Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM BIOLOGI BERNUANSA KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK SISWA SMA KELAS XI SEMESTER GENAP Niken Niken
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v8i1.283

Abstract

Permasalahan yang ditemukan pada SMAN di Sijunjung adalah belum terdapat penuntun praktikum khusus dalam melakukan kegiatan praktikum. Penuntun praktikum masih berupa lembar kerja siswa (LKS), buku paket, dan lembar praktikum yang diambil dari internet. Penuntun praktikum tersebut tidak menjadikan praktikum terorganisasi dengan baik, sehingga siswa tidak terbiasa dalam melatih keterampilan proses sains yang dimiliki. Pemahaman konsep Biologi secara utuh membutuhkan pemahaman biologi sebagai produk dan proses. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan, untuk menghasilkan penuntun praktikum yang praktis dan mengungkapkan keefektifan penuntun praktikum biologi bernuansa keterampilan proses sains untuk siswa SMA kelas XI semester genap. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap investigasi awal, tahap pengembangan atau pembuatan prototipe, dan tahap penilaian. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini adalah lembar validasi penuntun praktikum, angket praktikalitas untuk guru dan siswa, angket motivasi siswa, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan tes hasil belajar siswa. Ujicoba kelompok besar dilakukan pada 22 siswa kelas XI IPA SMAN 1 Sijunjung, 30 siswa kelas XI IPA SMAN 9 Sijunjung, dan 20 siswa kelas XI IPA SMAN 10 Sijunjung. Data dianalisis secara deskriptif dengan mempersentasekan hasil yang didapatkan di lapangan. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa Penuntun Praktikum Biologi Bernuansa Keterampilan Proses Sains untuk Siswa SMA Kelas XI Semester sangat praktis dengan nilai 3,69 oleh guru dan 3,57 oleh siswa dan sangat efektif dengan nilai aktivitas 89,91%, motivasi dengan nilai 89,17%, dan hasil belajar dengan nilai 83,47%. Kesimpulannya adalah bahwa Penuntun Praktikum Biologi Bernuansa Keterampilan Proses Sains untuk Siswa SMA Kelas XI Semester Genap sudah valid, praktis, dan efektif
STRUKTUR ANATOMI ORGAN VEGETATIF Pedada Merah (Sonneratia caseolaris (L.) Engler) DI HUTAN MANGROVE KENAGARIAN MANGGUANG KOTA PARIAMAN Niken, Niken; Eka Putri, Irma Leilani; Meriko, Lince
Pendidikan Biologi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Pendidikan Biologi Genap 2013-2014
Publisher : STKIP PGRI Sumbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Sonneratia caseolaris is one mangrove plant species belonging to family Sonneratiaceae. Sonneratia caseolaris has three morphological variations are dwarf, semi-dwarf and normal. In connection with such variation has been studied to determine the anatomical structure of the vegetative organs pedada red (Sonneratia caseolaris (L.) Engler) in Mangrove Forests Kenagarian Mangguang Pariaman city. This study was conducted in January-February 2013 by using the descriptive method of making permanent preparations. Based on the results, the differences in the complexity of the tissues of the three variations Sonneratia caseolaris. At the root Sonneratia caseolaris dwarf and normal tissue there is a sklereid amplifier, whereas the semi-dwarf Sonneratia caseolaris reinforcements in the form of fiber tissues. In the third variation stems from Sonneratia caseolaris there is no difference but the similarity of the complexity of their tissues  covering cuticula thin epidermis, cortex, vascular tissue and pith while the third variation on the leaves of Sonneratia caseolaris difference is the semi-dwarf and normal Sonneratia caseolaris there is substance ergastict in the form of crystalline type drush , while the dwarf Sonneratia caseolaris not found. Another difference is in the normal Sonneratia caseolaris  the epidermis consists of 2 layers, on Sonneratia caseolaris dwarf and semi-dwarf only 1 layer and the normal Sonneratia caseolaris  palisade tissue consists of  2 layers while Sonneratia caseolaris dwarf and semi-dwarf 3 layers. 
INFEKSI PARASIT USUS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KAWASAN TAMBANG NAGARI PALANGKI KABUPATEN SIJUNJUNG Niken Niken; al kudri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.243

