Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh penggunaan probiotik dengan dosis yang berbeda pada pakan terhadap ikan nila (Oreachromis niloticus) yang dipelihara pada kolam semen Yani Narayana; Hasniar Hasniar
Agrokompleks Vol 19 No 2 (2019): Agrokompleks Edisi Juni
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v19i2.136

Abstract

Penggunaan probiotik oleh para petani ikan telah digunakan agar efesien dalam pengelolaan pakan ikan, probiotik adalah sesuatu yang penting terhadap oganisma termasuk ikan nila dimana probiotik dapat membantu pakan bekerja lebih efsien dalam aktifitas usus ikan namun belum diketahui dosis probiotik dan kepadatan yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan yang tinggi Tujuan penelitian ini adalah sebagai tahap awal mengetahui pengaruh dosisi probiotik yang berbeda alam pakan terhadap berat rata rata dan pertumbuhan ikan nila yang dipeliharan dalam jaring pada kolam semen. Perlakuan dosis adalah (A): 7,5 ml, (B): 12,5 ml, (C) 17,5ml probiotik dalam 2 kg pakan dan (D) 0 ml sebagai control dengan kandungan protein 30%, 3 kali ulangan yang dipelihara dalam kolam semen seluas 12 m2 sebanyak 35 ekor/jaring dengan berat awal rata rata 8,0 g/ekor, diberi pakan 3 kali/hari sebanyak 5 % dari berat biomassa. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan rata rata individu (A): 21,70 g, (B): 25,30 g, (C): 27, 43 g dan (D): 20,53 g, berbeda nyata (P<0,05%) dengan pertumbuhan harian mutlak (A): 2,27%, (B): 2,46%, (C): 2,50% dan (D) 2,21%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, probiotik memiliki peranan yang penting terhadap proses pencernaan ikan dan diduga probiotik ini mempengaruh enzim protease bekerja lebih efektif sehingga penyerapa asam asam amino lebih optimal, hal itulah yang menyebabkan dosis 17,5 ml menghasilkan berat rata rata tertinggi dan pertumbuhan harian tertinggi pula yaitu 2,50% per hari dan nampaknya probiotik ini mampu memberi keseimbangan terhadap jumlah mikoorganisma dalam usus ikan. Penelitian lanjutan harus dilakukan untuk mengetahui sejauh mana probiotik berpengaruh terhadap kinerja protease dan mikroorganisma.
Pengaruh Dosis Probiotik dan Tingkat Kepadatan yang Berbeda terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup Mysis dan Postlarva Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) pada Pembenihan Sistem Backyard Ruang Terbuka Yani Narayana
Agrokompleks Vol 17 No 2 (2018): Agrokompleks Edisi Juni
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v17i2.159

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui dosis probiotik yang berbeda untuk memperoleh tingkat kelangsungan hidup tertinggi dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap. Penelitian ini terdiri dari dari 2 (dua) stadia yaitu Mysis dan Postlarvae (hingga PL5) keduanya diberikan pakan yang mengandung probiotik (Super L Brand) dengan 3 (tiga) perlakuan yaitu (A) 7,5 ml, (B) 12,5 ml dan (C) 17,5 ml probiotik/2 kg pakan komersial (berprotein tinggi (50% protein kasar) dengan 3 (tiga) ulangan dalam tangki pemeliharaan, masing masing mengandung 50 l air laut dengan kepadatan 2500 ekor Mysis (M1)/tanki dan 1500 ekor Postlarvae (PL1)/tanki. Pada stadia Mysis diberikan 0,1 ml probiotik kedalam masing masing tangki yang telah diisi air laut, diberikan 5 hari sebelum pemeliharaan dan 0,3 ml terhadap stadia Postlarvae (PL), keduanya diberikan pakan 3,5 g/hari sebanyak 4 (empat) kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa probiotik dalam pakan berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup (SR) pada stadia Mysis. Probiotik yang diberikan pada pakan uji pada fase mysis dengan dosis 17 ml/2 kg memberikan kelangsungan hidup tertinggi 72,0 % sedangkan yang diberikan pada fase postlarvae (hingga PL5) memberikan kelangsungan hidup tertinggi 75,26%, diduga probiotik ini membantu meningkatkan efesiensi penyerapan makanan pada usus dan mutu media air pemeliharaan.
TEKNIK PEMELIHARAAN LARVA IKAN NILA GENETICALLY MALE TILAPIA GMT (Oreocremis Niloticus) DI BALAI BESAR PENGEMBANGAN BUDIDAYA AIR TAWAR (BBPBAT) SUKABUMI, JAWA BARAT Tiani Tiani; Yani Narayana
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.667 KB)

