Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS KEBIJAKAN DAN STRATEGI LITBANG KEHUTANAN DALAM PENGEMBANGAN CENDANA DI NUSA TENGGARA TIMUR Sumanto, Slamet Edi; Sutrisno, Edy; Kurniawan, Hery
ISSN 0216-0897
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benang kusut persoalan pengelolaan cendana di Nusa Tenggara Timur selalu dilekatkan pada kekeliruan kebijakan pemerintah dan apatisme masyarakat untuk menanam kembali tanaman cendana. Padahal ada aktor lain yang berkepentingan dengan cendana yaitu pasar/pengusaha, mengingat cendana merupakan komoditas yang bernilai ekonomis. Oleh karena itu, pelibatan pasar/pengusaha dalam program pengelolaan cendana juga memegang peranan yang penting. Peran lembaga penelitian dalam pengembangan tanaman cendana dapat melalui penemuan paket-paket teknologi yang mudah dilaksanakan dan dapat diandalkan keberhasilannya di lapangan, penetapan prioritas penelitian dan penemuan serta terobosan baru yang dapat menambah nilai ekonomis cendana.
Kematangan Emosional, Percaya Diri dan Kecemasan Pegawai Menghadapi Masa Pensiun Sutrisno, Edy
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v2i1.43

Abstract

Abstract. This study aimed to determine the relationships between emotional maturity, self-confidence and the anxiety to face retirees. Subjects were 60 civil servants who are resident residing in the Territory Housing Complex Tandes. Data retrieval tool used is the scale emotional maturity, self-confidence scale and face the anxiety scale pension. Data were analyzed by using multiple reggression. The results showed: first, there was a negative relationship between emotional maturity and anxiety civil servants. It showed when one's emotional maturity is high, then the anxiety state employees retirement will decrease. Second, showed that there was a negative relationships between self-confidence and anxiety civil servants. when  self-confidence is high, then the anxiety state employees retire-ment will decrease.Key Words: emotional maturity, self-confidence and employee’s anxiety in  fa-cing the future pension.
AKTUALISASI MODERASI BERAGAMA DI LEMBAGA PENDIDIKAN Sutrisno, Edy
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.293 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i2.113

Abstract

Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari suku, ras dan agama, yang berbeda-beda sehingga diperlukan toleransi dalam memahami semua perbedaan yang ada, begitu juga pada lembaga pendidikan kultur warganya juga beraneka ragam. Oleh sebab itu moderasi beragama sangat tepat sekali diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama pada masyarakat yang multikultural. Moderasi beragama sebagai jalan tengah dalam mengadapi perbedaan baik kelompok ekstrem maupun fundamental. Untuk menerapkan moderasi beragama dimasyarakat multikultural yang perlu dilakukan adalah; menjadikan lembaga pendidikan sebagai basis laboratorium moderasi beragama dan melakukan pendekatan sosio-religius dalam beragama dan bernegara Kata Kunci: Moderasi Agama, Institusi, Pendidikan   Indonesia is a pluralistic country consisting of different ethnicities, races and religions, so tolerance is needed in understanding all the differences that exist, as well as the cultural education institutions of its citizens are also diverse. Therefore religious moderation is very appropriate to be applied in national and state life, especially in multicultural societies, it is also expected that religious moderation is a middle way in dealing with differences in both extremes and fundamental groups. To implement religious moderation in multicultural societies, what needs to be done is; make educational institutions as a basis for religious moderation laboratories and take socio-religious approaches in religion and state. Keywords: The Religion Moderation, Education Institution
Peneliti Muda pada Pusat Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Lembaga Administrasi Negara Sutrisno, Edy
Jurnal Desentralisasi Vol 13 No 1 (2015): Jurnal Desentralisasi Vol.13 No.1 Tahun 2015
Publisher : Pusat Pelatihan dan Pengambangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.929 KB)

Abstract

Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat memiliki kedudukan sangat penting dalam sistem pemerintahan daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedudukan strategis tersebut mengalami banyak tantangan dan permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa kedudukan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat tidak efektif dan untuk merumuskan konstruksi kedudukan, peran dan fungsi gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dalam sistem pemerintahan daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia ke depan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedudukan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat berjalan tidak efektif yang disebabkan oleh 6 (enam) determinant factor, yaitu lemahnya dukungan instrumen kebijakan, ketiadaan institusi kelembagaan, ketiadaan personil aparatur, ketidakjelasan anggaran, kepemimpinan, dan political will pemerintah. Hasil penelitian merumuskan dua desain sistem pemerintahan daerah. Pertama, provinsi wilayah administrasi dan daerah otonom ? kabupaten/kota daerah otonom. Kedua, provinsi daerah wilayah administrasi dan daerah otonom ? kabupaten/kota wilayah administrasi dan daerah otonom. Kedua desain tersebut meletakkan dekonsentrasi dan desentralisasi pada provinsi dan mendudukkan gubernur baik sebagai wakil pemerintah pusat mapunselaku kepala daerah. Hasil penelitian juga menunjukkan perlunya institusi kelembagaan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat yang dalam penelitian ini dirumuskan sebagai intermediate government dalam bentuk direktorat dekonsentrasi.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF BAGI SISWA KELAS X SMK MULTIMEDIA NURUL HUDA PONCOKUSUMO MALANG Werdiningsih, Endang; Sutrisno, Edy
Jurnal Likhitaprajna Vol 21 No 1 (2019)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.588 KB)

