Sutandar, Erwin
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERENCANAAN STRUKTUR BAJA PADA BANGUNAN KANTOR SEWA TUJUH LANTAI DI PONTIANAK Suganda, Agus; Samsurizal, Eddy; Sutandar, Erwin
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.175 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.25296

Abstract

As the provincial capital of Pontianak to become the main business events destinations and is a barometer for the development of other areas in West Kalimantan. Business development in Pontianak will have an impact on increasing office space requirements, but it raises new problems, namely the limitation of the availability of land. To overcome this problem one alternative solution is the construction of a multi-story building. With a storied building can increase the capacity of office spaces, so the need for Office space can be fulfilled. In this final Task, carried out the planning of the steel structure SPRMB (Bearers of ordinary Moment Frame System) includes the planning of primary and secondary structure of the Foundation based on SNI 1729:2015, SNI 1726:2012, SNI 2847:2013, SNI: 1727:2013 and others. The analysis is done by software ETABS 2016 version 16.2. The results of the calculation of the results obtained, namely: roof and floor plates thick 10 cm, the typical parent WF beam dimensions 450,200 column dimension, King Cross 600,300, H-beam and H-beam 400,400 300,300 in the elevator. The connection to the main structure is planned as a high-quality connections with bolts fub 625 MPa. Planning the Foundation using concrete powerboats square 20 x 20 size with a depth of 24 m. Key words: SPRMB (Bearers of ordinary Moment Frame System), steel structures, Planning.
STUDI PENGGUNAAN CANGKANG KERANG SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA MORTAR Sianturi, Michael Jhon Martin; Supriyadi, Asep; Sutandar, Erwin
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.019 KB)

Abstract

Dalam pembuatan benda uji metode yang digunakan yaitu Metode SNI, dengan kuat tekan rencana K-175. Semen yang digunakan adalah semen PCC. Benda uji yang dibuat berbentuk kubus 5x5x5 cm. Pengujianbenda uji meliputi uji kuat tekan,uji modulus elastisitas, dan uji permeabilitas. Dari hasil penelitian cangkang kerang dapat digunakan sebagai alternatif agragat halus pada mortar. Kekuatan tekan karakteristik mortar normal sebesar 366,48 kg/cm2. Peningkatan kuat tekan karakteristik umur 28 hari terjadi pada persentase cangkang 15% (CK-15)  sebesar 426,48 kg/cm2, persentase cangkang 30% (CK-30) sebesar 405,98 kg/cm2, persentase cangkang 45% (CK-45) sebesar 388,32 kg/cm2, dan persentase cangkang 75% (CK-75) sebesar 380,19 kg/cm2. Sedangkan pada persentase cangkang 100% (CK-100) terjadi penurunan kuat tekan karakteristik sebesar 312,66 kg/cm2. Subtitusi cangkang kerang yang paling baik adalah subtitusi pasir dengan cangkang kerang sebesar 15% (CK-15). Modulus elastisitas(Ec) mortar normal sebesar 20996,396 MPa untuk CK-15 sebesar 23386,258 MPa, untuk CK-30 sebesar 22333,293 MPa, untuk CK-45 sebesar 22862,203 MPa, untuk CK-75 sebesar 22357,835 MPa dan untuk CK-100 sebesar 21378,975 MPa. Dari hasil percobaan permeabilitas diperoleh koefesien permeabilitas rata-rata mortar normal sebesar 3,05574 × 10-8. Pada percobaan koefesien permeabilitas cangkang kerang dengan subtitusi 15% (CK-15) terjadi kenaikan sebesar 1,8807 × 10-8, pada percobaan koefesien permeabilitas cangkang kerang dengan subtitusi 30% (CK-30) terjadi kenaikan sebesar 1,26127 × 10-8, pada percobaan koefesien permeabilitas cangkang kerang dengan subtitusi 45% (CK-45) terjadi kenaikan sebesar 1,4587 × 10-8, pada percobaan koefesien permeabilitas cangkang kerang dengan subtitusi 75% (CK-75) terjadi kenaikan sebesar 1,12029 × 10-8, dan pada percobaan koefesien permeabilitas cangkang kerang dengan subtitusi 100% (CK-100) terjadi kenaikan sebesar 1,944448 × 10-8. Terjadi kenaikan koefesien permeabilitas terhadap mortar normal. Dapat disimpulkan bahwa penambahan cangkang kerang ini memberikan dampak positif terhadap permeabilitas mortar.   Kata kunci: cangkang kerang, mortar, mortar subtitusi pasir dengan cangkang kerang
STUDI EKSPERIMENTAL PEMBUATAN BATA RINGAN FOAM AGENT (BUSA) DENGAN VARIASI PEMAKAIAN AIR Hardianto, Raditya; Sutandar, Erwin; Supriyadi, Asep
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.23914