Abstract

Ikan nila (Oreocremis niloticus) Genetically Male Tilapia GMT adalah salah satu jenis ikan air tawar yang dapat dibudidayakan di air payau atau tambak. Budidaya ikan nila GMT memiliki kelebihan diantaranya adalah ukuran panen yang lebih seragam, sintasan yang tinggi, dan FCR lebih baik. Berdasarkan kelebihan yang dimiliki oleh ikan nila GMT, maka diperlukan informasi mengenai teknik penanganan larva ikan nila GMT, sehingga kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemeliharaan larva ikan nila GMT. Metode yang dilakukan adalah melakukan pemijahan massal dengan perbandingan sex ratio 1:3 (100 jantan : 300 betina). Selama masa kegiatan dilakukan pengelolaan pakan, pengelolaan kualitas air dan pengamatan tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate, SR) serta pengamatan parameter kualitas air. Hasil yang diperoleh adalah SR benih ikan nila GMT 29,3 - 97,68 %. Jenis pakan untuk benih berupa pellet tenggelam dengan dengan kadar protein 28%. Dosis pakan untuk benih pendederan 1 dan 2 adalah 30 % dari biomassa ikan dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore. Produksi benih ikan nila GMT berkelamin jantan rata-rata 90 %. Faktor keberhasilan dalam memproduksi nila GMT adalah persiapan kolam, kualitas induk, pemijahan, panen larva, pemeliharaan larva (pendederan), panen benih serta packing ini dilakukan secara terkontrol.
Penggunaan pakan alami Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. untuk mempercepat perkembangan dan meningkatkan sintasan larva udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada stadia zoea sampai mysis Devianti Devianti; Yani Narayana; Amrullah Amrullah
Agrokompleks Vol 22 No 2 (2022): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v22i2.455

Abstract

Penelitian bertujuan mengevaluasi penggunaan pakan alami mikroalga Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. yang diberikan secara tunggal dan kombinasi terhadap sintasan dan perkembangan larva udang vaname stadia zoea sampai mysis. Penelitian merupakan penelitian eksperimen menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), sebagai perlakuan adalah pakan alami Chlorella sp. dan Thalasissira sp. dengan komposisi tunggal dan gabungan, diberikan pada larva udang vaname, masing-masing dengan 3 kali ulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari Chlorella sp. 100% (A) Thalassiosira sp. 100% (B), Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. 50 % :50% (C), Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. 25% : 75% (D) dan Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. 75% : 25% (E). Hewan uji adalah larva udang vaname stadia zoea 1 sampai mysis 3 dipelihara menggunakan wadah berupa ember dengan kapasitas 20 liter, dipelihara selama enam hari dan diberi pakan dengan dosis yang berbeda pada setiap perlakuan dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali/hari. Parameter yang dikaji adalah perkembangan larva, sintasan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan larva udang vaname pada lima perlakuan komposisi pakan alami tidak menunjukkan adanya perbedaan. Lama waktu yang dicapai stadia zoea 1 sampai zoea 3 dicapai selama 3 hari. Stadia mysis 1 sampai mysis 3 berlangsung selama 3 hari. Sedangkan penggunan pakan alami Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. secara tunggal atau kombinasi diperoleh sintasan terbaik pada perlakuan D yaitu 92%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pakan alami Thalassiosira sp. secara tunggal maupun kombinasi dengan Chlorella sp dapat mempercepat perkembangan dan meningkatkan sintasan larva udang vaname lebih tinggi dibandingkan dengan Chlorella sp secara tunggal.