Abstract

Parasit usus merupakan parasit pada saluran pencernaan yang biasanya menempel pada didning usus. Infeksi parasit usus merupakan masalah kesehatan dikalangan masayarakat. Pada umumnya yang terserang penyakit infeksi golongan STH adalah kelompok anak sekolah dasar (SD). Hal tersebut dikarenakan anak-anak SD sering berkontak langsung dengan tanah sebagai sumber infeksi. Area permainan di tanah-tanah kotor, daerah kumuh, defekasi di halaman rumah, kawasan rumah yang dekat dengan lokasi tambang dapat menyebabkan tanah tercemar telur cacing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran infeksi parasit usus pada anak sekolah dasar di kawasan tambang Nagari Palangki Kabupaten Sijunjung. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survei deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anak SDN 1 Pakangki dan SDN 13 Palangki di Kecamatan IV Nagari kelas I sampai VI. Hasil penelitian berdasarkan pemeriksaan tinja, didapatkan infeksi cacing usus 53%, dan infeksi tidak cacing usus 47%.
Pengembangan Modul Pembelajaran Berorientasi Keterampilan Proses Sains Pada Mata Kuliah Biologi untuk Perkuliahan Di Perguruan Tinggi Kesehatan niken, niken; Rahayu, Feni
Jurnal Bioconcetta Vol 4, No 2 (2018): Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.494 KB) | DOI: 10.22202/bc.2018.v4i2.3016

Abstract

Banyak kendala yang dialami oleh mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Biologi karena materi yang sulit untuk divisualisasikan. Untuk mempelajari materi tersebut, harus menggunakan alat bantu berupa media sebagai sumber belajar. Salah satu media pembelajaran adalah modul yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan four D models yaitu define phase, design phase, develop phase dan disseminate phase. Tahap yang dilaksanakan adalah sampai develop phase yaitu uji validitas, uji praktikalitas dan uji efektifitas. Untuk uji validitas dilakukan oleh 3 orang validator, dan untuk uji praktikalitas oleh 5 orang dosen, dan 100 orang mahasiswa pada lima perguruan tinggi kesehatan. Data diperoleh dari kuisioner validitas, praktikalitas dan efektifitas. Hasil validasi intrumen sebagai alat ukur penelitian yaitu 3,49 dengan kriteria sangat valid. Hasil penelitian menunjukan bahwa modul yang dikembangkan sangat valid 3,41 dan praktis oleh dosen dengan nilai praktikalitas 3,76 dan 3,46 oleh mahasiswa.Sedangkan hasil efektifitas yang meliputi kompetensi kognitif yaitu 77,60 dengan kategori baik, kompetensi afektif 86,29 dengan kategori sangat baik dan kompetensi psikomotor 84,49 dengan kategori sangat baik.
PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA WANITA Rahmi Novita Yusuf; Niken Niken; Dewi Fransisca
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i2.853

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan masalah yang penting untuk mendapatkan perhatian terutama di kalangan remaja. Masa remaja diwarnai oleh pertumbuhan, perubahan, munculnya berbagai kesempatan, dan seringkali menghadapi risiko-risiko kesehatan. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman dan informasi baru terhadap remaja putri khusus kesehatan reproduksi remaja.  Metode yang digunakan adalah dengan ceramah dan diskusi. Dengan hasil kegiatan adalah edukasi berjalan sesuai dengan rencana dengan banyaknya remaja yang bertanya. Adapun kesimpulan dari kegiatan ini yaitu edukasi berjalan lancar dan tepat waktu, remaja memahami materi yang disajikan oleh pengaji tentang kesehatan reproduksi remaja.
PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM BIOLOGI BERNUANSA KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK SISWA SMA KELAS XI SEMESTER GENAP Niken, Niken
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v8i1.283

