Puryani .
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Yogyakarta

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMODELAN WAKTU PEMELIHARAAN PENCEGAHAN OPTIMAL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KERUGIAN PRODUKSI Puspita, P.L.; Chaeron, M.; Puryani, Puryani; Soepardi, A.
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 12, No 2: Oktober 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7661.503 KB) | DOI: 10.12928/si.v12i2.1674

Abstract

Penelitian ini berhubungan dengan penyusunan model total biaya pemeliharaan untuk menentukan interval pemeliharaan pencegahan yang optimal dengan kriteria minimasi total biaya. Komponen biaya pemeliharaan yang dolibatkan adalah biaya pemeliharaan pencegahan, biaya pemeliharaan perbaikan, dan biaya kerugian karena lamanya downtime alat. Karakateristik model yang dibangun dipengaruhi oleh pola kerusakan dan total downtime alat. Kerusakan alat dimodelkan dengan pendekatan black-box dengan anggapan mengikuti fungsi intensitas Power Law Process. Sedangkan downtime alat tergantung pada lamanya kegiatan pemeliharaan pencegahan dan pemeliharaan perbaikan yang dikarakteristikkan oleh distribusi lamanya waktu perbaikan. Selain dilakukan penentuan interval pemeliharaan optimal, penelitian ini juga memberikan analisis sensitivitas terhadap semua parameter model yang digunakan. Kata kunci : pendekatan black box, downtime, power law process, pemeliharaan pencegahan, pemeliharaan perbaikan
Model Persediaan pada Produk yang Mendekati Masa Kadaluwarsa: Mempertimbangkan Diskon Penjualan dan Retur Nafisah, Laila; Sally, Wellem; Puryani, Puryani
Jurnal Teknik Industri Vol 18, No 1 (2016): JUNE 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.958 KB) | DOI: 10.9744/jti.18.1.63-72

Abstract

Most products are sold in Mirota Campus Supermarkets have perishable nature. One of the strategies undertaken in product sales is by providing discounts on products approaching expiry date. The closer to the expiration date, then the discounts given per unit will increase. Allows product pemasoks can in returns with the terms and conditions agreed. In this paper, developed a model multi-item inventory for a product that has a shelf-life of taking into account discounts and product returns. Completion of the model is done with optimization approach based on parameters that influence in this model. Numerical examples are given at the end of this paper to illustrate the model settlement algorithms.
Development Of Multi-Criteria Decision Making Model In Packed Beverage Industry Using Global Criterion Method Sutrisno Sutrisno; Puryani Puryani
OPSI Vol 14, No 2 (2021): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v14i2.5365

Abstract

The packaged beverage industry with various brands has appeared on the market. The number of competitors in the market requires the packaged beverage industry to implement the right strategy to win the competition. One strategy that can be applied is to make savings and maximize the use of company resources. One of the savings that can be done is to minimize production costs, while maximizing the use of resources can be done by maximizing the utility of the machine owned by the company. Efforts to minimize production costs can be contradictory to efforts to maximize machine utility, this is because maximizing machine utility will certainly require additional production costs, even though the company also wants to minimize production costs. This is included in the category of multi-criteria decision-making problems. To facilitate the company's management in achieving these contradictory company goals, this study will develop a multi-criteria decision-making model to assist companies in making optimal decisions regarding these contradictory company goals. The multi-criteria decision-making model developed is a mathematical model consisting of two mutually contradictory objective functions, namely minimizing production costs and maximizing machine utility, as well as problem constraints which are limitations that are owned by the company in optimizing the achievement of these contradictory company goals. To optimize the multi-criteria decision-making model that has been developed, it will use the global criterion method. The global criterion method will produce a compromise solution that has a minimum deviation from the ideal value of each objective function. Using the global criterion method, a production plan that minimizes production costs and maximizes machine utility is obtained. The multi-criteria decision-making model developed will cause the production plan to have a small deviation from the actual demand, because the model development involves forecasting product demand. The developed model will also produce a production plan that will not exceed the warehouse capacity, so that product storage costs can be minimized, this is because the developed model includes warehouse capacity as a barrier.
PERANCANGAN SISTEM KERJA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DENGAN PENDEKATAN SISTEM SOSIOTEKNIK Puryani Puryani; Intan Berlianty; Purwanto Purwanto
OPSI Vol 11, No 1 (2018): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.086 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v11i1.2336

