Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

JURNALISTIK ISLAMI DI MEDIA MASSA Qudratullah Qudratullah
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 18 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v18i2.4704

Abstract

Media massa saat ini menjadi alat komunikasi yang banyak digunakan untuk berkomunikasi. Hal tersebut dikarenakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang diikuti dengan perkembangan media massa. Media massa telah menjadi industri besar di tengah kehidupan masyarakat. Jangkauan pengiriman pesan dari komunikator kepada komunikan juga sangat luas sehingga penyebaran informasi juga semakin mudah dan cepat. Media saat ini sering kali digunakan sebagai alat untuk menyampaikan dakwah dari da’i kepada mad’u. Dalam dunia jurnalistik, para jurnalis dianggap tidak hanya sekedar sebagai penyampai informasi tetapi juga dianggap sebagai penyeru kebajikan. Jurnalis yang idealnya melakukan kegiatan jurnalistik dapat dikatakan layaknya seorang da’i yang diistilahkan sebagai jurnalistik dakwah. Jurnalistik dakwah merupakan sebagai suatu proses meliput, mengolah, dan menyebarluaskan berbagai peristiwa dengan muatan nilai-nilai kebenaran yang sesuai dengan ajaran Islam, khususnya yang menyangkut agama dan umat Islam. Jurnalistik dakwah sering kali diidentikkan dengan dakwah melalui tulisan atau biasa disebut dakwah kitabah. Dakwah kitabah yaitu proses penyampaian ajaran Islam melalui bahasa tulisan bisa berupa buku, majalah, jurnal, surat kabar, pamflet, dan brosur yang berisikan pesan-pesan keislaman. Dakwah tersebutlah yang dilakukan oleh para jurnalis yang menyebarluaskan pesan dakwah melalui informasi aktual dan kebenaran melalui tulisannya di media massa.
FUNGSI KOMUNIKASI ISLAM DI ERA DIGITAL Qudratullah Qudratullah
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 20 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v20i1.9600

Abstract

Communication is a very important thing in everyday life. Through communication, there is an interaction between communicator and communicant with the aim of achieving an equation. The communication process can be interpreted as an activity of 'transfer information' or message from the sender of the message as a communicator and to the recipient as a communicant. In the communication process aims to achieve mutual understanding between the two parties involved in the communication process. In the process of communication, the communicator sends messages or information to the communicant as the target of communication. In the communication process, it must work as its function. No exception to Islamic communication. The functions of Islamic communication are very important to be implemented so that communication is carried out not only as a process but communicators and communicants can get a good impact. Islamic communication functions are discussed in several parts, namely: information functions, convincing functions, reminding functions, motivating functions, social functions, guidance functions, satisfaction functions, spiritual, and entertainment functions. In the digital era with the rapid development of media, the function is easily applied because it follows the convenience given to communicators and communicants. But there needs to be limitations that must be made so that the functions of Islamic communication that are applied are able to bring benefits to themselves and society in general and avoid things that are not in accordance with the values of religion and culture adopted.
PERAN DAN FUNGSI KOMUNIKASI MASSA Qudratullah Qudratullah
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 17 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v17i2.6024

Abstract

This research concentrates with the function and the role of mass communication which has a significant contribution toward people’s life. The objective of this research is to figure out the role and the function of mass communcation. The use of method is qualitative and the technique analysis is about descriptive analysis. The data collected by exploring all literatures related to mass communication. The result of this clarifies that the role and the function of mass communciation are still sticking with their function and role that are live experiencing, communicator, information taker, interactive network, and road mapping. The function is qualified by providing information, education, influencing, and entertainment.
Konsep Jurnalisme Dakwah Dalam Mencegah Tindak Korupsi Qudratullah, Qudratulah
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.928 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v16i2.2642

