Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAYA DUKUNG TANAMAN SAWIT DAN HASIL IKUTAN LIMBAH PENGOLAHAN SAWIT SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI POTONG DI SUMATERA BARAT Ida Indrayani; James Hellyward; Yozil Alveni
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 2 (2016): Pastura Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.974 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v05.i02.p09

Abstract

This study was to determine the carrying capacity of palm oil plantation and oil palm industry waste could be used as beef cattle feed in West Sumatra. This study used a desk study method, it was the activity that searched secondary data such as the results of other relevant studies, official documents and other important records in several government agencies and other relevant institutions. The analysis showed people carrying capacity of palm oil plantations folk in West Sumatra with the utilization of forage, leaves no stick and palm frond as cattle feed as a whole can accommodate about 390 913 head of cattle. While carrying capacity of byproduct of palm oil processing wastes amounted to 465 812 head of cattle. Overall, therefore, the palm oil plantation folk, the state and the private sector is able to provide beef cattle feed to 856 725 head of cattle. It concluded that beef cattle still have a chancethe to be developed by use oil palm plantation and byproducts as a substitute for forages.Key words: oil palm plantation, carrying capacity, oil palm industry waste, beef cattle feed
PERBAIKAN KEMASAN PADA DENDENG JANTUNG PISANG PADA ASOSIASI WANITA TANI (ASWATA) DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Winda Sartika; Elfi Rahmi; Ida Indrayani; Rahmi Wati; Amna Suresti
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.763 KB)

Abstract

Dendeng merupakan salah satu produk panganan yang bisa bertahan lama jika dikemas dengan baik dan benar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan 1) Memberikan pengetahuan pada mitra tentang manajemen usaha yang baik, 2) Meningkatkan omset penjualan dan pendapatan produsen dendeng jantung pisang melalui perbaikan pengemasan produk. Mitra berlokasi di Kabupaten Padang Pariaman yang tergabung dalam Asosiasi Wanita Tani (ASWATA) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Kegiatan  ini dilaksanakan pada bulan November tahun 2017. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan pengaruh yang positif terhadap mitra. Pengetahuan tentang manajemen usaha yang baik bagi usaha sangat menarik bagi mitra sehingga terjadi diskusi yang aktif antara pengabdi dan mitra. Setelah dilakukan perbaikan pengemasan dendeng jantung pisang, KWT Kebersamaan mendapatkan banyak pesanan dendeng sehingga omzet penjualan yang biasanya 5 kg/produksi sekarang menjadi 8-10 kg/produksi. Kemasan dendeng jantung pisang yang diberikan berupa kemasan aluminium foil yang dikombinasikan dengan plastik transparan serta label yang menarik.
Analisis Peran Ternak Sapi Potong Dalam Pembangunan Ekonomi Subsektor Peternakan Di Provinsi Sumatera Barat Ida Indrayani; Andri Andri; Boyon Boyon
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ternak sapi potong dalam pembangunan ekonomi sub sektor peternakan di Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara metode survey dan desk study. Pemilihan lokasi ditetapkan 3 Kabupaten dengan jumlah populasi sapi potong terbanyak. Sedangkan jumlah sampel ditetapkan secara Quota, dimana dalam penelitian ini akan diambil 90 sampel dengan rincian 30 sampel di masing-masing Kabupaten. Adapun analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dan kuantitatif serta analisis metode LQ (Location Quotient), shift share dan tipologi klasen. Wilayah di Sumatera Barat yang menjadi basis untuk ternak sapi potong dan dapat sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat dengan nilai LQ >1 adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Kabupaten Solok, Kota sawahlunto, Pasaman Barat, Kota payakumbuh, dan Agam Komoditas sapi mempunyai tingkat proogresivitas yang baik di 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat yang ditandai dengan nilai PB > 0 (positif). wilayah unggulan untuk komoditi sapi potong dan tumbuh dengan cepat ditunjukkan oleh kuadran I yaitu ada 6 Kabupaten/Kota yang terdiri dari Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Dharmasraya, Pasaman Barat, Kota Solok dan Kota payakumbuh.