Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Implementasi Penerapan Sapta Pesona Wisata Terhadap Kunjungan Wisatawan Di Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Wisnu Hadi; Heni Widyaningsih
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.985 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i2.8862

Abstract

Abstrak Dalam penelitian ini dibuat untuk tujuan mengetahui kegiatan masyarakat di Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman dalam menerapkan implementasi program Sapta Pesona sudah berjalan baik atau belum sehingga pengembangan obyek wisata dapat berjalan dengan arah yang tepat. Untuk jenis penelitian yang digunakan  adalah penelitian kualitatif, dengan tujuan utama untuk menemukan data dengan interprestasi yang tepat untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadan secara obyektif. Sedangkan Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, kuesioner,wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa wilayah Desa Sambirejo khususnya di obyek wisata Tebing Breksi  telah melakukan implementasi penerapan program Sapta Pesona sudah berjalan dengan baik. Fakta di lapangan dari data obseravasi dan kuesioner dari wisatawan bahwa penerapan Sapta Pesona Pariwisata berjalan secara sinergis antara satu dengan yang lain, yang dimana Sapta Pesona Pariwisata memiliki 7 aspek yaitu adalah: 1. Aman, 2. Tertib, 3. Bersih, 4. Sejuk, 5. Indah, 6. Ramah, 7. Kenangan dan Pemerintah Desa Sambirejo memiliki  kebijakan   dimana kebijakan tersebut adalah menjadikan Tebing Breksi sebagai aset wisata yang vital dikelola secara profesional dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sehingga berkaitan dengan pengembangan objek wisata yang berdasarkan pada Program Sapta Pesona sebagai acuan. Pemerintah dan masyarakat desa Sambirejo dapat memahami pentingnya penerapan Sapta Pesona Pariwisata dilakukan secara baik karena dampaknya memberikan keuntungan yaitu kesejahteraan ekonominya. Kata kunci: Implementasi, Kunjungan, Sapta Pesona, Wisatawan. Implementation of Sapta Pesona Wisata Application to Tourist Visits in Sambirejo Village, Prambanan District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. Abstract In this study, it was made for the purpose of knowing the community activities in Sambirejo Village, Prambanan District, Sleman Regency in implementing the Sapta Pesona program whether or not it has been running well or not so that the development of tourism objects can go in the right direction. For this type of research used is qualitative research, with the main objective to find data with the right interpretation to make a picture or description of an object objectively. While the data collection techniques that I use are observation, questionnaire, interview, documentation, and literature study. Based on the results of the study it can be seen that the Sambirejo Village area, especially in the Breksi Cliff tourism object, has implemented the Sapta Pesona program implementation well. Facts in the field from observational data and questionnaires from tourists that the application of Sapta Pesona Tourism runs synergistically with one another, where Sapta Pesona Tourism has 7 aspects, namely: 1. Safe, 2. Orderly, 3. Clean, 4. Cool , 5. Beautiful, 6. Friendly, 7. Memories and The Sambirejo Village Government has a policy whereby the policy is to make the Breksi Cliff a vital tourism asset managed professionally by forming a Village-Owned Enterprise (BUMDES) so that it is related to the development of attractions based on the Sapta Pesona Program as a reference. The government and the Sambirejo village community can understand the importance of implementing the Sapta Pesona Tourism, which is carried out well because its impact provides benefits, namely economic prosperity. Keyword : Implementation, Sapta Enchantment, Visitation, Tourists
Menggali Potensi Wisata Alam Untuk Kegiatan Sport Tourism Di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Wisnu Hadi; Atun Yulianto
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.634 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i2.11053

