Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

THE INFLUENCE OF CREDIBILITY AND ATTRACTIVENESS OF BEAUTY VLOGGER AS A CELEBRITY ENDORSER ON CONSUMER PURCHASE INTENTION Hikmawati, Hikmawati
Manajemen Bisnis Vol 9, No 1 (2019): April
Publisher : Department of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.587 KB) | DOI: 10.22219/jmb.v9i1.9436

Abstract

This study aims to identify the effect of beauty vlogger?s credibility and attractiveness on purchase intention and find the most influential variable. A quantitative approach using survey (questionnaire) was used. The population in this study was 41.517 viewers of Abel Cantika's vlog titled "Demo dan Review the Body Shop New Hair Care Fuji Green Tea?. 100 samples were selected using purposive sampling technique. The results of this study found that both credibility and attractiveness of the endorser significantly influenced purchase intention, the later was found to be the most influential variable.
Identification of a Disease on Cocoa Caused by Fusariumin Sulawesi Rosmana, Ade; Hikmawati, Hikmawati; Asman, Asman
Pelita Perkebunan (Coffee and Cocoa Research Journal) Vol 29, No 3 (2013)
Publisher : Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A disease presumed to be caused by Fusarium was observed in cocoa open fields with few or without shade trees. Within the population of cocoa trees in the field, some trees had died, some had yellowing leaves and dieback, and the others were apparently healthy. In order to demonstrate Fusarium species as the causal pathogen and to obtain information concerning the incidence of the disease, its distribution and its impact on sustainability of cocoa, isolation of the pathogen, inoculation of cocoa seedlings with isolates and a survey of disease has been conducted. Fusarium was isolated from roots and branches, and inoculated onto cocoa seedlings (one month old) via soil. Symptoms appeared within 3-4 weeks after infection. These symptoms consisted of yellowing of leaves beginning from the bottom until the leaves falldown, and browning internal of vascular tissue. Darkened vascular traces in the petiole characteristic of vascularstreak dieback infection were absent. The occurrence of Fusarium in the field was characterized by the absence of obvious signs of fungal infestation on root of infected trees, yellowing of leaves on twigs, dieback, and tree mortality in severe infestations. Disease incidence could reach 77% and in this situation it was difficult for trees recover from heavy infections or to be regenerated in the farm. The study proves that Fusarium is a pathogen causing dieback and the disease is called as Fusarium vascular dieback (FVD). Its development is apparently enhanced by dry conditions in the field. Key words: Fusarium sp., vascular disease, dieback, FVD, Theobroma cacao L.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN VIDEO KARTUN TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI SMAN 1 SIKUR TAHUN AJARAN 2014/2015 Jafar Al-idrus, Syayid Qosim M.; Hikmawati, Hikmawati; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal PIJAR Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan video kartun terhadap hasil belajar fisika siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMAN 1 Sikur tahun ajaran 2014/2015 dengan jumlah 113 siswa. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan siswa kelas XI IPA 2 sebanyak 37 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IPA 1 sebanyak 36 siswa sebagai kelas kontrol. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonequivalent control group design. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda yang sebelumnya dilakukan uji validitas, reliabilitas, analisis tingkat kesukaran, dan analisis daya beda soal. Data hasil tes akhir dianalisis menggunakan uji-t dua pihak dengan rumus pooled varians dan diperoleh thitung sebesar (5,318) dengan ttabel sebesar (1,996) pada taraf signifikansi 5%. Nilai thitung lebih besar dari ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berbantuan video kartun berpengaruh terhadap hasil belajar fisika siswa kelas XI SMAN 1 Sikur.
IMPLEMENTASI MODUL FISIKA SMP MATERI POKOK GERAK DENGAN MENERAPKAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF Hikmawati, Hikmawati
Jurnal PIJAR Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berorientasi model 4-D dan mengetahui hasil implementasi modul Fisika materi pokok gerak dengan menerapkan model pengajaran langsung dan model pembelajaran kooperatif, mendeskripsikan aktivitas siswa, keterlaksanaan KBM, respon siswa, hasil belajar siswa. Subjek dalam penelitian adalah siswa Kelas VII SMP Laboratorium Unesa, dengan Pre-test and Post-test Group Design. Analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi aktivitas siswa yang paling tinggi adalah komponen mendiskusikan tugas pada pertemuan 1 27,2%, pertemuan 2 22,9%, pertemuan 3, frekuensi tertinggi adalah melakukan pengamatan, percobaan, atau bekerja sebesar 26,2%. Rata-rata kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran cenderung berkategori baik, dan respon siswa dinilai baik serta hasil belajar tuntas. Simpulan penelitian, implementasi modul Fisika SMP materi pokok gerak dengan menerapkan model pengajaran langsung dan model pembelajaran kooperatif dapat dikategorikan baik dan dapat menuntaskan hasil belajar.Kata-kata kunci: modul, pengajaran langsung, pembelajaran kooperatif.
PENGEMBANGAN KOLABORASI DESAIN CASING PRODUK FLASH DISK BERBASIS WEB YANG MENDUKUNG KARAKTERISTIK KOLABORASI Nandiroh, Siti; Fitriadi, Ratnanto; Hikmawati, Hikmawati
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 6, No. 1, Agustus 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolaborasi merupakan suatu proses kerjasama berdasarkan prinsip-prinsip tertentu, yang menghasilkan kredibilitas, integritas dan terobosan untuk membangun konsesus, kepemilikan bersama, dan kerja sama dalam segala aspek. Oleh karena itu pengembangan yang mungkin bagi kolaborasi desain adalah dengan menggunakan kolaborasi desain yang berbasis web CAD (Computer Aided Design), dimana desainer dapat berkolaborasi pada desain dan secara efisien memberdayakan tool desain yang ada pada internet. Dengan framework meliputi skema kolaborasi dengan interface ke tool distribusi web, untuk menyimpan dan memanipulasi desain obyek dan protokol untuk tool komunikasi, pengiriman message dan kolaborasi. Salah satu produk yang mengalami perkembangan yang pesat dan pelanggan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu adalah produk casing USB flash disk yang selalu dibutuhkan setiap saat, kapanpun dan dimanapun. Kehandalan dan kemampuan flash disk membuatnya harus dimiliki masyarakat yang hight-tech masa kini alias melek teknologi. Banyak sekali jenis casing flash disk yang beredar dipasaran, hampir semuanya memiliki persamaan dan hanya sedikit yang tampil beda. Kecepatan, bentuk dan daya tahan yeng berbeda membuat flash disk tersebut menarik untuk dimiliki. Dalam proses desain, akan mungkin sekali terjadi penyimpangan terhadap desain dari konsep awal. Adanya sarana komunikasi didalam sistem ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan desain.
Faktor-faktor Keberhasilan Kritis Pengelolaan Teknologi Informasi pada Kontraktor di Indonesia Hikmawati, Hikmawati; Abduh, Muhamad
Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.165 KB)

