Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dynamics of inter-cultural communication at multicultural societies in transmigrant territory Astraguna, I Wayan; Listiawati, Ni Putu; Wijana, I Nyoman
International journal of social sciences and humanities Vol. 4 No. 1 (2020): April
Publisher : Universidad Tecnica de Manabi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.358 KB) | DOI: 10.29332/ijssh.v4n1.395

Abstract

This study aims to examine the dynamics of intercultural communication in multicultural societies in transmigrant territory, namely East Tomoni Sub-district, East Luwu Regency, South Sulawesi Province. The design of this study was descriptive qualitative. Based on the results of the study, it was found that intercultural communication experienced a tendency to cause changes in social relations which led to conflict and violence. Two relatively large ethnic communities in the location, namely communities of Toraja ethnic and Bali ethnic as migrants through the transmigration program at the beginning of the meeting showed relatively good communication, despite having different cultural backgrounds. The influx of external influences leads to social changes that pose a change in inter-cultural communication systems and social relations between ethnic communities that trigger conflicts and communal violence. In order to reconcile interethnic cracks, reconciliation was carried out through the revitalization of intercultural communication by involving strategies for the reconstruction of interethnic social relations, the construction of economic relations, the optimization of inter-village cooperation relations, building multicultural awareness, and construction of interpersonal communication as a medium for cross-ethnic cultural studies.
PENGASUHAN HOLISTIK BERLANDASKAN FILSAFAT TRI HITA KARANA DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK USIA DINI PADA KELUARGA HINDU DI KOTA MATARAM Rasmini, Ni Wayan; Wijana, I Nyoman; Sumertha, I Wayan
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 12 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 12 Nomor 1 April 2018
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009//JPUD.121.10