Abstract

Orientasi jurnalisme dakwah harus lebih mengedepankan perbaikan kualitas dunia pers dibandingkan dengan keuntungan media semata. Jurnalisme dakwah menjadi inovasi terbaru dunia jurnalistik yang jauh dari penyimpangan-penyimpangan atas relasi yang terjalin dengan para pejabat. Tindakan korupsi menjadi salah satu penyimpangan yang menjadi perhatian penuh masyarakat karena dampak yang sangat merugikan bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat masalah mengenai konsep jurnalis dalam mencegah tindak korupsi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan dengan mengkaji literatur-literatur yang dikumpulkan mengenai ilmu jurnalistik dan tindak korupsi yang diintegrasikan dengan ilmu dakwah. Kemudian dianalsis dengan konklusi data terlebih dahulu, kemudian display data dan gambaran kesimpulan. Hasil yang ditemukan mengungkapkan bahwa jurnalisme dakwah harus dapat berkontribusi dalam mencegah tindak korupsi melalui keterampilan kejurnalistikan yang diintegrasikan dengan konsep-konsep dakwah. Jurnalis dakwah yang dimaksud bukanlah berarti jurnalis yang beragama Islam tetapi jurnalis yang mengaplikasikan nilai-nilai dakwah dalam kegiatan jurnalistik yang dilakoni. Jurnalisme dakwah akan meliput berbagai peristiwa kemudian melaporkannya dengan menyebarluaskan kepada masyarakat melalui media massa dengan informasi yang mengandung ajakan, seruan, dan panggilan kepada jalan kebaikan. Jurnalisme dakwah akan selalu berpegang teguh pada prinsip menyuruh pada yang ma?ruf dan mencegah dari yang munkar. (The preaching journalism orientation should consider the better quality of journalism itself rather than the media benefit. Preaching journalism becomes the newest innovation in journalism which far from the official relations? distortion. Corruption becomes one of the forms of distortion which take the society?s biggest attention because its impact is so harmful for both society and nation. Therefore, this study is trying to convey the journalist? concept in preventing our nation from corruption. The kind of descriptive qualitative method is proposed in this study. This study is dealing with the literary study by analyzing literatures about journalism and acts of corruption integrated with preaching knowledge. Then it was first analyzed using data collection, data display and conclusion. The result of the research discovered that preaching journalism should give some contributions on preventing corruption through journalistic skill being integrated with preaching concepts. Preaching journalist is not necessarily a Muslim but a journalist who is applying the preaching values in their journalistic activities. The preaching journalism covers the news then they will report it by telling the society through mass media with information containing invitation, exclamation and calling to the good deed. The preaching journalism will always stick on their principle to persuade people to do good deed and preventing the bad.)
Communication Petterns Of Coaches And Students In Cultivating Discipline Of Memorizing The Qur’an Qudratullah Qudratullah; Nor Aswinda; Najamuddin Najamuddin
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v5i1.25-40

Abstract

This research aims to determine the pettern of communication between Coaches and students in disciplining the memorization of the Qir’an at the Baitul Al-Muqarramah Foundation in Bone Regency. Qualitative research methods are used in this research by conducting interviews.  Interviews wew conducted with informants who were Coaches at the Baitul Al-Muqarramah Foundation in Bone Regency. The results showed the Coaches in the Baitul Al-Muqarramah Foundation used verbal and nonverbal communication. There are two communication petterns that are used there are also two namely interpersonal communication petterns and group communication petterns. The petterns of group communication is more dominant used in this foundation, while interpernonal communication is usually applied to students who are less optimal in directing group communication. Where the pettern of group communication is more dominant applied in the process of direction every day. As with interpersonal communication, this communication pettern is usually applied to a particular situation. For axample, there is one student who cannot be fostered if trough the communication petterns of the group. Proven trought group communication implemented by the Coach, able to discipline student to memorize the Qur’an and make student achieve targets that have been determined with a dominant scale. Even trought this group communication, the time of a Coach can be more efficient than interpersonal communication which requires the trainer to meet one-onone with his students. The obstacle factors of the Coaches are so unable to discipline the memorization of the Qur’an by their students namely; first, the psychological factors and habit factor od the students.
Analisis Nilai Foto Jurnalistik dalam Konten Citizen Journalism pada Tribun Bone Qudratullah, Qudratullah; Adawiyah, Radiatul; Rasmi, Rasmi
AT-TABSYIR Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7153