Abstract

Abstrak - Dalam dunia pariwisata banyak sekali jenis-jenis wisata salah satunya Sport Tourism atau wisata olah raga. Kabupaten Sleman salah satu contoh mempunyai potensi wisata alam yang dapat dipetakan untuk wisata olah raga atau sport tourism. Pada masa pandemi covid-19 dan pembatasan sosial terdapat kecenderungan masyarakat memanfaatkan waktu untuk berolahraga dengan tujuan meningkatkan imun, seperti jalan sehat, lari ataupun bersepeda ke spot-spot wisata yang tersebar diwilayah Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali potensi wisata di Kabupaten Sleman sudah menyediakan fasilitas Sport Tourism. Dalam penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif ini, peneliti mengangkat potensi wisata alam di Kabupaten Sleman yang memiliki wahana sport tourism. Hasilnya didapatkan data bahwa disisi utara terdapat lereng gunung Merapi tepatnya di bukit Klangon yang telah dikembangkan wisata olahraga berupa Mountain Bike untuk ajang kejuaraan lokal maupun tingkat nasional. Destinasi dikawasan wisata candi prambanan juga banyak digunakan untuk event nasional dan internasioanal sebagai wisata olah raga seperti marathon, road bike, jalan sehat, sepeda santai dan yoga. Disisi barat pada aliran sungai Progo yang mengalir di wilayah Kabupaten Sleman sudah dimanfaatkan juga untuk sport tourism olah raga arung jeram dan pada aliran sungai Opak di obyek wisata Lava Bantal Berbah Sleman juga digunakan untuk wisata river tubing dan sepeda santai. Kawasan lain yang tidak kalah menarik dalam mengembangkan sport tourism adalah perbukitan yang ada kecamatan Prambanan Sleman. Kawasan ini berada disisi timur Yogyakarta yang memiliki banyak destinasi wisata baik alam maupun sejarah seperti Candi Boko, Tebing Breksi dan Spot Riyadi.  Kawasan wisata ini masih dapat dikembangkan lagi untuk kegiatan wisata olahraga yang menarik wisatawan baik nasional maupun internsional, seperti sport lari lintas alam, marathon, mountain bike, sepeda santai dan jalan santai dengan menjelajahi rute perbukitan yang melewati obyek wisata tersebut. Kata Kunci : Potensi, Wisata Alam, Sport Tourism Abstract – In the world of tourism, there are many types of tourism, one of which is sport tourism. One example of Sleman Regency has the potential for natural tourism that can be mapped for sports tourism or sport tourism. During the COVID-19 pandemic and social restrictions, there is a tendency for people to use their time to exercise with the aim of increasing their immunity, such as healthy walks, running or cycling to tourist spots spread across the Yogyakarta area. The purpose of this research is to explore the tourism potential in Sleman Regency which has provided Sport Tourism facilities. In this qualitative descriptive study, the researcher raised the potential of natural tourism in Sleman Regency which has a sport tourism vehicle. The results obtained data that on the north side there is a slope of Mount Merapi, precisely on the Klangon hill, which has developed sports tourism in the form of Mountain Bikes for local and national championship events. Destinations in the Prambanan temple area are also widely used for national and international events as sports tourism such as marathons, road bikes, healthy walks, relaxing bicycles and yoga. On the west side, the Progo river that flows in the Sleman Regency area has also been used for sport tourism, white water rafting and the Opak river at the Lava Pillow Berbah tourism object, Sleman is also used for river tubing and relaxing bicycles. Another area that is no less interesting in developing sport tourism is the hills in the Prambanan sub-district of Sleman. This area is located on the east side of Yogyakarta which has many natural and historical tourist destinations such as Boko Temple, Breksi Cliff and Riyadi Spot. This tourist area can still be developed again for sports tourism activities that attract both national and international tourists, such as cross-country running sports, marathons, mountain bikes, leisurely bicycles and leisurely walks by exploring hilly routes that pass through these attractions.Keyword : Potential, Nature Tourism, Sport Tourism
Studi Tentang Kepuasan Wisatawan Dampak Dari Pengembangan Wisata Di Bali Ndeso Kampung Flory Sebagai Wisata Alam Dan Kulineri Wisnu Hadi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2019
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.973 KB) | DOI: 10.31294/khi.v10i1.5621

