Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALYSIS OF RATOON CLEARING PROGRAM OF SUGARCANE CROPS TO ACCELERATE INCREASING OF SUGAR PRODUCTIVITY (CASE STUDY IN SEMBORO SUGAR FACTORY, JEMBER REGENCY PROVINCE EAST JAVA) Badiatud Durroh
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 2 (2018): Bernas July 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.947 KB)

Abstract

The aims of this research is to know the difference of sugarcane productivity, yield and crystalproductivity between sugar cane crops and ratoon unloading system and ratooncane system.The research was conducted on July 17, 2017 to July 31, 2017 at PT. Perkebunan Nusantara XISemboro Sugar Factory in Rejoagung Semboro, Jember, East Java. The research method usedin this research is descriptive analysis method. Data types use primary data and secondary data. Variable in this research consist of two independent variable that is sugar cane discharge system of ratoon and sugarcane crop of ratoon cane system. The parameters observed were:productivity of sugarcane (ton / ha) during last 4 years (2013 - 2016), Rendement (%) during last 4 years (2013-2016), crystal productivity (ton / ha) during last 4 years (2013 -2016). The data were analyzed by using T test two independent variables were T independent sample test. The results showed that the productivity of sugarcane with ratoon unloading system is highercompared with keprasan system. Or in other words, unloading ratoon can increase theproductivity of sugar cane significantly. The yield of sugar cane with ratoon unloading system ishigher compared with ratoon cane system. Or in other words, unloading ratoon can increase the rendement of sugar cane significantly. The productivity of sugar cane with ratoon unloadingsystem is higher than the keprasan system. Or in other words, unloading ratoon can increase the productivity of sugar cane significantly.
EFEKTIVITAS AIR KELAPA MUDA SEBAGAI ZPT DAN PUPUKANORGANIK DALAM MERANGSANG PERTUMBUHAN BIBIT STEK TEBU G3 KULTUR JARINGAN Badiatud Durroh
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.838 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan perendaman air kelapa dan jenis pupuk yang memberikan pertumbuhan terbaik tanaman tebu G3 asal kultur jaringan. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Februari 2018 di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah perendaman air kelapa yaitu kontrol (tanpa perendaman air kelapa), perendaman dengan konsentrasi 150 ml/L,perendaman dengan konsentrasi 300 ml/L, dan perendaman dengan konsentrasi 450 ml/L. Faktor kedua adalah berbagai jenis pupuk yaitu tanpa pupuk, pupuk standart ( pupuk urea 6g + SP36 4g + KCL 4g), pupuk NPK 9 g, dan pupuk formula 150 ml/L. Data dianalisis dengan sidik ragam (analysis of variance). Apabila ada beda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda (Duncan’s Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkanpengaruh perendaman air kelapa dan pemberian berbagai macam pupuk yang memberikan hasil baik adalah pada perendaman konsentrasi 150 ml/L dengan pemberian pupuk formula 150 ml/L, perendaman kosentrasi 150 ml/L dengan pemberian pupuk standart dan perendaman dengan kosentrasi 450 ml/L dengan pemberian pupuk formula.kombinasi ini memberikan hasil berat segar batang tinggi yaitu 30,33g, 328,33 g , dan 327,17 g. 
PEMANFAATAN AIR KELAPA DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK UNTUK MERANGSANG PERTUMBUHAN BIBIT TEBU G3 KULTUR JARINGAN Badiatud Durroh
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.095 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk organik dan kosentrasi penyemprotan air kelapa yang memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman tebu G3 kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Penelitian KPTR Manis Harum Kab. Pasuruan . Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai Desember 2018. Racangan percobaan menggunakan rancangan faktorial yang diatur dalam rancangan acak lengkap (completely randomized design) yang terdiri atas dua faktor yaitu jenis pupuk (P), konsentrasi air kelapa (K). Faktor yang pertama yaitu jenis pupuk, terdiri dari:P0 Kontrol (Tanpa Pupuk), P1 (Kompos), P2 ( Kotoran sapi ), P3 ( Kascing) . Faktor yang kedua yaitu penyemprotan dengan  air kelapa, terdiri dari 4 aras  K0 ( tanpa penyemprotan), K1 (penyemprotan dengan 100 ml/l) , K2 ( penyemprotan dengan 200 ml/l),  K3 (penyemprotan dengan 300 ml/l).  Data dianalisis dengan sidik ragam (analysis of variance).  Apabila ada beda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda (Duncan’s Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perlakuan berbagai jenis pupuk  berbeda nyata, tetapi perlakuan penyemprotan air kelapa tidak berbeda nyata. Hasil pengamatan saat muncul daun membuka pertama dengan perlakuan jenis pupuk kascing menunjukkan kecepatan tumbuh yang lebih cepat sehingga kecepatan membukanya daun yang muncul pertama juga lebih cepat. Perlakuan tanaman yang dipupuk dengan pupuk kompos dan  yang dipupuk dengan pupuk kotoran sapi tidak berbeda nyata. Sedangkan perlakuan kontrol (tanpa pupuk) menunjukkan hasil yang lebih lambat.   Pada  perlakuan berbagai jenis pupuk organik dan konsentrasi penyemprotan air kelapa menunjukkan adanya interaksi pada parameter berat segar daun. Berat  segar daun tertinggi dihasilkan oleh perlakuan kompos sebesar  327,16 gram dengan perlakuan penyemprotan air kelapa dengan konsentrasi 100ml/l, tetapi pada perlakuan lain juga terdapat rerata yang berbeda tidak nyata. Perlakuan    kompos sebesar 246,50 gram dan kotoran sapi sebesar 302,66 gram menunjukkan interaksi yang nyata pada perlakuan penyemprotan air kelapa  kontrol (tanpa penyemprotan).
SOLUSI PENCEGAHAN KERUSAKAN PRODUK TEH KERING DI PT CANDI LOKA Badiatud Durroh; Masahid Masahid; Moh Yusuf Dawud
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2593

