Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH TEMPERATUR PEMBAKARAN PADA KOMPOSIT LEMPUNG/SILIKA RHA TERHADAP SIFAT FISIS (APLIKASI PADA BATA MERAH) Ade Indra; Nurzal Nurzal; Hendri Nofrianto
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.173 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan proses pembuatan bata merah dengan mengkompositkan bahan dasar pembuatan bata merah dengan silika RHA (Rice Husk Ash) yang didapat dari limbah pembakaran bata merah itu sendiri. Tujuan jangka panjang yaitu tersedianya bahan bangunan khususnya bata merah yang berkualitas dari segi fisik dan mekaniknya. Target khusus yang ingin dicapai untuk menciptakan produk bata merah yang memenuhi standar SNI dan merupakan salah satu bahan bangunan yang ramah terhadap gempa. Metode untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menciptakan komposit lempung/silika RHA yang diaplikasikan langsung pada produk bata merah home industry. Pengujian lanjut ini lebih menfokuskan untuk menaikkan temperatur pembakaran sehingga sesuai dengan kebutuhan sintering matrik dalam hal ini adalah tanah lempung, untuk mendapatkan temperatur yang optimum, maka dalam penelitian ini dibuat beberapa fariasi kecepatan tiupan udara pembakaran (0; 0,25; 0,50; 0,75; 1,0 m/s). Proses pembuatan komposisi disesuaikan dengan hasil penelitian kami sebelumnya dan pencetakan sampel dilakukan sama dengan metode yang dilaksanakan oleh home industry bata merah daerah Payakumbuh. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut, ditinjau dari segi sifat fisis yaitu Densitas meningkat dari 1,36 gr/cm3menjadi 1,68 gr/cm3pada kecepatan tiupan udara pembakaran 0,25 m/s, terjadi peningkatan 23,4% (porositas menjadi lebih kecil), relative density meningkat dari 55,34% menjadi 68,24%. Untuk Suction rate turun dari 19,07 gr/dm2/mnt menjadi 17,98 gr/dm2/mnt hal ini menunjukkan penyerapan air menjadi lebih kecil dan kecenderungan kualitas bata dari segi sifat mekanik akan menjadi lebih baik.
KUAT TEKAN (COMPRESSION STRENGTH) KOMPOSIT LEMPUNG/PASIR PADA APLIKASI BATA MERAH DAERAH PAYAKUMBUH SUMBAR Ade Indra
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.573 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan data awal untuk perbandingan pengembangan proses pembuatan bata merah dengan mengkompositkan bahan dasar pembuatan bata merah dengan silika RHA (Rice Husk Ash) yang didapat dari limbah pembakaran bata merah itu sendiri. Proses pengujian dengan mengamil salah satu home industry bata merah yang ada di kelurahan Koto Panjang kecamatan Lamposi Tigo Nagori kota Payakumbuh Sumatera Barat,dengan tujuan mendapatkan data awal sejauh mana kualitas bata merah home industri tersebut ditinjau dari sifat mekanik yaitu kuat tekan (compression strength) Dari hasil pengujian kuat tekan (compression strength) dengan ukuran sampel uji 5 x 5 x 5 cm sebanyak 30 buah sampel, didapat nilai rata-rata kuat tekan sebesar 31,9 kg/cm .Menurut Standar SII-0021-1978 bata merah produksi daerah tersebut di atas telah memenuhi syarat kualitas ditinjau dari nilai kuat tekan dengan nilai minimal 25 kg/cm
PENGARUH LAMA PENGERINGAN SEKAM PADI TERHADAP TINGKAT KEMURNIAN SILIKA RICE HUSK ASH Ade Indra
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.126 KB)

Abstract

Proses pembuatan silika dilakukan dengan fariasi lama waktu pengeringan sekam padi yaitu 1 jam, 2 jam dan 3 jam dibawah sinar matahari. Silika RHA dihasilkan dari proses pembakaran dengan menggunakan tungku tanpa dibantu dengan tiupan udara. Hasil pembakaran berupa silika dari abu sekam padi diidentifikasi dengan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF), dari analisa tersebut menunjukkan bahwa lama pengeringan yang paling optimum adalah selama 2 jam, dimana menghasilkan tingkat kemurnian silika dari abu sekam padi mencapai 97,87 %.
PENGARUH LAMA PENGERINGAN SEKAM PADI TERHADAP TINGKAT KEMURNIAN SILIKA RICE HUSK ASH Ade Indra
Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2011): Jurnal Teknik Mesin Vol.1 No.1 October 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.126 KB) | DOI: 10.21063/jtm.2011.v1.i1.21-25

