Rasmaya Niruri
Faculty of Mathematics and Natural Sciences Udayana University

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbedaan Fungsi Ginjal, Hati dan Darah pada Pasien Kanker Serviks dengan Kemoterapi Bleomisin, Oncovin®, Mitomisin dan Karboplatin (Studi Kasus di RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2015) Noviyani, Rini; Budiana, I Nyoman G.; Indrayathi, Putu A.; Niruri, Rasmaya; Tunas, I Ketut
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.043 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2016.5.4.269

Abstract

  Regimen Bleomisin Oncovin® Mitomisin-Karboplatin (BOM-Karboplatin) sebagai kemoterapi tidak terlepas dari efek samping yang ditimbulkan yaitu toksisitas pada organ tubuh diantaranya adalah ginjal, hati, dan darah, dimana terjadinya toksikitas pada organ ginjal dapat diindikatorkan dengan parameter Serum Kreatinin dan Blood Urea Nitrogen (BUN). Terjadinya toksisitas pada organ hati dapat diukur dengan parameter SGOT dan SGPT serta toksisitas pada fungsi darah diindikatorkan dengan nilai hemoglobin, trombosit, leukosit. Belum terdapat data mengenai efek toksik dari kemoterapi BOM-Karboplatin pada pasien kanker serviks sel skuamosa stadium IIB–IIIB di RSUP Sanglah Denpasar, sehingga penelitian ini dilakukan melalui pemantauan terhadap fungsi ginjal, hati dan darah. Penelitian ini merupakan studi kasus observasional terhadap sembilan pasien yang diikuti selama tiga seri kemoterapi dari bulan Februari hingga Agustus 2015. Data serum kreatinin, BUN, SGOT, SGPT, hemoglobin, trombosit, dan leukosit yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t berpasangan untuk data yang terdistribusi normal dan uji Wilcoxon untuk data yang tidak terdistribusi normal dengan tingkat kepercayaan 95% dan dikatakan berbeda bermakna bila p<0,05. Hasil studi kasus ini menunjukkan nilai serum kreatinin (p=0,530), BUN (p=0,553), SGOT (p=0,162), SGPT (p=0,054), Hemoglobin (p=0,034), Trombosit (p=0,028), dan Leukosit (p=0,011), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan fungsi darah yang signifikan ditandai dengan adanya penurunan signifikan pada parameter hemoglobin, trombosit dan leukosit sebelum kemoterapi I dan sesudah kemoterapi III BOM-Karboplatin, sehingga diperlukan monitoring ketat terhadap fungsi darah pasien yang menerima kemoterapi BOM-Karboplatin di RSUP Sanglah Denpasar.Kata kunci: BOM-Karboplatin, fungsi darah, kanker serviks, kemoterapi, RSUP Sanglah, toksisitasThe Difference of Kidney, Heart and Blood Function on Cervical Cancer Patients with Chemotherapy, Bleomycin, Oncovin®, Mitomycin and Carboplatin (Case Study in Sanglah General Hospital, Denpasar in 2015) Oncovin® bleomycin mitomycin-carboplatin (BOM-carboplatin) regimen as chemotherapy is inseparable from the side effects it can caused which is toxicity to organs including the kidneys, liver, and blood where the toxicity in the kidneys can be indicated by the parameter of Serum Creatinine and Blood Urea Nitrogen (BUN), the occurrence of toxicity in the liver can be measured by the parameters of SGOT and SGPT, and toxicity to blood function can be indicated by the value of hemoglobin, platelets, leukocytes. The absence of data on the toxic effects of chemotherapy BOM-carboplatin in patients with squamous cell cervical cancer stage IIB–IIIB in Sanglah General Hospital in Denpasar, had made this research conducted through monitoring of kidney, liver and blood function. This study is an observational case study of nine patients who were followed for three rounds of chemotherapy from February to August 2015. Data of creatinine serum, BUN, SGOT, SGPT, hemoglobin, platelets, and leukocytes were analyzed using paired t-test for the data that were normally distributed and Wilcoxon test for the data that were not normally distributed with a confidence level of 95% and was said to be significantly different when p<0.05. The results of this case study demonstrated the value of serum creatinine (p=0.530), BUN (p=0.553), SGOT (p=0.162), SGPT (p=0.054), hemoglobin (p=0.034), platelets (p=0.028), and leukocytes (p=0.011) so it could be concluded that there was a significant decrease of blood function which could be characterized by a significant decrease in the parameters of hemoglobin, platelets and leucocytes before chemotherapy I and after chemotherapy III BOM-carboplatin, so it required strict monitoring of the blood function of the patients who received chemotherapy BOM-carboplatin in Sanglah General Hospital in Denpasar.Keywords: BOM-carboplatin, blood function, cervical cancer, chemotherapy, Sanglah General Hospital, toxicity
Evaluasi Nilai Blood Urea Nitrogen dan Serum Kreatinin pada Pemberian Kemoterapi Paklitaksel-Karboplatin pada Pasien Kanker Serviks Sel Skuamosa Stadium IIB-IIIB Noviyani, Rini; Suwiyoga, Ketut; Dewi, Anak A. A. W. P.; Niruri, Rasmaya; Tunas, I. K.; Budiana, I N. G.
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2014.3.2.55