Abstract

Abstrak. Industri konstruksi saat ini menghadapi banyak tantangan ketika memasuki era globalisasi. Salah satu tantangan pada industri konstruksi adalah persaingan yang semakin ketat dan dorongan untuk selalu dapatberadaptasi dengan perubahan Salah satu strategi yang telah lama dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses yang terjadi di dunia konstruksi, misalnya dengan mengadopsi teknologi informasi. Teknologi informasi saat ini menjadi salah satu primadona teknologi yang banyak diadopsi oleh hampir seluruh industri dan dipercayai dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses yang berlangsung serta meningkatkan kualitas produk pada industri-industri tersebut. Demikian pula halnya industri konstruksi meskipun masih lambat dalam mengadopsi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini. Beberapa perusahaan konstruksi, seperti kontraktor yang telah mulai mencoba untuk teknologi informasi (TI) ini, menghadapimasalah dengan tidak mendapatkan hasil yang optimal dari adopsi tersebut. Hal ini diakibatkan oleh lemahnya sistem pengelolaan TI itu sendiri, baik dari segi perencanaan, perancangan, implementasi, evaluasi dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan kritis dalam pengelolaan teknologi informasi khususnya pada kontraktor di Indonesia, yang meliputi strategi perencanaan, perancangan, implementasi, evaluasi dan pemeliharaan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode critical succes factormelalui survei berupa penyebaran kuesioner kepada 107 kontraktor yang tergabung dalam Asosiasi Kontraktor Indonesia. Hasil survei menunjukkan bahwa dari 47 faktor keberhasilan yang teridentifikasi terdapat 38 faktorkeberhasilan kritis yang dapat digunakan sebagai salah satu strategi kontraktor dalam mengelola teknologi informasi. Selain itu, faktor-faktor keberhasilan kritis tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai variabel untuk menilai kinerja kontraktor di Indonesia dalam mengelola teknologi informasi di perusahaannya. Abstract. Entering globalization era, contractors face many challenges, as the forces to continually adapt the changes in the very high competitive market increase. One of the strategies that is believed can answer the challenges is to improve the efficiency and effectiveness of the business processes by adopting information technologies (IT). The construction industry, like other industries, has entered the information age by using IT in a variety of ways. Yet many construction firms, that have adopted IT, faced many problems related to how to get the best of IT adoption into their business processes. IT is still used merely as supporting tools and there are many limitations to its current use in construction. It is believed that the problem lay on poor management of IT by contractors. This paper discusses a research that has been conducted to identify the critical  success factors in managing IT by Indonesian contractors. The success factors were developed based on important and necessary stages ofmanaging IT, i.e. planning, implementation, maintenance, and evaluation. The research used a self-administered questionnaire to collect opinions from 107 Indonesian contractors that are members of Indonesian Contractors Association (AKI) on the importance of each suggested factor in contributing to the successful IT management in contractors’ environment. By knowing those critical success factors, contactors can focus their efforts in managing IT to the most significant strategy to reap the benefit of IT in supporting their business process. On the other hand, the identified critical success factors can also be used as variables in evaluation of contractors’ performance in managing IT. Furthermore, the contractors can use this evaluation system to measure their performance to the others as a mean to improve their competitive advantages.
Penerapan Advance Organizer Dengan Model Pembelajaran Ekspositori Berpola Lesson Study Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Harjono, Ahmad; Gunada, I Wayan; Sutrio, Sutrio; Hikmawati, Hikmawati
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (JPFT) Vol 4 No 1 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : Department of Physics Education, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.274 KB) | DOI: 10.29303/jpft.v4i1.736