Abstract

Abstract - Tourism always has an impact on the economic and social aspects of the residents around the tourist attractions, therefore development and management are always a serious concern for tourism managers. In this study discussed the study of tourist satisfaction as a result of tourism development in Bali Ndeso, Flory Village. Using descriptive qualitative research, researchers want to disclose aspects of service, facilities, prices and satisfaction offered to visitors. The rating of tourists towards the management of tourism objects as a tourist development in Bali Ndeso in this study the majority gave good ratings. Indicators of reliable and responsive services have been considered good. Then the belief and empaty indicators are also considered good. The aspect of facilities in consideration and land planning is also well appreciated by tourists. The price factor offered is also assessed in accordance with the quality of the products in Bali Ndeso and the prices that are considered to be quite competitive with competitors of similar tourism objects elsewhere. The location of tourism objects is also considered good because of its strategic location and easy access. The researcher found that tourist satisfaction was judged to be good because of the success in complaining the complaints of tourists and completing the work well such as being able to know the desires and diagonalize the problem quickly. Keywords: Development, Satisfaction and Travelers Abstrak - Pariwisata selalu memberikan dampak terhadap ekonomi dan sosial warga sekitar obyek wisata untuk itu pengembangan dan pengelolaan selalu menjadi perhatian serius bagi pengelola wisata. Dalam penelitian ini membahas studi tentang kepuasaan wisatawan sebagai dampak dari pengembangan wisata di Bali Ndeso Kampung Flory. Menggunakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, peneliti ingin mengungkapkan tentang aspek-aspek pelayanan, fasilitas, harga dan kepuasaan yang ditawarkan kepada wisatawan. Penilaiaan wisatawan terhadap pengelolaan obyek wisata sebagai pengembangan wisata di Bali Ndeso dalam penelitian ini mayoritas memberikan penilaian yang baik. Indikator pelayanan yang handal dan tanggap sudah dinilai baik. Kemudian indikator keyakinan dan empaty juga dinilai baik. Aspek fasilitas dalam pertimbangan dan perencanaan lahan juga diapresiasi dengan baik oleh wisatawan. Faktor harga yang ditawarkan juga dinilai sesuai dengan kualitas produk yang ada di Bali Ndeso serta harga yang dinilai cukup bersaing dengan kompetitor obyek wisata yang sejenis ditempat lain. Aspek lokasi obyek wisata juga dinilai baik karena lokasi yang strategis dan mudah diakses. Peneliti menemukan bahwa kepuasaan wisatawan sudah dinilai baik karena keberhasilan dalam menengani keluhan wisatwan dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik seperti mampu mengetahui keinginan dan mendiagonis permasalahan dengan cepat. Kata Kunci : Pengembangan, Kepuasaandan Wisatawan
Pelatihan Sadar Wisata Dan Sapta Pesona Bagi Masyarakat Desa Sidomulyo, Pengasih, Kulon Progo Ani Wijayanti; Heni Widyaningsih; Atun Yulianto; Wisnu Hadi
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i1.468

Abstract

Abstrak. Sadar wisata merupakan hal mendasar yang harus dipahami oleh setiap lapisan masyarakat. Kesadaran wisata yang tinggi mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif dalam pembangunan pariwisata. Upaya peningkatan sadar wisata bagi masyarakat di desa Sidomulyo sangat penting, karena desa ini sedang mengembangkan pariwisata. Desa Sidomulyo mempunyai potensi wisata yang sangat kuat, namun belum didukung dengan kesiapan sumber daya manusia. Selain itu, tingkat sandar wisata masyarakat Sidomulyo juga masih sangat rendah. Penyiapan sumber daya manusia dilakukan melalui berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga bisa menjadi penggerak utama pengembangan desa wisata dan mengalami peningkatan dari aspek perekonomian. Pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas SDM dalam rangka meningkatkan sadar wisata. Metode yang digunakan yakni teknik ceramah dan pendekatan partisipatif. Masyarakat terlibat langsung dalam pelatihan melalui diskusi yang interaktif. Dari hasil pelatihan ini, masyarakat mempunyai pemahaman yang kuat tentang pentingnya pengembangan desa wisata dan meningkatkan kesadaran untuk terlibat aktif dalam pengelolaan desa wisata.Kata Kunci: Sadar wisata, wisata desa, Pentahelix, Pemberdayaan Abstract. Tourism awareness is an essential thing that must be understood by every level of society. High tourism awareness encourages people to participate in tourism development actively. Efforts to increase awareness of tourism of the community in the village of Sidomulyo is significant because this village is developing tourism. Sidomulyo village has powerful tourism potential but has not been supported by the readiness of human resources. Besides, the level of tourism restoration for the people of Sidomulyo is still shallow. The preparation of human resources is done through various training to improve the quality of human resources. It can be a significant driver of the development of tourist villages and an increase in the economic aspects. This community service is an effort to improve the quality of human resources to increase tourism awareness. The method used is the lecture technique and participatory approach. The community is directly involved in the training through interactive discussions in this program. From the results of this training, the community has a strong understanding of the importance of developing tourist villages and raising awareness to be actively involved in the management of tourism villages.Keywords: Tourism Awareness, Village Tourism, Pentahelix, Empowerment
Daya Tarik Aliran Sungai Opak di Wilayah Yogyakarta Sebagai Destinasi Wisata Alam dan Pendidikan. Wisnu Hadi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.588 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i1.7912