Abstract

Daya saing produk teh kering salah satunya dilihat dari kualitas teh tersebut. Oleh karena itu, untuk menghasilkan teh berkualitas baik diperlukan usaha mengurangi kerusakan pada hasil teh kering. Pelaksanaan Good Agricultural Practices (GAP) saat proses pemetikan pucuk teh basah dan Good Manufacturing Practices (GMP) saat pengolahan untuk menghasilkan teh kering merupakan cara untuk memperoleh teh yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan teh selama   proses produksi. Studi kasus dilakukan di PT, Candi Loka Ngawi Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case study) dan desain kualitatif. Beberapa penyebab kerusakan yang terjadi pada proses produksi teh kering tadalah kebiasaan buruk petani saat memetik pucuk teh, kecerobohan pekerja pabrik saat melakukan sortasi, dan kegiatan proses produksi yang dilakukan oleh pekerja tidak sesuai dengan GAP dan GMP. Berdasarkan tiga penyebab tersebut, penyebab utama kerusakan produk teh kering yaitu pekerja yang tidak  menerapkan GAP dan GMP saat proses produksi, sehingga kualitas teh kering yang dihasilkan kurang baik. Solusi pencegahan kerusakan produk teh kering adalah dengan menambah satu sampai tiga petugas grading, dan membayar petikan pucuk petani sesuai dengan hasil grading-nya.
ANALISIS PROGRAM BONGKAR RATOON TANAMAN TEBU UNTUK AKSELERASI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS GULA (STUDI KASUS DI WILAYAH PABRIK GULA SEMBORO KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR) Badiatud Durroh
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 2 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.09 KB) | DOI: 10.55180/agi.v2i2.32