Abstract

Kemoterapi paklitaksel-karboplatin merupakan salah satu terapi untuk kanker serviks. Toksisitas kemoterapi pada ginjal dapat dinilai menggunakan nilai Blood Urea Nitrogen (BUN) dan serum kreatinin. Pada penelitian potong lintang prospektif ini diperoleh 6 pasien kanker serviks yang memenuhi kriteria penelitian. Pemeriksaan kadar BUN dan serum kreatinin dilakukan sebelum kemoterapi pertama dan sesudah kemoterapi seri ketiga. Rentang waktu kemoterapi pertama ke kemoterapi ketiga adalah tiga minggu. Pengambilan sampel penelitian menggunakan consecutive sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan paired test dengan interval kepercayaan 95% dengan SPSS 17.0. Hasil evaluasi nilai BUN dan serum kreatinin sebelum dan sesudah kemoterapi menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara sebelum kemoterapi pertama dengan sesudah kemoterapi ketiga (p>0,05). Hasil penelitian ini dapat digunakan dokter sebagai pertimbangan untuk memberikan kemoterapi dengan regimen paklitaksel-karboplatin sesuai prosedur yang berlaku karena terbukti tidak menimbulkan penurunan fungsi ginjal pada pasien kanker serviks skuamosa.Kata kunci: BUN, kanker serviks, kemoterapi, paklitaksel-karboplatin, serum kreatininEvaluation of Blood Urea Nitrogen and Serum Creatinine in Squamous Cell Cervical Cancer Patients Stadium IIb-IIIb Who Receiving Paclitaxel- Carboplatin ChemotherapyPaclitaxel-carboplatin chemotherapy is one of cervical cancer therapy. Renal toxicity from chemotherapy can be assessed using the value of  Blood Urea Nitrogen (BUN) and serum creatinine. In a prospective cross sectional study was obtained 6 cervical cancer patients who met the research criterias. Examination of BUN and serum creatinine performed before first and after third chemotherapy with the interval time of 3 weeks. Sampling method using consecutive sampling. Data were analyzed using paired test with 95% confidence intervals using the SPSS 17.0. BUN and serum creatinine before and after chemotherapy values obtained p>0.05. BUN and serum creatinine values showed no significant difference between before the first chemotherapy to after third chemotherapy. The doctor may consider using this combination chemotherapy in accordance with the procedures in force due to chemotherapy using paclitaxel- carboplatin shown to be effective and not cause renal toxicity in squamous cervical cancer patients.Key words: BUN, cervical cancer, chemotherapy, paclitaxel-carboplatin, serum creatinine
Efek Kemoterapi Bleomisin, Vincristin, Mitomisin dan Karboplatin terhadap Massa Tumor dan Infiltrasi Parametrium pada Pasien Kanker Serviks: Studi Kasus di RSUP Sanglah Denpasar Suwiyoga, Ketut; Noviyani, Rini; Budiana, I Nyoman G.; Tunas, I Ketut; Indrayathi, Ayu; Niruri, Rasmaya
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.506 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2017.6.3.164

