Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penyuluhan Anemia Gizi dengan Media Motion Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Shafira Dwiana Fitriani; Rizza Umamah; Dadang Rosmana; Mamat Rahmat; Gurid Pramintarto Eko Mulyo
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.528 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.686

Abstract

Anemia merupakan salah satu dari lima masalah gizi utama di Indonesia. Salah satu usaha untuk menanggulangi masalah anemia yaitu melakukan penyuluhan dengan media motion video sehingga pesan akan lebih baik dalam ingatan karena melibatkan lebih banyak panca indra serta kesan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan anemia gizi dengan media motion video terhadap pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah intervensi pada remaja putri. Design penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan one group pre-post test. Sampel penelitian adalah siswi Sma Bina Muda Cicalengka sebanyak 21 orang. Pengukuran pengetahuan dan sikap dilakukan sebanyak dua kali yaitu pre test dan post test. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata pengetahuan dan sikap anemia sebelum diberikan penyuluhan anemia gizi adalah 5.10 dan 23.19, setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 8.71 dan 25.51. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan anemia gizi dengan media motion video terhadap pengetahuan (p=0.000) dan sikap (p=0.001) remaja putri di SMA Bina Muda Cicalengka. Disarankan media motion video dapat digunakan lebih lanjut sebagai media untuk pendidikan gizi mengenai anemia pada remaja putri. Kata Kunci: Anemia, Motion video, Pengetahuan, Penyuluhan, Remaja Putri Sikap.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT PISANG AMBON (MUSA ACUMINATA COLLA) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN-VITRO Rika Fitriani Nur Fajrina; Ira Gustira Rahayu; Yeni Wahyuni; Mamat Rahmat
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.959 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i1.744

Abstract

Pisang mengandung antioksidan yang tinggi. Selain itu, kulit pisang juga memiliki kandungan kimia seperti alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, juga terpenoid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kulit pisang ambon, mengetahui variasi konsentrasi dari rentang 0%; 0,2%; 0,4%; 0,6%; 0,8%; dan 1% , juga mengetahui waktu kontak (waktu inkubasi) yang paling efektif. Waktu yang dipakai disesuaikan dengan kurva pertumbuhan bakteri yaitu 0 jam, 5 jam, 15 jam, 30 jam, dan 45 jam dengan 3 kali pengulangan sehingga terdapat 75 unit eksperimen termasuk kontrol positif dan negatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Metode yang digunakan adalah makrodilusi dengan pembuatan seri pengenceran pada tabung reaksi yang berisi media cair Mueller Hinton Broth (MHB) sebagai media yang dapat menumbuhkan bakteri Staphylococcus aureus dan sejumlah tertentu suspensi Staphylococcus aureus. Seri tabung diinkubasi pada suhu 37°C selama waktu tertentu dan diukur absorbannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 620 nm. Ekstrak kulit pisang ambon dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 0,4% dengan waktu kontak 30 jam.
RANCANG BANGUN MODEL BURNER BIOMASSA SEBAGAI PENUNJANG PEMBANGKIT KALOR PADA SISTEM ORGANIC RANKINE CYCLE (ORC) edi sutoyo; Mamat Rahmat; Setya Permana Sutisna
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.195 KB) | DOI: 10.32832/ame.v2i2.353