Abstract

Teknologi bahan bangunan telah memunculkan berbagai inovasi guna mengurangi bobot dari bata/batako yang digunakan pada bangunan gedung. Misalnya dengan membuat gelembung-gelembung udara halus di dalam pasta semen supaya setelah terjadi pengikatan terbentuk struktur selular yang menyerupai koral, sehingga bata tersebut menjadi ringan dikarenakan banyaknya pori-pori yang berisi udara yang mempengaruhi berat dari bata. Salah satu cara membuat bata beton ringan foam adalah dengan memanfaatkan zat kimia sebagai bahan additif untuk membuat gelembung-gelembung udara halus dalam pasta semen. Zat kimia yang digunakan yaitu Foam Agent, yang mana zat ini akan menghasilkan bata yang lebih ringan dari bata konvensional dengan komposisi separuh dari yang seharusnya. Hal ini disebabkan zat ini akan melipatgandakan volume hingga dua kali lipat, yang mana rongga-rongga udara di dalam adukan terisi oleh gelembung-gelembung dari foam. Ukuran bata ringan ini didesain dengan ukuran lebih besar, yaitu 60 cm x 20 cm x 7,5 cm sehingga mempercepat dalam proses pembuatan dinding dalam kegiatan konstruksi.Untuk penelitian ini selain menggunakan foam agent sebagai additif juga ditambahkan zat additif Sikament-LN, yang menurut studi sebelumnya dapat membantu mempercepat proses pengerasan gelembung-gelembung dari campuran bata beton ringan foam sehingga dapat berfungsi maksimal sebagai pengisi volume dari bata beton ringan foam yang akan kering nantinya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis dari bahan bata ringan foam maupun bata ringan foam yang telah jadi dibuat dan mengetahui komposisi yang ideal untuk variasi pemakaian air dalam campuran bata ringan foam sehingga menghasilkan bata ringan yang memenuhi persyaratan.Dari hasil rekapitulasi pengujian bata beton ringan foam yang ditinjau dari sifat fisis dan mekanis bata beton ringan yang dihasilkan didapatkan hasil komposisi pemakaian air terbaik (optimum) dalam campuran adalah pada variasi 4 (semen 250 kg; pasir 500 kg; foam 0,8 kg; air 50% dari berat semen; Sikament LN 1,2 kg). Dari rekapitulasi hasil pengujian yang dibandingkan dengan tujuan dan hipotesa pada penelitian ini, yakni bahwa variasi pemakaian air yang paling optimum (tidak terlalu banyak ataupun kekurangan air) berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanis bata beton ringan yang dihasilkan. Oleh karena itu dapat disimpulkan hipotesis adalah benar, yang terbukti atas hasil dalam pengujian penelitian ini. Kata-kata kunci :               bata ringan foam, variasi pemakaian air, sifat fisis dan mekanis bata ringan, komposisi optimum
UJI INDIVIDU BATA RINGAN DENGAN FOAM AGENT BERDASARKAN VARIASI UKURAN PASIR Modestus, -; Sutandar, Erwin; Samsurizal, Eddy
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.20495

