Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Model Peningkatan Pemahaman Literasi Media Sosial di Kabupaten Sleman Popi Andiyansari
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.7.2.64-78

Abstract

Social media is currenly one of the most used communication media by the community. The number of users of social media is not balanced with an understanding of ethics, danger, and how to counter information wisey. The ITE Law has been implemented since 2012 but does not increase the understanding and limits of users in social media. This study aims to improve public understanding of social media literacy and be able to control potentially unlawful interactions. The research method uses a quantitative approach by measuring the level of understanding of media literacy done twice, namely at the beginning of the study and the end of the study. This research is combine with treatment in the form of : socialization an practical guidance on ethics on social media. The result of this study are in the form of signifivantly increasing understanding of media literacy. The result were also obtained, the respondents did not understand the ethics and laws governing the use of social media.
Studi Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Melalui Teknologi Informasi Dan Komunikasi Popi Andiyansari
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 18 No 2 (2014): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.109 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v18i2.14

Abstract

Under the provisions of the Universal Service Obligation (USO) on the provision of facilities and access to ICT, Menkominfo pioneering Village Program information in which there is a program called Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). However, this program only to dwell on the form of the means of access services and ICT infrastructure alone. Whereas people in the border areas, rural, and remote mostly unable to use ICT and the internet. This is an opportunity PLIK Nanggulan 2 to conduct training, socialization, and community empowerment through ICT. Formulation of the problem in this study describes How Rural Community Empowerment Through Information and Communication Technology Pusat Layanan Internet Kecamatan in PLIK Nanggulan 2 Kulon Progo Yogyakarta. This study used a qualitative research methodology with case study method. Results from this study that the digital divide in rural communities are not only related to the lack of access and means of course, but also gaps in the ability to use ICT. In this case PLIK Nanggulan 2 perform three steps of empowerment, among others: technical training, socialization ethical use of the internet, planting motivation to seek information via the internet. Empowered communities through ICT with models 'second hand'. People in the region have understood the function Nanggulan internet but not able to independently use the internet, then delegate the functions of the Internet to others who understand. In this regard, research advice to PLIK Nanggulan 2 in order to improve the quantity and quality of the organization and consistency of community empowerment. Keywords: Community Empowerment, PLIK Nanggulan 2, ICT, Information Village ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada program Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Nanggulan 2 Kulon Progo Yogyakarta. Penelitian ini menjelaskan tentang Bagaimanakah Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Program Pusat Layanan Internet Kecamatan di PLIK Nanggulan 2 Kulon Progo Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Hasil dari penelitian ini bahwa kesenjangan digital pada masyarakat pedesaan tidak hanya terkait dengan minimnya akses dan sarana saja, akan tetapi juga kesenjangan secara kemampuan dalam menggunakan TIK. Dalam hal ini PLIK Nanggulan 2 melakukan tiga langkah pemberdayaan, antara lain: pelatihan secara teknis, sosialisasi etika penggunaan internet, penanaman motivasi untuk mencari informasi melalui internet. Masyarakat terberdayakan melalui TIK dengan model ‘tangan kedua’. Masyarakat di wilayah Nanggulan telah memahami fungsi internet akan tetapi tidak mampu secara mandiri menggunakan internet, kemudian mendelegasikan fungsi internet kepada pihak lain yang lebih memahami. Dalam hal ini, saran penelitian untuk PLIK Nanggulan 2 agar meningkatkan kuantitas dan kualitas organisasi dan konssitensi pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci : Pemberdayaan masyarakat, PLIK Nanggulan 2, TIK, Desa informasi
IMPACTS OF MEDIA LITERACY LEVELS ON HUMAN TRAFFICKING (TPPO) CONTENT Popi Andiyansari; Ade Irma Sukmawati
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/pjk.v14i2.2059

Abstract

New media is rapidly evolving and has an impact on our daily life. The rapid development of applications and increasing number of social media users can lead the users in a vulnerable condition. Human trafficking, also known as TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) in Indonesia, is one of the threats that users encounter, it commonly happens to young users who do not have enough information about it, but they can obtain TPPO information through employment advertisements in the media. The goal of this study is to look at media literacy levels and the correlations between them and TPPO message comprehension in new media. This research used a descriptive quantitative method with a correlation approach, in which associations between variables were measured. The media literacy levels of respondents were measured by using a Likert scale with a range of 1-5. The aspects measured were age, school origin and ownership of social media. These aspects and the TPPO message understanding in new media were measured by a Pearson scale. This study found that the highest level of media literacy was in the age group of 15 years old from SMAN 1(Public Senior High School) Pakem and that the number of social media account ownership did not show a significant relationship with the literacy levels. The measurement on the relationships between the media literacy levels and the TPPO message understanding by using a Pearson scale obtained 0.606; these results indicated that the correlation between both variables was high.
Strategi Divisi Corporate Communication PT Krakatau Steel dalam Upaya Perbaikan Citra Melalui Program CSR Novaldi Hawali; Popi Andiyansari
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 4 No. 2 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v4i2.694