Abstract

Penggunaan sinar matahari sebagai sumber energi panas padapembangkitlistrikberbasis ORC (organic rankine cycle) memiliki beberapaketerbatasandiantaranya hanya tersedia di siang hari dan tidak optimal saat mendung dan hujan. Untuk itu diperlukan pembangkit kalor sebagai penunjang, yang dapat menaggulangi kelemahan sistem yang ada. Burner biomassa merupakan solusi alternatif sebagai penunjang operasi sistem ORC saat cuaca mendung, hujan atau saat malam hari. Burner biomassa adalah burner yang menggunakan bahan bakar biomassa sebagai bahan bakar. Pemanfaatan biomass untuk bahan bakar burner inimemanfaatkankonsepgasifikasisederhanauntukmeningkatkanefisiensikonversienergitermalnya. Burner inidigunakanuntukmemanaskan air yang akandialirkanpadabagian evaporator sistemORC yangdapatdisinergikandenganaplikasisolar colector.Pengujian burner dilakukan dengan memvariasikan proses pembakaran. Proses pertama yaitu proses pembakaran biasa dan yang kedua adalah proses pembakaran dengan gasifikasi.Dari rancangan yang dihasilkan dan pengjian yang dilakukan burner mampu berfungsi sebagai pembangkit atau penyuplai panas di sistem ORC untuk menggantikan solar collector ketika sumber panas dari radiasi matahari tidak diperoleh.
UJI KINERJA MOVABLE THERMOSTATIC BATH SEBAGAI ALAT KALIBRASI TERMOKOPEL Gian Nurdianto; Mamat Rahmat; Nurrohman Nurrohman
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.705 KB) | DOI: 10.32832/ame.v5i1.2353

Abstract

RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA BLADELESS FAN SEBAGAI PENDINGIN RUANGAN Rudi Kusmawan; Roy Waluyo; Mamat Rahmat
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.098 KB) | DOI: 10.32832/ame.v6i1.2798

Abstract

Industri mulai mengembangkan kipas tanpa bilah yang disebut dengan Bladeless fan menggunakan efek air multiplier. Teknologi air multiplier memanfaatkan airfoil yang dipakai pada sayap pesawat berfungsi untuk menarik udara sekitar. airfoil berfungsi untuk mengeluarkan udara dan melipatgandakan udara yang masuk  menjadi beberapa kali lipat. Dalam penelitian ini bladeless fan menggunakan NACA 0012. Pada  bladeless fan dilakukan pengujian untuk mendapatkan data flow rate input dan output untuk mengetahui seberapa besar kelipatan flowrate setelah melewati bladeless fan. flowrate input didapatkan dengan cara mengukur kecepatan aliran dari keluaran kompresor dengan menggunakan rotameter sebanyak 10 kali. Flowrate ouput dengan cara mengukur keluaran dari bladeless fan menggunakan alat air flowmeter yang diambil datanya sebanyak 10 kali. Pengambilan data temperatur dan RH sebanyak 3 titik menggunakan termometer dan RH meter digital. Hasil pengujian menunjukan Semakin besar flowrate  input maka semakin besar flowrate output dan temperatur semakin tinggi. Flowrate output terkecil yaitu sebesar 160 L/s dengan  temperatur output 24,20 °C. Flowrate output terbesar yaitu 801 L/s dengan temperatur 19,1°C. Kelipatan aliran udara (multiple airflow) terbesar 11,4 pada laju aliran udara input 70 L/s dengan menghasilkan laju aliran udara 801 L/s. Kelipatan aliran udara terendah 8.0 pada laju aliran udara input 20 L/s dengan menghasilkan laju aliran udara output 160 L/s. Rata-rata kelipatan aliran udara adalah 10.1.
RANCANG BANGUN MODEL KETEL SEBAGAI PENUNJANG PEMBANGKIT KALOR PADA SISTEM ORGANIC RANKINE CYCLE (ORC) edi sutoyo; Mamat Rahmat; Roy Waluyo
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.475 KB) | DOI: 10.32832/ame.v2i1.347