Abstract

Dalam perkembangan teknologi telah memunculkan inovasi-inovasi guna menguranggi bobot dari bata/batako yang digunakan pada bangunan gedung. peneliti tergugah untuk mencoba menggunakan Foam agent untuk membuat bata ringan foam. Salah satu komposisi dalam pembuatan bata ringan foam adalah dengan komposisi variasi ukuran agregat pasir yang ideal akan menghasilkan bata yang sesuai dengan syarat SNI, ringan dan ekonomis. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini meliputi pengujian slump test, slump flow, tingkat keberhasilan, susut dan kembang, porositas,  permeabilitas, ketahanan suara, hambatan panas (konduktivitas termal), berat volume/isi, kuat tekan kuat tarik belah dan modulus elastisitas. Untuk pengujian porositas dan permeabilitas menggunakan ukuran silinder 10 x 20 yang berjumlah 24 buah, sedangkan benda uji modulus elastisitas dan tarik belah menggunakan silinder 15 x 30 berjumlah 48 buah. benda uji untuk kuat tekan menggunakan persegi panjang 60 x 7,5 x 20 berjumlah 120 buah bata untuk masing - masing variasi. Penelitian ini menggunakan 5 variasi, V1 (mortar tanpa pemadatan), V2 (pasir kasar), V3 (pasir agak kasar), V4 (pasir agak halus) dan V5 (bata pasaran). Hasil pengujian slump test dan slump flow dihasilkan rata – rata diatas 10. setelah pengecoran variasi (V3) dan (V4) tidak mengalami kembang maupun susut sedangkan variasi (V2) mengalami penyusutan. setelah umur 1 hari variasi (V3) dan (V4), menghasilkan rata-rata porositas antara 27,54 – 30,33 % untuk bata beton ringan foam dan 21,73 % untuk bata biasa (Mortar), permeabilitas rata - rata antara 1,61x10-5 -1,94x10-5, rata-rata ketahanan suara 32,25 dB – 47,21 dB atau 34,94 % - 51,20%.  rata-rata hantar hambatan panas (konduktivitas termal) antara 0,25 W/m.ºk – 0,28 W/m.ºk sedangkan bata mortar 0,53 W/m.ºk. menghasilkan rata-rata berat volume/isi bata beton ringan foam antara 795 - 881 kg/cm3, bata pasaran 519 kg/cm3 sedangankan variasi (V1) merupakan bata biasa (mortar) menghasilkan berat rata – rata 1.428 kg/cm3 lebih berat dari bata beton ringan foam. Bata beton ringan memiliki kuat tekan rata-rata untuk umur 28 hari antara 0,41 - 1,32 Mpa, bata ringan dipasaran 1,18 Mpa sedangkan pada variasi 1 bata tanpa foam (mortar)  menghasilkan kuat tekan rata – rata 0,59 Mpa, adanya peningkatan terhadap kuat tarik belah dari bata biasa variasi 1 0,14 MPa, sedangkan bata ringan foam  memiliki kuat  Tarik belah 0,18 – 0,27 MPa naik sebesar 0,04 – 0,13 MPa. Maka komposisi campuran pada variasi (V4) bisa direkomendasikan untuk pembuatan bata ringan.   Kata Kunci :  Bata Ringan Foam, Mekanis, Komposisi Optimum.
SIFAT FISIS DAN MEKANIS KAYU BENGKIRAI Sutandar, Erwin; Juniardi, Ferry; Syahrudin, Syahrudin
Jurnal Teknik Sipil Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v21i1.49288