Abstract

Permasalahan yang ditemukan pada SMAN di Sijunjung adalah belum terdapat penuntun praktikum khusus dalam melakukan kegiatan praktikum. Penuntun praktikum masih berupa lembar kerja siswa (LKS), buku paket, dan lembar praktikum yang diambil dari internet. Penuntun praktikum tersebut tidak menjadikan praktikum terorganisasi dengan baik, sehingga siswa tidak terbiasa dalam melatih keterampilan proses sains yang dimiliki. Pemahaman konsep Biologi secara utuh membutuhkan pemahaman biologi sebagai produk dan proses. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan, untuk menghasilkan penuntun praktikum yang praktis dan mengungkapkan keefektifan penuntun praktikum biologi bernuansa keterampilan proses sains untuk siswa SMA kelas XI semester genap. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap investigasi awal, tahap pengembangan atau pembuatan prototipe, dan tahap penilaian. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini adalah lembar validasi penuntun praktikum, angket praktikalitas untuk guru dan siswa, angket motivasi siswa, lembar pengamatan aktivitas siswa, dan tes hasil belajar siswa. Ujicoba kelompok besar dilakukan pada 22 siswa kelas XI IPA SMAN 1 Sijunjung, 30 siswa kelas XI IPA SMAN 9 Sijunjung, dan 20 siswa kelas XI IPA SMAN 10 Sijunjung. Data dianalisis secara deskriptif dengan mempersentasekan hasil yang didapatkan di lapangan. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa Penuntun Praktikum Biologi Bernuansa Keterampilan Proses Sains untuk Siswa SMA Kelas XI Semester sangat praktis dengan nilai 3,69 oleh guru dan 3,57 oleh siswa dan sangat efektif dengan nilai aktivitas 89,91%, motivasi dengan nilai 89,17%, dan hasil belajar dengan nilai 83,47%. Kesimpulannya adalah bahwa Penuntun Praktikum Biologi Bernuansa Keterampilan Proses Sains untuk Siswa SMA Kelas XI Semester Genap sudah valid, praktis, dan efektif
BAHAYA ANEMIA PADA IBU HAMIL Rahmi Novita Yusuf; Niken Niken; Febby Herayono
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1404

Abstract

Hampir separuh atau sebanyak 48,9 persen ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Ibu hamil yang kekurangan cadangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Jumlah Fe yang dikonsumsi oleh ibu hamil selama kehamilan ada hubungannya dengan angka kejadian anemia dalam kehamilan, dan peningkatan Hb setelah mengkonsumsi tablet Fe. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada wanita usia subur akan pentingnya memperhatikan nutrisi dalam persiapan kehamilan. Pengabdian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas lubuk buaya padang dan waktu pengabdian dilaksanakan pada bulan Januari sd April 2022. dengan hasil pengabdian WUS sangat antusias dalam mendengarkan edukasi yang disampaikan. Kesimpulan dari pengabdian ini menunjukkan edukasi yang diberikan dapat mempengaruhi pola nutrisi dan perubahan prilaku hidup sehat pada WUS.Kata kunci : Anemia, Wanita usia subur
PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN GABUS (Channa striata) YANG DIBERI PAKAN Tubifex sp DENGAN JUMLAH BERBEDA Muhammad Sobirin; Rusliadi Rusliadi; Niken Niken
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 5 (2018): Edisi 1 Januari s/d Juni 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                      ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2017 bertempat di Laboratorium Teknologi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan Kelautan Universitas Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan gabus yang diberi pakan Tubifex sp dengan jumlah berbeda. Penelitian ini menggunakan wadah akuarium berukuran 40 x 30 x 40 cm3 dengan ketinggian air 10 cm sebanyak 12 unit. Pakan yang digunakan berupa cacing Tubifex sp, diberikan dengan dosis 15, 30, 45 dan 60% dari bobot tubuh ikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yakni Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Dari hasil penelitian perlakuan yang terbaik adalah pemberian pakan dengan dosis 60%/ bobot tubuh yang dapat menghasilkan laju pertumbuhan bobot mutlak (1,93 gram), pertumbuhan panjang mutlak (5,25 cm), pertumbuhan panjang spesifik (6,03%) dan kelulushidupan (86,11%). Kualitas air selama penelitian diperoleh pH 6,0-7,0, suhu 26-28 0C, DO 3,1-3,2 mg/l, amonia 0,01-0,05 mg/l. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan gabus (Channa striata) yang diberi pakan Tubifex sp dengan jumlah berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan ikan gabus (Channa striata). Kata Kunci : Tubifex sp, ikan gabus, Pertumbuhan dan Kelulushidupan.
PEMANFAATAN ALOE VERA SEBAGAI BAHAN SABUN BATANG ALAMI Rahmi Novita Yusuf; Dewi Fransica; Niken Niken
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1093

