Rohani, Fety Novianty, Hemafitria, Rohani,
PPKn, IKIP PGRI Pontianak, Pontianak, Kalimantan Barat

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

NILAI KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRADISI TEPUNG TAWAR PADA ETNIS MELAYU SAMBAS Hemafitria, Hemafitria
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.16 KB) | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1435

Abstract

Salah satu nilai yang dapat dijadikan landasan pengembangan karakter anak adalah nilai-nilai kebaikan suatu daerah yang mengakar kuat sebagai sistem budaya, yang kemudian disebut sebagai kearifan lokal. Kearifan lokal tepung tawar merupakan tawaran yang menarik untuk pengembangan pendidikan karakter, karena pada dasarnya pengembangan karakter harus diikuti dengan integrasi identitas nasional pada anak, identitas nasional atau nasionalisme pasti akan terkait erat dengan jaringan budaya nasional. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan temuan bahwa Tradisi Tepung Segar memiliki Nilai Karakter Berdasarkan Kearifan Lokal Komunitas Melayu Sambas. Tradisi kelahiran tepung tawar : 1) nilai-nilai agama, syukur dapat dikontekstualisasikan menjadi karakter agama, 2) nilai kesatuan dengan alam dapat dikontekstualisasikan menjadi karakter tanggung jawab dan disiplin, dan 3) nilai-nilai sosial, cinta dan kasih sayang, juga karena keselamatan dan kehidupan yang baik dapat dikontekstualisasikan menjadi karakter kasih sayang, perhatian, dan kerja sama. Kearifan lokal menjadi tawaran yang menarik bagi pengembangan pendidikan karakter, karena pada dasarnya pengembangan karakter harus diikuti dengan integrasi identitas nasional dalam warganegara.
PEMBELAJARAN PKN SEBAGAI PENDIDIKAN POLITIK PEMILIH PEMULA Hadi Rianto, Hemafitria,
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.227 KB) | DOI: 10.31571/edukasi.v13i2.114

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran pembelajaran PKn sebagai wahana pendidikan politik bagi pemilih pemula dengan mengembangkan pembinaan terhadap partisipasi pemilih pemula melalui kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Penelitian ini mengkaji mulai dari fenomena nyata pembinaan partisipasi pemilih pemula melalui pembelajaran PKn serta pembinaan pemilih pemula dalam menghadapi pemilu. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pembinaan partisipasi pemilih pemula secara nyata di sekolah dilaksanakan dengan memberikan pemahaman dan arahan tentang partisipasi aktif pemilih pemula sebagai warga negara, membangun sikap demokratis dan kebersamaan, dan memperkenalkan sistem pemerintahan yang yang berlaku di Indonesia. Dalam proses pembelajaran, pembinaan partisipasi politik pemilih pemula dilaksanakan dengan menyelenggarakan diskusi kelas dengan tema politik, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti kegiatan politik dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk turut serta dalam aksi politik. Kata Kunci: Partisipasi politik, dan Pemilih Pemula.
KONFLIK ANTAR ETNIS MELALUI PENGUATAN WAWASAN MULTIKULTURAL Hemafitria, Hemafitria
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 3 Nomor 1 Edisi Juni 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.241 KB) | DOI: 10.31571/pkn.v3i1.1092

Abstract

Perbedaan dalam suatu masyarakat baik etnis, budaya,agama dan bahasa adalah suatu realita yang harus disikapi secara arif dan bijaksana. Penyikapan ini tentunya bermuara pada terciptanya tatanan masyarakat yang harmonis, rukun dan damai serta jauh dari konflik. Tujuan penelitian ini. Menggali dan mengkaji bentuk implikasi pemahaman wawasan multikultural dalam penanggulangan konflik antar etnis pada masyarakat mempawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di kabupaten mempawah kecamatan Toho. Pendekatan tersebut dianggap tepat untuk kajian penelitian ini, karena fokus penelitian ini adalah kasus yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dikecamatan Toho yang disusun dan dibuktikan melalui pengumpulan data yang sistematis, dan analisis data yang berkenaan dengan fenomena itu. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil temuan bahwa pengembangan wawasan multikultural dalam masyarakat Mempawah yang melibatkan seluruh komponen yang ada mulai dari masyarakat itu sendiri, tokoh masyarakat dan agama, sekolah serta pihak pemerintah dirasakan pentingnya dalam konteks masyarakat mempawah untuk mencegah terjadinya konflik. Untuk itu perlu dilakukan tiga bentuk penguatan yaitu berorientasi pada pembauran atau interaksi sosial yang ditandai dengan upaya menciptakan komunikasi yang baik, berorientasi kerja sama antar umat beragama dan berorientasi sikap toleransi dan menghormati.
PENGUATAN KARAKTER BANGSA MELALUI PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FITRIA, HEMA
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 1, No 1 (2017): EDISI 1
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.239 KB) | DOI: 10.31571/pkn.v1i1.510

