Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

REFLEKSI MAKNA KEADILAN PROFESI AKUNTAN DALAM PERSPEKTIF SPIRITUAL KRISTIANI Fransiskus Randa
SIMAK Vol 18 No 01 (2020): Jurnal Sistem Informasi, Manajemen dan Akuntansi (SIMAK)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Atma Jaya Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35129/simak.v18i01.114

Abstract

This paper is a reflexisting of the justice as something that is always added and fought for by individuals and society. This article tries to find an equivalent meaning of justice in the Christian faith and tries to reflect the practices of justice in the real world. The results show that justice is a slogan that becomes the jargon of each individual or society but is very difficult to implement properly and consistently.
Studi Etnografi Akuntabilitas Spiritual pada Organisasi Gereja Katolik yang Terinkulturasi Budaya Lokal Randa, Fransiskus; Triyuwono, Iwan; Ludigdo, Unti; Sukoharsono, Eko Ganis
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.34 KB)

Abstract

Etnographic Study of Spiritual Accountability on Catholic Church Inculturated by Local Value. This research aims to disclose spiritual acountability practice and reconstruct spiritual accountability concept from local value in a Catholic church community. Etnographic study is employed in this research. The interpretation of spiritual accountability understood by the community reflect individual relation to God (vertical relation) and is stated in the loyalty of community member to conduct religius activities, willingness to sacrifice for the continuing existence of the church, involvement to serve without reserve. Meanwhile, spiriual accountability concept is carried out by placing the church as tonkonan that conduct ritual activities as materialization of spiritual accountability. Studi Etnografi Akuntabilitas Spiritul pada Organisasi Gereja Katolik yang Ternkulturasi Budaya Lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik akuntabilitas spiritual dan merekonstruksi konsep  akuntabiltas spiritual  dari  nilai budaya lokal melalui pendekatan interpretif dan metode etnografi pada  sebuah komunitas organisasi Gereja Katolik. Studi etnografi digunakan dalam penelitian ini. Hasil pemaknaan akuntabilitas spiritual yang dipahami komunitas tersebut mencerminkan hubungan individu dengan yang Maha Kuasa (hubungan vertikal) dan dinyatakan dalam kesetiaan setiap anggota untuk menjalankan aktivitas religius, kerelaan berkorban demi keberlangsungan organisasi Gereja, ketertarikan untuk menjalani hidup bakti dan memberikan pelayanan dengan sepenuh hati.  Sedang rekonstruksi konsep akuntabilitas spiritual dilakukan dengan menempatkan Gereja sebagai tongkonan yang menjalankan aktivitas ritus sebagai perwujudan akuntabilitas spiritual.
TRANSFORMASI NILAI BUDAYA LOKAL DALAM MEMBANGUN AKUNTABILITAS ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Randa, Fransiskus; Daromes, Fransiskus
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.513 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mentransformasi nilai akuntabilitas budaya lokal dalam meningkatkanpelaksanaan akuntabilitas pemerintah daerah bersama masyarakat. Penelitian dilakukan padapemerintah daerah Tana Toraja menggunakan metode etnografi kritis inkulturatif. Hasilpenelitian menunjukkan adanya dua jenis akuntabilitas yakni akuntabilitas masukan(aktivitas penyusunan program yang dilakukan oleh pihak agen yakni pemerintah daerah) dankeluaran (aktivitas yang dilakukan oleh pihak prinsipal, yakni masyarakat). Rekonstruksiakuntabilitas masukan dan keluaran dinyatakan dalam aktivitas kombongan (duduk bersamauntuk memecahkan suatu masalah).
ANALISIS PENDAPATAN MITRA GRAB SETELAH PERUBAHAN SISTEM (STUDI KASUS PADA MITRA GRAB BIKE) Febri Fitriani; Fransiskus Randa; Erna Pasanda
Paulus Journal of Accounting (PJA) Vol 1 No 1 (2019): Paulus Journal of Accounting (PJA)
Publisher : Program Studi Akuntansi Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.673 KB) | DOI: 10.34207/pja.v1i1.23

Abstract

Analisis Pendapatan Mitra Grab Setelah Perubahan Sistem (Studi Kasus Pada Mitra Grab Bike) Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dampak pendapatan mitra grab setelah perubahan sistem insentif dari sistem perjalanan menjadi sistem berlian. Penelitian ini menggunakan alat analisis triangulasi dengan tiga informan mitra grab dan 2 informan kosumen. Hasil penelitian sistem perjalanan lebih memudahkan para mitra Grab, tetapi penghasilan yang didapatkan lebih sedikit dan waktu yang digunakan lebih singkat. Sistem berlian memiliki promo – promo yang menarik. Hal ini dilakukan oleh pihak Grab agar daya tarik pelanggan terhadap Grab lebih besar dan Mitra menjadi lebih untung. Selain itu, sistem berlian juga lebih mudah digunakan, karena metode pembayaran yang digunakan bisa dengan non – tunai yang merupakan nilai plus untuk sistem ini. Jadi, ada dua keuntungan yang didapatkan dari perubahan sistem ini, jumlah pendapatan dari konsumen yang meningkat yang merupakan keuntungan untuk mitra dan promo – promo yang menguntungkan untuk para konsumen.
TRANSFORMASI NILAI BUDAYA LOKAL DALAM MEMBANGUN AKUNTABILITAS ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Randa, Fransiskus; Daromes, Fransiskus
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.513 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2014.12.5035

