Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MEMAHAMI PENGALAMAN KOMUNIKASI WANITA BERCADAR DALAM PENGEMBANGAN HUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL Yenny Puspitasari; Turnomo Rahardjo; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.475 KB)

Abstract

Memahami Pengalaman Komunikasi Wanita Bercadar dalam Pengembangan Hubungan dengan Lingkungan SosialABSTRAKKehidupan wanita bercadar di Indonesia menjadi sorotan masyarakat sejak kejadian teror di berbagai wilayah Indonesia yang sebagian besar melibatkan wanita bercadar di dalamnya. Wanita bercadar kemudian diidentikkan dengan terorisme sehingga dalam kehidupannya wanita bercadar menjadi sulit berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Masyarakat pun berusaha menutup diri dengan hadirnya wanita bercadar di lingkungan mereka, hal ini dibuktikan dengan banyak kasus wanita bercadar yang dikucilkan dari lingkungan.Studi ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang berupaya memberikan penjelasan tentang pengalaman komunikasi wanita bercadar dalam pengembangan hubungan dengan lingkungan sosialnya. Penulis menggunakan Teori Penetrasi Sosial, Teori Pengembangan Hubungan, Teori Kompetensi Komunikasi dan Teori Adaptasi untuk memahami bagaimana individu bercadar berkomunikasi dan menjalin kedekatan dengan orang lain. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang, dimana terdiri dari dua wanita yang mengenakan cadar dan dua wanita yang tidak mengenakan cadar.Temuan penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan cadar tidak selalu menutup diri dengan lingkungan sekitar. Bahkan di satu sisi, wanita bercadar memiliki potensi-potensi yang dapat dikembangkan dan bermanfaat bagi lingkungan. Kepercayaan diri dan konsep diri yang positif menjadi hal utama yang harus dimiliki oleh wanita bercadar dalam berkomunikasi dengan orang lain. Wanita bercadar juga mempunyai kompetensi komunikasi yang berbeda satu sama lain, artinya komunikasi dengan orang lain dipengaruhi oleh kompetensi komunikasi masing-masing individu. Jika seorang individu mempunyai kompetensi komunikasi yang baik, maka komunikasi akan berjalan dengan baik pula. Dalam hal pengembangan hubungan, informan bercadar juga pernah mengalami kegagalan maupun keberhasilan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Kegagalan komunikasi biasanya terjadi karena mereka gagal melawan hambatan psikologis yang menghalangi mereka yaitu stigma masyarakat. Sementara itu, temuan penelitian juga menemukan bahwa kedua informan bercadar belum konsisten mengenakan cadar dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini dikarenakan adanya hambatan diantaranya keterbatasan komunikasi ketika berada di ruang publik dan adanya ketidaksetujuan keluarga dalam keputusan menggunakan cadar.Implikasi penelitian ini secara akademis adalah memperluas pengayaan teoritik mengenai hubungan komunikasi interpersonal dengan nilai-nilai dalam keyakinan. Dalam tataran praktis, studi ini menjelaskan tentang bagaimana seharusnya wanita bercadar melakukan komunikasi yang baik dalam masyarakat sehingga masyarakat dapat mengurangi stereotype dan menghapus stigma. Sementara sebagai implikasi sosial, penelitian ini merekomendasikan kepada masyarakat agar lebih terbuka terhadap wanita bercadar untuk menekan terjadinya konflik dalam hubungan dengan wanita bercadar karena prasangka yang dominan.Kata kunci: pengalaman, cadar, komunikasi, pengembangan hubunganUNDERSTANDING WOMEN WITH VEIL COMMUNICATION EXPERIENCE IN DEVELOPING RELATIONSHIP WITH SOCIAL ENVIRONMENTABSTRACTVeiled woman's life in Indonesia public spotlight since the incident of terror in various regions of Indonesia are mostly involved them. Veiled woman later identified by linkage to terrorist activities so that veiled women in their live find it difficult to communicate with the surrounding environment. The community tried to cover herself with presence of veiled women in their environment, this was evidence by many cases of veiled women were exclude from the environment.This study is a qualitative descriptive