Abstract

Penggunaan regimen BOM-cisplatin untuk kemoterapi pasien kanker serviks masih belum memberikan hasil efektivitas yang memuaskan, sehingga dilakukan penggantian agen cisplatin dengan karboplatin. Kemoterapi BOM-karboplatin merupakan salah satu regimen terapi kanker serviks di RSUP Sanglah Denpasar. Informasi tentang efektivitas penggunaan BOM-karboplatin untuk kemoterapi kanker serviks masih sangat minim, maka dari itu penelitian ini dilakukan dengan melihat massa tumor dan infiltrasi parametrium. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus terhadap 9 pasien kanker serviks sel skuamosa stadium IIB–IIIB sebelum dan sesudah kemoterapi BOM-karboplatin di RSUP Sanglah dari bulan Februari hingga Agustus 2015 yang memenuhi kriteria. Pemeriksaan Massa Tumor dan Infiltrasi Parametrium (%CFS) dilakukan sebelum kemoterapi seri I dan sesudah kemoterapi seri III. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan uji normalitas yaitu uji Shapiro-Wilk, selanjutnya dianalisis menggunakan uji t berpasangan dengan taraf kepercayaan 95%, sedangkan data berdistribusi tidak normal ditranformasi ke bentuk fungsi logaritma lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon. Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa terdapat penurunan bermakna pada massa tumor dan infiltrasi parametrium kiri sesudah 3 seri kemoterapi dengan nilai p<0,05 yaitu masing-masing p=0,001 dan p=0,025, tetapi tidak terdapat penurunan bermakna pada infiltrasi parametrium kanan dengan nilai p>0.05 yaitu p>0,083.Kata kunci: BOM-cisplatin, cancer free space, kanker serviks, RSUP Sanglah Effect of Chemotherapy Bleomycin, Vincristin, Mitomycin and Carboplatin by Tumor Mass and Infiltration Parametrial for Cervical Cancer Patients: Case Study in Sanglah General Hospital, DenpasarBOM-cisplatin regimen for chemotherapy for cervical cancer patients has not resulted high efficacy, hence a replacement of cisplatin with carboplatin is proposed. BOM-carboplatin chemotherapy is at present a treatment for cervical cancer patients in Sanglah Hospital in Denpasar. Information about the efficacy of using the BOM-carboplatin for cervical cancer chemotherapy is not provided, therefore this research performed by observing tumor mass and parametrial infiltration. This research was carried out using case study method on 9 patients with squamous cell cervical cancer stage IIB–IIIB before and after BOM-carboplatin chemotherapy at Sanglah Hospital from February until August 2015. Examination of tumor mass and parametrial infiltration (%CFS) conducted prior to chemotherapy series I and after chemotherapy series III. Sampling was done consecutively. The research data were analyzed using the normal distribution Shapiro-Wilk test continued by paired t-test with 95% confidence level, while data that is classified otherwise is transformed to logarithmic function and were analyzed using the Wilcoxon test. Based on statistical analysis, there is significant reduction in tumor mass and left parametrial infiltration after the third chemotherapy with (p<0.05) which are p=0.001 and p=0.025, but there is no significant reduction of right parametrial infiltration with p>0.05 that is p>0,083.Keywords: BOM-cisplatin, cancer free space, cervix cancer, Sanglah hospital
Edukasi Tentang Obat Serta Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Siswa SDIT Insan Mulia Surakarta Farida, Yeni; Betari, Sabella Sekar; Niruri, Rasmaya; Yugatama, Adi; Handayani, Nestri; Prihapsara, Fea
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v25i1.15597

Abstract

Anak-anak termasuk ke dalam kelompok usia yang sangat rentan terhadap penularan COVID-19 dari lingkungan sekitarnya. SDIT Insan Mulia Surakarta merupakan sekolah yang berada di zona merah dan sedang mempersiapkan kegitan tatap muka. Pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan prioritas yang harus diberikan dan difahamkan kepada siswa agar dapat menjadi salah satu upaya perlindungan siswa dari COVID-19. Selain itu, edukasi tentang obat sejak dini perlu dilakukan agar nantinya tidak timbul permasalahan dalam penggunaan obat. Kegiatan pengabdian berupa edukasi dengan media handout dan buku ajar berbasis aktivitas dilakukan sebagai salah satu upaya peningkatan pengetahuan siswa. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas 3 di SDIT Insan Mulia Surakarta pada bulan April 2021. Dalam memahami materi edukasi, siswa dipandu melalui pertemuan virtual dengan platform zoom meetings. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui penilaian pengetahuan dengan pretes dan postes. Perbedaan nilai pretest dan postest dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Pada akhir rangkaian kegiatan hanya ada 37 siswa yang mengisi postes dengan lengkap. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan buku ajar berbasis aktivitas dengan nilai p=0,047. Akan tetapi, tidak ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan siswa yang diberikan edukasi melalui media handout dan buku ajar berbasis aktivitas ( p=0,777.; p0,05). Media edukasi buku ajar berbasis aktivitas lebih tepat digunakan dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar. Kendala yang dialami selama kegiatan adalah jaringan internet dan fasilitas yang dimiliki siswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini telah berjalan dengan lancar  dan dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang obat dan PHBS. Melalui media edukasi yang telah disusun oleh tim pengabdian, diharapkan edukasi tentang obat dan PHBS terhadap siswa dapat terus dilakukan secara berkala.