Abstract

Abstract – The potential of natural tourism in the Yogyakarta region is widely spread throughout the districts and cities in the Special Region of Yogyakarta Province so that it enriches the treasury of tourism for both local and foreign tourists. The Opak watershed has a positive impact on local residents because there is a lot of potential that can be developed into new tourist destinations so that welfare increases. With a qualitative research method the researcher wants to explain the various tourism objects or tourist destinations in the Opak river basin of Yogyakarta to tourists who want to know the potentials in the area. Retrieval of data using observation of tourism objects and supported by literature related to history and description of tourist destinations in the Opak river area. The Opak watershed has a lot of potential that has already been developed and can be further developed so that it can increase tourist visits. Management of tourist objects while maintaining the rules for continuing to preserve the authenticity of nature along the Opak river basin. The application of Sapta Pesona is the duty of the tour manager so that the quality of service can be carried out optimally. Opak River Yogyakarta will always provide community welfare for residents along the watershed if managed wisely and creativelyKeyword : Attraction, River Flow, Travel DestinationsAbstrak- Potensi wisata alam di wilayah Yogyakarta banyak tersebar di seluruh wilayah kabupaten maupun kota yang ada di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga memperkaya khasanah wisata untuk dikunjungi wisatawan daerah maupun asing. Daerah aliran sungai Opak memberi dampak positif kepada warga sekitar karena banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata baru sehingga kesejahteraan meningkat. Dengan metode penelitian kualitatif peneliti ingin mempaparkan berbagai obyek wisata atau destinasi wisata yang ada di daerah aliran sungai Opak Yogyakarta kepada wisatawan yang ingin mengetahui potensi-potensi yang ada di daerah tersebut. Pengambilan data menggunakan cara observasi  ke obyek wisata serta didukung literature yang berhubungan dengan sejarah serta deskripsi destinasi wisata di daerah sungai Opak tersebut. Kawasan daerah aliran sungai Opak mempunyai banyak potensi yang sudah dikembangkan dan dapat dikembangkan lagi sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisata. Pengelolaan obyek wisatanya tetap menjaga kaidah-kaidah untuk terus melestarikan keaslian alam sepanjang daerah aliran sungai Opak. Penerapan Sapta Pesona menjadi kewajiban pengelola wisata agar kualitas pelayanan dapat dilakukan secara optimal. Sungai Opak Yogyakarta akan selalu memberi kesejahteraan masyarakat bagi warga sepanjang daerah aliran sungai jika dikelola secara bijak dan kreatifKata Kunci : Daya Tarik, Aliran Sungai, Destinasi Wisata
Studi Eksploratif Tentang Sentra Jamu Tradisional Di Daerah Istimewa Yogyarta Sebagai Daya Tarik Wisata Kesehatan Wisnu Hadi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2022
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.684 KB) | DOI: 10.31294/khi.v13i1.12372

Abstract

Setiap aktivitas perjalanan wisatawan pasti ada yang memberi pengaruh pada orang lain dan pengaruh tersebut akan memberi keuntungan bagi wisatawan dan orang lain. Salah satunya adalah wisata Kesehatan dimana banyak yang mencari para wisatawan seperti mendatangi tempat tempat wisata yang dapat memberikan kekebalan tubuh disaa pandemi Covid-19 ini. Para wisatawan banyak tertarik dengan mengkonsumsi minuman herbal salah satunya dengan minum jamu tradisional. Banyak sentra-sentra jamu tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta seperti Gesikan, Kiringan dan Argomulyo yang menghasilkan produk jamu tradisional yang bisa menjadi andalan untuk dijual sebagai wisata Kesehatan dan pendidikan. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif peneliti melakukan kajian studi eksploratif tentang  sentra jamu tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daya tarik wisata kesehatan dengan mencari data primer berupa pustaka dan observasi sehingga hasil penelitian dianalisis bahwa aktivitas pengolahaan jamu tradisional di desa Kiringan dan Argomulyo di Kabupaten Bantul serta desa Gesikan di Kabupaten sudah dikembangkan menjadi wisata Kesehatan selama ini. Hal ini temuan di desa Kiringan di Bantul sudah dibuat paket wisata yang berhubungan dengan jamu tradisional dari membuat, mengolah serta mengemas kemudian ikut menikmati jamu tersebut. Kemudian di Argomulyo Bantul juga sudah dikemas dengan mendirikan Omah Jamu dimana wisatawan bisa ikut menikmati olahan jamu yang sudah dikemas lebih modern. Serta data di desa Gesikan olahan jamu juga dikembangkan menjadi minuman untuk jamuan di hotel sebagai minuman welcome drink saat wisatawan masuk ke hotel.
Persepsi Wisatawan Dengan Sapta Pesona Di Candi Ijo Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman Wisnu Hadi; Heni Widyaningsih
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.722 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i1.10140