study with a phenomenological approach seeks to provide an explanation of veiled women communication experience in developing relationships with their social environment. The author uses social penetration theory, theory of relationship development, communication competence theory and theory of adaptation to understand how individual communicate and veiled attachment to another person. Informants in this study were four people in this study, which consist of two women wearing veils and two women who were not wearing a veil.The study findings indicate that women who use veil does not always cover themselves with their surrounding. Even on the one hand, the veiled woman has potential to be develop and benefit the environment. Confidence and a positive self-concept to be main thing that must be own by a woman veiled in communicate with other. Veiled women also have different communication competence of each other, that communication with other is influence by communication competence of each individual. If an individual has good communication competence, then relationship will run well too. In terms of develop relationship, veiled informants also experienced failures as well as success in communicating with other. Communication failure usually occurs because they fail to resist the psychological barriers that prevent them from stigma society. Meanwhile, the finding of the study also found that both informants veiled were not consistent to wear a veil in the day-to-day activities. This happen because in some situations they feel that they wear veil limitedness communications with others.Implication of this study is to expand academic enrichment of the theoretical relationship interpersonal communication with the values of the faith. In practical terms, this study describes how a woman should be veil to do good communication within the community so that people can receive their state. While the social implication, the study recommends to community to be more open to women veiled and suppress the occurrence of conflict in a relationship with a woman wearing a veil.Keywords: experience, veil, communication, relationship developmentSkripsi berjudul “Memahami Pengalaman Komunikasi Wanita Bercadar dalam Pengembangan Hubungan dengan Lingkungan Sosial” ini berawal dari keprihatinan penulis melihat kondisi dimana wanita bercadar di Indonesia khususnya menjadi kelompok yang minoritas dalam masyarakat. Wanita bercadar menjadi pihak yang berada dalam kondisi sulit untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitar karena stigma masyarakat yang negatif tentang mereka yaitu cadar mereka dikaitkan dengan tindakan terorisme.Muncul gagasan di dalam diri penulis mengenai bagaimana sebaiknya wanita bercadar berkomunikasi di dalam masyarakat. Bagaimana mereka bisa diterima di masyarakat tanpa predikat “teroris” seperti yang mereka terima saat ini. Secara praktis, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana wanita bercadar menjalin komunikasi dengan orang-orang yang berada di lingkungan sosialnya. Dari situ dapat diketahui apakah komunikasi yang mereka lakukan itu sudah tepat atau belum. Secara akademis, penelitian ini diharapkan mampu mengembangkan pemikiran teoritik tentang teori pengembangan hubungan terutama hubungan komunikasi antara individu dari kelompok minoritas dengan individu dari kelompok mayoritas. Dan secara sosial, penelitian ini diharapkan mampu memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya toleransi, mampu menerima kehadiran individu individu bercadar dalam masyarakat tanpa memberikan predikat “teroris” serta meminimalisir terjadinya konflik dalam interaksi.