Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DAMPAK STUNTING PADA BALITA DI DESA PASIE JAMBU KECEMATAN KAWAI IXV KABUPATEN ACEH BARAT Sriwahyuni, Susy; Khairunnas, Khairunnas
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 2, No 2 (2020): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v2i2.2206

Abstract

Malnutrition is the worst form of the process of chronic malnutrition. Healthy toddlers or malnourished children can simply be known by comparing the weight according to age with the reference (standard) that has been set. If the weight according to age matches the standard, the child is called good nutrition. If it is slightly below standard, it is called malnutrition If it is far below the standard, it is called malnutrition. According to the Aceh Ministry of Health, in 2017 there were around 27.5% (5 million undernourished children), 3.5 million children (19.2%) underweight and 1.5 million malnourished children (8.3% ). WHO in 2008 grouped regions based on the prevalence of malnutrition into four groups, namely low (<10%), moderate (10-19%), high (20-29%) and very high (> 30%). Servitude of  this using descriptive methods that describe the results of devotion made and socializing the danger of malnutrition to toddlers to the community in Pasie Jambu village. The implementation of the socialization program was attended by the community and community leaders. The number of people who participated in the socialization program were 30 people.
Tinjauan Literatur : PENTINGNYA INTERVENSI GIZI ANAK USIA DI ATAS 24 BULAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KOGNITIF (A SYSTEMATIC REVIEW) Muliadi, Teuku; Khairunnas, Khairunnas; Syafiq, Ahmad
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.01.7

Abstract

Saat ini upaya pencegahan stunting hanya berfokus pada 1000 hari pertama kehidupan sehingga tujuan utama intervensi gizi untuk mencapai kualitas hidup anak yang lebih baik tidak terpenuhi. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui efektivitas intervensi gizi yang dilakukan setelah usia 24 bulan pada anak yang sebelumnya menderita stunting. Metode dalam penulisan artikel ini adalah model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews) yaitu dengan cara melakukan pencarian sistematis melalui tiga database (PROQUEST, PUBMED dan Google Scholar). Hasilnya sebanyak 138 publikasi yang memenuhi kriteria pencarian, setelah dilakukan skrining dengan batasan tahun, full text, dan relevansi abstrak, hanya 9 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi penulisan artikel ini. Intervensi gizi sebaiknya juga dilakukan setelah usia 24 bulan pada anak yang sebelumnya mengalami stunting dengan tujuan untuk mengejar pertumbuhan dan perkembangan kognitif serta menjamin kualitas hidup masa yang akan datang.