Abstract

Dalan konstruksi kayu berdasarkan peraturan SNI 7973:2013 tinggal mengenal kelas kayu I, II, III dan IV lagi tetapi sesuai dengan kode mutu beradasarkan modulus elastisitas dari kayu tersebut. Sehingga dalam perencanaan kayu sebagai bahan kontruksi bangunan, diperlukan parameter-parameter seperti kekuatan lentur, Kekuatan Tekan, kekuatan Tarik  dan Kekuatan geser berdasarkan peraturan SNI tersebut. Kekuatan kayu didapat dengan percobaan eksperimental dilakukan di laboratorium dengan acuan SNI maupun Peraturan lainnya. Penelitian ini untuk mengetahui kode mutu yang berdasarkan SNI 7973:2013 terhadap jenis kayu bangkirai dimana dalam peraturan lama kayu ini termasuk dalam kelas I. Dari penelitian yang telah dilakukan didaptkan hasil berdasarkan pemilahan secara visual untuk kayu  bangkirai Fb  11,46 MPa dengan kode mutu E12-E13 Ft 10,12 MPa dengan kode mutu E12 – E13  Fc//  10,12 MPa dengan kode mutu   E12–E13  Fv 1,35 MPa dengan kode mutu E12 – E13 Fc⊥ 2,75 MPa dengan kode mutu E12 – E13. Dan hasil penelitian berdasarkan pemilahan secara mekanis untuk masing masing kayu  Kayu Bangkirai  Fb  11,72 MPa Ft  7,03 MPa  Fc//  15,97 MPa Fv  1,43 MPa  Fc⊥ 13,35 MPa. Dari penelitia  ini dapat kita bandingkan antara mutu yang lama sebesar 11 MPa untuk kuat lenturnya sedangkan berdasarkan peraturan baru kita dapatkan hasilnya 12 MPa – 13 MPa lebih bear dari memakai peraturan yang lama. Kata Kunci: Kode Mutu, Pemilahan secara visual dan mekanis, Kayu Bangkirai, SNI 7973:2013, Sifat Fisis dan Mekanis.
PENGGUNAAN METERIAL KAYU BENGKIRAI SEBAGAI BAHAN PEMBUTAN BETON RINGAN Setiawan, M. Imam; Sutandar, Erwin; Supriyadi, Asep
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42486

Abstract

Bahan agregat kasar ringan yang digunakan merupakan limbah kayu bengkirai dari pengrajin kusen pintu dan jendela. Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan agregat Kayu Bengkirai terhadap berat volume, kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas beton, serta mendapatkan variasi optimal dari variasi jumlah agregat Kayu Bengkirai. Perhitungan campuran beton mengunakan metode SNI  7656-2012 dengan kuat tekan rencana 22,5 MPa. Variasi campuran  agregat Kayu Bengkirai yaitu sebesar  90%, 100% dan 110% dari banyaknya agregat kasar yang digunakan, serta dibuat beton normal sebagai pembanding. Benda uji yang dibuat berbentuk slinder dengan  diameter 15  cm dan tinggi 30 cm.  Dari penelitian,  didapat hasil  berat volume beton ringan dengan agregat Kayu Bengkirai  berkisar antara 1737-1788 kg/m3 lebih ringan dari beton normal yaitu 2361 kg/m3. Nilai kuat tekan rata-rata beton ringan dengan agregat Kayu Bengkirai berkisar 11,04-12,55 MPa lebih kecil dari beton normal yaitu 24,91 MPa. Nilai modulus elastisitas beton ringan dengan agregat Kayu Bengkirai berkisar 9912,63-12682,19 MPa lebih kecil dari beton normal yaitu 34919,25 MPa.  Dari penelitian ini dapat disimpulkan beton agregat Kayu Bengkirai masih tergolong kedalam beton ringan dan agregat  Kayu Bengkirai tidak direkomendasikan sebagai pengganti agregat kasar pada pembuatan beton ringan, jika tidak ada perbaikan/peningkatan daya ikat  antara agregat Kayu Bengkirai dengan semen.Kata kunci: beton ringan, agregat Kayu Bengkirai, berat volume, kuat tekan , modulus elastisitas
ALTERNATIF DESAIN DAN PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG MENGGUNAKAN SHEARWALL Dimaswara, Alfry; Elvira, -; Sutandar, Erwin
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42523