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan fenomenologi yang berupaya menjelaskan pengalaman individu bercadar dalam mengembangkan hubungan dengan lingkungan sosialnya. Penelitian diawali dengan penetapan tujuan penelitian dan pemilihan subyek penelitian. Selanjutnya dengan menggunakan instrumen indepth interview penulis mengumpulkan data pengalaman individu dalam berkomunikasi dengan orang-orang di lingkungan sosialnya. Dalam penelitian ini penulis melibatkan dua informan bercadar dandua informan yang tidak bercadar yang berada di lingkungan sosial dimana wanita bercadar tersebut berinteraksi.Penelitian ini berfokus pada interaksi yang terjadi antara wanita bercadar dengan orang-orang yang berada di lingkungan sosialnya. Interaksi yang terjadi meliputi latar belakang, motivasi, aktivitas komunikasi, stigma dan pengelolaan konflik serta kondisi psikologis wanita bercadar. Hasil wawancara dengan informan kemudian diterjemahkan secara tekstural dan struktural serta tekstural struktural gabungan dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis data Van Kaam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kompetensi Komunikasi, Teori Pengembangan Hubungan, Teori Penetrasi Sosial dan Teori Adaptasi.Data berupa hasil wawancara mendalam terhadap para informan tersebut menjadi bekal bagi penulis untuk menyusun deskripsi tematis, deskripsi tekstural, dan deskripsi struktural. Setelah mendeskripsikan hasil temuan secara tekstural dan struktural tentang pengalaman individu bercadar dalam berkomunikasi dengan individu lain di lingkungan sosialnya, penulis menyusun sintesis makna tekstural dan struktural yang bertujuan untuk menggabungkan secara intuitif (intuitive integration) deskripsi tekstural dan struktural ke dalam sebuah kesatuan pernyataan mengenai esensi pengalaman dari suatu fenomena secara keseluruhan. Dan pada tahap terakhir penulis merumuskan kesimpulan beserta implikasi teoretis, praktis, dan sosial dari keseluruhan hasil penelitian.Pembahasan mengenai temuan studi ini menghasilkan beberapa hal, diantaranya:1)Masyarakat cenderung melekatkan stereotype negatif kepada wanita bercadar sebagai bagian dari terorisme dan dianggap mengancam.2)Masyarakat menganggap bahwa wanita bercadar cenderung menutup diri dan tidak mau bergaul dengan lingkungan.3)Tidak semua wanita bercadar itu hidup tertutup dan tidak mau bergaul dengan lingkungan. Salah satu subyek penelitian ini membuktikan bahwa sebagai wanita bercadar, dia mampu menunjukkan keberhasilannya dalam menjalankan bisnis. Cadar tidak menghalanginya dalam menjalankan roda bisnisnya.4)Wanita bercadar mencoba menerima keadaan mereka yang dianggap sebagai bagian dari terorisme. Namun mereka mencoba melawan pandangan masyarakat itu dengan melakukan hal-hal positif sehingga mereka berharap masyarakat akan menilai mereka positif.5)Meskipun sebagian besar masyarakat mempercayai bahwa wanita bercadar dekat dengan terorisme, ternyata ada sebagian masyarakat yang masih menganggap mereka sebagai seorang individu, bukan sebagai seseorang yang mempunyai atribut tertentu seperti cadar. Mereka menjalin komunikasi sebagaimana menjalin komunikasi dengan orang lain.6)Seorang wanita bercadar membutuhkan kompetensi komunikasi yang baik ketika akan menjalin komunikasi dengan orang lain. Ada pengetahuan, kemampuan dan motivasi yang harus mereka miliki untuk lebih dekat dengan orang lain.7)Wanita bercadar dan orang-orang yang berada di lingkungan sosialnya juga harus memiliki kemampuan adaptasi yang baik dengan orang lain. Self Disclosure merupakan hal yang penting dalam berkomunikasi agar mereka tidak dianggap sebagai kelompok eksklusif.8)Dalam menghadapi konflik, wanita bercadar dan orang di lingkungan sosialnya hendaknya memahami cara-cara penyelesaian konflik yang baik sehingga tercipta win-win solution dalam suatu hubungan.Secara akademis (teoritis) penelitian ini berhasil memberikan kontribusi bagi penelitian ilmu komunikasi dalam mengkaji teori-teori yang berkaitan denganpengembangan hubungan dalam komunikasi interpersonal. Dalam Teori Pengembangan Hubungan, penelitian ini membuktikan bahwa ada tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh seorang individu dalam melakukan aktivitas komunikasi dengan individu lain. Dengan mengkiuti fase-fase tersebut diharapkan individu mampu menjalin komunikasi yang baik sehingga tercipta iklim komunikasi yang baik juga. Sementara dalam Teori Kompetensi Komunikasi, seorang individu harus memiliki kompetensi komunikasi yang