Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ISLAMIC PERSPECTIVE ON TOURISM AND ITS BENEFITS Firdaus Firdaus; Desmadi Saharuddin; Ilda Hayati
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v23i1.1689

Abstract

Tourism has enormous benefits in Islam and even has a positive impact on One's faith. Tourism is a part of "maqashid" shari'a, which consists of preserving religion, soul, reason, descent (honor), and property. Tourism can even be covering all of these aspects of this "maqashid" because it is supported by the texts of the Qur'an and the Hadith, which show the virtues and benefits of the tour. By conducting a literature study, verifying data, and interpreting the Author using a descriptive analysis approach, it was found that tourism is a part of being related to all aspects of sharia maqashid, which have been done by previous peoples. Islam recommends pilgrimages to three places, namely Haram Mosque, Nabawi Mosque, and Aqsa Mosque. Islam also has signs in travel for Muslims and also for non-Muslims who enter Muslim territory. Non-Muslims come to Muslim countries not to commit immoral acts like those done in their countries. Still, they want to enjoy the beauty of nature and know the culture that exists so that Muslims do not need to provide facilities that are prohibited in Islam to support tourism.
ARAH KIBLAT MASJID/MUSHALLA DI KECAMATAN KOTO TANGAH DITINJAU DARI ILMU FALAK H. Firdaus, M.HI, Desi Asmaret, M.Ag
Menara Ilmu Vol 11, No 76 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 76, Juli 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i76.277

Abstract

Lokasi penelitian ini adalah kecamatan Koto Tangah di Kota Padang, adalahKecamatan tempat kampus Universitas Muhammadiyah berdiri. maka penelitian ini menjadisangat strategis terutama untuk pembuktian kepada masyarakat bahwa UniversitasMuhammadiyah Sumatera Barat sangat peduli dengan lingkungannya. Terutama PemerintahKota Padang tentu akan sangat terbantu dengan penelitian yang diadakan ini.Masalah yangditeliti dari penelitian ini adalah: 1.Apa pedoman yang dijadikan umat Islam di KecamatanKoto Tangah Kota Padang dalam menentukan arah kiblatnya? 2. Bagaimanakah Arah kiblatMasjid dan Mushalla yang terdapat di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang ditinjau dariIlmu Falak. Al-Quran serta Hadis Nabi? Serta bagaimana pandangan Masyarakat jikaterdapat kesalahan dalam penentuan arah kiblat masjid dan mushalla di Kecamatan KotoTangah?Untuk mendapatkan data tentang arah kiblat masjid/mushalla di Koto Tangah KotaPadang secara baik dan akurat penelitian ini dirancang dengan kategori field researchdengan pendekatan kualitatif. Jenis dan pendekatan ini dipilih adalah berdasarkankeberadaan dan jenis data yang akan dianalisis yang tidak membutuhkan analisis statistik.Berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan di Kecamatan Koto Tangah tentangarah kiblat di Mesjid/mushalla maka terdapat kesalahan dalam menentukan arah kiblat yangdisebabkan oleh berbagai faktor. Kesalahan tersebut terutama karena metode pengukurantidak sesuai dengan ketentuan ilmu falak dan rendahnya pemahaman terhadap al-Qur’anterutama surat al-Rahman ayat 17 dan Sunnah. Sedangkan pandangan masyarakat dalampengukuran arah kiblat tersebut pada umumnya rendah dan pengurus kurang merasa peduliterbukti hanya satu mesjid yang sudah membetulkan. Namun pandangan tersebut diiringidengan perasaan pasrah, diantaranya terhukum oleh keadaan tanah, faktor estetika, tidak adaorang yang kompeten dalam mengukur dan kebijakan pemerintah untuk proaktif memberiperintah untuk membetulkan.Kata kunci: ilmu falak, arah kiblat, koto tangah, mesjid/mushalla
Perempuan Bekerja dalam Pemenuhan Nafkah Keluarga Firdaus Firdaus; Romi Saputra; Pori Susanti; Desminar Desminar; Nur Azizah
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3, No. 2 Desember 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v3i2.2327