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan program pendidikan yang sangat penting untuk upaya pembangunan karakter bangsa. Sebagai suatu program pendidikan yang amat strategis bagi upaya pendidikan karakter, PKn perlu memperkuat posisinya menjadi ?subjek pembelajaran yang kuat? (powerful learning area) yang secara kurikuler ditandai oleh pengalaman belajar secara kontekstual dengan ciri-ciri: bermakna (meaningful), terintegrasi (integrated), berbasis nilai (valuebased), menantang (challenging), dan mengaktifkan (activating). Terdapat 4 bagian penting dalam kurikulum meliputi: tujuan, isi/materi, strategi pembelajaran, dan evaluasi. Dalam standar kompetensi kurikulum PKn, ditegaskan bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai tujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan serta berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan pada karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya. Pengembangan pembelajaran PKn dalam membentuk karakter bangsa merupakan suatu bentuk pengembangan kurikulum yang dilakukan untuk memberikan dasar pemikiran yang mendunia, yang dapat dijadikan tolak ukur dalam setiap langkah guna memperkokoh ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN IKIP PGRI PONTIANAK Rianto, Hadi; Zuldafrial, Zuldafrial; Sulha, Sulha; M, Yuliananingsih; Suhaida, Dada; Hemafitria, Hemafitria; Rohani, Rohani; Firmansyah, Syarif; Novianty, Fety; Octavia, Erna; Moad, Moad; Rube'i, Muhammad Anwar
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v4i1.1524

Abstract

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk (1) menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan, minat mahasiswa untuk menekuni dunia wirausaha, (2) meningkatkan kreativitas berpikir mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan wirausaha, (3) membuka wawasan tentang perkembangan dunia wirausaha di Kalimantan Barat, dan (4) memberikan motivasi kepada dosen dan mahasiswa untuk dapat berpartisipasi dalam mengembangkan dunia wirausaha di Kalimantan Barat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan akan memberikan manfaat pada peningkatan kemampuan, minat, motivasi, inovasi, dan kreativitas mahasiswa untuk menekuni dunia wirausaha, meningkatnya kreativitas berpikir mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan wirausaha, membuka wawasan tentang perkembangan dunia wirausaha di Kalimantan Barat, dan mendorong motivasi kepada dosen dan mahasiswa untuk dapat berpartisipasi dalam mengembangkan dunia wirausaha di Kalimantan Barat. Peserta kegiatan pelatihan kewirausahaan adalah mahasiswa Prodi PPKn di IKIP PGRI Pontianak terdiri dari 40 orang. Tempat kegiatan yaitu Balai Pertemuan Desa Sungai Baru Kecamatan Telok Keramat Kabupaten Sambas. Pengenalan terhadap dunia dan peluang usaha tentunya akan memungkinkan peningkatan motivasi individu bahwa upaya kewirausahaan akan memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada hanya duduk menunggu peluang mejadi orang yang bekerja diperkantoran
PERAN MAJELIS ADAT BUDAYA MELAYU DALAM PENANAMAN NILAI- NILAI KEMANUSIAAN (HUMAN VALUES) DI KOTA PONTIANAK Hemafitria, Hemafitria; Yuliananingsih, Yuliananingsih
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 4 Nomor 1 Edisi Juni 2020
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v4i1.1723