Abstract

This study aims to improve the quality of learning through the implementation of lesson study (LS) with expository learning model assisted advance organizer to improve activity and learning outcomes. Implementation of LS is done in SMA Negeri 3 Mataram by taking X class MIA3 and considered appropriate. LS is executed in two action cycles with stages plan, do (implementation and observation), and see (reflection). The research data are qualitative and quantitative data. Qualitative data are derived from important notes of planning and implementation phases and instructional sheet of instructional learning, student activity, and teacher activity, as well as the reflection stage. Quantitative data are analyzed to see improvements in learning outcomes. Implementation of lesson study through expository model assisted by advace organizer can improve physics learning result of class X student of MIA3 SMAN 3 Mataram. The average score of student activity increases from 22.17 with active category in cycle I to 28.85 with very active category in cycle II. Increased classical completeness achievement 70% cycle I to 91% in cycle II.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL PADA MATAPELAJARAN FISIKA SMA Hikmawati, Hikmawati
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 2, No 1: June 2014
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.697 KB) | DOI: 10.33394/j-ps.v2i1.1054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis keunggulan lokal pada matapelajaran Fisika SMA. Keunggulan lokal yang dimaksud adalah objek wisata seperti pantai, gili, dan air terjun. Model pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan adalah model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Perangkat pembelajaran yang dikembangkan terdiri atas Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku Guru, Buku Siswa, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Pada tahap Define dilakukan penetapan dan pendefinisian syarat-syarat pembelajaran. Pada tahap Design dilakukan penyusunan prototipe perangkat pembelajaran. Pada tahap Develop dilakukan validasi perangkat pembelajaran oleh Pakar yang dilanjutkan dengan revisi. Tahap Define, Design, dan Develop dilaksanakan mulai Maret hingga Juni 2014. Tahap Disseminate akan dilakukan pada September 2014 untuk menguji efektivitas penggunaan perangkat pembelajaran di Kelas. Rentang skor penilaian Validator terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah 1 (tidak baik) hingga 4 (sangat baik) ditinjau dari aspek: format, isi, dan bahasa. Nilai yang diberikan oleh Validator adalah 3 dengan kriteria baik sehingga dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis keunggulan lokal pada matapelajaran Fisika SMA dapat digunakan dengan sedikit revisi
Pengaruh Pendekatan Multiple Intelligences Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Siswa Wahyudi, Wahyudi; Hikmawati, Hikmawati; Asriani, Rabiatul
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 6, No 2: December 2018
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.87 KB) | DOI: 10.33394/j-ps.v6i2.1082

Abstract

This study is aimed to investigate the effect of multiple intelligences approach through the problem-based learning model (PBL) on the physics problem-solving abilities (PSA) of the tenth grade students. This study is an experimental research with a non-equivalent control group design. The sample was obtained through a purposive sampling technique, so the X-science 1 class was chosen as the experimental class and X-science 3 class as the control group. The experimental class was treated with a multiple intelligences approach through the PBL model, while the control class was given a conventional learning. Before being treated, the experimental class sample was given a multiple intelligence talent test questionnaire to find out the dominant intelligence in the class, after which the two samples were given a pre-test to find out their initial abilities. The results of the initial PSA test obtained an average experimental class value of 11.61 and a control class of 9.23. The homogeneity test results of the initial tests of the two samples had the same initial ability. The results of the PSA final test obtained were an average experimental class value of 72.32 and a control class of 60.62. The research hypothesis was tested by polled variance t-test with a significance level of 5%. Based on the results of the analysis, the value of tcount is greater than ttable, that is 11.9 > 1.99, so it can be concluded that there is an effect of multiple intelligences approach through PBL models on students’ physics problem solving.
ANALISIS HASIL BELAJAR KOGNITIF MAHASISWA PADA PERKULIAHAN STRATEGI PEMBELAJARAN FISIKA BERPOLA LESSON STUDY Hikmawati, Hikmawati; Kesipuddin, Kesipuddin; Rahayu, Satutik
Lensa : Jurnal Kependidikan Fisika Vol 2, No 1: June 2014
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.212 KB)

Abstract

The purpose of this study was to analyze the students' cognitive learning outcomes in the lesson study of Physical Learning Strategy. The subjects of the study consisted of 62 students at the Physics Learning Physics Year 2013/2014 at FKIP UNRAM. The pattern of lesson study has been done for two cycles. Each cycle consists of three stages: plan, do, see. At the end of each cycle has been given a test to determine the level of mastery of student competence. The results showed that there was an increase in cognitive learning outcomes from cycle I to cycle II. In the first cycle evaluation (Cooperative learning model) obtained an average score of 71 (grade B) and on the second cycle (Problem-Based Learning Model) obtained an average score of 77 (grade B +). Therefore, the lesson study pattern needs to be developed as a way to improve the quality of education that never ends (continuous improvement).