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya perempuan yang ikut berperan serta dalam memenuhi nafkah keluarga. Hal ini yang tentunya sangat tidak relefan dengan Undang-Undang Perkawinan yang ada pada saat ini, yang mana nafkah tersebut merupakan kewajiban dari seorang suami kepada keluarganya. Mengingat banyaknya fenomena suami yang melalaikan kewajibannya memberi nafkah kepada keluarganya. Berdasarkan masalah tersebut muncul beberapa rumusan masalah yang akan diteliti dan dibahas pertama apakah faktor-faktor yang menyebabkan perempuan sebagai pencari nafkah dalam keluarga. Kedua bagaimanakah pendapat para perempuan terhadap keterlibatannya dalam memberi nafkah untuk keluarga. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Dari hasil penelitian dapat dilihat faktor yang menyebabkan perempuan sebagai pencari nafkah dalam keluarga faktor ekonomi yaitu faktor di mana kebutuhan ekonomi yang kurang, pada zaman semakin maju dan serba mahal tentu tidak cukup jika mengandalkan penghasilan dari suami saja yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap, sehingga mengharuskan mereka untuk bekerja dan ikut serta dalam memenuhi ekonomi keluarga. Pendapat para perempuan terhadap keterlibatannya dalam memberi nafkah untuk keluarga dapat disimpulkan bahwasannya para perempuan ikhlas membantu suami dalam memenuhi nafkah keluarga agar terwujudnya rumah tangga yang sejahtera sesuai dengan yang diinginkan. Di dalam Hukum Islam tidak dilarang kepada perempuan untuk membantu suaminya dalam mencari nafkah, akan tetapi mereka harus berpegang teguh kepada kodratnya sebagai seorang perempuan, sebagai perempuan dari suami dan sebagai pendidik dari anak-anak demi terciptanya keluarga ideal. Kata Kunci: perempuan, Nafkah, Keluarga
AKAR RUMPUT KORUPSI DI INDONESIA : SEBUAH PERSPEKTIF ISLAM Firdaus Firdaus
Menara Ilmu Vol 15, No 2 (2021): VOL. XV NO. 2 JANUARI 2021
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v15i2.2400

Abstract

Korupsi di Indonesia sejatinya telah mengakar sejak lama. Bahkan sebelum kata korupsi menjadi terkenal di era Soeharto kejahatan serupa itu telah ada dan menyebar di Indonesia. Korupsi telah ada pada masa kerajaan-kerajaan besar seperti Singasari, Majapahit dan Demak yang akhirnya menghancurkan kerajaan-kerajaan besar kala itu. Motifnya adalah untuk mendapatkan kekayaan dan mencapai kekuasaan tertinggi. Maka, cara yang digunakan untuk mendapatkan kekuasaan dan kekayaan adalah melalui korupsi, kolusi, dan nepotisme yang merupakan penyakit akut masyarakat sebelum hadirnya Islam. Ini sudah tertanam dalam masyarakat Indonesia di masa lalu. Dengan pendekatan studi pustaka dan analisis deskriptif, penulis melakukan pengumpulan data sekunder melalui verifikasi, interpretasi, dan pembuktian korupsi di berbagai pelosok tanah air, bahkan di negara-negara paling maju. Dalam hukum Islam, korupsi sama dengan mencuri barang milik orang lain, karena yang diambil adalah barang milik umum. Hukuman untuk orang yang mencuri barang orang lain, yaitu potong tangan, akan tetapi dalam hal korupsi memiliki konsekuensi hukum yang berbeda. Hal ini didasarkan atas putusan Umar bin Abdul Aziz dalam menangani kasus korupsi. Ia menegaskan bahwa hukuman bagi para koruptor adalah memenjarakan koruptor tanpa memotong tangannya. Koruptor dapat bebas sampai mereka mengembalikan uang yang telah dikorupsi. Kata Kunci: Korupsi, Indonesia, Islam
JUSTICE DYNAMICS IN THE USMAN TURKEY firdaus firdaus
Menara Ilmu Vol 14, No 2 (2020): VOL. XIV NO. 2 APRIL 2020
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v14i2.1881

Abstract

The Ottoman court was a legacy of the Bani Seljuq dynasty, which was militant based on multi-sectarian Islamic Sharia. However, after the period of Sultan Salim I (1511-1520). Basically, legal products must not be in conflict with Islamic Shari'ah and must be examined first by Syaik al-Islam before laws and laws are enacted. With a literature study comparing with the descriptive analysis approach, it was found that the Ottoman Turks slowly underwent renewal that led to the elimination of Islamic sharia in civil and criminal terms while a small part of civil law is still maintained through the codification of law in the majallah al-Ahkam al-Adliyah. Keywords: Dynamics, Ottoman Turkey, Justice
ETIKA BERBICARA DALAM KELUARGA BERSAMA RADIO 93.0 RESPON FM RADIONYA KELURAGA ANDA Firdaus .; Dini Susanti; Vini Wela Septiana; Ismail Syakban; Thaheransyah .; Syaflin Halim
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.11 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i1.849