Abstract

Banyaknya tanaman aloe vera yang ada di sekeliling permukiman penduduk. Namun belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Sejauh ini baru hanya sebagai bunga hiasan di dalam pot saja. Padahal aleo vera memiliki banyak manfaat, karena mengandung berbagai zat alami yang baik bagi kesehatan. Jd dalam pengabdian ini solusi yang ditawarkan adalah bagaiman kita bisa memanfaatkan aloe vera dengan baik, bukan saja sebagai hiasan didepan rumah tetapi juga bisa dibuat yang lainnya. Salah satunya adalah sebagai bahan dasar sabun batang alami.
PERBEDAAN JUMLAH LIMFOSIT PADA TENAGA KESEHATAN YANG SUDAH MENERIMA VAKSIN DOSIS LENGKAP DENGAN YANG TIDAK MENERIMA VAKSIN COVID - 19 DI RSUD ACEH SINGKIL Nisnawati Nisnawati; Niken Niken; Rahmi Novita Yusuf
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i2.1275

Abstract

Limfosit ditemukan dalam darah dan limfonodi. Selain sel Natural Killer (NK), sel T dansel B adalah berbagai bentuk limfosit. Masing-masing sel ini memainkan peran mendasardalam respons imun adaptif tubuh. Sel B berperan penting dalam respon imun, secararesmi dikenal sebagai prekursor sel penghasil antibodi, Sel T berperan dalam responimun sitotoksik. Sel T termasuk dalam sistem imun adaptif dan melakukan beragamfungsi dalam regulasi imun, peradangan, serta respons imun protektif. Tujuanpemeriksaan limfosit pada nakes yang divaksin Covid-19 adalah untuk mengetahuirespon imun tubuh terhadap Antigen virus dan terbentuk antibodi tubuh. Pemeriksaanjumlah limfosit dapat dilakukan dengan menggunakan alat hematologi analyzer.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan jumlah limfosit pada tenagakesehatan yang sudah divaksin dan yang tidak divaksin COVID-19 dosis lengkap.Desain penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross sectionalstudy. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium RSUD Aceh Singkil KabupatenAceh Singkil dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai denganbulan September 2021. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden yaitu 15responden adalah nakes yang sudah divaksin COVID-19 dosis lengkap dan 15 respondenadalah nakes yang tidak divaksin COVID-19. Analisa data secara univariat dan bivariatdengan memakai uji t test independent. Hasil dari penelitian menunjukkan reratajumlah yang didapatkan pada pemeriksaan jumlah limfosit pada nakes yang divaksinCOVID-19 dosis lengkap adalah 35,27%. Rerata jumlah limfosit pada nakes yangtidak divaksin COVID-19 adalah 28,87%. Kesimpulan dari penelitian ini yaituterdapat perbedaan jumlah limfosit pada nakes yang divaksin COVID-19 dosislengkap dengan nakes yang tidak divaksin COVID-19dengan ρv diperoleh =0.013.Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian tingkat akurasi,dan presisi pemeriksaan jumlah limfosit sebelum dan sesudah vaksinasi dengan goldstandard dan dilakukan penelitian untuk membandingkan pemeriksaan jumlah limfositpada responden yang sudah divaksin dengan yang tidak divaksin dengan metode lainyayang lebih lengkap dengan menggunakan subjek yang lebih banyak sebagai sampelpenelitian.Kata Kunci: Jumlah Limfosit,Tenaga Kesehatan ,Vaksin COVID-19