Abstract

Perencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa sangat penting di Indonesia, mengingat Indonesia terletak pada ring of fire yang berarti tingkat terjadinya gempa bumi sangat tinggi. Dengan kondisi geografis Indonesia yang seperti ini, maka diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh gempa tersebut, khususnya pada bidang elemen struktur bangunan, sehingga dapat mengurangi permasalahan yang ada maupun kerugian. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk menahan gempa adalah dengan cara meningkatkan kinerja bangunan menggunakan sistem penahan gempa pada struktur bangunan. Beberapa metode yang dapat dipakai adalah dengan menggunakan shearwall untuk memberikan kekuatan lateral untuk mencegah atap atau lantai di atas dari sisi goyangan yang berlebhan. Pemodelan strutur menggunakan program ETABS 2016 dimana menggunakan acuan sesuai SNI 1727-2013. Kemudian beban gempa dengan metode respons spektrum sesuai SNI 1726-2019. Hasil dari pengecekkan perilaku struktur tidak terdapat ketidakberaturan horizontal maupun vertikal, sistem interaksi antara dinding geser dengan SRPMM mendapatkan hasil bahwa dinding geser menahan gaya geser pada struktur sebesar 83,4% pada arah X dan sebesar 88,1% pada arah Y. Berdasarkan hasil analisa, semua elemen struktur yang telah di desain dapat menahan segala beban yang bekerja serta memenuhi persyaratan yang diatur dalam SNI.
IDENTIFIKASI KUAT ACUAN JENIS KAYU YANG DIPERDAGANGKAN BERDASARKAN SNI 7973:2013 Fajar, Riyan Dika; Sutandar, Erwin; Supriyadi, Asep
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44610

Abstract

Dalam perencanaan kayu sebagai bahan kontruksi bangunan, diperlukan parameter-parameter seperti kekuatan lentur, kekuatan tekan, kekuatan tarik dan kekuatan geser .Kekuatan kayu didapat dengan percobaan eksperimental dilakukan di laboratorium dengan acuan SNI maupun Peraturan lainnya. Penelitian ini untuk mengetahui kode mutu yang berdasarkan SNI 7973:2013 terhadap dua jenis kayu yaitu kayu Bangkirai dan kayu Mabang. Hasil penelitian berdasarkan pemilahan secara visual untuk kayu Bangkirai Fb 11,46 MPa dengan kode mutu E12-E13 Ft 10,12 MPa dengan kode mutu E12 – E13 Fc// 10,12 MPa dengan kode mutu E12–E13 Fv 1,35 MPa dengan kode mutu E12 – E13 Fc⊥ 2,75 MPa dengan kode mutu E12 – E13. kayu Mabang Fb 11,31 MPa dengan kode mutu E12 - E13 Ft 9,99 MPa dengan kode mutu E12 – E13 Fc// 9,99 MPa dengan kode mutu E12 – E13 Fv 1,33 MPa dengan kode mutu E12 – E13 ; Fc⊥= 2,67 MPa dengan kode mutu E12 – E13. Dan hasil penelitian berdasarkan pemilahan secara mekanis untuk masing masing kayu . kayu Bangkirai Fb 11,72 MPa Ft 7,03 MPa Fc// 15,97 MPa Fv 1,43 MPa Fc⊥ 13,35 MPa. Kayu Mabang Fb 10,65 MPa Ft 6,39 MPa Fc// 9,30 MPa Fv 1,32 MPa Fc⊥ 13,27 MPa.
PENGARUH VARIASI PENGGUNAAN SIKA VISCOCRETE 3115N PADA PEMBUATAN BETON MUTU TINGGI DENGAN PENAMBAHAN SILICAFUME Saputro, Fadhil Isnan; Sutandar, Erwin; Supriyadi, Asep
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.46824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan Sika Viscocrete 3115N pada pembuatan beton mutu tinggi. Perhitungan  campuran beton mengunakan metode ACI 211.4R-93 dengan kuat tekan rencana 50 MPa. Pada penelitian ini digunakan 3 variasi campuran, yaitu penambahan Sika Viscocrete 3115N 0,3%, 0,5% dan 0,8% dari berat semen. Pada penelitian ini juga digunakan silicafume pada setiap variasi sebesar 15% dari berat semen. Benda uji yang dibuat berbentuk silinder dengan ukuran Ø15 cm dan tinggi 30 cm serta ukuran Ø10 cm dan tinggi 20 cm. Pengujian benda uji meliputi uji slump,  kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitias. Dari penelitian, didapat hasil pengujian slump untuk masing-masing variasi yaitu 7,1; 9,4; dan 11,2 cm. Nilai kuat tekan beton rata-rata untuk beton dengan penambahan 0,3%, 0,5% dan 0,8% Sika Viscocrete 3115N adalah 54,730; 61,618; dan 62,184 MPa. Nilai kuat tarik belah untuk beton dengan penambahan 0,3%, 0,5% dan 0,8% Sika Viscocrete 3115N adalah 4,317; 4,718; dan 5,379 MPa. Nilai modulus elastisitas beton untuk penambahan 0,3%, 0,5% dan 0,8% Sika Viscocrete 3115N adalah 4849,033; 5006,533; dan 5397,833 MPa. Dapat disimpulkan bahwa Sika Viscocrete 3115N dapat meningkatkan nilai kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas beton. Pemakaian Sika Viscocrete 3115N sangat direkomendasikan untuk pembuatan beton dengan mutu yang tinggi.Kata kunci: beton mutu tinggi, silicafume, Sika Viscocrete 3115N, kuat tekan beton, modulus elastisitas
BETON BERPORI PRECAST Indrayadi, M; Sutandar, Erwin; Supriyadi, Asep
Jurnal Teknik Sipil Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v21i2.51318