Abstract

Penelitian ini mencoba menganalisis foto jurnalistik dalam konten Jurnalisme Warga pada media cetak Tribun Bone. Untuk menilai layak dan tidaknya sebuah foto untuk dimuat dalam media, maka foto jurnalistik harus berisi nilai-nilai informatif, minat manusia, faktual, kualitas gambar. Artikel utama adalah jurnalisme warga Harian Harian Tribun Bone. Jurnalisme warga diambil dari bulan Oktober dan November 2019 dan Maret 2020. Penelitiam ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan kepustakaan. Berita-berita dikumpulkan kemudian disusun dengan berbagai kumpulan yang dikategorikan sesuai dengan jenis foto jurnalistiknya. Teknik pengumpulan data dikelompokkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitan ini juga melakukan wawancara dengan Pimpinan redaksi Harian Tribun Bone sebagai data pendukung atas hasil analisis yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan foto jurnalistik yang membahas beberapa nilai-nilai berita dalam diskusi dengan aktualitas, relevan, kejadian luar biasa, promosi dan universal.
PEMAHAMAN KHALAYAK BONE TERHADAP PENGGUNAAN TAGAR INSTAGRAM #DIRUMAHAJA PADA MASA COVID-19 Qudratullah Qudratullah
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v7i1.14473

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman khalayak Bone terhadap penggunaan tagar instagram #dirumahaja pada masa Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi karena dirasa cocok dengan objek kajian yang kajiannya terhadap penggunaan #dirumahaja seiring dengan fenomena wabah covid-19. Adapun metode fenomenologi yang kami maksud merupakan gambaran dari sebuah pengalaman hidup seseorang. Dalam menggunakan metode fenomenologi menekankan konsentrasinya kepada pemberian makna atau bagaimana seseorang memaknai sebuah sesuatu.Perlu diketahui bagaimana seseorang mengungkapkan pengalamanya tersebut oleh kesadaran yang terjadi pada diri seseorang atau individu. khalayak bone sudah menggunakan Instagram sebagai media utuk mendapatkan informasi dan media hiburan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa khalayak Bone juga sudah memahami penggunaan tagar #dirumahaja secara mendalam ditandai dengn mampu menerjamahkan yakni memberikan makna terhadap tagar tersebut, selanjutnya khalayak juga sudah mampu menafsirkan penggunaan tagar tersebut sebagai upaya pencegahan dan yang terakhir kahalayak bone juga sudah mencapai tahap eksploris yakni mampu menghubungkan atau membawa makna pemahaman ini ke hal yang lain, seperti mengangaap dirinya merupakan seorang partisipasi dari wabah cobvid-19 ini .
MANAJEMEN MEDIA RADAR SELATAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH PENGIKLAN Qudratullah Qudratullah; Hartina Fattah
Sebatik Vol 22 No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.619 KB)