Abstract

This aimed to create a toroughful inductive study on the holistic parenting phenomenon based on Tri Hita Karana in developing characters of younger children. Method used in this just case study qualitative by doing inductive study. Started from intensive data collection about the said phenomenon, thus maintain the credibility of data collected. Method used in data collection was observation of parenting phenomenon, grouping data based on paterns, arranging general concept, pincipal and proposition based on qualitative data analisis. This study found that holistic parenting based on Tri Hita Karana resulted in children with holistic self competences and parenting model based on 9 characteristis: love to God, independence and responsibility, honesty, politeness, willingness to sacrifice, persistent, fair, humble, dan tolerance. Outcome of this study could be used for increasing and developing parenting pattern based on Tri Hita Karana philosophy to help raised Hindu generation with good character. Keywords: Parenting, Holistic, Tri Hita Karana, Character Penelitian Ini bertujuan untuk menciptakan studi induktif yang kuat pada fenomena pengasuhan holistik berdasarkan Tri Hita Karana dalam mengembangkan karakter anak-anak yang lebih muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus kualitatif dengan melakukan studi induktif. Dimulai dari pengumpulan data intensif tentang fenomena tersebut, sehingga menjaga kredibilitas data yang terkumpul. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi fenomena parenting, pengelompokan data berdasarkan patern, penyusunan konsep umum, pincipal dan proposisi berdasarkan analisis data kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa pola asuh holistik berdasarkan Tri Hita Karana menghasilkan anak-anak dengan kompetensi diri secara holistik dan model pengasuhan berdasarkan 9 karakteristis: cinta kepada Tuhan, kemandirian dan tanggung jawab, kejujuran, kesopanan, kesediaan berkorban, gigih, adil, rendah hati, dan toleransi. . Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan pola pengasuhan berdasarkan filosofi Tri Hita Karana untuk membantu membangkitkan generasi Hindu dengan karakter yang baik. Kata Kunci: Pola Asuh, Holistik, Tri Hita Karana, Karakter
PENDEKATAN KOMUNIKATIF PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KOMUNIKASI PADA MAHASISWA JURUSAN DHARMA DUTA SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM Widaswara, Rieka Yulita; Wijana, I Nyoman; Widana, I Nyoman Murba
Widya Sandhi Vol 9 No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan komunikatif pembelajaran bahasa Inggris komunikasi pada mahasiswa Jurusan Dharma Duta Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Fenomena tersebut dilandasi oleh alasan bahwa fungsi bahasa sebagai alat komunikasi, sehingga proses komunikasi dalam pembelajaran yang menggunakan bahasa Inggris lebih aktif. Penelitian ini difokuskan tiga aspek, yaitu (1) bentuk komunikasi pembelajaran bahasa Inggris komunikasi; (2) pendekatan komunikatif pembelajaran bahasa Inggris komunikasi; (3) implikasi pendekatan komunikatif dan relevansi konten materi ajar bahasa Inggris komunikasi dengan komunikasi Hindu. Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriftif kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah Teori S-M-C-R dan Teori Konstruktivisme.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk komunikasi pembelajaran bahasa Inggris komunikasi adalah komunikasi verbal dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dalam bentuk komunikasi kelompok. Pendekatan komunikatif mampu membuat mahasiswa untuk lebih aktif karena pendekatan ini lebih menekankan praktek penggunaan fungsi bahasa itu sendiri melalui keaktifan dan keterlibatan mahasiswa. Pendekatan komunikatif ini menggunakan metode diskusi dengan penugasan membuat makalah dan dipersentasikan dalam bahasa Inggris sehingga menciptakan keaktifan mahasiswa dalam berkomunikasi. Implikasi pendekatan komunikatif pembelajaran bahasa Inggris komunikasi adalah berbahasa karena bahasa merupakan aplikasi dari komunikasi. Dalam pendekatan komunikatif implikasi paling nyata yaitu harus ada interaksi verbal, baik antara pengajar dengan peserta didik maupun antar peserta didik. Relevansi konten materi ajar bahasa Inggris komunikasi dengan komunikasi Hindu adalah bahasa Ingris diajarkan untuk berkomunikasi dengan materi ajar yang berkaitan dengan Hindu, baik dari segi nilai, ajaran, dan budaya.
PEMBELAJARAN BERBASIS KETERAMPILAN NON AKADEMIK DI PASRAMAN SWASTA PRANAWA ABIAN TUBUH KOTA MATARAM Swana, I Putu; Wijana, I Nyoman; Prayitno, Joko
Widya Sandhi Vol 10 No 2 (2019): Nopember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada tiga hal yaitu: 1) Implementasi pembelajaran berbasis keterampilan non akademik; 2) hambatan dalam implementasi pembelajaran berbasis keterampilan non akademik; 3) Persepsi Brahmacari, orang tua Brahmacari dan pengurus Pasraman terkait dengan implementasi pembelajaran berbasis keterampilan non akademik di Pasraman Swasta Pranawa Abian Tubuh. Penelitian ini berjenis kualitatif yang bersifat interpretatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Para informan berasal dari pengurus Pasraman, Acarya, Brahmacari dan orang tua Brahmacari yang ditentukan secara purposif. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, paparan, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya keabsahan data diuji dengan validitas internal, validitas eksternal, reliabilitas, dan obyektivitas. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Implementasi pembelajarannya yaitu: a) perencanaannya berbentuk non formal; b) pengorganisasian menyesuaikan situasi serta kondisi dengan Brahmacari yang dibagi menjadi beberapa kelompok; c) pelaksanaan dilakukan dengan fase belajar observasional; d) pengawasan dilakukan secara internal; e) evaluasi dilakukan secara bertahap; 2) Hambatannya yaitu: a) belum ada kurikulum; b) pedoman perencanaan pembelajaran belum tersedia; c) kehadiran Brahmacari kurang konsisten; d) media pembelajaran yang bermasalah; e) keinginan belajar yang dinamis; f) perbedaan tingkat motivasi Brahmacari; g) pengaruh negatif smartphone; h) kurangnya supervisi pembelajaran oleh pihak eksternal; i) belum ada instrumen pengawasan; j) belum ada instrumen pengevaluasian; 3) Persepsinya yaitu: a) Brahmacari mampu mengikuti pembelajaran dengan baik; b) Brahmacari aktif berpartisipasi pada event perlombaan; c) Brahmacari aktif berpartisipasi pada kegiatan sosial keagamaan; d) orang tua Brahmacari menunjukan sikap yang respek; e) adanya perubahan pola perilaku dari Brahmacari; f) prestasi non akademik Brahmacari mengalami peningkatan; g) terdongkraknya eksistensi Pasraman Swasta Pranawa Abian Tubuh.