PRASTYANA, BRAHMANA RANGGA
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN GURU TERHADAP PENILAIAN PJOK DI SEKOLAH DASAR Prastyana, Brahmana Rangga
SATRIA : Journal of Sports Athleticism in Teaching and Recreation on Interdisciplinary Analysis Vol 2 No 2 (2019): SATRIA : Journal of Sports Athleticism in Teaching and Recreation on Interdiscipl
Publisher : Penerbit Pendidikan Olahraga STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada semakin berkembangnya teknologi pada zaman sekarang, termasuk perkembangan teknologi dalam lingkup pendidikan. Dalam rangka ikut andil pada era Industri 4.0, penting sekiranya memaksimalkan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Sekolah Dasar, khususnya dalam kegiatan penilaian. Pemanfaatan media dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas penilaian yang dilaksanakan guru PJOK di SD. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui kebutuhan guru terhadap media penilaian pembelajaran PJOK di Sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriftif dengan subjek penlitian yaitu guru Sekolah Dasar yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) se-Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya. Instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data yaitu menggunakan angket dengan memanfaatkan google form yang disebarkan melalui whatsApp. Data dianalisis dengan statistik deskriptif menggunakan SPSS. Hasil penelitian memperoleh gambaran bahwa tingkat kebutuhan guru PJOK yang tergabung dalam KKG PJOK se-Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya dalam kategori tinggi. Hal itu diperoleh dari perhitungan distribusi frekuensi sebesar 40% masuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan adanya media sebagai penunjang kegiatan penilaian guru PJOK di Sekolah. This research is based on the development of technology in this era, including the development of technology in the sphere of education. To participate in the Industrial era 4.0, it is important to maximize Physical Education, Sports and Health (PJOK) in Elementary Schools, especially in assessment. The use of media is carried out in order to improve the quality of assessments conducted by PJOK teachers in elementary schools. The purpose of this study is to find out the teacher's needs for media especially learning assessment PJOK in Schools. The study uses a descriptive quantitative approach. The subjects in this research are elementary school teachers who are members of the Teacher Working Group (KKG) in Gunung Anyar District, Surabaya City. The instrument in this research is a questionnaire by utilizing the google form and distributed via WhatsApp. Data were analyzed with descriptive statistics using SPSS. The results ilustrate that the level of need for PJOK teachers who are members of the PJOK KKG in Gunung Anyar District, Surabaya City is in the high category. This was obtained from the calculation of the frequency distribution of 40% included in the high category. Based on these results it can be concluded that there is a need for media to support the assessment activities of PJOK teachers in Schools.
PERBANDINGAN LATIHAN BOLA DIGANTUNG DAN BOLA DILAMBUNGKAN TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK MULA DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW PADA SISWA PUTRA KELAS X-IS 1 SMA 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Hanafi, Hanafi; P, Brahmana Rangga
WAHANA Vol 67 No 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.553 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v67i2.504

Abstract

Permainan sepak takraw adalah jenis permainan tradisional yang telah berkembang dan banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Permainan sepak takraw meskipun berkembang baik di masyarakat tetapi di sekolah-sekolah khususnya pembinaan cabang olahraga ini agak terlambat karena kurangnya tenaga pembina, pelatih dan guru pendidikan jasmani yang menguasai teknik, taktik dan seluk beluk tentang permainan sepak takraw. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas X SMA 17 Agustus 1945 Surabaya tahun pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari 105 siswa. Sedangkan subjek sampel dalam penelitian adalah siswa putra kelas X-IS 1 SMA 17 Agustus 1945 Surabaya yang berjumlah 20 siswa dengan menggunakan metode random sampling.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu atau memberikan perlakuan (treatment) yang diberikan kepada siswa putra kelas X-IS 1 SMA 17 Agustus 1945 Surabaya tahun pelajaran 2016/2017 yang diambil sebanyak 20 siswa. Sedangkan melihat mean hasil akhir kelompok yang dilatih sepak mula bola digantung sebesar 19,05 dan mean hasil akhir kelompok yang dilatih sepak mula bola dilambungkan yaitu sebesar 10,05 membuktikan bahwa hipotesis yang mengatakan latihan sepak mula bola digantung lebih baik hasilnya dari pada latihan sepak mula bola dilambungkan terhadap hasil sepak mula dalam permainan sepak takraw siswa putra kelas X-IS 1 SMA 17 Agustus 1945 Surabaya diterima. Kata kunci: hasil belajar, latihan bola digantung, bola dilambungkan, sepak takraw.
Analisis Hasil Pertandingan Pencak Silat Pada Kejuaraan DANDIM CUP III Kabupaten Nganjuk Tahun 2019 Prastyana, Brahmana Rangga
STAND Vol 1 No 1 (2020): STAND : Journal Sports Teaching and Development
Publisher : UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/j-stand.v1i1.2367