baik (meliputi pengetahuan, motivasi dan kemampuan komunikasi) sehingga dia mampu menjalin hubungan dengan baik dengan lingkungannya. Kompetensi komunikasi yang tidak baik, akan membuat individu menjadi kesulitan dalam berkomunikasi. Dalam Teori Adaptasi, seorang individu yang berasal dari golongan minoritas memang harus lebih pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar tempat dia berada sehingga kehadirannya dapat diterima dengan baik. adaptasi yang tidak baik akan membuat individu meraa terkucil dari lingkungan. Terakhir dalam Teori Penetrasi Sosial, individu yang ingin mencapai tataran hubungan yang akrab membutuhkan pengungkapan diri secara pribadi sehingga masing-masing pihak saling mengetahui satu sama lain. Pemikiran teoritik yang bisa dikembangkan dari penelitian ini adalah sebuah pengayaan mengenai hubungan komunikasi interpersonal dan nilai-nilai dalam keyakinan.Dalam tataran praktis, penelitian ini dapat memberikan referensi tentang pengalaman komunikasi antara wanita bercadar dengan orang-orang di sekitarnya. Penelitian ini menjelaskan bagaimana proses adaptasi, kompetensi komunikasi seperti apa yang lakukan oleh informan dalam pengembangan hubungan. Penelitian ini memberikan suatu referensi bagi wanita bercadar agar mampu menciptakan aktivitas komunikasi yang baik sehingga keberadaan mereka di masyarakat dapat diterima dengan baikpula. Secara sosial, melalui pengalaman-pengalaman komunikasi informan bercadar dan yang tidak bercadar dalam penelitian ini, masyarakat hendaknya memahami bahwa berkomunikasi dengan wanita bercadar bukanlah hal yang menakutkan. Memandang seorang wanita yang mengenakan cadar dengan sebelah mata dan stigma yang negatif juga sebaiknya tidak dilakukan karena mereka juga berhak mendapatkan perlakuan yang sama dengan orang lain. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan implikasi yaitu mengurangi stigma negatif mengenai wanita bercadar dan mengeliminasi terjadinya konflik di dalam masyarakat.Penelitian ini tentunya memiliki keterbatasan-keterbatasan yaitu di antaranya:1) Dalam penelitian ini, penulis tidak bisa menghadirkan sosok laki-laki sebagai informan, sehingga pengalaman interaksi wanita bercadar dengan laki-laki kurang bisa digali secara lebih detil. Misalnya bagaimana pola komunikasi yang terjadi antara informan bercadar dengan laki-laki. Bagaimana romantic relationship yang terjadi diantara wanita bercadar dengan seorang laki-laki, bagaimana penyelesaian konflik antara wanita bercadar dengan laki-laki dll.2) Penggalian informasi oleh penulis kurang mendalam karena pada tema-tema tertentu, informan merasa bahwa penulis sudah banyak mengetahui tentang tema tersebut sehingga informan memberikan penjelasan yang kurang detil.DAFTAR PUSTAKABuku•Budyatna, Muhammad dan Leila Mona Ganiem. (2011). Teori Komunikasi Antarpribadi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.•Bungin, Burhan (Eds). (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.•Cupach, William R and Daniel J. Canary. (1997). Competence in Interpersonal Conflict. United States of America: Waveland Press, Inc.•Denzin, Norman K and Yvonna S. Lincoln. (2005). Qualitative Research 3rd Edition. California: SAGE Publication.•Devito, Joseph A. 1997. Komunikasi Antar Manusia, Kuliah Dasar Edisi Ke-lima. Jakarta: Professional Books.•Littlejohn, Stephen W and Karen A. Foss. (2009). Teori Komunikasi, Theories of Human Communication Edisi 9. Jakarta: Salemba Humanika.•Moustakas, Clark. (1994). Phenomenological Research Methods. California: Sage Publication.•Saverin, J Werner dan James W. Tankard Jr. (2007). Teori Komunikasi, Sejarah, Metode dan terapan di Dalam Media Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.•Soemanto, Wasty. (1987). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Bina Aksara.•Tubbs, Steward L and Sylvia Moss. (1996). Human Communication, Prinsip-prinsip Dasar.. Bandung: PT Remaja Rosadakarya.•Winardi. (1992). Manajemen Perilaku Organisasi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.