Abstract

Writing for most students is a language skill that is difficult to master. This research on writing skills is based on observations and experiences of researchers towards the low ability of SMK students in writing. This is because learning to write at school is still conventional. The selection of learning models has not been a top priority by teachers. The communicative model can be used to improve writing learning to foster a sense of writing and improve learning outcomes. The results of the act of using a communicative approach to writing activities at SMK Multimedia Nurul Huda Poncokusumo showed an increase when compared to conventional writing learning. Improving the ability of students in writing occurs through several stages carried out in three cycles using the communicative model.Keyword: writing, communicative model, learning
Civil Servants Management Reform in West Java Province: A Case Study Sutrisno, Edy
Jurnal Good Governance Vol 16, No 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.086 KB) | DOI: 10.32834/gg.v16i1.150

Abstract

The West Java Province has for the past several years been awarded as the best performing national provincial government. One of its successes was in implementing reforms in the management of civil servants. This study uses a qualitative approach that is carried out by the case study method. The implementation of the reform of the management of Civil Servants in the West Java Province is already underway but there are still problems that must be resolved immediately so that the implementation of reforms runs more effectively. It is hoped that this research can provide suggestions for improving the practice of reforming the management of civil servants in the Government of West Java Province, Indonesia.Key Word: cicil servants reform, administratif reform, cicil servants management.
Motivasi Kerja, Sertifikasi, Kesejahteraan dan Kinerja Guru Zulkifli, Mohammad; Darmawan, Arif; Sutrisno, Edy
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 02 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v3i02.379

Abstract

Abstract. This cross-sectional study empirically examines the motivation and certification as antecedent welfare and performance of teachers and welfare as antecedent performance. Slovin formulation is used to take a sample of 244 teachers. Samples were taken from a population of 624 teachers who are already certified. Testing the model fit using Structural Equation Modeling. The test results demonstrate the value of χ2 = 449.163; p = 0.542; RMSEA = 0.000; GFI = 0.901; AGFI = 0.884; CMN / DF = 0.991; TLI = 1.001, and; CFI = 1.000. Results Analysis of Moment Structures / AMOS all support the model fit hypothesis. The findings of the study stated motivation and certification plays an important role in efforts to enhance the welfare and performance of teachers. Teacher performance can be predicted through the welfare of teachers. The research findings will be discussed in the context of motivational teacher certification program.Keywords: motivation, certification, welfare, performance
Harapan Bajulmati Educational Institution As Role Model For Interfaith Harmony In South Malang Sutrisno, Edy
Jurnal Dialog Vol 43 No 2 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i2.383

Abstract

Education is a very appropriate tool, especially in using dynamic and inclusive religious values for everyone in society. Educational institutions are the main basis for shaping religious values in creating harmony between religious communities, therefore the model of harmony between religious communities can be applied in various community contexts. The purpose of this paper is to determine the Harapan Bajulmati educational institution as a role model for harmony between religious communities in South Malang. While the method in this writing uses descriptive qualitative methods. The results of this study are a role model of harmony between religious communities with education through educational institutions as the main basis for developing models of harmony between religious communities by means of a humanist and persuasive approach. Pendidikan menjadi sarana yang sangat tepat, khususnya di dalam menggunakan nilai-nilai agama yang dinamis dan inklusif bagi setiap orang yang berada dalam masyarakat. Lembaga pendidikan merupakan dasar utama dalam membentuk nilai-nilai agama dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama oleh karena itu model kerukunan antar umat beragama bisa diterapakan dalam konteks masyarakat yang beragam. Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui lembaga pendidikan Harapan Bajulmati sebagai role model kerukunan antar umat beragama di Malang Selatan. Sedangkan metode dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah role model kerukunan antar umat beragama dengan edukasi melalui lembaga pendidikan sebagai basis utama dalam mengembangkan model kerukukunan antar umat beragama dengan cara pendekatan humanis dan persuatif.
Moderasi Dakwah di Era Digital dalam Upaya Membangun Peradaban Baru Sutrisno, Edy
Al-INSAN Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Al-Insan
Publisher : Al-INSAN Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.372 KB)

Abstract

Hakikat moderasi dakwah adalah menyeru umat manusia untuk melaksanakan kebaikan dan mengikuti petunjuk serta memerintah berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan munkar dengan bersikap pandang yang selalu berusaha mengambil posisi tengah dari dua sikap yang bersebrangan dan berlebihan sehingga salah satu dari kedua sikap yang dimaksud tidak mendominasi pikiran dan sikap seseorang. Apalagi bila dikaitkan dengan era digital ini, maka konsep dakwah harus bisa memposisikan diri di ruang digital sebagai arena kontestasi untuk merebut hati umat guna membangun peradapan baru dalam dunia dakwah, diantara pendekatan yang dapat dilakukan adalah; Pertama, mengemas pesan dakwah di era digital. Kedua, digitalisasi dakwah melalui website. Ketiga, memaksimalkan video dakwah di era digital. Keempat, moderasi dakwah dalam bentuk artikel, dan Kelima, moderasi dakwah dalam keluarga.