Abstract

Abstrak: Transformasi Nilai Budaya Lokal dalam Membangun Akuntabilitas Sektor Publik. Penelitian ini bertujuan mentransformasi nilai akuntabilitas budaya  lokal  dalam  meningkatkan  pelaksanaan akuntabilitas  pemerintah  daerah  bersama  masyarakat.  Penelitian  dilakukan  pada  pemerintah  daerah  Tana Toraja menggunakan metode etnografi kritis inkulturatif. Hasil penelitian menunjukkan  adanya  dua  jenis  akuntabilitas  yakni  akuntabilitas  masukan  (aktivitas penyusunan program yang dilakukan oleh pihak agen yakni pemerintah daerah)  dan keluaran (aktivitas yang dilakukan oleh pihak prinsipal, yakni masyarakat). Rekonstruksi akuntabilitas masukan dan keluaran dinyatakan dalam aktivitas kombongan(duduk bersama untuk memecahkan suatu masalah).Abstract: Transformation of Local Cultural Values to Build Public Sektor Accountability.This study aims to transform the value of local culture of accountability to improve the implementation of the local government and public accountability. This research was conducted in the area of Tana Toraja using acculturated critical ethnography as paradigm and research method. The results show masukan (program construction activity doing by public government as agent) and keluaran accountability  (public  activity  as  prinsipal).  Reconstruction  of  masukan  and  keluaran accountability expressed in Kombongan activity (sitting together to solve the problem).
MENGUNGKAP PRAKTIK AKUNTABILITAS DALAM ORGANISASI GEREJA TORAJA JEMAAT TALLUNGLIPU Vheny Manguma; Fransiskus Randa; Carolus Askikarno Palalangan
Jurnal Ilmiah Akuntansi & Bisnis Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.956 KB) | DOI: 10.38043/jiab.v4i2.2328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaknai praktik akuntabilitas dalam organisasi Gereja Toraja Jemaat Tallunglipu. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan observasi awal, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada 3 akuntabilitas yang dimaknai dalam Gereja Toraja Jemaat Tallunglipu yaitu pertama akuntabilitas keuangan ysng dimaknai dalam bentuk pertanggungjawaban pihak Gereja kepada jemaatnya dengan pencatatan laporan keuangan yang transparan melalui warta jemaat dan yang kedua adalah akuntabilitas transendental atau pertanggungjawaban kerohanian yang dimaknai dalam bentuk kegiatan/aktivitas yang dilakukan oleh pihak Gereja dalam memenuhi tugas pelayanannya salah satunya untuk melayani sesama dan yang ketiga yaitu akuntabilitas horizontal yang dimaknai sebagai bentuk pertanggungjawaban pihak Gereja yang luar biasa kepada jemaatnya dalam bentuk diakonia.
STUDI ETNOGRAFI AKUNTABILITAS SPIRITUAL PADA ORGANISASI GEREJA KATOLIK YANG TERINKULTURASI BUDAYA LOKAL Fransiskus Randa; Iwan Triyuwono; Unti Ludigdo; Eko Ganis Sukoharsono
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.34 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2011.04.7109

Abstract

Etnographic Study of Spiritual Accountability on Catholic Church Inculturated by Local Value. This research aims to disclose spiritual acountability practice and reconstruct spiritual accountability concept from local value in a Catholic church community. Etnographic study is employed in this research. The interpretation of spiritual accountability understood by the community reflect individual relation to God (vertical relation) and is stated in the loyalty of community member to conduct religius activities, willingness to sacrifice for the continuing existence of the church, involvement to serve without reserve. Meanwhile, spiriual accountability concept is carried out by placing the church as tonkonan that conduct ritual activities as materialization of spiritual accountability.  Studi Etnografi Akuntabilitas Spiritul pada Organisasi Gereja Katolik yang Ternkulturasi Budaya Lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik akuntabilitas spiritual dan merekonstruksi konsep  akuntabiltas spiritual  dari  nilai budaya lokal melalui pendekatan interpretif dan metode etnografi pada  sebuah komunitas organisasi Gereja Katolik. Studi etnografi digunakan dalam penelitian ini. Hasil pemaknaan akuntabilitas spiritual yang dipahami komunitas tersebut mencerminkan hubungan individu dengan yang Maha Kuasa (hubungan vertikal) dan dinyatakan dalam kesetiaan setiap anggota untuk menjalankan aktivitas religius, kerelaan berkorban demi keberlangsungan organisasi Gereja, ketertarikan untuk menjalani hidup bakti dan memberikan pelayanan dengan sepenuh hati.  Sedang rekonstruksi konsep akuntabilitas spiritual dilakukan dengan menempatkan Gereja sebagai tongkonan yang menjalankan aktivitas ritus sebagai perwujudan akuntabilitas spiritual.
AKUNTABILITAS BERBASIS METTĀ DAN KAMMA Suardi Tanasal; Fransiskus Randa; Suwandi Ng
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2019.10.3.26

