Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INDUKSI TRIPLOID IKAN SELAIS (Kryptopterus lympok) MENGGUNAKAN KEJUTAN PANAS Alawi, Hamdan; Nuraini, Nuraini; Sapriana, Sapriana
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 01 (2009)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.14.01.%p

Abstract

A study was conducted to induced triploidy in fertilized egg of sheatfishlarvae , (Kryptopterus lympok) using heat shock. The eggs were exposed at 40OCfor shock duration of 1 , 3 , 5 and 0 minutes as a diploid control. Results showedthat the 5 minutes shock duration was the highest triploid induction and yield(91.7 and 62.9%). Erythrocyte analysis showed that the volume of triploid fishgroup was bigger that that of diploid one. The fertilization, hatching and survivalrate was lower in triploid groups, while SGR was higher compared to diploid fish.
Pengaruh Ketersediaan Sarana terhadap Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Siswa Sekolah Dasar: The Influence of Facilities Availability on Soap Use of Washes in elementary school students Sapriana, Sapriana; Maryam; Arianty, Ros
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2020): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v14i1.58

Abstract

Cuci tangan dengan sabun pada air mengalir adalah langkah sederhana dan efektif untuk mencegah penularan penyakit fecal-oral dan penyakit menular lainnya pada anak usia sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ketersediaan sarana cuci tangan terhadap praktik cuci tangan pakai sabun di sekolah dasar. Penelitian kuasi eksperimen the nonrandomized pretest posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa SDIT Hidayatullah Palu dan SDN 08 Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala. Jumlah sampel 60 orang terdiri dari 49 orang pada kelompok perlakuan dan 11 orang pada kelompok kontrol.Data dikumpulkan dengan cara menilai pre-posttest. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan angket. Variabel bebas adalah sarana cuci tangan dan sabun sedangkan variabel terikatnya adalah praktik cuci tangan pakai sabun pada air mengalir. Data dianalisis untuk melihat pengaruh intervensi terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30,61% siswa yang sering mencuci tangan saat berada di sekolah meningkat menjadi 67,34% setelah tersedia sarana CTPS, sebanyak 49 responden 91,83% mencuci tangan di wastafel, dan sisanya 8,17% di kamar mandi/wc/kran mesjid. Penggunaan sabun saat cuci tangan mengalami peningkatan dari 30,61% menjadi 87,75%dan semuanya menggunakan air mengalir (100%). Hasil uji Mc Nemar menunjukkan bahwa nilai É‘ (0,05) > p, yang berarti bahwa ada perbedaan praktik CTPS sebelum dan setelah tersedia sarana CTPS pada siswa sekolah dasar. Kesimpulan: ketersediaan sarana CTPS efektif terhadap praktik CTPS di sekolah dasar. Pihak sekolah diharapkan agar dapat menyediakan sabun dan air mengalir secara regular sehingga perilaku CTPS menjadisuatukebiasaan bagi siswa sekolah dasar.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI PENDEKATAN PARSIPATORY HYGIENE AND SANITATION TRANSFORMATION (PHAST) Di SDIT HIDAYATULLAH PALU Sapriana, Sapriana
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Persentase rumah tangga yang berperilaku hidup bersih dan sehat di Indonesia adalah 56,2 persen. Sulawesi Tengah merupakan salah satu propinsi dengan persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat yang rendah (30,90) disamping Papua dan Papua Barat (Kementerian Kesehatan, 2013). Rendahnya persentase rumah tangga yang berperilaku hidup bersih dan sehat di Sulawesi Tengah berdampak pada beberapa penyakit berbasis lingkungan yang jumlah kasusnya meningkat atau KLB. Pada tahun 2014, ada lima penyakit menular berbasis lingkungan dari sembilan jenis penyakit yang diklasifikasikan sebagai KLB (Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas PHAST pada siswa PHBS (i) SDIT Hidayatullah Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan The One Group Pretest Posttest. Data dikumpulkan dengan menilai pre post test. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis untuk melihat perbedaan PHBS sebelum dan sesudah PHAST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHAST efektif untuk meningkatkan pengetahuan PHBS dan Penyakit pada siswa (i) di SDIT Hidayatullah Palu, namun tidak efektif terhadap perbaikan sikap PHBS. Dari 7 item praktik PHBS yang diperiksa sebelum dan sesudah penerapan PHAST, praktik 3M masih sangat rendah yaitu 15% (sebelum) dan 35% (setelah), namun masih menunjukkan peningkatan sebesar 2,3 kali. Praktik PHBS lainnya relatif tidak menunjukkan adanya perubahan atau peningkatan yang berarti. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan pengetahuan tentang PHBS dan penyakit yang sering dialami anak sekolah secara terus menerus, dan berusaha melengkapi sarana sanitasi sekolah. Kata Kunci: PHBS, PHAST