•Tim Penyusun Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro tahun 2010.Proceeding Konferensi•Chariri, Anis. (2009). Landasan Filsafat dan Metode Penelitian Kualitiatif (pdf). Makalah. Disajikan dalam Workshop Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro Semarang (31 Juli-1 Agustus 2009) : 1-13.Jurnal•Jubaedah, Edah. (2009). Jurnal Ilmu Administrasi (pdf), Analisis Hubungan Gaya Kepemimpinan dan Kompetensi Komunikasi Dalam Organisasi: 370-375•Ratri, Lintang. (2011). Cadar, Media dan Identitas Perempuan Muslim (pdf). Jurnal Ilmiah Forum Universitas Diponegoro: 29-37.Skripsi•Sapto, Hari. (2009). Memahami Makna Jilbab dan Mengkomunikasikan Identitas Muslimah. Universitas Diponegoro.Internet:• (http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatfatwa&id=760).• (http://www.artikata.com/arti-124402-cadar.html).• (http://news.detik.com/read/2013/05/03/001115/2236851/10/polisi-amankan-seorang-wanita-di-rumah-terduga-teroris-di-jl-bangka).•(/berita/dunia-islam/perancis-tolak-masuk-tiga-wanita-saudi-yang-bercadar.htm#.UWjE91bTOt8).• (http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/muslim-denmark-larangan-cadar-di-prancis-ancam-kebebasan-individu.htm#.UWjFsVbTOt8).• (http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/setelah-mahasiswi-kini-giliran-dosen-bercadar-dilarang-mengajar-di-mesir.htm#.UWq4blbTOt8).• (http://hizbut-tahrir.or.id/2010/07/26/dua-mahasiswi-bercadar-dilarang-naik-bus-di-london/).•(http://www.anashir.com/2012/05/102159/46553/10-negara-dengan-jumlah-penduduk-muslim-terbesar-di-dunia).• (http://nasional.kompas.com/read/2009/08/23/06021424/).• (http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20110420201913AAWG8qA• (http://kelaspshama2012.blogspot.com/2012/03/sikap-diskriminasi-di-sekitar-kita.html).• (http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=68450).• (http://ruangstudio.blogspot.com/2009/08/label-teroris-dan-hilangnya-kenyamanan.html).• http://links.org.au/node/1351
TERAPI MINDFULNESS BASED- STRESS BERBASIS VIDEO PADA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DAN EFIKASI DIRI IBU DENGAN ANAK SUNTING Reni Nurhidayah; Katmini Katmini; Yenny Puspitasari
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Having a child diagnosed with stunting is one of the stressors for a mother. Feelings of guilt, shock, pressure, and fear of being stigmatized as a failed mother haunt mothers with children diagnosed with stunting. Mothers are required to be able to improve the nutrition of their children as soon as possible without seeing the burden they are feeling. This will disrupt the psychological well-being of mothers with stunting children. The purpose of this study was to determine the effect of mindfulness-based stress reduction video-based therapy on improving the psychological well-being of mothers with stunting children. The research design used was a quasi-experimental one-group pre-test post-test design. Respondents in this study were 15 mothers with children diagnosed with stunting at the Posyandu in Gempolan Village. The intervention was given via video in 3 sessions. Data collection with a questionnaire that is given before and after treatment. Data analysis was carried out using the paired sample T-test. The results showed that the average psychological well-being before intervention was 86 and after the intervention was 128. Self-efficacy before therapy had an average of 35 and after therapy was 53. The results of the paired sample t-test showed p-value = 0.012 for self-efficacy and p-value = 0.021 for psychological well-being. It was concluded that mindfulness-based stress reduction therapy was effective in improving psychological well-being and self-efficacy for mothers with stunting children.
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C TEH KOMBUCHA BERDASARKAN LAMA FERMENTASI SEBAGAI ALTERNATIF MINUMAN UNTUK ANTIOKSIDAN Yenny Puspitasari; Retno Palupi; Maulina Nurikasari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 3 (2017): september 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.539 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i3.137