Abstract

The purpose of this research is to know the difference of sugarcane productivity, yield and crystal productivity between sugar cane plant and ratoon unloading system and ratooncane system. The research was conducted on July 17, 2017 to July 31, 2017 at PT. Perkebunan Nusantara XI Semboro Sugar Factory in Rejoagung Semboro, Jember East Java. The research method used in this research is descriptive analysis method. Data types use primary data and secondary data. Variable in this research consist of two independent variable that is sugar cane discharge system of ratoon and sugarcane crop of ratoon cane system. The parameters observed were: p roductivity of sugarcane (ton / ha) during last 4 years (2013 - 2016), Rendement (%) during last 4 years (2013-2016), crystal productivity (ton / ha) during last 4 years (2013 -2016). The data were analyzed by using T test two independent variables were T independent sample test. The results showed that the productivity of sugarcane with ratoon unloading system is higher compared with keprasan system. Or in other words, unloading ratoon can increase the productivity of sugar cane significantly. The yield of sugar cane with ratoon unloading system is higher compared with ratoon cane system. Or in other words, unloading ratoon can increase the rendement of sugar cane significantly. The productivity of sugar cane with ratoon unloading system is higher than the keprasan system. Or in other words, unloading ratoon can increase the productivity of sugar cane significantly. Keywords : sugarcane, productivity, yield, crystal, unloading ratoon, ratoon cane
PENERAPAN GHP (GOOD HANDLING PRACTICES) TERHADAP MUTU TEMBAKAU Badiatud Durroh; Masahid Masahid
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tobacco is one of the most important trading commodities and a source of state revenue through taxes, foreign exchange, excise, and is a source of income for farmers. Tobacco production is usually used for the manufacture of domestic cigarette products. The Kedungadem District area which tends to be hilly, allows tobacco to grow more optimally. Because the soil structure in hilly areas generally does not store much water, it is very suitable for growing tobacco plants. The purpose of this study was to determine the application of GHP to tobacco quality in Megale Village, Kedungadem District, Bojonegoro Regency. To determine the effect of GHP application on tobacco quality in Megale Village, Kedungadem District, Bojonegoro Regency. This research method is interview, observation, questionnaire, literature study. Data analysis used in this research is six sigma and multiple linear regression analysis. Based on the results of the study, it was shown that the implementation of Good Handling Practices (GHP) by tobacco farmers in Megale Village, Kedungadem District, Bojonegoro Regency was in accordance with the applicable GHP guidelines and SOPs. Quality variable 1 (X1) partially has a significant effect on tobacco GHP. This is evidenced by the results of the tcount 3.028 > ttable 2.048. Quality variable 1 has also passed the classical assumption test. Quality variable 2 (X2) partially has a significant effect on tobacco GHP. This is evidenced by the results of the tcount 2.199 > ttable 2.048. Quality variable 2 has also passed the classical assumption test. Quality variable 3 (X3) partially has a significant effect on tobacco GHP. This is evidenced by the results of the tcount -0.530 <ttable 2.048. This variable has also passed the classical assumption test. The Fcount value is smaller than Ftable (1.340 <2.93) at a significance level of 0.05 (a = 5%). H1 is rejected and H0 is accepted, which means that the variable quality 1 (X1), quality 2 (X2), and quality 3 (X3) simultaneously or together have a significant effect on the GHP variable (Y).INTISARITembakau menjadi salah satu komoditas perdagangan yang sangat penting dan menjadi salah satu sumber pendapatan negara melalui pajak, devisa negara, cukai, dan merupakan sumber pendapatan petani. Produksi tembakau biasanya di gunakan untuk pembuatan produk rokok domestik. Wilayah Kecamatan Kedungadem yang cenderung perbukitan, memungkinkan tembakau bisa tumbuh lebih maksimal. Karena struktur tanah didaerah perbukitan yang umumnya tidak menyimpan banyak air, sehingga sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman tembakau. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui penerapan GHP terhadap mutu tembakau di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.Untuk mengetahui pengaruh penerapan GHP terhadap mutu tembakau di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian ini adalah wawancara, observasi, kuisioner, study pustaka. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah six sigma dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Good Handling Practices (GHP) oleh petani tembakau di Desa Megale Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro sudah sesuai dengan pedoman GHP dan SOP yang berlaku,. Variabel mutu 1 (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap GHP tembakau. Hal  ini dibuktikan dengan hasil nilai thitung 3,028 > ttabel 2,048. Variabel mutu 1 juga telah lolos uji asumsi klasik.Variabel mutu 2 (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap GHP tembakau. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai thitung 2,199 > ttabel 2,048. Variabel mutu 2 juga telah lolos uji asumsi klasik. Variabel mutu 3 (X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap GHP tembakau. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai thitung -0,530 < ttabel 2,048. Variabel ini juga telah lolos uji asumsi klasik. Untuk nilai Fhitung lebih kecil dibandingkan Ftabel (1,340 < 2,93) dalam taraf signifikansi 0,05 (a = 5%). H1 ditolak dan H0 diterima yang berarti variabel mutu 1 (X1), mutu 2 (X2), dan mutu 3 (X3) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel GHP (Y). 
EFISIENSI SALURAN PEMASARAN DAN ELASTISITAS TRANSMISI HARGA KOMODITAS TEMBAKAU VIRGINIA DI DESA POHWATES KECAMATAN KEPOHBARU KABUPATEN BOJONEGORO Badiatud Durroh; Moh Yusuf Dawud
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3889

