Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agriovet

BOBOT LAHIR ANAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) DAN SENDURO DI KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG Rifa'i Rifa'i; Dian Afikasari; Rico Anggriawan
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.448

Abstract

Ternak kambing PE dan kambing Senduro merupakan ternak yang sedang dan terus dikembangkan saat ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bobot lahir anak kambing PE dan Kambing Senduro. Metode penelitian menggunakan studi kasus di Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijuan Makanan Ternak (UPT PT dan HMT) Singosari, Kabupaten Malang. Materi yang digunakan adalah kambing PE dan kambing Senduro bunting tua masing-masing sebanyak 30 ekor, yang kemudian dilakukan pengamatan saat fase partus untuk mengetahui bobot lahir anak yang dihasilkan. Bobot lahir anak kambing PE tipe kelahiran kembar lebih tinggi dibandingkan tipe kelahiran tunggal 3,8726 ± 0,3874 > 3,7754 ± 0,6859, sedangkan bobot lahir anak kambing Senduro menunjukkan tipe kelahiran kembar lebih tinggi dibandingkan tipe kelahiran tunggal 3,7198 ± 0,4234 > 3,4230 ± 0,3252. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa bobot lahir pada anak kambing PE dan kambing Senduro tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Kata Kunci : Anak kambing, Bobot lahir, kambing PE dan kambing Senduro
PENGARUH PEMBERIAN ASAM SITRAT (CITRIC ACID) SEBAGAI FEED ADDITIVE TERHADAP FCR (FEED CONVERTION RATIO) DAN HDP (HEN DAY PRODUCTION) AYAM PETELUR DI KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI Agung Kukuh Prasetyo; Rico Anggriawan; Dian Afikasari
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian asam sitrat (citric acid) terhadap FCR dan HDP ayam petelur. Penelitian dilakukan selama satu bulan di Tandjaja Farm, Desa Lamong, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri dimulai tanggal 30 Maret sampai 28 April 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan empat perlakuan dan lima ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah perlakuan kontrol tanpa asam sitrat (P0), perlakuan dengan taraf asam sitrat 0,1% (P1), perlakuan dengan taraf asam sitrat 0,3% (P2), dan perlakuan dengan taraf asam sitrat 0,5 % (P3). Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, berat telur, FCR (Feed Convertion Ratio), dan HDP (Hen Day Production). Materi yang digunakan adalah 200 ekor ayam ras petelur dengan strain ISA Brown dengan jumlah 10 ekor per perlakuan . Analisis data yang dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Data yang dihasilkan diolah dan dianalisis menggunakan analisis varian (Anova) dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf signifikansi 5% jika perbedaannya signifikan. Hasil penelitian menampilkan aplikasi asam sitrat (citric acid) sebagai feed additive sampai taraf 0,5 % dalam pakan ayam ras petelur tidak berpengaruh nyata (p >0,05) terhadap konsumsi pakan, berat telur, FCR (Feed Convertion Ratio), dan HDP (Hen Day Production). Tetapi pemberian asam sitrat (citric acid) pada P1 dengan taraf 0,1 % dan P2 dengan taraf  0,3 % menghasilkan efek yang cenderung paling baik terhadap produksi ayam petelur   Abstract The purpose of this study was to determine the effect of citric acid on the FCR and HDP of laying hens. The study was conducted for one month at Tandjaja Farm, Lamong Village, Badas District, Kediri Regency starting from March 30 to April 28, 2022. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) using four treatment and five replications. The four treatments were control treatment without citric acid (T0), treatments with 0.1 % citric acid level (T1), treatment with 0.3 % citric acid level (T2), and treatment with 0.5 % citric acid level (T3). The variables observed were feed consumption, egg weight, FCR (Feed Convertion Ratio), and HDP (Hen Day Production). The material used was 200 laying hens with ISA Brown strain with a total of 10 chickens per treatment. Data analysis was carried out by descriptive analysis and quantitative analysis. The resulting data is processed and analyzed using analysis of variance (Anova) followed by Duncan Multiple Range Test at a significance level of 0.5 % if the difference is significant. The results showed that the application of citric acid as a feed additive to a level of 0.5 % in laying hens had no significant effect (p>0.05) on feed consumption, egg weight, FCR (Feed Convertion Ratio), and HDP (Hen Day Production). However, giving citric acid to T1 with a level of 0.1 % and T2 with a level of 0.3 % resulted in the best effect on the production of laying hens