Abstract

Kandungan teh kombucha yaitu, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin), vitamin B12 (sianokobalamin), vitamin C, asam asetat, asam amino, asam glukoronat, asam laktat, alkohol, pH 3,33% dan antiokasidan. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan teh kombucha yang bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan berdasarkan lama fermentasinya, sehingga didapatkan kandungan vitamin C dan aktivitas antioksidan yang paling optimum. Peneliti menggunakan penelitian eksperimen yaitu dengan memvariasikan lama fermentasi pada pembuatan teh Kombucha dan melakukan uji organoleptik ke panelis. Hasil karakterisasi, pH teh kombucha semakin lama waktu fermentasi semakin turun, warna semakin lama waktu fermentasi semakin cerah, berat selulosa yang dihasilkan scoby semakin lama waktu fermentasi semakin bertambah berat, kadar gula reduksi semakin lama waktu fermentasi akan semakin menurun. Kandungan vitamin C optimum di dapatkan pada fermenasi hari ke-7 sebesar 8,43mg/ml dan aktivitas antioksidan optimum juga diperoleh pada fermntasi hari ke-7 yaitu sebesar 93,79%. Hasil yang didapatkan pada uji organoleptik menggunakan 15 panellis meliputi warna, rasa, aroma dan tingkat kesukaan. Penilaian panelis terhadap produk teh kombucha secara keseluruhan yaitu 80% bisa menerima dan 20% biasa saja. Produk teh kombucha bisa diterima panelis sebagai minuman fungsional untuk antioksidan. Kata Kunci: Teh kombucha, Vitamin C, Antioksidan, Lama fermentasi
EFEK EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya linn) TERHADAP KADAR 17-β ESTRADIOL DAN FOLIKULOGENESIS PADA MENCIT BETINA (Mus musculus) Yenny Puspitasari
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2012): May
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.926 KB)

Abstract

Indonesia is a developing country with population density problem occupies the fourth rank of the world. One effort made to suppress the population growth is through family planning. One of the efforts to succeed family planning is the development of raw materials from papaya for antifertility natural ingredients. The purpose of this research was to study the effects of ethanol papaya extract seeds on antifertility in female mice. The benefits of this research was to provide information about the use of ethanol papaya extract seeds as antifertility in animals and make ethanol extract of papaya seeds as an alternative contraceptive drug. This study used post-test only control group design. Samples were taken in random. The independent variable was ethanol papaya extract seeds in various doses. The dependent variables were folliculogenetic examination and the examination of 17-β estradiol levels. Data analysis to determine the different mean number of follicles and the levels of blood 17-β estradiol weer performed with one-way ANOVA test. Ethanol extract of papaya seeds in dose of 30 mg/kg, 100 mg/kg, 300 mg/kg lowered the number of tertiary and de Graaf follicles, while primary and secondary follicles did not decrease. The number of primary follicles are significantly different (p < 0,05).17-β estradiol in the dose group was decreasing along the increase of the doses. Levels of 17-β estradiol in blood showed significant differences (p < 0.05). The correlation between the number of primary, secondary, tertiary, and de Graaf follicles with 17-β estradiol levels were not statistically significant (p > 0.05) for the Pl, P2, P3, P4, P5. Ethanol extract of papaya seeds is proved to decrease the number of tertiary and de Graaf follicles in the ovary and decrease the levels of 17-β estradiol in blood, causing infertility in women.
PENGARUH LIDOCAIN 1,5 mg/Kg BB INTRAVENA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA TINDAKAN INTUBASI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD Dr.ISKAK TULUNGAGUNG Nanang Sugiarto; Yenny Puspitasari; Sugiyanto Sugiyanto
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2012): November
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.574 KB)

