cover
Contact Name
Mohammad Subhan Zamzami
Contact Email
mszamzami@iainmadura.ac.id
Phone
+6281232684323
Journal Mail Official
islamuna@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Madura Jalan Raya Panglegur KM. 4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : http://doi.org/10.19105/islamuna
Islamuna specializes in Islamic Studies which are the results of fieldwork research, conceptual analysis research, and book reviews from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics. This journal encourages articles that employ an interdisciplinary approach to those topics and aims at bridging the gap between the textual and contextual approaches to Islamic Studies.
Articles 216 Documents
URGENSI BELAJAR IMAN DAN TAKWA DI PERGURUAN TINGGI -, Eniyawati
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i2.571

Abstract

Iman dapat membentuk orang menjadi bertakwa. Pada setiap agama, keimanan merupakan unsur pokok yang harus dimiliki oleh setiap penganutnya. Jika kita ibaratkan dengan sebuah bangunan, keimanan adalah pondasi yang menopang segala sesuatu yang berada di atasnya. Kokoh tidaknya bangunan itu sangat ter-gantung pada kuat tidaknya pondasi tersebut. Demikian juga ketika zaman semakin maju dan iptek berkembang dengan pesat, tentunya persoalan hidup akan semakin kompleks. D saat seseorang sudah tidak bisa mengatasi persoalan hidupnya tentunya ia akan lari kepada hal-hal yang tidak baik dan menyimpang bahkan sampai ada yang bunuh diri. Di sinilah iman dan takwa mengambil perannya sebagai jalan keluar atau solusi untuk menyelesaikan masalah kehidupan tersebut. Ketika seseorang telah bisa memahami dan menerapkan konsep dari iman dan takwa tersebut kedalam kehidupannya maka ia dapat mengatasi permasalahan hidupnya. Jadi iman dan takwa itu sangat penting bagi manusia khususnya bagi generasi muda semisal mahasiswa di perguruan tinggi.
SEJARAH ISLAM NUSANTARA Syafrizal, Achmad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i2.664

Abstract

Umat Islam di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Islam masuk ke negeri ini dengan jalan damai sesuai dengan misi Islam sebagai agama rahmatan li al-‘ālamīn. Ada lima teori masuknya Islam ke Nusantara, terutama jika dilihat dari aspek tempat asal pembawanya, yaitu teori Arab, teori Cina, teori Persi, teori India, dan teori Turki. Adapun strategi penyebaran Islam di Nusantara dilakukan melalui jalur perdagangan, dakwah, perka-winan, pendidikan, dan islamisasi kultural. Tokoh yang merupakan sentra penyebaran Islam di Nusantara ialah para ulama dan raja/sultan. Di tanah Jawa, ulama penyebar Islam tergabung dalam wadah Wali Songo.
ISLAM DAN NEGARA Mannan, Abd
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i2.566

Abstract

Hubungan agama dan negara telah menjadi faktor kunci dalam sejarah peradaban umat manusia. Hubungan antara keduanya telah melahirkan kemajuan besar dan menimbulkan malapetaka besar. Tidak ada bedanya, baik ketika negara ber-tahta di atas agama pra abad pertengahan, ketika negara di bawah agama di abad pertengahan atau ketika negara terpisah dari agama setelah abad pertengahan, atau di abad modern sekarang ini. Secara garis besar para sosiolog teoretisi politik Islam me-rumuskan teori-teori tentang hubungan agama dan negara serta membedakannya menjadi tiga paradigma yaitu paradigma integralistik, paradigma simbiotik, dan paradigma sekularistik. Pada era kontemporer, pandangan para pemikir politik Islam mengenai pemerintahan, paling tidak mengerucut ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok konservatif yang menolak sistem politik barat, kelompok modernis yang menerima secara selektif atau dengan penyesuaian tertentu, dan kelompok sekuler yang menerima dengan sepenuhnya.
FALSAFAH INSANIYAH DALAM PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM Rahman, M. Syaiful Rahman
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.560