Abstract

Proses pembuatan silika dilakukan dengan fariasi lama waktu pengeringan sekam padi yaitu 1 jam, 2 jam dan 3 jam dibawah sinar matahari. Silika RHA dihasilkan dari proses pembakaran dengan menggunakan tungku tanpa dibantu dengan tiupan udara. Hasil pembakaran berupa silika dari abu sekam padi diidentifikasi dengan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF), dari analisa tersebut menunjukkan bahwa lama pengeringan yang paling optimum adalah selama 2 jam, dimana menghasilkan tingkat kemurnian silika dari abu sekam padi mencapai 97,87 %.
PENGARUH TEMPERATUR PEMBAKARAN PADA KOMPOSIT LEMPUNG/SILIKA RHA TERHADAP SIFAT FISIS (APLIKASI PADA BATA MERAH) Ade Indra; Nurzal; Hendri Nofrianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Teknik Mesin Vol.3 No.2 October 2013
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2013.v3.i2.60-65

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan proses pembuatan bata merah dengan mengkompositkan bahan dasar pembuatan bata merah dengan silika RHA (Rice Husk Ash) yang didapat dari limbah pembakaran bata merah itu sendiri. Tujuan jangka panjang yaitu tersedianya bahan bangunan khususnya bata merah yang berkualitas dari segi fisik dan mekaniknya. Target khusus yang ingin dicapai untuk menciptakan produk bata merah yang memenuhi standar SNI dan merupakan salah satu bahan bangunan yang ramah terhadap gempa. Metode untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menciptakan komposit lempung/silika RHA yang diaplikasikan langsung pada produk bata merah home industry. Pengujian lanjut ini lebih menfokuskan untuk menaikkan temperatur pembakaran sehingga sesuai dengan kebutuhan sintering matrik dalam hal ini adalah tanah lempung, untuk mendapatkan temperatur yang optimum, maka dalam penelitian ini dibuat beberapa fariasi kecepatan tiupan udara pembakaran (0; 0,25; 0,50; 0,75; 1,0 m/s). Proses pembuatan komposisi disesuaikan dengan hasil penelitian kami sebelumnya dan pencetakan sampel dilakukan sama dengan metode yang dilaksanakan oleh home industry bata merah daerah Payakumbuh. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut, ditinjau dari segi sifat fisis yaitu Densitas meningkat dari 1,36 gr/cm3 menjadi 1,68 gr/cm3 pada kecepatan tiupan udara pembakaran 0,25 m/s, terjadi peningkatan 23,4% (porositas menjadi lebih kecil), relative density meningkat dari 55,34% menjadi 68,24%. Untuk Suction rate turun dari 19,07 gr/dm2 /mnt menjadi 17,98 gr/dm2 /mnt hal ini menunjukkan penyerapan air menjadi lebih kecil dan kecenderungan kualitas bata dari segi sifat mekanik akan menjadi lebih baik.
KUAT TEKAN (COMPRESSION STRENGTH) KOMPOSIT LEMPUNG/PASIR PADA APLIKASI BATA MERAH DAERAH PAYAKUMBUH SUMBAR Ade Indra
Jurnal Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2012): Jurnal Teknik Mesin Vol.1 No.2 April 201`2
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2012.v1.i2.10-14

Abstract

Penelitian ini merupakan data awal untuk perbandingan pengembangan proses pembuatan bata merah dengan mengkompositkan bahan dasar pembuatan bata merah dengan silika RHA (Rice Husk Ash) yang didapat dari limbah pembakaran bata merah itu sendiri. Proses pengujian dengan mengamil salah satu home industry bata merah yang ada di kelurahan Koto Panjang kecamatan Lamposi Tigo Nagori kota Payakumbuh Sumatera Barat, dengan tujuan mendapatkan data awal sejauh mana kualitas bata merah home industri tersebut ditinjau dari sifat mekanik yaitu kuat tekan (compression strength) Dari hasil pengujian kuat tekan (compression strength) dengan ukuran sampel uji 5 x 5 x 5 cm sebanyak 30 buah sampel, didapat nilai rata-rata kuat tekan sebesar 31,9 kg/cm2 . Menurut Standar SII-0021-1978 bata merah produksi daerah tersebut di atas telah memenuhi syarat kualitas ditinjau dari nilai kuat tekan dengan nilai minimal 25 kg/cm2