Abstract

Kekuatan  budaya melalui pemberdayaan masyarakat merupakan sumber utama yang penting dalam pembentukan nilai-nilai kemanusiaan. Peran  lembaga Majelis Adat Budaya Melayu  ini sangat dominan dalam tatanan kehidupan masyarakat Melayu kota Pontianak.Tujuan umum penelitian ini adalah  memperoleh informasi secara obyektif tentang Peran Majelis Adat Budaya Melayu dalam penanaman nilai- nilai kemanusiaan (Human Values) di  kota   Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode diskriptif.  Berdasarkan hasil temuan  bahwa penanaman  nilai-nilai kemanusiaan terwujud dalam bentuk program kerja yang langsung dilaksanakan oleh MABM Kota dan bekerjasama dengan pemerintah Kota Pontianak. Pembentukan  nilai-nilai kemanusiaan meliputi nilai religius,  nilai santun,   nilai kebersamaan, nilai kebaikan dan nilai keterbukaan. Hambatan yang dihadapi dalam MABM pada dasarnya masih tingginya sifat ketidak pedulian yang terjadi di masyarakat dan pengurus MABM, kurangnya sumberdaya manusia dalam aspek keilmuan dengan  tidak berjalannya program dari MABM .upaya-upaya Majelis Budaya Melayu guna menciptakan kehidupan yang damai dan  harmonis adapun  upaya - upaya yang dilakukan meliputi Konsolidasi Organisasi, Memperkuat Jalur Komunikasi, Pelibatan Kaum Muda dalam berbagai kegiatan yang diprogramkan dan Festival Seni Budaya Melayu Kekuatan  budaya melalui pemberdayaan masyarakat merupakan sumber utama yang penting dalam pembentukan nilai-nilai kemanusiaan.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBUATAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI DESA SUNGAI BARU KECAMATAN TELUK KERAMAT SAMBAS Hemafitria Hemafitria; Erna Octavia
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v4i2.1909

Abstract

Bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya. PKM ini dapat diselenggarakan dengan baik yang ditandai dengan dihasilkannya bahan ajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sesuai dengan kriteria yang benar, diperoleh bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa,  guru tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh,  bahan ajar menjadi labih kaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi, menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar dan bahan ajar akan mampu membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan siswa karena siswa akan merasa lebih percaya kepada gurunya.  Dengan tersedianya bahan ajar yang bervariasi, maka  pembelajaran  akan mendapatkan manfaat yaitu, kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
PENGUATAN KARAKTER BANGSA MELALUI PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FITRIA, HEMA
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 1 Nomor 1 Edisi Juni 2017
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v1i1.510

Abstract

PERAN MAJELIS ADAT BUDAYA MELAYU DALAM PENANAMAN NILAI- NILAI KEMANUSIAAN (HUMAN VALUES) DI KOTA PONTIANAK Hemafitria, Hemafitria; Yuliananingsih, Yuliananingsih
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 4 Nomor 1 Edisi Juni 2020
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v4i1.1723

Abstract

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL BLENDED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TKR SMK PUTRA KHATULISTIWA PONTIANAK Sakillah, Kiki; Hemafitria, Hemafitria; Rianto, Hadi
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 4 Nomor 2 Edisi Desember 2020
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v4i2.2108

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi tentang pengaruh model Blended Learning terhadap hasil belajar siswa kelas X  SMK Putra Khatulistiwa Pontianak. Tujuan khusus yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan: Hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran berbasis Blended Learning, pengaruh sesudah model pembelajaran berbasis Blended Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi Kewenangan Lembaga-Lembaga Negara di kelas X SMK Putra Khatulistiwa Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan bentuk penelitian Pre-Experimental dan rancangan penelitian one-grup pretest-posttest teknik pengumpul data yaitu teknik pengukuran dan dokumenter alat pengumpul data yaitu tes dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Putra Khatulistiwa Pontianak yang terdiri dari tiga kelas. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling sehingga diperoleh kelas X TKR SMK Putra Khatulistiwa Pontianak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengukuran data dengan tes pilihan ganda. Hasil uji hipotesis diperoleh rata-rata hasil belajar siswa dengan model Blended Learning 80,77. Analisis data menggunakan uji t untuk hasil belajar siswa diperoleh t 9,85>0,1696, sehingga Ha diterima dan hasil perhitungan effect size untuk model Blended Learning terdapat pengaruh model Blended Learning dengan  Es sebesar 1,85>0,8 data tergolong tinggi.