Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KARAKTERISASI PLASMA LUCUTAN PIJAR KORONA POSITIF PADA KONDISI ATMOSFER DENGAN KONFIGURASI ELEKTRODA TITIK BIDANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP KAIN SUTRA ALAM (BOMBYX MORI) Mahendra Kusuma Nugraha; Zaenul Muhlisin; Pandji Triadyaksa
Arena Tekstil Vol 34, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.932 KB) | DOI: 10.31266/at.v34i1.4980

Abstract

Eksperimen pembangkitan plasma lucutan pijar korona telah dilakukan dengan menggunakan konfigurasi elektroda titik dan bidang. Kondisi plasma lucutan pijar korona terbentuk secara optimal pada jarak antar elektroda (d) setinggi 2,1 cm dan 2,4 cm dan arus saturasi (Is) terukur sebesar 0,75 mA dan 1,0 mA. Kondisi tersebut digunakan sebagai dua karakteristik lucutan yang digunakan dalam tahap perlakuan sampel kain sutra alam (Bombyx mori). Pengujian sifat mekanis pada sampel kain sutra alam dengan perlakuan plasma menunjukkan nilai ketahanan jebol yang menurun dibandingkan nilai ketahanan jebol pada sampel kain sutra alam tanpa perlakuan. Pengujian kekuatan serap zat cair (akuades) pada sampel kain sutra alam dengan perlakuan plasma menunjukkan nilai rerata waktu serap (τ) yang lebih singkat dibandingkan nilai τ pada sampel kain sutra tanpa perlakuan. Pada kedua tahap tersebut, pengoptimalan maksimum dari nilai ketahanan jebol dan daya serap zat cair (akuades) dicapai pada jarak antar elektroda (d) setinggi 2,1 cm, arus saturasi (Is) sebesar 0,75 mA dan waktu perlakuan selama 30 menit. Pengujian sifat mikroskopik membuktikan bahwa dengan adanya perubahan struktur permukaan pada sampel cukup berpengaruh terhadap nilai ketahanan jebol dan rerata waktu penyerapan zat cair (akuades) yang dimiliki.  Hasil pengujian pada tahap ini juga menyatakan bahwa tidak ada penambahan jenis baru dari gugus fungsi terkandung pada sampel kain sutra alam yang diberi perlakuan plasma.
Performance Characterization of 450 nm Visible Light Based Photoacoustic Imaging for Phantom Imaging of Synthetic Dye Contrast Agents Mahendra Kusuma Nugraha; Moh. Ali Joko Wasono; Mitrayana Mitrayana
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 12, No 1 (2022): IJAP Volume 12 ISSUE 01 YEAR 2022
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v12i1.49179

Abstract

Performance characterization of 450 nm visible light photoacoustic imaging has been carried out through phantom imaging of methylene blue (MB), methyl orange (MO), and methyl red (MR) dye solutions. The phantom was made of a nylon tube with a diameter of 5.0 mm (outside) and 4.6 mm (inside) having a height of 2.0 mm along with a 6×6 cm black galvanized aluminum plate as the background medium. The nylon tube was filled with each type of solution with varying molecular concentrations of 10, 25, 50 and 100 ppm. Twelve (12) phantom objects were imaged in an area of 10×10 cm. The visible absorption peak known from UV-Visible spectroscopy for each type of solution is at 664 nm (methylene blue), 465 nm (methyl orange), and 522 nm (methyl red). It was also known that the amplitude of PA emissions would increase proportionally to the concentration of dye molecules. Overall, methyl orange solutions had the highest photoacoustic emission amplitude distribution. The analysis showed that the ratio of inner diameter (ID) and wall thickness (WT) between the MB and MO phantom images to the original object were 1:0.83 and 1:0.74 (ID) and 1:3 and 1:1.5 (WT), respectively. On the other hand, the ratio of the outer diameter (OD) of the MR phantom image to the original object is 1:1.28. 
KARAKTERISASI KARBON AKTIF YANG TERBUAT DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN AKTIVASI Na2CO3 DAN SUHU 1000 oC MENGGUNAKAN TEKNIK XRD DAN SEM-EDX Andi Ikhtiar Bakti; Yuanita Amalia Harianto; Mahendra Kusuma Nugraha
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.15.2.2022.44495