Abstract

Abstrak: Akuntabilitas Berbasis Mettā dan Kamma. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna akuntabilitas Mettā dan Kamma dalam perspektif ajaran Buddha. Penelitan ini menggunakan metode fenomenologi terhadap pengelola, rohaniwan, dan umat Vihara binaan Sangha Theravada Indonesia di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan akuntabilitas Mettā dimaknai melalui gaya kepemimpinan menggunakan pendekatan hati dan pemberdayaan sebagai bentuk penyaluran cinta kasih. Sementara itu akuntabilitas Kamma dimaknai melalui kepercayaan dan ketaatan pada hukum Kamma. Kedua makna tersebut membuat pengelola berlaku transparan dan taat terhadap peraturan yang berlaku. Abstract: Accountability Based on Mettā and Kamma. This study aims to explore the meaning of Mettā and Kamma's accountability from the perspective of Buddhism. This research uses phenomenological method to organizers, clergy, and followers of the Theravada Indonesian Sangha temples in Makassar City. The research shows that Mettā accountability is interpreted through a leadership style using a heart approach and empowerment as a form of channeling love. Meanwhile, Kamma's accountability is understood through trust and obedience to the law of Kamma. Both meanings make the organizers transparent and obedient to the applicable regulations.
COST PRODUCT ANALYSIS AND STRATEGIC PLANNING PDAM TIRTA BANTIMURUNG KABUPATEN MAROS Mery Salu; Petrus Peleng Roreng; Fransiskus Randa
Jurnal Buana Akuntansi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Buana Akuntansi
Publisher : Program Studi Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.466 KB) | DOI: 10.36805/akuntansi.v3i2.865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Harga pokok produksi air per m3 dengan menggunakan metode Full costing pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bantimurung Kabupaten Maros dan membuat rencana strategi PDAM Tirta Bantimurung Kabupaten Maros menggunakan balanced scorecard untuk meningkatkan pelayanan meliputi kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Hasil Penelitian ditunjukkan bahwa Analisa biaya produksi air di PDAM Tirta Bantimurung Kabupaten Maros dari tahun 2015 – 2017 semakin meningkat menggunakan metode full costing dan metode full cost recovery dengan tarif penjualan air tidak mengalami perubahan dari tahun 2015 – 2017, namun tarif rata – rata masih diatas dari tarif dasar dan tarif rata-rata masih diatas dari harga pokok produksi sehingga perusahaan masih mampu untuk menutupi biaya operasional atau full cost recovery. Rencana strategi yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja berdasarkan analisa balanced scorecard adalah meningkatkan pendapatan penjualan air melalui penyesuaian tarif, reklasifikasi pelanggan, restrukturisasi tarif, melakukan efesiensi biaya dan yang paling prioritas adalah menurunkan tingkat kehilangan air dari 41,64% menjadi maximum 20% sesuai standar nasional. Berdasarkan analisa biaya produksi di PDAM Tirta Bantimurung Kabupaten Maros tahun 2015 – 2017 bahwa tarif rata-rata sudah mampu menutupi harga pokok produksi atau sudah Full Cost Recovery namun empat perspektif belum semuanya mencapai nilai maksimum karena air yang diproduksi belum semuanya menghasilkan pendapatan akibat tingginya tingkat kehilangan air. Perusahaan mengalami kendala untuk menurunkan tingkat kehilangan air tersebut karena dibutuhkan investasi yang besar sedangkan kemampuan keuangan perusahaan sangat terbatas. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisa kinerja perusahaan indikator Return On Equity (ROE) hanya 1,68% dari target minimal 5% dan Rasio Operasi (RO) hanya 0,98 dari target 0,5. Kata Kunci : Cost Product, Full costing recovery; strategic planning;
PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PERUSAHAAN Felicia Wuisan; Fransiskus Randa; Lukman Lukman
SIMAK Vol 16 No 02 (2018): Jurnal Sistem Informasi, Manajemen dan Akuntansi (SIMAK)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Atma Jaya Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35129/simak.v16i02.39

Abstract

This research aims to examine the effect of ownership structure on dividend policy. In this research ownership structure consists of managerial ownership, government ownership, foreign ownership and family ownership. The population used is a non-financial company that listed in Indonesian Stock Exchange (BEI) research period 2012-2016. The number of samples used in this research is 242 data of the company year. Sampling technique used is purposive sampling. Data analysis used was multiple regression analysis method. The empirical result of this research indicate that managerial ownership has a positive but not significant effect on dividend policy; government ownership has a negative and significant effect on dividend policy; foreign ownership has a positive and significant effect on dividend policy; and family ownership has a negative and significant effect on dividend policy.