Abstract

Intubation is a method to release and defend the respiratory track that can cause a stimulus to the sympathetic nerves in evoking cardiovascular response. Lidocaine is a local anesthesia that can be used to cardiac arrhythmias if it is given intravenously. The purpose of this study is to know the effect of given lidocaine 1,5 mg/Kg BB intravenous to the blood pressure on endotrachea intubation action at Central Surgical Installation at RSUD Dr. Iskak Tulungagung. The research of this study is pre-post test design with control group design. The population is all of male and female patients that undergo surgery or planned surgery with general anesthesia and endotrachea intubation at Central Surgical Installation at RSUD Dr. Iskak Tulungagung. The sample of this study is 32 respondents which are taken by using purposive sampling. Meanwhile, the independent variable is lidocaine and the dependent variable is blood pressure. The data collection uses blood pressure observation sheet before and after intubation without using lidocaine. The data analysis of this study uses the t-two independent α <0.05 statistical test. The result of this study shows that based on 32 respondents, the blood pressure before and after intubation of the intervention group and control group after carried out the t-two independent statistical test indicates that the systole pressure and diastole p value = 0.000 <0.05. It means that there is effect of given lidocaine 1,5 mg/Kg BB before intravenous intubation to the blood pressure. Based on the result of this study, lidocaine before intubation action can be affect to the blood pressure which is caused analgesic effect of the lidocaine itself.
PENGARUH WAKTU TUNGGU DAN WAKTU SENTUH PASIEN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN POLI UMUM DI PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI Adhesia Est P; Yenny Puspitasari; Aprin Rusmawati
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2013): May
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.314 KB)

Abstract

Background : The waiting time is the time used to start the list up to the counter medication. While the touch time is the time spent by paramedics both doctors, midwives, nurses to check on patients. From here can be seen the number of visits patients who came for treatment a lot or a little. Based on early studies found a slight problem lingering dissatisfaction of patients on long waiting times and a touch by paramedics in treating patients. Objective : The purpose of this study was to determine the effect of waiting time and time in the patient touch the general level of patient satisfaction in health centers poly Sukorame Kediri. Method : This study uses Corelation. The sample in this study was poly general health center patients Sukorame Kediri, sampling technique used is to use random sampling, the number of respondents were 355 people, collecting data using questionnaires that were tested using the test statistic analysis Ordinal Regression. Result : Based on the results obtained for the wait time 189 respondents (53.2%) and a touch as much as 195 respondents (54.9%) stated the waiting time and the time a patient receives touch very quickly. And patient satisfaction with the outcome as many as 179 people (50.4%) were very satisfied. From the results that have been obtained on the results obtained p-value = = 0.005 p-value α 0.000 and then <0.005, which means no waiting time and time influence the level of satisfaction in touch common poly clinic Sukorame Kediri. Conclusion : The accuracy of the waiting time and the time the touch is a critical factor in providing services and contributing factors of patient satisfaction. And patient satisfaction will also increase the number of patient visits and the confidence to go to the community health center will increase.
Roy's Adaptation Model Application in Nursing Care for Pregnant Women With Preeclampsia: Literature Review Yenny Puspitasari; Budi Santoso; Nursalam Nursalam; Agus Sulistyono
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.163 KB) | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.390

Abstract

Incidence of preeclampsia cases is about 5-8% of all pregnancies. This research aims to analyze articles related the application of nursing model in pregnant with preeclampsia. The design of the research used is the literature review, articles collected using search engines such as EBSCO, Sciencedirect, Proquest and Elsevier. The article used was published in 2010-2019. Based on the article collected obtained the results that diagnose preeclampsia while pregnant can cause anxiety and fear increases during pregnancy. Because of this condition, individuals have increased blood pressure so as to develop a pathological nature. The role of nurses in providing therapy according to this model is to focus on human beings as a biopsicosocial creature as a unified and interconnected whole. Further studies are advised consider the effects on various variables by taking into account the random effects and changes in the model with the addition of contextual effects in the analysis.
STRATEGI PENINGKATAN ASI EKSLUSIF DENGAN MEDIA BUKU SAKU DI PUSKESMAS BALOWERTI KEDIRI Yunie Ernawati; Yurna Afriyana; Zubaity Ardhanariswari; Indra Noviani; Yenny Puspitasari
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.991 KB) | DOI: 10.24034/kreanova.v2i1.5286