Abstract

Dengan semakin berkembangnya pembangunan-pembangunan di Indonesia membuat berkurangnya lahan-lahan hijau. Ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat akan lingkungan merupakan suatu masalah yang harus diperhatikan. Beton berpori yang menjadi salah satu solusi dalam konstruksi perkerasan, turap beton, dinding penahan tanah merupakan produk yang dapat dikatakan berhasil dalam memenuhi harapan sebagai konstruksi yang ramah lingkungan. Untuk perkerasan jalan maka beton berpori harus mempunyai kekuatan ≥ 30 MPa. Oleh karena itu perlu adanya penelitian untuk mix design dari beton berpori dengan menggunakan metode ACI 522R-10 Report on Pervious Concrete dengan kuat tekan rencana awal 25 MPa. Adapun caranya adalah dengan variasi aggregate kasar dan ditambah selicafume sebesar 15% darri berat beton. Variasi ini dibagi menjadi 6 untuk menemukan campuran yang bisa melebihi kuat tekan 30 MPa dan permabilitasnya masih memenuhi syarat untuk beton berpori. Pengujian benda uji meliputi uji berat volume,  kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitias beton, porositas, absorbsi, dan permeabilitas. Dari penelitian,  didapat hasil  berat volume beton berpori 1.974,14 kg/m3 sampai dengan 2.187,83 kg.m3 dimana beton berpori termasuk beton ringan. Nilai kuat tekan rata-rata beton berpori adalah 20,089 – 46,978 Mpa. Nilai kuat tarik belah beton berpori 8,968-19,127 Mpa. Nilai rata-rata Nilai rata-rata porositas antara 8,307 – 13,097 %.  Nilai rata-rata absorpsi antara 3,452 – 5,444%. Nilai rata-rata permeabilitas antara 0,003-0,49 cm3/det. Dari penelitian ini dapat disimpulkan kuat tekan untuk prekerasan jalan sebesar 30 MPa. Dimana kuat tekan yang dihasilkan diatas 30 MPa adalah Variasi A1 (menggunakan batu 0,5/0,5 cm dan 1/1 cm) dan Variasi B0 (Menggunakan batu 0,5/0,5 cm).