This Author published in this journals
All Journal Agropet
Yan Alpius Loliwu
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PREVALENSI PENYAKIT CACING PADA AYAM BURAS DI DESA TAENDE DAN TOMATA KECAMATAN MORI ATAS KABUPATEN MOROWALI Yan Alpius Loliwu; Iriany Thalib
Agropet Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.326 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penyakit cacing pada ayam buras di Desa Taende dan Tomata Kecamatan Mori Atas Kabupaten Morowali dan telah dilaksanakan di Desa Taende dan Tomata dari bulan April sampai dengan Mei 2013. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 sampel feses ayam buras yang terdiri atas 80 sampel dari Desa Taende dan 20 sampel dari Desa Tomata dengan jumlah betina 53 ekor dan jantan 47 ekor. Sampel diperiksa di Laboratorium Balai Besar Veteriner Maros Propinsi Sulawesi Selatan dengan metode Uji Apung dan di analisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi infeksi kecacingan yang terjadi pada ayam buras di Desa Taende dari 80 sampel terdapat 55 sampel yang positif masing-masing sebagai berikut : Capillaria sp 22 sampel/ 27,5%, Syngamus trachea 25 sampel/ 31,25%, Ascaridia galli 4 sampel/ 5%, Heterakis 3 sampel/ 3,75%, Oxyspirura 1 sampel/ 1,25%, Railletina cesticellus 1 sampel/ 1,25%, Eimeria sp 25 sampel/ 31,25% dan di Desa Tomata dari 20 sampel terdapat 16 sampel yang positif masing-masing adalah : Capillaria sp 13 sampel/ 65%, Ascaridia galli 2 sampel/ 10%, Oxyspirura 1 sampel/ 5%, Eimeria sp 5 sampel/ 25%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis cacing yang menginfeksi saluran pencernaan ayam buras terdiri atas 5 jenis telur cacing Nematoda yaitu telur cacing Capillaria, Ascaridia galli, Heterakis, Syngamus trachea, dan Oxyspirura, dan 1 jenis cacing Cestoda yaitu Railettina cisticellus serta 1 jenis oosista Eimeria sp
Efektivitas Pemberian Pupuk Kandang Sapi Terhadap Produktivitas Lemna minor sebagai Hijauan Pakan Ternak Eko Setiawan Boti; Uti Nopriani; Yan Alpius Loliwu
Agropet Vol 15, No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemna minor merupakan hijauan pakan ternak yang tumbuh dan berkembang di atas permukaan air, dimana perkembangan tanaman tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pupuk kandang sapi yang optimal terhadap produktivitas Lemna minor sebagai hijauan pakan ternak. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah diameter daun, luas cover area, doubling time, produksi biomassa segar dan produksi bahan kering Lemna minor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dosis pupuk kandang sapi : tanpa pupuk kandang (P0), pupuk kandang sapi 5 gram/liter (P1), pupuk kandang sapi 10 gram/liter (P2) dan pupuk kandang sapi 15 gram/liter (P3) dengan ulangan sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian dosis pupuk kandang berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap diameter daun, luas cover area, doubling time, produksi biomassa segar dan produksi bahan kering. Nilai untuk setiap parameter tertingggi diperoleh pada pemberian pupuk kandang sapi 10 gram/liter (P2), diikuti pemberian pupuk kandang sapi 15 gram/liter (P3), pemberian pupuk kandang sapi 5 gram/liter (P1) dan terendah pada tanpa pemberian pupuk kandang sapi (P0).
Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) dengan Penggunaan Dosis Pupuk Kompos yang Berbeda Saripudin A; Uti Nopriani; Yan Alpius Loliwu
Agropet Vol 15, No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput gajah mini merupakan hijauan pakan ternak lokal yang mana produksi dan kualitas rumput ini cukup tinggi. Rumput tersebut dapat beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan pupuk kompos terhadap pertumbuhan dan produksi rumput gajah mini. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dosis pupuk kompos yang berbeda dan tiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan dosis pupuk kompos terdiri dari : tanpa pupuk kompos (A0), 7,5 gr/kg (A1), 10 gr/kg (A2) dan 12,5 gr/kg (A3). Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam, apabila berpengaruh nyata maka diuji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan (Steel dan Torrie 1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kompos berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi rumput gajah mini. Perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi adalah dosis pupuk kompos 12,5 gram/kg (perlakuan A3).
PENGUJIAN TINGKAT PENGGUNAAN TEPUNG BIJI KARET DALAM RANSUM TERHADAP PERSENTASE LEMAK ABDOMINAL AYAM PEDAGING Yan Alpius Loliwu
Agropet Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.102 KB)

Abstract

Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengujian lemak tingkat penggunaan tepung biji karet dalam ransum terhadap persentase lemak abdominal pada ayam pedaging yang dipelihara, telah dilaksanakan di Desa SintuwuLemba Kecamatan Lage dari tanggal 6 November 2012 sampai dengan 11 Desember 2012.Dalam penelitian ini digunakan 75 ekor ayam pedaging umur dua hari “Final Stock” ISB 707. Kandang yang digunakan adalah kandang dengan alas papan berukuran 100 cm x 50 cm sebanyak 15 petak. Setiap petak kandang dimasukkan 5 ekor ayam pedaging yang dilengkapi dengan tempat makan dan minum.Dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dengan tiga ulangan. Adapun tingkat penggunaan tepung biji kart adalah sebagai berikut :RO = Ransum yang menggunakan 0 % tepung biji karet dari total ransumR1 = Ransum yang menggunakan 2 % tepung biji karet dari total ransumR2 = Ransum yang menggunakan 4 % tepung biji karet dari total ransumR3 = Ransum yang menggunakan 6 % tepung biji karet dari total ransumR4 = Ransum yang menggunakan 8 % tepung biji karet dari total ransumHasil analisa statistik diperoleh bahwa penggunaan tepung biji karet dalam ransum ayam pedaging memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap persentase lemak abdominal. Dari uji Tukey’s diperoleh bahwa perlakuan R3 dan perlakuan R4 menunjukkan ada perbedaan sedangkan perlakuan R0, R1, R2 tidak ada perbedaan.Dari hasil penelitian tentang pengujian penggunaan tepung biji karet dalam ransum dapat disimpulkan bahwa tepung biji karet dapat digunakan sampai pada taraf 6% dari total ransum. Kata Kunci : Tepung Biji Karet, Lemak Abdominal, Ayam Pedaging
Prevalensi Penyakit Cacing Pada Saluran Pencernaan Ternak Kambing Peranakan Etawa (PE) Ramawati Husein; I Gusti Ngurah Putu Widnyana; Yan Alpius Loliwu
Agropet Vol 18, No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui prevalensi penyakit cacing pada saluran pencernaan ternak kambing perananakan etawa di kelurahan Gebangrejo Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 30 sampel yang diambil secara langsung. Sampel dianalisis menggunakan uji apung di Balai Besar Veteriner Maros Propinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa jenis cacing yang ditemukan pada kambing PE yang ada di Kelurahan Gebangrejo sebanyak 2 jenis cacing yaitu Oesophagustunum sp, dan Toxocara sp, dan 1 jenis protozoa yakni Eimeria sp. Terdapat 11 sampel yang terinfeksi cacing pada saluran saluran pencernaan Ternak Kambing PE dari 30 sampel dengan tingkat prevalensi jenis cacing Oesophagustonum sp, (3,33 %), Toxocara sp, (6,66 %) dan Protozoa Eimeria sp, (26,66 %) sehingga prevalensi infeksi parasit cacing pada saluran pencernaan kambing peranakan etawa mencapai 36,67%.