Abstract

The agricultural sector is one of the sectors that has the potential to be developed in the province of East Java. One of them is that tobacco commodity is a pillar for the East Java economy as well as playing a strategic role in the national economy. The purpose of this study was to analyze (1) the marketing channel for virginia tobacco commodities in Pohwates Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency; (2) marketing channel efficiency for virginia tobacco commodities in Pohwates Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency; (3) price transmission elasticity of virginia tobacco commodities in Pohwates Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency. The sampling technique in this study was carried out by simple random sampling for farmer respondents and snowball sampling for trader respondents. Data collection techniques used are observation, interviews & questionnaires, and documentation. The data analysis carried out was descriptive with a qualitative and quantitative approach. The results showed that (1) there were two marketing channels for Virginia tobacco farming in the form of dry/chopped leaves with the final consumer, namely tobacco warehouses; (2) Virginia tobacco marketing in Pohwates Village has been running efficiently, as evidenced by various marketing indicators, namely the analysis of margin calculations, margin distribution, and Farmer’s Share. Margin value on marketing channel 1 is IDR 2,291 and on channel 2 is IDR 3,458. It can be interpreted that marketing channel 1 is more efficient than marketing channel 2; (3) The price transmission elasticity value is IDR 426.71 (more than one) > 1, which means that the marketing of virginia tobacco in Pohwates Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency is elastic and forms an oligopsony market structure. Keywords: Virginia Tobacco, Marketing Channel, Efficiency, Price Transmission Elasticity INTISARISektor pertanian menjadi salah satu sektor yang berpotensi untuk dikembangan di wilayah Provinsi Jawa Timur. Salah satunya komoditas tembakau menjadi pilar bagi perekonomian Jawa Timur sekaligus memainkan peran strategis dalam kancah perekonomian nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis (1) saluran pemasaran komoditas tembakau virginia di Desa Pohwates Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro; (2) efisiensi saluran pemasaran komoditas tembakau virginia di Desa Pohwates Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro; (3) elastisitas transmisi harga komoditas tembakau virginia di Desa Pohwates Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan simple random sampling untuk responden petani dan snowball sampling untuk responden pedagang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara & kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat dua saluran pemasaran usahatani tembakau virginia dalam bentuk daun kering/rajangan dengan konsumen akhir yaitu gudang tembakau; (2) Pemasaran tembakau virginia di Desa Pohwates telah berjalan efisien, dibuktikan dari berbagai indikator pemasaran yaitu analisis perhitungan margin, distribusi margin, dan Farmer’s Share. Nilai margin pada saluran pemasaran 1 sebesar Rp 2.291 dan pada saluran 2 yaitu Rp 3.458. Dapat diartikan bahwa saluran pemasaran 1 lebih efisien dibandingkan saluran pemasaran 2; (3) Nilai elastisitas transmisi harga yaitu sebesar Rp 426,71 (lebih dari satu) >1 dapat diartikan bahwa pemasaran tembakau virginia di Desa Pohwates Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro bersifat elastis dan membentuk struktur pasar oligopsoni. Kata kunci: Tembakau Virginia, Saluran Pemasaran, Efisiensi, Elastisitas Transmisi Harga