Abstract

Keluarga adalah lingkungan sosial terkecil di dalam masyarakat dimana setiap anggotanya terikat oleh hubungan pernikahan dan darah. Dalam konteks pendidikan, keluarga adalah lingkungan utama yang pertama kalinya memberikan bekal pendidikan kepada anak dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam hal pendidikan sosial- kemasyarakatan. Pendidikan dalam keluarga yang paling utama adalah dalam hal membentuk akhlak anak-anak sebagai bekal mereka dalam menghadapi kehidupannya kelak.Setiap keluarga, khususnya keluarga muslim, kedua orangtua tentu saja berharap anak-anak mereka memiliki akhlak yang baik (akhlakul karimah). Dalam hal ini, pola komunikasi dalam hal ini merupakan etika berbicara dalam keluarga memegang peranan yang sangat penting. Etika berbicara yang baik, menggabungkan antara komunikasi verbal dan non verbal, komunikasi individu dan kelompok, ikut menentukan bagaimana akhlak seorang anak dibentuk. Subjek dalam pengabdian ini merupakan para pendengar Radio 93,0 Respon FM. Dengan pemilihan subjek ini, karena Radio ini mempunyai program yang sangat bagus yaitu tentang keluarga. Maka dipilihlah radio ini. Pendekatan yang dilakukan melalui Radio 93,0 Respon FM ini pendengar terutama untuk warga /masyarakat Kasang Kab. Padang Pariaman agar bisa memahami hubungan baik dalam keluarga. Proses kegiatan ini yang diawali dengan Penyampaian materi, mendemonstrasikan, dan tanya jawab secara langsung.
Research Methodology : Types in the New Perspective Firdaus Firdaus; Zulfadilla Zulfadilla; Fakhri Caniago
MANAZHIM Vol 3 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Manajemen Pendidikan Islam STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/manazhim.v3i1.903

Abstract

Indonesian education requires every student to do research. Every time you carry out research, there are many methods in the manufacturing process which are commonly referred to as research methodologies, which are useful for distinguishing the types of research being carried out. There are several kinds of research methodologies including quantitative, qualitative, pure, applied, evaluation, descriptive, explanatory, experimental, non-experimental, ex post facto methodologies, surveys, case studies, and action research which have specific characteristics, weaknesses and strengths. By conducting literature studies and content analysis approaches, I got a new pattern in conducting research, namely combining two types of research, qualitative and quantitative, which were previously deemed impossible. What we have summarized in this article is for the development of Indonesia's educational civilization.
The direction of books of jurisprudence differences and their components Firdaus Firdaus
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 2, No 2 (2019): Vol. 2, No. 2 Desember 2019
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v2i1.1911

Abstract

There are many branches of Islamic jurisprudence and its sciences in several matters, including what are known as doctrinal differences, so what are the doctrinal differences? What is its definition of language? What is its meaning idiomatically as a note of this title? Finally, what is the scientific significance of the science of doctrinal differences? The importance of doctrinal differences is manifested in several matters. The most important of which are the following: highlighting the greatness of Islamic law, explaining its secrets, clarifying its intentions, clarifying its wisdom, and clarifying that the true Sharia came according to sound minds. So a distinction is made between similar one's appearance, by a judgment about each issue of the meaning he has made. Its jurisdiction required that provision, so he gave each item its proper understanding. Refute the nostalgia that has long been provoked by some prejudices who wage a violent campaign against Islamic jurisprudence and throw it in contradiction because of giving the symmetries different judgments, and settling them between the different. Controlling the jurisprudence and preserving it from misleading; it does not combine various issues and does not differentiate between similar matters.
SOSIALISASI PENYELENGGARAAN JENAZAH BAGI JAMAAH MASJID NURUL FALAH BERDASARKAN PUTUSAN TARJIH MUHAMMADIYAH Romi Saputra; Firdaus Firdaus; Desminar Desminar; Khoiriah Khoiriah; Andi Irawan; Sri Rahayu Nengsih
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v2i2.827

Abstract

The decision of the Tarjih Muhammadiyah Assembly in various aspects to date has not been socialized to the wider community properly, so how the decision of the Muhammadiyah tarjih assembly is not actualized in people's lives, without exception related to the implementation of bodies. This activity is designed in the form of socialization, to facilitate the achievement of the purpose of this activity involves lecturers and students of the Faculty of Islamic Religion and the target community is the congregation nurul Falah Mosque. The results of this activity was declared valuable because it was seen that the understanding of nurul falah mosque worshippers is increasing in practicing the decision of the tarjih assembly in the field of proper implementation of the body, this conclusion is based on the ability of the pilgrims in practicing the implementation of the body ranging from facing the sacratul death, arranging the position of the corpse before the implementation of fardhu kifayah, bathing the body, praying, smoothing up to mengkafani. The results of the activities were proven by the cognitive ability of the target object that they obtained through socialization in the form of the dissemination of sheets containing materials and lectures, as well as their practical abilities obtained through demonstrations.