Abstract

Penggunaan sinar matahari sebagai sumber energi panas (khususnya di indonesia) memiliki banyak keterbatasan. Keterbatasan tersebut antara lain, energi panas dari matahari hanya tersedia di siang hari dan tidak optimal saat mendung dan hujan. Oleh karena itu diperukan pembangkit kalor sebagai penunjang, yang dapat menaggulangi kelemahan sistem yang ada. Ketel merupakan salah satu Solusi alternatif sebagai penunjang operasi sistem ORC saat cuaca mendung, hujan atau saat malam hari. Ketel berfungsi sebagai pemanas air pengganti energi panas matahari. Suplai air panas ke epavorator yang semula dihasilkan dari solar kolektor diganti dengan air panas yang berasal dari ketel. Sumber panas untuk ketel berasal burner biomassa. Pengujian ketel dilakukan dengan memvariasikan tiga debit yang berbeda yaitu: 7 liter/menit, 24 liter/menit dan 43 liter/menit. Hasil pengujian dengan debit 7 liter/menit, 24 liter/menit dan 43 liter/menit menghasilkan ?T rata-rata berturut-turut sebesar 10,4 OC, 0,46 OC dan 0,37OC sedangkan Effisiensi ketel maksimum terjadi pada debit 7 liter/menit, pada yaitu sebesar 0,032%. Dari rancangan yang dihasilkan dan pengjian yang dilakukan ketel mampu berfungsi sebagai pembangkit atau penyuplai panas di sistem ORC untuk menggantikan solar collector ketika sumber panas dari iradiasi matahari tidak diperoleh.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans METODE MAKRODILUSI Ratih Sukma Pujawati; Mamat Rahmat; Ai Djuminar; Ira Gustira Rahayu
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.401 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.771

Abstract

Kandidiasis merupakan suatu penyakit jamur yang disebabkan oleh Candida sp. dan dapat menyerang mulut, vagina, kuku, kulit, bronki, atau paru-paru. Untuk mengatasi kandidiasis, dapat digunakan antijamur yang berasal dari bahan alam, diantaranya adalah serai dapur. Serai dapur memiliki kandungan kimia yang terdiri dari saponin, tannin, flavonoid, terpenoid, dan alkaloid yang dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) terhadap pertumbuhan C.albicans dengan menggunakan metode makrodilusi. Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap ini menggunakan serai dapur yang dibagi ke dalam variasi konsentrasi ekstrak 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0.8%, 1% dan variasi waktu kontak 0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam lalu diukur kekeruhannya pada spektrofotometer. Data hasil absorban kemudian dibuat kurva dan dilakukan analisa pengukuran absorban terhadap konsentrasi dan waktu kontak. Dari hasil tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dalam menghambat pertumbuhan C.albicans adalah pada konsentrasi ekstrak 0,4% dan waktu kontak yang efektif dalam menghambat pertumbuhan C.albicans adalah pada waktu kontak 36 jam.
PENDIDIKAN GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN ASUPAN PADA SISWA KURUS SEKOLAH DASAR Ayuningtiar .; Aryani Sudja; Mamat Rahmat; Mimin Aminah; Fita Faiqotunnisa; Hasbi M Haidhar
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.253 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v11i2.679

Abstract

Masalah gizi timbul akibat perilaku gizi seseorang yang salah yaitu ketidakseimbangan antara konsumsi gizi (asupan) dengan kecukupan gizinya. Anak sekolah dasar merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap ketidakcukupan gizi, sehingga anak sekolah harus dipantau agar ketidakcukupan gizi bisa dihindari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan gizi pada anak usia sekolah dasar sehingga diharapkan setelah diberikan pendidikan gizi, anak mampu menambah pengetahuan mengenai gizi, mengubah perilaku makan dan pola hidup sehingga meningkatkan kualitas hidup, serta memperbaiki keadaan gizi menjadi lebih baik pada masa dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan gizi dan asupan makan pada siswa sekolah dasar dengan status gizi kurus. Desain penelitian yaitu quasi eksperimental one group pre-test and post-test. Sampel dipilih secara purposive sampling dan didapatkan jumlah sampel 19 orang dengan status gizi kurus (IMT<-2SD). Media yang digunakan yaitu booklet dan slide power point dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil uji statistik menunjukkan ada pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan gizi siswa sekolah dasar secara bermakna (p=0,000). Pada asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat uji statistik menunjukkan tidak ada pengaruh yang bermakna pendidikan gizi terhadap asupan makan pada siswa sekolah dasar (energi p=0,147, protein p=0,0494, lemak p=0,712, dan karbohidrat p=0,126). Disarankan untuk adanya sosialisasi mengenai gizi seimbang dan malnutrisi kepada orang tua siswa untuk mengetahui status gizi dan kebutuhan makan anak sekolah dasar.
Rancang Bangun Tabung Udara Dingin Terkompresi dengan Tekanan 5 Bar Ade Fahrudin; Mamat Rahmat; Roy Waluyo
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 4, No 2: December 2019
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v4.i2.2019.175-184