Abstract

Based on data at the Balowerti Public Health Center, the achievement of exclusive breastfeeding is still low, namely 27.6%, the real achievement of the 2021 target is 50%. Problem identification using fishbone analysis. Then from the fishbone analysis, alternative solutions to the existing problems were sought with USG analysis. Next, problem solving analysis is carried out based on SWOT analysis. One of the factors that causes exclusive breastfeeding for breastfeeding mothers is not optimal, namely the lack of understanding of mothers, families, and communities. In research activities at the Balowerti Public Health Center, pocket book were used as a medium of counseling. After the middle intervention (counseling with pocket book media) was carried out, the respondent's knowledge was measured again using a questionnaire (post-test). After the results of the pre-test and post-test were obtained, a paired T-test was performed. The significance value (2-tailed) in this case was 0.000 (p < 0.05). So the results of the pre-test and post-test scores experienced a significant (meaningful) change. It can be concluded that the post-test scores have increased from the previous pre-test scores. There was an increase in knowledge about exclusive breastfeeding after education using pocket book media.
Effect of COVID-19 Pandemic Anxiety and Nutrition Against the Expenditure of Mother's Milk in Postpartum Mothers at the Regional General Hospital Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua Maria Argensah Dos Santos; Yenny Puspitasari
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6746

Abstract

The purpose of this study is to analyze effect of coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic anxiety and nutrition against the expenditure of mother's milk in postpartum mothers at the Regional General Hospital Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. In this study using analytical survey research with a quantitative approach. The design used is observational using a cross sectional approach. The population used in this study are all postpartum mothers on the first day in the orchid room. Samples from the first postpartum day in the orchid room are 105 postpartum mothers. Testing research problems using calculations assisted using the Statistical Program for Social Science (SPSS). The results show that COVID-19 pandemic anxiety and nutrition have an effect against the expenditure of mother's milk in postpartum mothers at the Regional General Hospital Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua.  
Profil Perilaku, Kepatuhan Pemeriksaan ANC Dan Kecemasan Pada Ibu Hamil Di Era New Normal Zahrotur Rubbiyani; Nurdina Nurdina; Yenny Puspitasari; Byba Melda; Indasah Indasah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13 (2022): Nomor Khusus Desember 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.2524

Abstract

Angka kematian ibu dan kematian neonatal di Indonesia dalam kondisi normal masih menjadi tantangan besar. Sehingga kehamilan di masa ini memiliki kekhawatiran tersendiri baik bagi ibu hamil maupun bagi keluarga. Salah satu yang paling banyak menjadi polemik mengenai prosedur pemeriksaan kesehatan di rumah sakit, termasuk pemeriksaan kehamilan.. Adanya ancaman penyebaran dan dampak Covid-19 pada ibu hamil, diikuti faktor lain seperti kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan, dukungan sosial (keluarga), aktifitas fisik, pelayanan kesehatan, status ekonomi dan meningkatnya persentase covid-19 di lingkungan tempat tinggal mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku, kepatuhan pemeriksaan ANC dan kecemasan ibu hamil di era new normal di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibu hamil di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi mendapatkan berbagai informasi kesehatan dari petugas kesehatan baik dokter maupun bidan yang bertugas di Posyandu atau Puskesmas. Selain itu, pengetahuan dan informasi mengenai kehamilan di masa era new normal diterapkan oleh ibu hamil sesuai dengan anjuran-anjuran tenaga kesehatan. Para ibu hamil juga menjaga kesehatannya dan janinnya dari bahaya virus Covid-19 dengan cara mematuhi anjuran Pemerintah yaitu 3M. Ibu hamil di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi rajin memeriksakan kehamilannya bahkan lebih dari minimal yang dianjurkan yakni 4 kali pemeriksaan. Rata-rata ibu hamil memeriksakan kandungannya 5-6 kali. 3. Ibu hamil di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi mayoritas merasakan kecemasan dan sensitif selama kehamilan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya cemas akan janinnya dan juga dirinya sendiri. Selain itu faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil yang ada di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi adalah karena omongan orang lain, usia ibu hamil, dan mental yang belum siap.Kata kunci: Ibu hamil; kepatuhan ANC; kecemasan; RSUD Tora Belo.