cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AKSIOMA
ISSN : 20862725     EISSN : 25797646     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika adalah jurnal dalam bidang matematika dan pendidikan matematika yang memfasilitasi guru, mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dalam menerbitkan karya ilmiah atau artikel hasil penelitian maupun studi pustaka. Jurnal Aksioma ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA" : 9 Documents clear
OPERASI HITUNG PADA BILANGAN KABUR ., Rasiman
AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan matematika pada abad ke-20 relatif cepat sesuai dengan kebutuhan pengguna matematika dalam menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu materi matematika yang berkembang  adalah himpunan dan bilangan kabur. Istilah kabur diterjemahkan dari kata fuzzy, sehingga timbul istilah fuzzy set (himpunan kabur), fuzzy number (bilangan kabur), dan sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari gejala kekaburan banyak dijumpai, misalnya: (1). “kumpulan siswa yang pandai”, (2).“kumpulan kurang lebih 15”, dan (3). “kecepatan mobil sekitar 100 km/jam”. Contoh-contoh tersebut berbeda dengan: (4). “siswa yang  mempunyai sepeda”, (5).“anaknya 3 orang”. Contoh 4 dan 5 termasuk himpunan tegas sedangkan contoh  1, 2, dan 3 disebut himpunan tak tegas (kabur). Zadeh (1960), mengatakan bahwa sistem analisis matematika tradisional yang dikenal sampai saat bersifat terlalu eksak, sehingga tidak dapat berfungsi dalam banyak masalah dunia nyata yang sering amat kompleks. Terobosan baru yang diperkelnalkan oleh Zadeh adalah memperluas konsep himpunan klasik (tegas) menjadi himpunan kabur. Dalam himpunan tegas, fungsi karakteristik   dari himpunan A, bernilai 0 atau 1. Sedangkan dalam himpunan kabur fungsi karakteristik menggunakan konsep fungsi keanggotaan (membership function), yang nilainya berada dalan selang tertutup [0,1].  Konsep tentang himpunan kabur ini, berkembang meluas dalam konsep bilangan kabur. aplikasinya dalam bentuk besaran yang dinyatakan dengan bilangan yang tidak tepat, misalnya “sekitar 4 km”, “mendekati 10”. Berkaitan dengan konsep bilangan kabur, tidak terlepas dari operasi hitung dasar yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian , dan pembagian pada bilangan kabur. Kata Kunci : Himpunan Kabur, bilangan kabur, operasi hitung
SISTEM DEDUKTIF AKSIOMATIS DALAM MATEMATIKA DAN MATEMATIKA SEKOLAH Suyitno, Amin
AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In school mathematics, words definition, axiom, or theorem tend to be avoided. Expert of mathematics education (in Indonesia) seem to have fear, so that the words definition, axiom, or theorem are taboo to appear in a Mathematics Textbook for students.  Seem to worry if the words such as definition, axiom, or theorem that appear in math textbooks, then students in Indonesia is estimated to be scared and stay away from mathematics. Really? Are not definitions, axioms, or theorems are the strong pillars supporting the beautiful buildings of Mathematical structure, able to distinguish it from other sciences? Mathematics has the characteristics: (1) abstract objects, (2) based-on agreements, (3) fully using deductive thinking, and (4) consistent, which is preceded by the previous truths. If consistent with the characteristics of this mathematics, the school mathematics should also reflect these characteristics. Key words :  axoims, define
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DENGAN METODE PEMECAHAN MASALAH BERBANTUAN LEMBAR KERJA KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Sutrisno
AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini adalah rendahnya kualitas pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah. untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional antara lain melalui berbagai pelatihan dan pengantar kualitas guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat pelajaran. Maupun perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Dalam pembelajaran matematika, khususnya materi menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasan Kubus dan Balok selama ini belum memperoleh hasil yang memuaskan dan,masih banyak siswa SMP yang belum mamahami isi dan maksud dari soal cerita pada pokok bahasan kubus dan balok tersebut. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh beberapa hal seperti media belajar yang kurang efektif, materi yang dirasakan sulit untuk diikuti, metode pengajaran yang masih perlu diperbaikil dan serta kurangnya minat belajar siswa. Dengan memperhatikan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal latihan yang diberikan oleh guru, pada bagian ini masih banyak siswa yang belum memahami dan mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasan Kubus dan Balok Untuk itu perlu ditingkatkan melalui penerapan atau praktik langsung pada benda konkret dan siswa sering diberi latihan soal cerita dengan benar. Permasalahan yang muncul adalah apakah dengan model pembelajaran tipe Cooperative Integrated Reading and Composition  (CIRC) dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar mateamatika siswa SMP Negeri 1 Semarang. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui meningkat atau tidaknya hasil belajar siswa dan keaktifan belajar mateamatika siswa SMP Negeri 1 Semarang. Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VIII B semester II SMP Negeri 1 Semarang tahun pelajaran 2009/2010, pada pokok bahasan kubus dan balok.    Berdasarkan analisis hasil penelitian diperoleh ketuntasan belajar secara klasikal dari siklus I sebanyak 71% sedangkan pada siklus II sebanyak 97%. Dengan demikian mengalami peningkatan sebesar 26%. Dari hasil observasi terhadap keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 4,94% dan untuk observasi kerja guru dengan menggunakan model pembelajaran tipe CIRC dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 10,23%. Berdasarkan hasil angket siswa terhadap pembelajaran dengan model CIRC, menunjukkan bahwa siswa merasa senang dan mudah menerima serta bisa mengikuti pembelajaran matematika pada pokok bahasan kubus dan balok. Dengan demikian, pembela jaran dengan menggunakan model pembelajaran tipe CIRC dengan metode pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar matematika siswa. Kata Kunci : CIRC, Pemecahan Masalah, Lembar kerja Kelompok,Matematika
STRATEGI MEMBANGUN METAKOGNISI SISWA SMA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Romli, Muhammad
AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini guru dalam mengevaluasi pencapaian hasil belajar hanya memberikan penekanan pada tujuan kognitif tanpa memperhatikan dimensi proses kognitif, khususnya pengetahuan metakognitif dan keterampilan metakognitif. Akibatnya upaya-upaya untuk memperkenalkan metakognisi dalam menyelesaikan masalah matematika kepada siswa sangat kurang atau bahkan cenderung diabaikan.Oleh karena itu, salah satu aspek dimensi pengetahuan dan keterampilan yang menarik untuk dikaji lebih mendalam, khususnya dalam pembelajaran matematika adalah aspek metakognisi. Metakognisi merupakan kesadaran tentang apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui. Sedang strategi metakognisi merujuk kepada cara untuk meningkatkan kesadaran mengenai proses berpikir dan pembelajaran yang berlaku sehingga bila kesadaran ini terwujud, maka seseorang dapat mengawal pikirannya dengan merancang, memantau dan menilai apa yang dipelajarinya. Metakognisi memiliki peranan penting dalam mengatur dan mengontrol proses-proses kognitif seseorang dalam belajar dan berpikir, sehingga belajar dan berpikir yang dilakukan oleh seseorang menjadi lebih efektif dan efisien. dengan mengembangkan kesadaran metakognisinya, siswa terlatih untuk selalu merancang strategi terbaik dalam memilih, mengingat, mengenali kembali, mengorganisasi informasi yang dihadapinya, serta dalam menyelesaikan masalah. Melalui pengembangan kesadaran metakognisi, siswa diharapkan akan terbiasa untuk selalu memonitor, mengontrol dan mengevaluasi apa yang telah dilakukannya Guru dapat membangun kesadaran metakognisi siswa, sehingga siswa mengetahui dan menyadari kekurangan maupun kelebihan dan dapat merencanakan,  mengontrol dan mengevaluasi apa yang akan dan telah dikerjakan. Kata kunci : metakognisi
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PENERAPAN TGT BERBANTUAN ANIMASI GRAFIS PADA MATERI PECAHAN KELAS IV Purwati, Heni
AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan ilmu yang bersifat universal yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Agar tujuan pembelajaran tercapai maka guru matematika perlu memilih metode pembelajaran yang tepat. Salah satu metode yang dipilih adalah metode Times Games and Tournament (TGT) dengan berbantuan media animasi grafis yaitu pelaksanaan pembelajaran dengan metode TGT dengan penyampaian materinya menggunakan CD pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini; (1) apakah terdapat pengaruh keterampilan proses terhadap hasil belajar siswa pada kelas dengan pembelajaran matematika berbasis penerapan TGT berbantuan media animasi grafis? (2) apakah terdapat pengaruh keterampilan proses terhadap hasil belajar siswa pada kelas dengan pembelajaran matematika berbasis penerapan TGT berbantuan alat peraga? Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan pembelajaran berbasis penerapan TGT berbantuan animasi grafis terhadap hasil belajar. Populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SDI Al Azhar 14 Semarang tahun pelajaran 2007/2008, dan sebagai sampel diambil siswa dari tiga kelas secara acak, satu kelas sebagai kelompok eksperimen 1 (diberi pembelajaran berbasis penerapan TGT berbantuan media animasi grafis), satu kelas sebagai kelompok eksperimen 2 (diberi pembelajaran berbasis penerapan TGT berbantuan alat peraga) dan satu kelas yang lain sebagai kelompok kontrol (diberi pembelajaran ekspositori berbantuan alat peraga). Variabelnya adalah keterampilan proses dan hasil belajar. Data diperoleh dari tes, lembar observasi, dan angket. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis regresi, analisis one way sample t tes. Hasil penelitian menunjukan: keterampilan proses pada kelas eksperimen 1 berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa sebesar 80,3%; keterampilan proses pada eksperimen 2 berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa sebesar 45%; pembelajaran berbasis penerapan TGT berbantuan animasi grafis, pembelajaran berbasis penerapan TGT berbantuan alat peraga, dan pembelajaran dengan metode ekspositori berbantuan alat peraga dapat membantu siswa mencapai ketuntasan belajar. Kesimpulannya adalah bahwa pembelajaran matematika berbasis penerapan TGT berbantuan animasi grafis efektif dalam pembelajaran pada materi pecahan kelas IV. Kata Kunci : TGT, animasi grafis.