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah telah bertumbuh dan berkembang pesat di Indonesia. Di Kabupaten Bantul terdapat pusat kerajinan kipas yang berada di Dusun Jipangan, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan. Proses produksi yang terdapat pada UKM ini masih sangat sederhana sehingga tingkat produktivitasnya pun juga rendah. Oleh sebab itu, pemilik ingin menaikkan kemampuan produksinya dengan mengganti proses pengiratan dengan teknologi yang baru yang memiliki kemampuan produksi yang lebih tinggi. Dengan demikian, perlu dilakukan pemilihan alternatif teknologi yang baru sesuai keinginan pemilik UKM. Selanjutnya dilakukan penerapan ergonomi makro berdasarkan pendekatan sistem sosioteknik untuk merancangan sistem kerja yang baru dengan mempertimbangkan keinginan teknologi dari pemilik UKM. Pada penelitian ini, pemilihan alternatif teknologi menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Pemilihan alternatif yang tepat nantinya akan berdampak pada desain sistem kerja yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain ulang sistem kerja yang diinginkan untuk meningkatkan produktivitas dengan penerapan ergonomi makro yang menggunakan pendekatan sistem sosioteknik dari pemilihan alternatif yang terpilih.  Berdasarkan hasil penelitian ini, telah diperoleh 6 kriteria dengan 15 sub kriteria yang dapat digunakan untuk pemilihan alternatif teknologi. Kriteria-kriteria tersebut diantaranya keahlian operator, upah operator, biaya, peningkatan fungsi, mudah digunakan, dan kenyamanan. Dari hasil perhitungan, didapatkan alternatif teknologi terbaik yaitu teknologi otomatis dengan bobot sebesar 0,658. Kemudian didapatkan desain sistem kerja yang baru yaitu dengan spesifikasi tenaga kerja dengan pendidikan minimal Diploma, melakukan pengadaan mesin irat bambu, serta lingkungan yang dekat dengan bahan baku, supplier, dan area pemasaran dan juga dengan tingkat produktivitas untuk penggunaan alternatif teknologi otomatis sebesar 0,019%.
Penentuan Kriteria Pemilihan Strategi Sistem Manufaktur Menggunakan Analytic Hierarchy Process Soepardi, Apriani; ., Puryani; Chaeron, Mochammad; Anggraini, Isti
Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 2 (2012): DECEMBER 2012
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.049 KB) | DOI: 10.9744/jti.14.2.107-114

Abstract

This paper presents the decision making process for the selection of criteria manufacturing system using AHP. The accuracy of the selection strategy is based on many criteria that termed as agility capabilities. Several influential criteria that is used in the selection are responsiveness, product quality, product cost, operator skills, and inventory. From these criteria, manufacturing responsiveness has the highest priority weight. On these criteria, the company cast metal is required to have the agility capabilities in reduction of lead-time for product development, new product introduction, and a wide variety of products. While the criteria for product quality takes places at second priority, followed by product cost, operator skill and inventory. From agility capability priorities that must be owned by the company of cast metal, the manufacturing system according to the characteristics of the organization and be able to respond appropriately to environmental changes is lean manufacturing system.
PEMODELAN WAKTU PEMELIHARAAN PENCEGAHAN OPTIMAL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KERUGIAN PRODUKSI A. Soepardi; Puryani Puryani; M. Chaeron; P.L. Puspita
Spektrum Industri Vol 12, No 2: Oktober 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7661.503 KB) | DOI: 10.12928/si.v12i2.1674

Abstract

Penelitian ini berhubungan dengan penyusunan model total biaya pemeliharaan untuk menentukan interval pemeliharaan pencegahan yang optimal dengan kriteria minimasi total biaya. Komponen biaya pemeliharaan yang dolibatkan adalah biaya pemeliharaan pencegahan, biaya pemeliharaan perbaikan, dan biaya kerugian karena lamanya downtime alat. Karakateristik model yang dibangun dipengaruhi oleh pola kerusakan dan total downtime alat. Kerusakan alat dimodelkan dengan pendekatan black-box dengan anggapan mengikuti fungsi intensitas Power Law Process. Sedangkan downtime alat tergantung pada lamanya kegiatan pemeliharaan pencegahan dan pemeliharaan perbaikan yang dikarakteristikkan oleh distribusi lamanya waktu perbaikan. Selain dilakukan penentuan interval pemeliharaan optimal, penelitian ini juga memberikan analisis sensitivitas terhadap semua parameter model yang digunakan. Kata kunci : pendekatan black box, downtime, power law process, pemeliharaan pencegahan, pemeliharaan perbaikan
Penetapan Kadar Aflatoksin B1, B2, G1, dan G2 pada Olahan Kacang Tanah dengan Metode HPLC Andalusia Trisna Salsabila; Rike Maya Wardhani; Ary Chodijayanti; Puryani puryani; Damat damat; Rista Anggriani
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 16, No 2 (2021): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v16i2.4544

