG Surya Sebayang
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 13, No 2 (2009): Edisi Agustus Tahun 2009
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan UU No.22 Tahun 1999 yang diubah menjadi UU No 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan daerah dan UU No.25 Tahun 1999 yang diubah menjadi UU No 33 tahun 2004tentang perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Daerah telah menyebabkan perubahan yangmendasar mengenai pengaturan hubungan Pusat dan Daerah, khususnya dalam bidang administrasipemerintahan maupun dalam hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, yangdikenal sebagai era otonomi daerah yang sedang bergulir saat ini. Otonomi daerah tersebutmemberikan kewenangan serta keleluasaan kepada Pemerintah Daerah Tulang Bawang dalammengembangkan potensi ekonomi dan sumber-sumber keuangan daerah yang dimilikinya. Haltersebut perlu dilakukan karena kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih sangat kecil (sekitar 10 %) dari anggaran rutin tahun ini (APBD). Keadaan demikian itulah yang mendorongpemerintah daerah otonom berupaya menggali potensi perekonomian untuk meningkatkankemampuan keuangan daerah sendiri. Yang diantaranya adalah dengan rencanamengoptimalkan PAD melalui potensi berkembangnya pengusahaan sarang burung walet,dengan jalan dibuatkannya perda tentang pajak atas pengusahaan sarang burung walet dikabupaten Tulang Bawang.
TINJAUAN PANJANG LEKATAN ANTARA BETON NORMAL DENGAN TULANGAN AKIBAT BEBAN STATIK Vera A. Noorhidana; Suirna Juarnisa Syahland
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 13, No 2 (2009): Edisi Agustus Tahun 2009
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meliputi pengujian tegangan lekat antara beton normal dengan tulangan polos dantulangan ulir akibat beban statik. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis statistik dapatditentukan panjang penyaluran efektif tulangan polos dan tulangan ulir yang tertanam pada betonnormal. Semen yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen tipe I, agregat kasar yangdipakai adalah batu pecah, agregat halus merupakan pasir alam. Mutu beton yang digunakandalam penelitian ini adalah 20 MPa, 25MPa dan 30 MPa. Diameter tulangan polos yang dipakaiadalah 12 mm, 16 mm, dan 19 mm, diameter tulangan ulir yang dipakai adalah 12,73 mm, 15,64mm dan 18,75 mm. Alat yang dipakai untuk pengujian tegangan lekat antara beton dan tulanganadalah universal testing machine. Pengujian dilakukan dengan metode pull out pada benda ujiberbentuk silinder dengan ukuran diameter 250 mm, tinggi 300 mm. Dari hasil analisis datadiperoleh, tegangan lekat pada tulangan polos dan tulangan ulir berbanding langsung dengankuat tekan beton. Tegangan lekat rata-rata tulangan polos hanya 23,6 % terhadap tulangan ulir.Dari hasil analisis statistik diperoleh, panjang penyaluran tulangan ulir, ld = 0,0105 Ab fy /f’clebih kecil dari panjang penyaluran yang dirumuskan ACI 318 M-1992 dan SKSNI T-15-1991-03sedangkan panjang penyaluran tulangan polos, ld = 0,0419 Ab fy / f’c hampir sama denganpanjang penyaluran yang dirumuskan Peraturan Beton Bertulang Indonesi 1971.

Page 1 of 25 | Total Record : 246