APLIKASI STRUKTUR GRUP YANG TERKAIT DENGAN KOMPOSISI TRANSFORMASI PADA BANGUN GEOMETRI ., Mujiasih
AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposisi transformasi diantaranya meliputi pencerminan dan rotasi. Komposisi transformasi dapat dilakukan secara aljabar yaitu dengan menggunakan perkalian matriks-matriks yang bersesuaian yang mewakili masing-masing transformasi tersebut. Suatu himpunan yang beranggotakan unsur-unsur komposisi transformasi dapat membentuk sebuah grup. Hal itu dapat ditunjukkan melalui tabel cayley komposisi transformasi. Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai pola-pola seperti pada : lantai keramik, ukiran Jepara, kain batik, hiasan dinding, dan lain-lain. Pola-pola tersebut dapat diperoleh melalui transformasi bangun geometri datar, yaitu lingkaran, segitiga, dan tembereng lingkaran. Bangun-bangun geometri tersebut apabila dikombinasikan, akan menghasilkan pola-pola yang indah dan menarik. Kata kunci : komposisi transformasi, geometri datar, grup
PERANAN SISTEM MODULO DALAM PENENTUAN HARI DAN PASARAN Handayanto, Agung
AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada paper ini dikemukakan berbagai macam rumus guna menentukan hari dan pasaran dalam kalender jawa dari tanggal yang diinginkan. Dengan menggunakan algoritma yang sesuai dengan rumus-rumus, dapat dibuat program dalam komputer, sehingga tidak diperlukan lagi perhitungan secara manual. Kata kunci :  pasaran, modulo
PROSES KELAHIRAN DAN KEMATIAN SEBAGAI RANTAI MARKOV WAKTU KONTINU ., Supandi
AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rantai Markov waktu kontinu yang merupakan bagian dari proses stokastik. Pembahasan diawali dengan pengertian dasar yang dipakai secara umum termasuk teorema dan lemma tentang persamaan differensial Kolmogorof  yang berkaitan dengan rantai Markov waktu kontinu. Aplikasi rantai markov waktu kontinu dibahas dalam paper ini untuk proses kelahiran dan kematian yaitu  pada sistem M/M/s ( M/M/1) sebagai gambaran dari secara nyata. Kata kunci : Rantai Markov waktu kontinu, Persamaan Differensial Kolmogorov.
PEMBUATAN PROPOSISI SENDIRI SEBAGAI MODEL PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI DAN BERPIKIR RASIONAL ., Nizaruddin
AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku teks sebagi sebuah karya memuat ide-ide dan gagasan dari penulisnya termasuk di dalamnya gaya bahasa yang digunakannya. Pembaca cenderung mengingat informasi bila berhasil mengindentifikasi dan menggunakan struktur penulis daripada ia menggunakan struktur yang berbeda. Penulisan kembali informasi yang diperolah dengan bahasa sendiri akan membentuk suatu proposisi baru yang lebih sesuai dengan gaya bahasa dan pemadatan informasi yang diperoleh. Penulisan kembali proposisi sebagi bentuk pemahaman struktur pengetahuan yang baik yang terdapat dalam ingatan pembaca dapat meningkatkan atau menuntun pembaca untuk mendapatkan kembali informasinya.   Kata Kunci: Buku Teks, proposisi sendiri, balajar mandiri, berpikir rasional

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2018): AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma Vol 5, No 2/september (2014): aksioma Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 4, No 2/Septembe (2013): AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 3, No 2 (2012): AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 2, No 2/Septembe (2011): AKSIOMA Vol 2, No 2/September (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA Vol 1, No 2/Septembe (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA More Issue