Abstract

Dari kejadiannya manusia sebagai makhlu materi dan immateri mempunyai banyak potensi yang dapat dikembangkan sesuai dengan fitrahnya yang selalu taat, patuh dan tunduk kepada hukum alam dan sunnatullah, manusia dapat menempatkan kedudukannya sebagai hamba Allah dan khalifah fil ardh, mem-punyai ketergantungan pada Zat Yang Maha Agung,disebabkan karena kesadaranya atas keterbatasan dirinya, oleh karena itu Allah melalui Rasulnya menunjukkan kepada manusia jalan yang benar dan jalan yang salah sehingga manusia dapat memenuhi amanah yang diberikan kepadanya untuk mengelola dan memelihara alam semesta dengan baik dan benar,salah satu aspek yang karus dilestarikan dan dikembangkan yaitu dunia pendidikan.Potensi-potensi yang dibawa sejak lahir, dan juga pengaruh dari ling-kungan, manusia sangat membantu dalam merumuskan berbagai komponen pendidikan, atau dapat dijadikan dasar dalam meru-muskan berbagai kebijakan dalam bidang pendidikan, terutama dalam perumusan visi, misi, tujuan dan hakikat pendidikan, kuri-kulum dan materi pendidikan, proses belajar mengajar, kompetensi tenaga pendidik, dan peserta didik yang semuanya dapat dipe-ngaruhi oleh pemahaman konsep tentang jiwa manusia.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN BERBASIS KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMP MA’ARIF 4 PAMEKASAN Sadiyah, Halimatus
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i2.2101

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) as one of the subjects directed in order to prepare students to believe, understand, and practice the values of Islamic teachings is a subject that is directed at equipping and forming quality human beings who have skills in their lives by developing potential there is. This is because basically Islam is the foundation in living life, by giving guidance and guidance in living life, and bringing people to goodness, both in the world and in the hereafter. In the internalization of education, life skills are needed to reorient learning, by integrating life skills education in subject matter. There are at least three things that need to be done in learning reorientation, namely: (a) analyzing life skills that will be developed in each topic or learning experience in each subject, or thematic learning which includes several lessons at once; (b) developing the right learning model; and (c) assessment of learning outcomes. This article uses a qualitative approach, because the data collected is more qualitative in the sense that the data is not in the form, numbers both interval, ordinal and discrete data while trying to describe reality as it is. Based on the research conducted at Ma'arif 4 Pamekasan Middle School, this article succeeded in revealing that the internalization of the values of life skills-based education developed in PAI learning were the most dominant are personal skills and social skills which included aspects of thinking skills, communication skills, spiritual skills, collaboration skills and others, so students can understand, believe, and practice the teachings of Islam well.[Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai salah satu mata pelajaran yang diarahkan dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam merupakan mata pelajaran yang diarahkan  untuk membekali dan membentuk manusia berkualitas yang memiliki kecakapan  dalam hidupnya dengan mengembangkan potensi yang ada. Hal ini karena pada dasarnya agama Islam merupakan pondasi dalam menjalani kehidupan, dengan memberi bimbingan dan pedoman dalam menjalani kehidupan, serta membawa manusia kepada kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam internalisasi pendidikan, kecakapan hidup diperlukan adanya reorientasi pembelajaran, dengan mengintegrasikan pendidikan kecakapan hidup dalam pokok bahasan mata pelajaran. Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang perlu dilakukan dalam reorientasi pembelajaran, yaitu: (a) menganalisis kecakapan hidup yang akan dikembangkan dalam setiap topik atau pengalaman belajar dalam setiap mata pelajaran, atau pembelajaran tematik yang meliputi beberapa pelajaran sekaligus; (b) mengembangkan model pembelajaran yang tepat; dan (c) penilaian hasil belajar. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena data yang dikumpulkannya lebih banyak bersifat kualitatif dalam arti data bukan dalam bentuk, angka baik interval, ordinal maupun data diskrit sekaligus berusaha menggambarkan realitas sebagaimana adanya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMP Ma’arif 4 Pamekasan, artikel ini berhasil mengungkap bahwa internalisasi nilai-nilai pendidikan berbasis kecakapan hidup yang dikembangkan dalam pembelajaran PAI yang paling dominan adalah kecakapan personal dan kecakapan sosial yang mencakup pada aspek thinking skill, communication skill, spritual skill, collaboration skill dan lain-lain, sehingga peserta didik bisa memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik]
PENDEKATAN INTEGRATIF DALAM STUDI ISLAM Noor, Fu'ad Arif
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1904

