Julistia Bobihoe
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi Jln. Samarinda Paal Lima Kotabaru Jambi

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUJIAN BEBERAPA GALUR UNGGULAN PADI DATARAN TINGGI DI KABUPATEN KERINCI PROPINSI JAMBI , Endrizal; Bobihoe, Julistia
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 13, No 3 (2010): November 2010
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Performance of Superior Upland Rice Genotype In Kerinci District Jambi Province. The mainobstacle of raising national rice production for the last few years is the difficulty to identify the new high yieldingvariety adaptive to wide growth environment. Development of new high yielding varieties adaptive for specificlocation can be increase rice production and finally can be increase the income of farmer. The yield trials forsome elite lines in different agro ecological ecosystem could identify a new superior genotype adaptive for botha specific location or wide growth environment. The yield trial for upland rice ecosystem was done for two yearsin DS 2006 and 2007. The research was done in Koto Dua Lama Semurup Village, Air Hangat sub distric, Kerincidistric Jambi province. The material consisted of 8 genotypes included check Sarinah. The trials was arranged inrancomized completed block design with 3 replications. The 21 old seedling was planted in 2.5x5 m2 plot sizewith 20 x 20 cm width spacing. The result suggested that RUTTST85B-5-2-2-2-0 was the superior genotype forupland rice in Jambi province. The grain yield of the genotype was 7.19 and 5.8 t/ha or 6.3% and 16% highercompared to that of Sarinah in DS 2006 and 2007 respectively whereas BP1356-1G-KN-4 had the least grain yield(4.87 t/ha dan 4.15 t/ha).The yield component analysis showed the RUTTST85B-5-2-2-2-0 had more productivetiller number, more filled grain and less unfilled grain than that of Sarinah. Further yield trials and resistanceof leaf blast and neck blast desease should be done to reveale the advantages of this genotype over Sarinah.Key words : Genotype, rice, productivity up land Kendala utama peningkatan produksi padi nasional selama beberapa tahun terakhir antara lain adalahsulitnya mendapatkan varietas unggul baru (VUB) padi yang mempunyai potensi hasil tinggi dan adaptif denganlingkungan tumbuhnya. Pengembangan/pemasyarakatan padi varietas unggul baru (VUB) merupakan salah satuterobosan dalam upaya peningkatan produktivitas dan produksi padi serta pendapatan petani. Kegiatan pengujiangalur harapan padi sawah dataran tinggi dilaksanakan di Desa Koto Dua Lama Semurup Kecamatan Air HangatKabupaten Kerinci Provinsi Jambi pada MK 2006 dan 2007. Pengujian bertujuan untuk mendapatkan varietaspadi yang berdaya hasil tinggi dan adaptif di dataran tinggi. Pengujian dilaksanakan menggunakan RancanganAcak Kelompok dengan 3 ulangan. Pengujian ini terdiri dari 8 galur termasuk varietas pembanding Sarinah.Hasil pengujian memperlihatkan bahwa hasil tertinggi pada MK2006 dan MK 2007 berturut- pada galurRUTTST85B-5-2-2-2-0 (7,19 ton GKG /ha dan 5,80 ton GKG /ha) dan terendah pada galur BP1356-1G-KN-4(4,87 t/ha dan 4,15 t/ha GKP). Produksi galur RUTTST85B-5-2-2-2-0 6,3 – 16% lebih tinggi dari produksivarietas pembanding Sarinah (6,77 t GKP/ha dan 5 t GKP/ha). Berdasarkan data keragaan tanaman dan komponenhasil terlihat bahwa galur RUTTST85B-5-2-2-2-0 memiliki potensi produksi tinggi, tahan terhadap hama danpenyakit blas daun dan blas leher serta toleran terhadap cekaman suhu tinggi dibandingkan dengan varietas Sarinah.Kata kunci : Galur padi unggulan, produktivitas, dataran tinggi
KERAGAAN DAN ANALISIS USAHATANI SALAK (Salacca edulis) DI LAHAN PEKARANGAN DESA SRI AGUNG (Studi Kasus Desa Prima Tani Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi) , Jumakir; Bobihoe, Julistia
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performance and Farming System Analysis of Zalacca in Sri Agung Village (Case Studies in Prima Tani Tanjung Jabung District, Jambi). The Zalacca Pondoh is one type of fruits that is favored by many people and has a good prospect to be cultivated in small-scale field in Sri Agung Village. The aim of this study was to evaluate the continual farming system and economical analysis of the commodity. The research was conducted in some transmigrated areas in Sri Agung village, Tungkal Ulu District, Tanjung Jabung Barat, Jambi Province from June 2007 to July 2007 by using site-observation and survey methods. The primary data were collected by interviewing zalacca farmers, while the secondary data were collected from the related institutions. The result showed that the technical production of zalacca on the farmers level was quite good, but need an improvement in terms of the use of fertilizer, fruit trimming, pests and diseases control. Zalacca farming system gives added value and profitable with an R/C 2, 09. Key words: Salacca edulis, technology and farming system Tanaman salak merupakan salah satu tanaman buah yang disukai dan mempuyai prospek baik untuk diusahakan di desa Sri Agung. Tanaman salak terutama dibudidayakan di lahan pekarangan. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengkaji teknik budidaya dan analisis usahatani tanaman salak yang diusahakan petani di lahan pekarangan secant berkelanjutan. Pengkajian ini dilaksanakan di Desa Sri Agung Kecamatan Tungkal Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi yang merupakan daerah transmigrasi asal Jawa, dimulai dari bulan Juni sampai Juli 2007 dengan metode survei dan tinjauan ke lahan salak. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan petani yang mengusahakan tanaman salak. Data sekunder diperoleh dari lembaga terkait. Hasil pengkajian menunjukan bahwa teknologi budidaya tanaman salak yang berkembang dan yang dilakukan di tingkat petani sudah cukup baik, namun masih memerlukan perbaikan seperti pemupukan, pemangkasan atau penjarangan buah dan pengendalian hama penyakit. Usahatani salak memberikan nilai tambah dan menguntungkan, dengan nilai R/C 2,09. Kata kunci : Salak, teknologi dan sistem usahatani
EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK NITROGEN DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK PADA TANAMAN PADI SAWAH , Endrizal; Bobihoe, Julistia
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims at assessing efficiency nitrogen ferilizer and organic fertilizers. The experiment wasconducted on September 1999 – March 2000 in Kambaniru, East Sumba district, East Nusa Tenggara district usingRandomized Completely Block Design consisting of 6 treatments and 4 replications. The treatments are as follows:(A) recommended rate (Urea-SP36-KCl: 150-100-50 kg/ha), (B) standard rate (Urea-SP36-KCl: 50-50-50 kg/ha), (C)standard rate + rice straw 10t/ha + EM-4 (D) standard rate + rice straw 5 t/ha + EM-4 (E) standard rate + Guano 300kg/ha and (F) NPK Plus (Beringin Brand) 300 kg/ha. Recommended rate showed better growth rate than those treatedwith organic fertilizers. Productivity of Memberamo variety treated with recommended rate was the highest (5,25ton/ha), and the lowest productivity (3,75 ton/ha) was that with the standard recommended rate + 50 kg/ha of nitrogen.Nevertheless, productivity of rice treated with standard rate + rice straw 10 ton/ha was not significantly different withthat treated with recommended rate. Costs and benefit analysis revealed that recommended rate got highest profit ofRp 2.525.000 and B/C ratio of 1,93.Key words : nitrogen use efficiency, organic fertizer, guano fertilizerPengkajian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan pupuk nitrogen dan pupuk organik.Pengkajian dilaksanakan pada bulan September 1999 – Maret 2000 di daerah irigasi Kambaniru, Kabupaten SumbaTimur, Nusa Tenggara Timur. Metoda yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan,masing- masing ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu (A) dosis rekomendasi Urea-SP36-KCl : 150-100-50 kg/ha;(B) dosis standar: Urea-SP36-KCl: 50-50-50 kg/ha; (C) dosis standar + jerami 10 ton/ha + EM-4; (D) dosis standar+ jerami 5 ton/ha + EM-4, dan (E) dosis standar + pupuk alam Guano 300 kg/ha. (F) NPK plus Cap Beringin 300kg/ha. Pada pemberian pupuk dengan dosis rekomendasi semua parameter pengamatan memperlihatkan pertumbuhanyang lebih baik dari pupuk organik lainnya. Produktivitas padi dengan dosis rekomendasi merupakan yang tertinggi,yaitu 5,25 ton/ha. Sementara hasil terendah (3,75 ton/ha) adalah dengan menggunakan dosis standar + 50 kg Urea/ha.Produktivitas dengan perlakuan dosis standar + jerami 10 ton/ha tidak berbeda nyata dengan dosis rekomendasi.Demikian pula, penggunaan pupuk organik (Guano 300 kg/ha dan jerami padi 10 ton/ha) + pupuk anorganik dosisrendah (Urea-SP36 dan KCl: 50-50-50 kg/ha) tetapi tidak berbeda nyata. Dari analisis biaya dan keuntungandiperoleh keuntungan tertinggi pada perlakuan dosis rekomendasi, yaitu Rp 2.525.000/ha dengan B/C ratio 1,93.Kata kunci : efisiensi pupuk nitrogen, pupuk organik, pupuk Guano
PENGKAJIAN USAHATANI PADI VARIETAS UNGGUL BARU MELALUI PENDEKATAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) DI LAHAN SAWAH IRIGASI PROVINSI JAMBI Bobihoe, Julistia
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 12, No 3 (2009): November 2009