Abstract

Perkembangan media tidak terlepas dari iklan. Baik itu media elektronik, online bahkan media cetak yang merupakan salah satu jenis media yang cukup tua dibanding lainnya karena pendapatan sebuah media sebagian besar diporeh melalui iklan. Tidak heran jika manajemen media dalam meningkatkan jumlah pengiklan sangat perlu dilakukan dengan baik mengingat persaingan media juga semakin sengit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji lebih dalam manajemen sebuah media dalam meningkatkan jumlah pengiklan. Metode yang digunakan adaah kualitatif diartikan sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis, dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang atau objek yang diteliti. Sumber data diperoleh secara primer dan sekunder, di mana setelah data terkumpul peneliti melakukan kritik sumber untuk mengukur data yang telah dipeoleh sesuai dengan data yang diberikan oleh sumber data. Setelah itu, peneliti melakukan penafsiran dalam mengalanilisis data yang ada sebagai bagaian dari proses interpretasi. Penafsiran tersebut disajikan dalam narasi deskripti dalam bentuk rincian manajemen media yakni Radar Selatan. Berdasarkan hasil yang diperoleh penrliti, manajemen media Radar Selatan dalam meningkatkan jumlah pengiklan sama saja dengan media lainnya. Hanya saja, ada sedikit strategi yang dan jangkauan yang memiliki perbedan dengan media lainnya. Memasang iklan di Radar Selatan dapat melalui sistem offline atau langsung datang ke kantor atau melalui sistem online dengan mengunjungi situs yang telah disediakan. Dengan keberadaannya di salah satu wilayah bagian selatan Sulawesi Selatan, Radar Selatan kerap menjadi pilihan lembaga, individu dan pemerintah dalam beriklan. Selain karena memiliki pemasaran yang luas, Radar Selatan juga memiliki dta pembaca yang luas sebagaimana data menunjukkan total 15.975 pembaca dari delapan kabupaten/kota. Pembaca merupakan pria dengan jumlah 60% dan wanita dengan jumlah 40%. Jika diklasifikasikan dalam kelompok usia, Radar Selatan banyak digemari oleh rentan usia 31-35 tahun, dari aspek pekerjaan banyak diminati oleh Karyawan/Pegawai negeri/TNI/ Polri sebanyak 35% dan tingkat pendidikan dari kalangan Diploma sebanyak 48%. Oleh karena itu, dengan pelanning hingga controling yang jelas terlihat bahwa sis lain dari manajemen medi Radar Selatan adalah segmentasi yang luas dengan perkembangan pesat meski jauh dari pusat ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.
Etika Komunikasi Dalam Berdiskusi Qudratullah; Rosniar
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.282 KB) | DOI: 10.36418/jiss.v2i1.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali etika-etika yang seharusnya diterapkan dalam diskusi agar diskusi dapat berjalan dengan baik tanpa melahirkan konflik yang terjadi antarpihak yang berdiskusi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deksriptif, di mana data-datanya diambil melalui riset kepustakaan yang sesuai dengan pembahasan kajian. Data primer diambil dari literatur sedangkan sumber data sekunder diambil dari dokumen-dokumen pendukung. Hasil kajian ini mengungkapkan bahwa memilih perkataan yang baik sesungguhnya menjadi bagian dari upaya kita untuk menghargai orang lain dan diri kita sendiri. Artinya orang lain ketika berkomunikasi dengan kita juga akan mampu menghargai ketika kita juga menghargai mereka. Seringkali manusia tidak dihargai karena dirinya sendiri tidak mampu menghargai orang lain. Islam mengajarkan untuk berdiskusi dengan memberi manfaat, menggunakan kalimat yang baik dan sopan, bersikap lemah lembut, dengan melalui diskusi dengan penuh hati-hati dan tenang serta mengutamakan untuk menahan amarah dan berlapang dada menerima pendapat orang lain. Dalam proses diskusi sebaiknya dimuat dalam forum yang harmoni, berusaha memberikan argumentasi yang berorientasi pada kebenaran dan menciptakan suasana yang santai dan nyaman. Hal terpenting adalah bagaimana forum diskusi tersebut berjalan dengan penuh sikap saling menghargai tanpa memperlihatkan keegoisan pribadi.
EDITORIAL BEHAVIOR SEMIOTICS ANALYSIS IN TRIBUN BONE NEWS Qudratullah Qudratullah
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v22i2.15492

Abstract

The presence of an editorial text can be interpreted as an important thing because it gives its characteristics as well as its impression. Moving on from the explanation above, the media usually uses editorial as a propaganda material or tool which is usually aimed at certain groups or circles, to influence attitudes and behavior related to certain issues as well. Editorial policy refers to a certain segmentation of readers and the basic attitude of newspapers to determine the next step. In the scope of journalism, text editor is very important, especially in print media. Therefore, it is not just anyone who is assigned to write for the editorial. This research is qualitative research. Qualitative research aims to explain a phenomenon or object of research more broadly and completely through in-depth data collection. According to Mantra, the qualitative method is a research procedure that produces descriptive data in the form of words or words from people and observable behavior. This study uses a methodological library approach and scientifically uses a Communication Science approach. To analyze the behavior of editors in Tribun Bone news, the author uses the Roland Barthes model. The results of this research show that editorial behavior in the news reviewed in the Tribun Kota rubric in Media Tribune Bone displays media ideology that displays the sides of humanity (humanism), counter to crime and criminal behavior, morality, and gender issues.