Abstract

Abstrak- Program Sapta Pesona menjadi kewajiban sebagai pedoman dalam pengelolaan sebuah obyek wisata karena didalamnya ada unsur-unsur yang memberi hal-hal positif terhadap wisatawan yang berkunjung maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi wisatawan terhadap Sapta Pesona di obyek wisata Candi Ijo Prambanan Sleman. Untuk metode penelitian mengunakan deskriptif kualitatif, yaitu peneliti ingin mengetahui tentang aspek-aspek atau unsur-unsur pada program Sapta Pesona seperti keamanan, Kebersihan, ketertiban, keindahaan, kesejukkan serta keramahan dan kenangan sudah dilaksanakan dengan baik oleh pengelola wisata hal ini dari data yang didapat dari kueisoner dan wawancara kepada wisatawan yang pernah berkunjung ke obyek wisata Candi Ijo Prambanan Sleman. Berdasarkan hasil penelitian persepsi wisatawan terhadap Sapta Pesona di obyek wisata Candi Ijo di nilai sudah baik hal ini dari data pernyataan responden yang menyatakan bahwa unsur keamanan sudah berjalan baik, 88% responden menyatakan setuju, 12% menyatakan ragu-ragu. Ketertiban dalam saat menggunakan sarana dan prasarana Objek Wisata juga baik, 80% responden menyatakan setuju, 12% ragu-ragu dan 8% tidak setuju. Kebersihan lingkungan obyek wisata juga dalam keadaan bersih, 80% responden menyatakan setuju, dan 20 % ragu-ragu.  Penataan tanaman yang indah membuat pengunjung merasa nyaman dengan kesejukan di dalam Objek Wisata, sebanyak 96% responden menyatakan setuju dan hanya 4% yang merasa ragu-ragu. Unsur keindahaan sudah sesuai dengan lingkungan sekitar obyek wisata ini ditata dengan teratur sehinga nyaman untuk di lihat pengunjung, 92% responden setuju dan 8% ragu-ragu.. Dalam hal masalah keramah tamahaan 96 responden merasa mereka mendapatkan pelayanan yang sangat ramah baik dari masyarakat dan petugas sehingga tidak merasa cemas berada di objek wisata, dan 4% ragu ragu. Sedangkan untuk unsur kenangan 88% responden terkesan dengan keindahan alam di obyek wisata ini,, 8 % ragu-ragu dan 4 % tidak setuju.Kata Kunci : Persepsi, Wisatawan, Sapta PesonaPERCEPTION OF TOURISTS WITH SAPTA PESONA IN THE IJO TEMPLE OF SAMBIREJO VILLAGE, PRAMBANAN, SLEMAN Abstract – The Sapta Pesona program is an obligation as a guideline in the management of a tourist attraction because in it there are elements that give positive things to visiting tourists. The aim of this study is that the researcher wants to know the perceptions of tourists about Sapta Pesona in Ijo Prambanan Temple, Sleman. This study uses a qualitative descriptive method, namely the researcher wants to know that the elements in Sapta Pesona such as security, cleanliness, order, beauty, coolness and friendliness and memories have been carried out properly by the tour manager, this is from the data obtained from kueisoner and interviews with tourists who have been to the tourism object Ijo Prambanan Sleman Temple. Based on the results of research on tourist perceptions of Sapta Pesona in the Ijo Temple tourism object, the value is good, this is from the respondent's statement data which states that the security element has gone well, 88% of respondents agreed, 12% expressed doubt. Orderliness when using the facilities and infrastructure of the Tourism Object is also good, 80% of respondents agreed, 12% were in doubt and 8% disagreed. The cleanliness of the tourism object's environment is also in a clean condition, 80% of respondents agree, and 20% are in doubt. The beautiful arrangement of plants makes visitors feel comfortable with the coolness in the tourism object, as many as 96% of respondents agree and only 4% feel doubtful. The element of beauty is in accordance with the environment around this tourist attraction arranged regularly so that it is comfortable to see by visitors, 92% of respondents agree and 8% are in doubt. In terms of hospitality issues 96 respondents feel they get very friendly service both from the community and officers so they don't feel anxious about being at a tourist attraction, and 4% are in doubt. As for the memory element, 88% of respondents were impressed by the natural beauty of this tourism object, 8% were in doubt and 4% disagreed.Keyword: Perception, Tourists, Sapta Pesona
MENGGALI POTENSI KAMPUNG WISATA DI KOTA YOGYAKARTA SEBAGAI DAYA TARIK WISATAWAN Wisnu Hadi
Journal of Tourism and Economic Vol 2, No 2 (2019): EDISI 2
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.432 KB) | DOI: 10.36594/jtec.v2i2.39