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assessment on Paddy Farm Operations Using New Superior Varieties and ICM Approach in IrrigatedRice Fields in Jambi Province. Paddy is an important food crop commodity in Jambi Province so that thiscommodity becomes the priority in supporting the agriculture program in Tanjung Jabung Barat Regency. Thepaddy harvested area in 2007 was 17,272 ha with the total production of 62,842 tons. However, the productivityis still relatively low ( an average of 3,64 t/ha) compared to the study result executed by Jambi AIAT obtaining6 - 7 t/ha dried shelled rice (DSR) from new superior varieties. One of the causes of the low rice productivityin lowland is the usage of the same variety at a particular region for a long period of time, so that it is unableto produce higher yield as the genetic ability is limited. Therefore, new superior varieties (NSV) are needed toreplace the old superior varieties that have experienced lower productivity. The purpose of this study was to findout the productivity of paddy new superior varieties implementing integrated crop management (ICM) approach inirrigated rice fields in Tanjung Jabung Barat Regency in Jambi Province. The study activities utilizing new superiorpaddy varieties and implementing ICM approach in irrigated rice field were carried out in Sri Agung Village ofTungkal Ulu Sub-district of Tanjung Jabung Barat Regency in Jambi Province during the 2006/2007 plantingseason. The implementations of technology with ICM approach are: the utilizations of improved seeds, youngseed age, legowo planting system, organic materials, Urea fertilization by using Leaf Color Chart (LCC)) and pestmanagement. The study results indicate that Ciherang, Mekongga, and Tukan Balian varieties produced 5.35 t/ha,5.19 t/ha and 4.83 t/ha DSR respectively, while the yields from non ICM approach for Ciherang, Mekongga andTukad Balian varieties were 3.50 t/ha, 3.41 t/ha and 3.25 t/ha DSR respectively. From the analysis results on ricefarming operations implementing ICM approach, Ciherang, Mekongga and Tukad Balian varieties each providedRp.4,770,000 (R/C 1.80), Rp.4,486,000 (R/C 1.76), and Rp.3,832,572 (R/C 1.66) profits, while those from nonICM approach for the same varieties, Ciherang, Mekongga and Tukad Balian, provided Rp.2,790,715 (R/C 1.66),Rp.2,629,286 (R/C 1.63) and Rp.2,342,143 (R/C 1.56) respectively. The study results show that the introduction ofpaddy technology packages with ICM approach in Jambi Province can increase productivity around 1.5 - 2 t/ha DSR.Key words : Paddy, integrated crop management (ICM), Superior Variety, Irrigation RiceABSTRAKTanaman padi merupakan komoditas tanaman pangan penting di Provinsi Jambi sehingga komoditasini menjadi prioritas dalam menunjang program pertanian. Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, luas panen padisawah pada tahun 2007 adalah 17.272 ha dengan total produksi 62.842 t. Namun produktivitas tersebut masihrelatif rendah (rata-rata 3,64 t/ha) dibandingkan dengan hasil pengkajian yang dilaksanakan BPTP Jambi yangmemperoleh produksi padi varietas unggul baru 6 – 7 t/ha (GKP). Salah satu penyebab rendahnya produktivitas padi sawah tersebut adalah adanya penggunaan varietas yang sama pada suatu wilayah dengan kurun waktu yanglama, sehingga tidak mampu lagi berproduksi lebih tinggi karena kemampuan genetiknya terbatas. Oleh karenaitu perlu adanya varietas unggul baru (VUB), sebagai pengganti varietas unggul lama yang sudah mengalamipenurunan produktivitas. Tujuan pengkajian untuk melihat produksi varietas unggul baru (VUB) padi denganpendekatan PTT pada lahan sawah irigasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Kegiatanpengkajian usahatani padi varietas unggul baru (VUB) melalui pengembangan pengelolaan tanaman terpadu(PTT) di lahan sawah irigasi dilaksanakan di desa Sri Agung Kecamatan Tungkal Ulu Kabupaten Tanjung JabungBarat Provinsi Jambi pada MH 2006/2007. Penerapan teknologi dengan pendekatan PTT, yaitu: penggunaanbenih unggul, umur bibit muda, sistim tanam jajar legowo, penggunaan bahan organik, pemupukan Urea denganmenggunakan Bagan Warna Daun (BWD) serta pengendalian hama dan penyakit (PHT). Hasil pengkajianmenunjukkan bahwa varietas Ciherang menghasilkan gabah kering 5,35 t/ha, Mekongga 5,19 Tukad Balian4,83 t/ha sedangkan non PTT varietas Ciherang memperoleh hasil 3,50 t/ha GKG, Mekongga 3,41 t/ha danvarietas Tukad Balian 3,25 t/ha GKG. Dari hasil analisis usahatani dengan pendekatan PTT varietas Ciherang,Mekongga dan Tukad Balian masing-masing memperoleh keuntungan sebesar Rp. 4.770.000 (R/C 1,80), Rp.4.486.000 (R/C 1,76), dan Rp. 3.832.572 (R/C 1,66) sedangkan non PTT varietas Ciherang, Mekongga danTukad Balian masing-masing memperoleh keuntungan sebesar Rp. 2.790.715 (R/C 1,66), Rp. 2.629.286 (R/C1,63) dan 2.342.143 (R/C 1,56). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa introduksi paket teknologi padi sawahirigasi dengan pendekatan PTT di Provinsi Jambi dapat meningkatkan produktivitas sekitar 1,5 – 2 t/ha t/ha GKG.Kata kunci : Padi, PTT, Varietas Unggul, Sawah Irigasi