Abstract

PendekatanIntegratifadalahkajian yang menggunakancarapandangdanataucaraanalisis yang menyatudanterpadu, analisisintegratifdapatdikelompokkanmenjadidua. Pertama, integratifantarseluruhnash yang terkaitdenganmasalah yang sedangdikupasataudibahas. Kedua, integratifantaranashdenganilmu lain yang terkaitdenganmasalah yang sedangdibahas.Ilmu-ilmu ke-Islaman adalah produk ijtihad para ilmuan (ulama/mujtahid). Dengan penempatan pada level yang demikian, maka ilmu-ilmu ke-Islaman yang  kenal sekarang ini adalah tidak identik dengan wahyu.  Dan bukan rahasia lagi bahwa praktek pendidikan dan pengajaran agama Islam selama ini terlalu menekankan pada sumber dan kebenaran tekstual. sehingga melupakan kenyataan bahwa ketika gagasan pemikiran, ide yang menjelma menjadi keyakinan dan keimanan yang berlandaskan teks itu dipraktekkan dan dioperasionalisasikan di lapangan, maka secara otomatis muncul berbagai pemahaman dan interpretasi.Integrasi antara ilmu umum dan ilmu agama itu pada dasarnya dilandaskan pada tauhidiq system, yakni menempatkan Allah sebagai awal dan akhir dari segalanya. Karena keyakinan tauhid dan juga keyakinan akan nilai-nilai agama bisa lahir dari ilmu apa saja termasuk ilmu yang selama ini digolongkan pada ilmu umum. Sebagai masyarakat akademisi tentunya menjadi suatu tantangan untuk mewujudkan bahwa Islam adalah rahmat seluruh alam, yang tetap memiki arah kemaslahatan dunia dan akhirat.Maka bukanlah sesuatu hal yang mustahil apabila PTAI kelak menjadi kiblat ilmu pengetahuan dengan syarat ada kesungguhan untuk mengadakan perubahan yang mendasar, diantaranya reinterpretasi ajaran Islam, mereformasi posisi beberapa dari segi pengajarannya, sampai dengan pengembangannya, merekontruksi yang diawali dengan dekontruksi kajian Islam, serta mengembangkan ilmu-ilmu keislaman
ISLAM DAN GENDER Hafid, Mohamad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.555

Abstract

Ketika isu gender diangkat, yang timbul dalam benak kita adalah diskriminasi terhadap wanita dan penghilangan hak-hak terhadap mereka. Gender yang telah diperjuangkan oleh beberapa kalangan, baik dari kalangan akademisi atau dari kalangan yang meganggap bahwa Islam adalah agama yang memicu kehadiran isu gender tersebut di dunia ini. Tentunya para orientalis yang berbasis misionarisme ini ingin mendiskreditkan umat Islam dengan mengangkat isu ini dalam berbagai tulisan dan buku atau artikel-artikel yang menyudutkan dan memberikan opini secara sepihak tentang islam dan gender. Islam tidak membedakan antara hak dan kewajiban yang ada pada anatomi manusia, hak dan kewajiban itu selalu sama di mata Islam bagi kedua anatomi yang berbeda tersebut. Islam mengedepankan konsep keadilan bagi siapun dan untuk siapapun tanpa melihat jenis kelamin mereka. Islam adalah agama yang telah membebaskan belenggu tirani perbudakan, persamaan hak dan tidak pernah mengedapankan dan menonjolkan salah satu ko-munitas anatomi saja. Islam hadir sebagai agama yang menyebarkan kasih sayang bagi siapa saja.
POLITICAL FIQH DURING THE COVID-19 PANDEMIC: Religiosity and Mosque Congregant Health in Jombang Makmun, Moh.
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v7i2.3789