Abstract

Karbon aktif dihasilkan dari tempurung kelapa melalui aktivasi fisika dan kimia. Metode pirolisis digunakan untuk aktivasi fisika pada suhu optimal 600 oC dan 1000 oC, untuk aktivasi kimia direndam menggunakan zat pengaktif Na2CO3 10%. Dihasilkan dua sampel, aktivasi fisika yaitu 1000oC dan aktivasi fisika-kimia yaitu Na2CO3. Spektrum XRD dari karbon aktif pada sampel 1000 oC dan Na2CO3 masing-masing terkandung mineral silikat, bijih besi dan kuarsa, dan menunjukkan adanya pembentukan struktur karbon dan grafit pada bidang hkl (002) dan (100), dengan metode Scherrer ukuran rata-rata kristal sampel Na2CO3 15,0285 nm dan ukuran rata-rata kristal sampel 1000 oC 54,5299 nm, ukuran kristal nano terbentuk jika suhu meningkat ≥600 oC. Hasil SEM dengan perbesaran 3000 kali, ukuran gambar 5 µm terlihat sangat jelas porositas yang terbentuk adalah 0,8 µm pada sampel Na2CO3 dan 1,00 µm pada sampel 1000 oC. Hasil spekturm EDX menunjukkan kandungan unsur karbon (C) pada sampel Na2CO3 terdapat 96,74% sedangkan untuk sampel 1000 oC terdapat 54,16%.
Studi Eksperimen Metode Elektrokoagulasi dalam Menurunkan Kesadahan Air dengan Variasi Kombinasi Jenis Elektroda Inert dan Non Inert Jumriadi; Mahendra Kusuma Nugraha; Andi Ikhtiar Bakti; Yuanita Amalia Hariyanto
Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan air di alam seringkali tidak memenuhi standar air layak konsumsi karena mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Kesadahan adalah salah satu sifat kimia yang ada dalam air, namun mengkonsumsi air dengan kesadahan yang tinggi akan berbahaya bagi kesehatan. Ada beragam metode untuk menurunkan kesadahan air, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Metode elektrokoagulasi karena kesederhanaannya, telah banyak mendapatkan perhatian untuk digunakan dalammenghilangkan berbagai ion dan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi jenis elektroda inert (Pt) dan elektroda non inert (Al, Fe, dan Cu) dalam menurunkan kesadahan air menggunakan metode elektrokoagulasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beker glass 1 L diletakkan di atas magnetic stirrer dengan kecepatan pengadukan 450 rpm selama 30 menit. Tegangan yang diberikan adalah 12 V dengan variasi elektroda menggunakan Pt-Cu, Pt-Fe, dan Pt-Al. Air sumur bor yang berada di asrama mahasiswa Universitas Halu Oleo digunakan dalam penelitian ini dengan kosentrasi awal untuk CaCO3 adalah 312,36 mg/L dan kosentrasi Ca 96,88 mg/L. penurunan kosentrasi kesadahan yang terbaik dengan menggunakan elektroda Pt-Cu yakni 15,63 mg/L untuk Ca dan 89,38 mg/L CaCO3, disusul elektroda Pt-Fe dengan penurunan Ca 21,88 mg/L dan 98,5 untuk CaCO3 kemudian elektroda Pt-Al dengan penurunan 28,13 mg/L Ca dan 107,62 mg/L CaCO3.
Gambaran Penyimpanan obat di gudang farmasi RSUD Bolaang Mongondow Selatan Alfamega Pinasang; Gayatri Citraningtyas; Imam Jayanto; Mahendra Kusuma Nugraha
PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.42182

Abstract

The storage of medicines and good health supplies aims to maintain the quality of medicines, avoid irresponsible use, maintain the continuity of supplies and facilitate the search and control. The purpose of this study is to see the picture of drug storage and determine indicators of strengths, weaknesses, opportunities and threats that affect drug storage in the warehouse of the pharmaceutical installation of Bolaang Mongondow Selatan Hospital. This research is a qualitative research conducted with a Single Variable Analytical Descriptive Method. The results showed that the picture of drug storage at BolaangMongondow Selatan Hospital has not fully met the requirements according to drug storage standards in the Minister of Health Regulation no. 72 of 2016 with the value per Bolaang Mongondow Selatan Hospital not fully meeting the storage standards according to Permenkes no. 72 of 2016 because it shows a percentage of < 100%. Where the results of the analysis of the suitability of drug storage conditions (73.68%) and fulfillment of drug storage procedures (72.92%) while logistics management is fairly goodwith the percentage of drug suitability between the stock card and the system 100% and the discovery of expired drugs during the 2022 period. The results of the identification of internal factors include advantages, namely a good pharmaceutical supply structuring system, adequate information system facilities, warehouse heads coming from pharmaceutical personnel, good logistics management cycles, the weakness is that there are frequent power outages, warehouse locations that are not separated from pharmaceutical installations, facilities and infrastructure that are still lacking. The opportunities that have are the development of a good Management Information System while threats, distributor regulations, demand for goods or drugs at night, the location of warehouses that are not separated from pharmaceutical installations allow the risk of losing drugs to be even greater.  Keywords: Drug Storage, Pharmacy Warehouse
Penentuan Nilai Koefisien Restitusi Kelereng Kaca menggunakan Metode Pencitraan Jeda Waktu Sederhana Mahendra Kusuma Nugraha; Ernawatil Gani; Afrioni Roma Rio; Berton M. Siahaan
Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/lentera.v4i1.47

Abstract

Pencitraan jeda waktu (time-lapse imaging) telah dilakukan untuk mengamati fenomena fisis tumbukan lenting tidak sempurna antara kelereng kaca dengan permukaan lantai ubin. Kelereng kaca dijatuhkan pada ketinggian tertentu hingga menumbuk permukaan lantai dan mengalami pemantulan berulang. Kejadian tersebut direkam menggunakan kamera perangkat ponsel pintar Infinix® Hot S3 dengan kecepatan kerangka per detik adalah 30 kerangka. Analisis fotografi jeda waktu kemudian dilakukan dengan metode pemisahan kerangka (frame splitting) yang kemudian diamati secara visual untuk menentukan ketinggian setiap pantulan yang terjadi. Hasil analisis dan pengukuran tinggi maksimum untuk keadaan awal, keadaan pantulan pertama dan keadaan pantulan kedua masing-masing: 15.7 cm, 13,65 cm dan 11,45 cm. Angka koefisien restitusi kelereng kaca—berdasarkan data yang diperoleh—pada ketinggian maksimum mula-mula (????0) menuju pantulan pertama (????1) adalah sebesar ± 0,93242 dan pantulan pertama (????1) menuju pantulan kedua (????2) adalah sebesar. ± 0,91587. Perolehan tersebut membuktikan bahwa interaksi yang terjadi adalah interaksi tumbukan lenting tak sempurna dikarenakan ????≠1.