Abstract

Yogyakarta as a city of culture and education city has a wide variety of tourism potentials that can attract domestic and foreign tourists. One of the potentials is tourist villages scattered in the sub-districts in the city of Yogyakarta. The characteristics of each tourist village can attract to be sold to tourists visiting the city of Yogyakarta. On the basis of this it is considered interesting to be a study material for research with a qualitative descriptive method where the understanding of explanations and findings will be described in the form of description of sentences so that the results of interpretation Critically argumentative based on data obtained from research results. The results of this study stated that the potential of tourist villages in the city of Yogyakarta has a variety of arts, culture, heritage, education, culinary and economics, each of which is a mainstay to always be offered to tourists. The tourist village areas that have art, culture and historical buildings are always become a priority for the development of tourism based on local wisdom by its management. Community empowerment in the tourist village is more emphasized on the economic results that are owned by the tourist village such as culinary and handicraft so that distinctiveness is always sought after by tourists. The participation of the community and the government in the development of tourism in the tourism villages in the city of Yogyakarta has been running synergistically
ANALISIS SWOT DAN PEMASARAN DIGITAL STRATEGI PENINGKATAN BISNIS UMKM KREMESAN AYAM CSP SNACK Chriswardana Bayu Dewa; Lina Ayu Safitri; Wisnu Hadi
CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/capital.v7i1.16242

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mengenai strategi peningkatan bisnis pada UMKM Kremesan Ayam CSP Snack yang beralamat di Jalan Candiwinangun No.7, Sardonoharjo, Ngaglik Sleman, Yogyakarta. Objek penelitian ini berupa strategi peningkatan bisnis dengan melakukan analisis SWOT dan pemasaran digital. Selain analisis SWOT, peneliti juga melakukan analisa pemasaran digital untuk mengetahui keefektifan dan efesiensi pemasaran digital yang dilakukan oleh UMKM terhadap peningkatan penjualan. Jenis data yang digunakan adalah data primer, dengan melakukan wawancara kepada UMKM Kremesan Ayam CSP Snack. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuesioner dan studi literatur. Analisis data menggunakan analisis SWOT dengan melakukan perhitungan pada IFAS (Internal Factors Analysis Strategic) dan EFAS (Eksternal Factors Analysis Strategic). Hasil pada penelitian ini dapat disimpulkan berdasarkan hasil analisis SWOT ditemukan posisi UMKM Kremesan Ayam CSP Snack berada di kuadran satu dimana UMKM Kremesan Ayam CSP Snack sedang dalam kondisi bisnis progresif. Kondisi bisnis progresif berarti UMKM Kremesan Ayam CSP Snack sedang dalam kondisi menguntungkan karena mengalami peningkatan jumlah permintaan. Hal tersebut mengakibatkan meningkatkan kepercayaan konsumen akan keamanan produk dari segi kualitas makanan. Strategi yang diterapkan pada kondisi bisnis progresif adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy).Kata Kunci: Analisis SWOT, Pemasaran Digital, Strategi Bisnis, UMKM