Abstract

This paper aims at investigating the view of mosque boards (takmir) in Jombang on the Coronavirus Disease (Covid-19) pandemic, the strategy of mosque boards in enlivening mosques and the attitude of the mosque’s board towards the prohibition of worship in mosques during the pandemic of Covid-19. This paper presents the result of field research applying comparative approach. In analyzing data, it applies data reduction, data display, and verification. The result shows that the view of mosque boards on the Covid-19 pandemic is to be calm, not panic, and follow the government recommendations. The strategy of mosque boards in enlivening mosques during the Covid-19 pandemic encompasses socialization to congregations about Covid-19, spraying mosques with disinfectant liquid, implementing health protocols to prevent the spread of Covid-19, performing only five daily prayers and Friday prayers. Mosque boards choose to keep performing worship at mosques, but with very strict terms and conditions so that they can break the chain of the Covid-19 spread and perform prayers in congregation at the same time.[Artikel ini mendiskusikan pandangan takmir masjid di Kabupaten Jombang tentang Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), strategi takmir masjid memakmurkan masjid, dan sikap takmir masjid atas larangan ibadah di masjid pada masa Covid-19. Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan dengan pendekatan komparatif. Proses analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Artikel ini menyimpulkan pandangan takmir masjid tentang Covid-19 adalah bersikap tenang, tidak panik, dan mengikuti anjuran pemerintah. Strategi takmir masjid dalam mencegah penyebaran Covid-19 adalah: sosialisasi seputar Covid-19, menyemprotkan cairan disinfektan di masjid, menerapkan protokol kesehatan terhadap pencegahan penyebaran Covid-19, hanya melaksanakan salat lima waktu dan salat Jumat, tetap mengadakan ibadah di masjid dengan syarat dan ketentuan yang ketat, sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sekaligus bisa beribadah bersama dengan sempurna]
TIPOLOGI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM (Membangun Sebuah Paradigma Pendidikan Yang Mampu Menjadi Wahana Bagi Pembinaan Dan Pengembangan Peserta Didik) Matrapi, Matrapi
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1822

Abstract

Tipologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pengelompokan berdasarkan tipe atau jenis secara lebih spesifik. Pendidikan Islam adalah usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya atau kemasyarakatannya dan dalam alam sekitarnya melalui proses pendidikan yang dilandasi dengan nilai-nilai Islam. Pemikiran pendidikan Islam adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam dan berupaya untuk membangun sebuah paradigma pendidikan yang mampu menjadi wahana bagi pembinaan dan pengembangan peserta didik secara paripurna. pemikiran pendidikan Islam memiliki empat tujuan, salah satunya yaitu membantu menemukan masalah-masalah pendidikan dan sekaligus memberikan cara untuk mengatasinya berdasarkan cara kerja yang sistematik, radikal, universal, mendalam, spekulatif dan rasional. Tipologi pemikiran pendidikan Islam sangat beragam dan memiliki pandangan masing-masing terhadap pelaksanaan serta proses pendidikan.
MENGENAL HIZBUT TAHRIR (Studi Analisis Ideologi Hizbut Tahrir vis a vis NU) Rafiuddin, Mohamad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i1.653

Abstract

Hizbut Tahrir (HT) merupakan gerakan Islam trans-nasional yang bergerak dalam dakwah dan politik. Didirikan oleh Syaikh Taqiyuddin al-Nabhani pada tahun 1953 di Palestina. Tujuan utamanya adalah melangsungkan kembali kehidupan Islam dan mengemban kembali dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia, serta mengajak kaum muslim untuk kembali hidup secara islami dalam naungan khilāfah Islamiyah „alā minhāj al-nubuwwah. Untuk mencapai tujuan tersebut HT menerapkan langkah-langkah dakwahnya dalam tiga tahap: tatsqif (pembinaan dan pengkaderan), tafa‟ul (interaksi) dengan umat, dan istilām al-hukmi (menerima kekuasaan) dari umat. Di Indonesia HT mendeklarasikan diri dengan nama HizbutTahrir Indonesia (HTI). Masuk pertama kali pada tahun 1980-an di bawah pimpinan Abd. Rahman al-Baghdadi. Adapun aktivitasnya yang menonjol di Indonesia saat ini adalah mengorganisir demonstrasi, menyelenggarakan seminar dan diskusi publik, publikasi melalui media, serta silaturrahmi ke berbagai ormas Islam dan pemegang kekuasaan. Dalam perjalanannya HTI sering kali berhadapan dan kerap ditentang oleh gerakan Islam pribumi, salah satunya adalah Nahdlatul Ulama (NU).

Page 1 of 22 | Total Record : 216