Abstract

Tabung udara terkompresi merupakan wadah tertutup yang dirancang untuk menampung udara bertekanan dengan temperatur yang berbeda dari temperatur lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang tabung udara dingin terkompresi dengan volume 9 liter dan tekanan 5 bar. Tabung udara dirancang menggunakan material SA-53 dengan tensile strength 413,68 MPa untuk shell dan SA-36 dengan tensile strength 399,89 MPa untuk head. Tegangan yang terjadi di dalam tabung yaitu tegangan longitudinal dan circumferential. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan simulasi Finite Element Method (FEM). Pengujian mengacu pada hydrostatic test prosedur ASME Code Section VIII Division I. Hasil pengujian dengan tekanan 1,3 x MAWP dan holding time selama 2 jam yaitu tabung tidak mengalami kebocoran dan penurunan tekanan. Hasil simulasi menunjukkan terdapat konsentrasi tegangan pada setiap penambahan komponen dalam tabung. Tegangan maksimum yang terjadi sebesar 93,86 MPa, displacement maksimum yang terjadi sebesar 0,102 mm, dan regangan yang terjadi sebesar 0,00036. Tegangan, displacement, dan regangan yang terjadi lebih kecil dibanding dengan tegangan yang diizinkan sehingga desain dapat dikatakan aman.
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DI SMK NEGERI CIKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA, TAHUN PELAJARAN 2018/2019 MAMAT RAHMAT
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 3 No 02 (2021): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA (EDISI - SEPTEMBER 2021 )
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Professional teachers must be able to implement four teacher competencies, namely: (1) pedagogic competence; (2) professional competence; (3) personality competence; and (4) social competence. Based on the results of observations made by researchers at SMK Negeri Cikalong, Tasikmalaya Regency, teacher professionalism still needs to be improved. The formulation of the research problem is as follows: 1) How are the efforts made in increasing the professionalism of teachers in Cikalong State Vocational School, Tasikmalaya Regency, 2) What are the indicators of teacher professionalism improvement in Cikalong State Vocational School, Tasikmalaya Regency, 3) What are the challenges faced in increasing the professionalism of teachers in Cikalong State Vocational School, Tasikmalaya Regency. This research method uses qualitative methods. Data collection tools and techniques are literature study, observation, interviews. The conclusions from the research are: 1) Efforts made to improve teacher professionalism at SMK Negeri Cikalong, Tasikmalaya Regency are: teacher development training or training, developing teacher duties and functions, conducting comparative study programs to other schools that have progressed, 2) Indicators of increasing professionalism teachers at SMK Negeri Cikalong Tasikmalaya Regency are as follows; teachers are more creative and innovative in carrying out their duties as teachers, mastering the curriculum, mastering subject matter, mastering learning methods and evaluations, loyal to assignments, disciplined. 3) The challenges faced in increasing professionalism at SMK Negeri Cikalong, Tasikmalaya Regency are as follows; there are still many teachers who have not mastered ICT, still low interest and motivation to participate in scientific forums, consumptive teacher lifestyle, low awareness of teachers about their duties and functions, internet access is still relatively difficult in the school environment, there is still little interest for teachers to continue education to a higher level or master's degree, teachers are less creative and innovative, there are still teachers who lack discipline, there is a delay in school BOPD, curriculum implementation is often not in accordance with what has been mutually agreed upon.