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L) memiliki banyak manfaat seperti mencegah peningkatan kadar kolesterol, pencegahan keriput, kandungan serat tinggi, sumber energi dan pencegahan kanker. Akan tetapi jika dalam proses pemanenan, penyimpanan serta pengolahannya yang tidak sesuai, maka kacang tanah terkontaminasi aflatoksin yang berbahaya bagi kesehatan. Batas kadar cemaran aflatoksin pada kacang tanah dan hasil olahannya diatur dalam Peraturan Badan POM Nomor 18 Tahun 2018. Penelitian ini bertujuan menetapkan kadar kontaminasi aflatoksin B1, B2, G1 dan G2 pada olahan kacang tanah dengan prinsip ekstraksi menggunakan immunoaffinity column dengan instrumen High Performance Liquid Cromatogram (HPLC) detektor fluoresen. Hasil menunjukkan bahwa kromatogram baku kerja Aflatoksin G1, G2, B1, dan B2 berturut-turut menunjukkan respon terbentuknya peak pada waktu retensi 6,966 menit, 8,395 menit, 12,806 menit dan 10,395 menit. Hasil kromatogram sampel yang diuji tersebut memberikan respon terbentuknya peak pada waktu retensi yang berbeda dengan baku aflatoksin. Sehingga kedua sampel tersebut dapat disimpulkan tidak terdeteksi mengandung aflatoksin B1, B2, G1 dan G2 dengan nilai LOD aflatoksin G1 sebesar 0,8311 ng/mL, aflatoksin G2 sebesar 0,0941 ng/mL, aflatoksin B1 sebesar 0,3046 ng/mL dan aflatoksin B2 sebesar 0,3143 ng/mL.
Penentuan Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Terhadap Bencana Gempa Bumi Dwi Setyo Muyatno; Puryani Puryani; Yuli Dwi Astanti
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v8i2.850

Abstract

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) is one of the campuses that stand on the area of disaster prone areas. Based on the information from the head of facilities and infrastructure section, installation of evacuation route instructions and gathering points at UPNVY is based solely on the experience that has occurred several years ago.Earthquake disaster 2006 and Merapi eruption 2010 that occurs, many users of the building are confused in rescues themselves for lack of evacuation instructions.It is very vulnerable to the onset of loss or casualties because the earthquake disaster is unpredictable and occurs suddenly.This research aims to create visualization of user simulation against earthquake disaster.The simulation will also show you where to come out and save yourself as well as avoiding the dangerous places of the building quickly and securely with 3 scenarios. Simulated results for Pattimura building, Scenario 2 is considered best with the evacuation time of 46 ' 51 "with 2 classes passing through the middle stairs and 2 classes through the East and West Stairs.Meanwhile, Cipto Mangunkusumo building was selected scenario 2 with an evacuation time of 49 ′ with 2 class routes passing through the East Stairs and 1 class through the western stairs.The need for disaster information signage is 90 board class evacuation line, 76 board stair evacuation Line, 1 board gathering point, and 3 point gathering boards.
PERANCANGAN SISTEM PENELUSURAN ALUMNI (TRACER STUDY) BERBASIS WEB Eko Nursubiyantoro; Puryani Puryani
OPSI Vol 9, No 2 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.296 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v9i2.2228

Abstract

Efisiensi Material Handling (Forklift) Guna Meminimasi Biaya Sewa Menggunakan Simulasi Yuli Dwi Astanti; Puryani Puryani; Vertha Fuji Rizky Syafriani
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2529.026 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v5i1.101

Abstract

PT. Heinz ABC Indonesia merupakan perusahaan yang sudah cukup dikenal di Indonesia dalam memproduksi makanan. Salah satu produknya yaitu kecap ABC. Proses produksi kecap dilakukan di atas lantai pabrik seluas 28.230 m2 yang memiliki jarak cukup jauh dari departemen satu ke departemen lainnya. Oleh karena itu, proses pemindahan material dibantu dengan material handling berupa forklift. Selama ini perusahaan memiliki tujuh forklift yang disewa dari pihak ketiga. Permasalahan yang terjadi adalah perusahaan merasa jumlah forklift yang disewa tidak efisien karena adanya waktu menganggur pada forklift dan mengakibatkan pemborosan pada biaya penyewaan forklift. Penelitian ini berusaha mengetahui jumlah forklift yang lebih efisien dengan cara mensimulasikan perpindahan material yang diangkut oleh forklift. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan, dengan menggunakan 7 forklif perusahaan telah menggunakan utilitas forklift sebesar 82,01%. Dengan menggunakan pendekatan analisa “what-if” dalam simulasi, penelitian ini mencoba mengimplementasikan beberapa skenario usulan. Skenario dibuat dengan mengatur ulang rute perpindahan forklift. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan skenario 3 merupakan usulan terbaik dengan jumlah forklift yang optimal adalah 6 forklift dengan utilitas sebesar 88,15%. Berdasarkan hasil simulasi PT. Heinz ABC Indonesia dapat menghemat biaya sewa forklift sebesar RP 9.750.000,-/ bulan. Kata kunci: material handling, simulasi, efisiensi biaya