Abstract

Hasil pertandingan selain sebagai dasar dalam pengembilan keputusan pemenang, juga sebagai bentuk informasi kepada pelatih dan atlet apakah teknik yang telah diberikan efektif dalam memperoleh nilai ketika bertanding. Dengan gerakan efektif dan efisien, maka dapat menghasilkan bentuk serangan yang maksimal sehingga mampu memperoleh nilai tertinggi. Selain itu, Hasil pertandingan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap teknik yang paling dominan dalam menghasilkan nilai. Peneliti ingin menganalisis hasil pertandingan pada Kejuaraan Pencak Silat Piala DANDIM CUP III Tahun 2019 Kabupaten Nganjuk. Melalui analisis yang dilakukan diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam bentuk informasi data ilmiah kepada Atlet, Pelatih, dan Pengurus IPSI Kabupaten Nganjuk. Dengan banyaknya data dari berbagai aspek diharapkan dapat meningkatkan prestasi pencak silat di IPSI Kabupaten Nganjuk. Berdasarkan serangkaian hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) Tidak semua kontingen mengirimkan atlet di tiap kelas yang dipertandingkan sehingga terdapat kelas yang kosong, seperti kelas J dan kelas Bebas, (2) skor pertandingan rata-rata yang sering muncul yaitu perolehan dengan angka 5 vs 0 dengan persentase 60%, 4 vs 1 dengan persentase 14%, 3 vs 2 dengan persentase sebesar 11%. Selanjutnya sebesar 4% diskualifikasi, 8% undur diri, 2% kemenangan teknik, dan keputusan kemenangan akibat Wasit Menghentikan Pertandingan sebesar 1%. Disarankan perlu untuk mencari bibit-bibit atlet untuk dapat mengisi kelas-kelas yang dipertandingan, pelatih harus tanggap dan merespon ketika terjadi cidera dalam pertandingan, serta panitia penyelenggara selanjutnya perlu menambah nomor pertangingan yaitu kategori Tunggal.
PERAN EXSTRAKURIKULER PECAK SILAT DALAM MEMINIMALISIR KENAKALAN REMAJA DI SEKOLAH PRASTYANA, BRAHMANA RANGGA
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol12.no22.a617

Abstract

Pengaruh pergaulan di sekolah maupun di luar sekolah ikut andil dalam membentuk kepribadian karakter siswa. Hubungan sosial di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah membawa dampak pada aspek kedekatan diri pada orang lain di lingkungan pergaulannya. Perkembangan diri pada masa sekolah membawa keinginan mereka untuk mengeksplorasi lingkungan semakin besar sehingga tidak jarang menimbulkan masalah yang berkaitan dengan kedisiplinan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kemenpora pada tahun 2008 mengenai jumlah kriminalitas yang melibatkan anak-anak dan remaja menurut laporan Polri mencapai angka 3.280 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 2,797 laki-laki pelaku kriminalitas dan sebanyak 483 perempuan pelaku tindak kriminalitas. Jumlah data tersebut meningkat 4,3% dibandingkan pada tahun 2007 yang sebesar 3.145 orang (Kemenpora, 2009: 73). Selain itu data perkelahian antar pelajar selama tahun 2011 yaitu 86,21% (BPS, 2014: 53).Aktifitas akademik dan non akademik tentunya sama-sama memiliki kontribusi dalam proses perkembangan pelajar di sekolah. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mewadahi pelajar disekolah dalam rangka meminimalisir kenakalan pelajar yaitu pencak silat. Dalam wadah kegitan pencak silat yang meliputi aktifitas fisik dan kerohanian diharapkan mampu meminimalisi kenakalan pelajar di sekolah maupun di luar sekolah. Jenis penelitian ini yaitu library research (penelitian kepusakaan) dengan metode diskriptif-analisis. Analisis data menggunakan analisis isi atau content analysis dengan menggunkan metode berfikir induktif, deduktif dan komparatif. Berdasarkan hasil kajian data menyimpulkan bahwa Ekstrakurikuler pencak silat memiliki peran besar dalam meminimalisir kenakalan remaja di sekolah. Kenakalan remaja di sekolah di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor eksternal dan internal.Melalui wadah ekstrakurikuler pencak silat, para remaja di sekolah dapat mengembangkan minat dan bakat sesuai dengan pribadinya. Selain itu, melalui 4 aspek ajaran pencak silat yang meliputi: (1) aspek mental spiritual, (2) Apek seni budaya, (3) Aspek bela diri, (4) Aspek Olahraga, dapat membentuk para pelajar di sekolah menjadi remaja yang memiliki jiwa patriotis, spirtual yang baik serta mampu berprestasi sesuai dengan minat dan bakat sebagai generasi penerus bangsa.