Abstract

Berdasarkan data pada tahun 2015, PT Krakatau Steel dalam kegiatannya mempunyai 5 sektor bidang UKM dan 6 kegiatan CSR pada bidang Bina Lingkungan. Ihat Sulihat (Muhit) merupakan Mitra Binaan unggulan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang sukses berkat CSR PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada tahun 1997. Fenomena tersebut kemudian kembali dipublikasikan oleh Divisi Corporate Communication PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam upaya perbaikan citra perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan strategi Divisi Corporate Communication PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam memanfaatkan CSR Mitra Binaan Sektor Peternakan UKM Bebek Ihat Sulihat sebagai upaya dalam perbaikan citra. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model audit sosial kehumasan untuk menggali informasi secara rinci, lengkap, dan mendalam melalui wawancara.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usaha Ihat Sulihat yang kini sukses berkat CSR yang dilakukan oleh PT KS pada tahun 1997. Divisi Corcom PT KS kembali melakukan publikasi CSR Ihat Sulihat karena pertengahan 2019 PT KS diterpa permasalahan terkait perusahaan. Pemberitaan Ihat Sulihat kemudian dipublikasi oleh Divisi Corcom PT KS melalui media internal dan eskternal yang dimiliki. Hal ini dilakukan untuk menanamkan persepsi positif dipublik internal dan eskternal PT KS.  
Pengaruh Tingkat Pemahaman Kode Etik Jurnalistik Terhadap Profesionalisme Wartawan Media Online di Provinsi DI Yogyakarta Feti Nur Indah Sari; Popi Andiyansari
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1075

Abstract

Kode Etik Jurnalistik merupakan sebuah kode etik yang menaungi profesi wartawan berupa seperangkat norma yang telah ditetapkan dan disepakati oleh organisasi profesi wartawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan apakah terdapat pengaruh antara variabel independen yaitu tingkat pemahaman KEJ terhadap variabel dependen yaitu profesionalisme wartawan media online. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 responden yang merupakan wartawan dari media online yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan terjaring melalui accidental sampling. Uji hipotesis menggunakan uji-t menggunakan SPSS versi 25 dilaksanakan untuk menemukan hasil hipotesis yang telah ditentukan. Penelitian ini juga melakukan olah data menggunakan cross tabulation yang dilaksanakan guna mendapatkan analisis data deskriptif dari masing-masing karakteristik responden berdasarkan variabel penelitian. Hasil dari uji t menunjukkan bahwa pada penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pemahaman KEJ dan profesionalisme wartawan media online.
PELATIHAN COPYWRITING DAN PENGELOLAAN SOSIAL MEDIA PADA HOME INDUSTRI KERAJINAN PERAK KOTAGEDE Rizqi Sukma Kharisma; Kartika Sari Yudaninggar; Raditya Wardhana; Popi Andiyansari; Krisna Aditya Pratama; Rizka Nanda Salsabila; Salma Khoirun Nisaa; Satya Tegar Kusuma; Atha Sulthan Syaukani Lazuardi
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i3.1114

Abstract

Kotagede silver crafts are a cultural heritage that has existed since the 17th century. Based on Yogyakarta City Regional Regulation Number 3 of 2015 concerning the Yogyakarta City Tourism Development Master Plan for 2015-2025, Kotagede is one of the regional tourism strategic areas. However, on the other hand, the number of silversmiths in Kotagede is decreasing. This is due to sales competition with imported casting products. So many craftsmen have switched professions to other sectors. This service activity was held to increase silversmiths' competitiveness in selling through social media. This service activity allows silversmiths to independently plan and create social media content for online marketing needs. Community service in copywriting training and social media management in the Kotagede silver craft home industry aims to enable partners to optimize their social media for online marketing needs. This event was held at the Grand Rohan Hotel, Bantul, DIY, on July 15, 2023. It was attended by community service partner participants, namely Haseena Jewelry, which focuses on marketing jewelry and silver craft products. This training presents resource persons from social media marketing practitioners. This training includes a greater understanding of creating engaging copywriting and social media management. The training results showed increased knowledge, as evidenced by the pretest and posttest scores. The average pretest score was 27.7, while the average posttest score was 77.3. This indicates that the participants' understanding before and after the training increased. In addition, the participants could plan and create social media content according to the intended segmentation. Participants can demonstrate a deeper understanding of copywriting and managing social media.
Peran Humas sebagai Fasilitator Komunikasi dalam Program "Kembali Sekolah" Komunitas Sekolah Marjinal Dwiyana Wijayanti; Popi Andiyansari
ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/analogi.v1i02.685

Abstract

Penelitian ini berupaya memahami bagaimana peran Humas sebagai fasilitator komunikasi pada program “kembali sekolah” pada komunitas sekolah marjinal. Konteks peran humas yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah untuk mengevaluasi persiapan, implementasi, dan dampak program yang dolakukan oleh humas KSM. Program “kembali sekolah” merupakan program yang didirikan komunitas sekolah marjinal dalam memberikan akses kepada anak-anak kaum marjinal untuk mendaapatkan pendidikan informal dan formal. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif, prosedur pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pemilihan informan secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa peran humas sebagai fasilitator komunikasi dalam program kembali sekolah melakukan strategi kehumasan yang terencana dan sistematis dengan mengadopsi model dari Cutlip, Center dan Broom yang berfokus pada penilaian atau evaluating yaitu dengan melakukan konseptualisasi dan desain program, monitoring dan akuntibilitas implementasi program dan penilaian utilitas program:dampak dan efisiensi.