Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Assessment Ergonomi Desain Furniture Sektor Publik Pada Masa Pandemi Covid 19 Bambang Pramono
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 9, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v9i2.6722

Abstract

Fenomena desain interior dan elemen pengisi ruang pelayanan publik merupakan hal yang menarik untuk dikaji lebih jauh, sektor pelayanan publik bertujuan mensejahterakan kehidupan masyarakat dalam pemenuhan kepentingan sehari-hari. Aspek ergonomi serta antropometri menjadi hal penting dalam mengkaji penerapan desain furniture pelayanan publik di masa pandemi Covid-19 agar aktifitas pelayanan publik tersebut dapat tetap beroperasi dengan efektif, nyaman, aman dan efisien selama masa pandemi ini. Data serta kajian mengenai dimensi, ukuran dan bahan furniture yang dipakai pada fasilitas publik merupakan muara dalam membedah kasus desain interior pelayanan publik di Yogyakarta. Untuk memberi ulasan mengenai antropometri terutama dalam memperoleh data mengenai posture kerja baik bagi pemberi jasa maupun penerima jasa publik. Pelayanan publik di kota Yogyakarta sebagai salah satu tempat yang memfasilitasi pelayanan publik beraktifitas bagi masyarakat, perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius mengingat kondisi pandemic yang sampai saat ini masih berlangsung namun proses pemenuhan kebutuhan publik harus tetap berjalan. Fasilitas publik yang merupakan elemen interior berupa tempat duduk, meja layanan dan lainnya memiliki peranan penting dalam kegiatan pelayanan publik, penelitian ini akan menginvestigasi furniture pelayanan publik yang hasilnya akan dijadikan pedoman untuk memeberikan usulan desain furniture pelayanan publik di masa pandemic
Ergonomi Pembagian Zona Kerja Terbatas pada Gerobak Streetfood di Kota Yogyakarta Bambang Pramono
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 9, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v9i1.5813

Abstract

Kuliner kaki lima kerap menjadi pilihan jajan yang murah dan beragam serta mudah ditemui di sudut-sudut kota, hampir setiap hari kuliner kaki lima dapat dicari mulai berjualan dari pagi, siang, hingga malam. Para pedagang tersebut ada yang berjualan menggunakan gerobak baik yang di dorong maupun yang di pikul, dengan menggunakan sepeda, bahkan ada pula yang menambah tenda untuk tempat makan konsumennya. Desain gerobak street food beserta aktifitas perdagangan yang terjadi didalamnya seharusnya mempertimbangkan aspek ergonomi serta antropometri penggunganya. Penerapan ilmu ergonomi pada desain gerobak street food secara tidak langsung mempengaruhi produktivitas kerja manusia dengan pengelolaan zona kerja pada dapur terbatas di gerobak steetfood.
Pelatihan Pengembangan Sekolah Siaga Bencana untuk Anak Penyandang Disabilitas MTs LB/A Yaketunis Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta Bambang Pramono; Danang Febriyantoko
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i1.4698

Abstract

Yogyakarta merupakan daerah yang rawan terhadap ancaman bencana alam termasuk bencana gempa bumi. Anak-anak merupakan kelompok rentan yang sering kali menjadi korban ketika benca terjadi, terutama anak-anak disabilitas, termasuk penyandang tunanetra. Yaketunis merupakan lembaga pendidikan formal yang khusus diperuntukkan bagi anak dan remaja penyandang disabilitas dalam hal keterbatasan penglihatan. Sekolah memiliki peranan penting dalam upaya membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Di dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana tentunya dibutuhkan pengetahuan yang baik mengenai risiko bencana yang dapat terjadi. Dalam praktiknya beberapa materi pelajaran terkait kebencanaan dapat diberikan di sela-sela materi pembelajaran, namun hal tersebut masih perlu dikembangkan demi terwujudnya sekolah siaga bencana di lingkungan Yaketunis. Pelatihan ini diberikan kepada siswa MTsLB/A Yaketunis dengan tujuan agar siswa dengan kebutuhan khusus mempunyai pengetahuan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan cara menganalisis kerentanan yang ada di sekolah yang kemudian mengetahui tempat yang dirasa aman sebagai tempat berlindung ketika terjadi bencana. Metode yang digunakan yakni mengikuti proses pembelajaran orientasi dan mobilitas yang telah diajarkan oleh pihak sekolah kemudian mengkombinasikanya dengan pengetahuan mengenai  manajemen kebancanaan dengan cara menaganalisis spot-spot yang ada di sekolah untuk lebih mengenali lingkungan fisik siswa. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mengenali lingkungan sekolah dapat lebih dioptimalkan dengan penggunaan peta jalur evakuasi bencana yang telah diberi huruf braile, sehingga pada saat mata pelajaran orientasi dan mobilitasi peta tersebut dapat digunakan sebagai rujukan untuk lebih mngenali lingkungan fisik serta membekali diri mereka dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Yogyakarta is a region prone to earthquake and other natural disasters. Children are usually the risque ones that often become victim at times of disaster, especially the disabled ones, e.g. blind. Yaketunis is a formal education association that specializes in the education for disabled children and teens in regard of blindness. This school has an important role in building alertness against disasters. This eventually leads to the need of good knowledge of the possible risks resulting from disasters. In its practice, several education materials about disasters are given in-between their formal lessons, yet these still need improvement to create an alertness against disasters in Yaketunis environment. This workshop is given to Yaketunis special high school with the aim for the disabled students to have awarness and alertness of prospective disasters by knowing which parts of the school pose risks for them and to distinguish which places are safe to be used as shelter in times of need. The method used in this workshop is to combine the orientation and mobilization that have been taught by the school with the knowledge of disaster alertness management to analyze spots at school so they are more aware of their surroundings physically. The results show that students’ understanding to their school environment can be optimized with the use of evacuation map written in braile, so that the lesson for orientation and mobilization can be dedicated to that map reading as a guide to understand their surrounding and to equip them with safety measures in times of disasters.
PERAMALAN PERSEDIAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING (TES) (STUDI KASUS : INSTALASI FARMASI RSUD KAB. MUNA) Jumadil Nangi; Siti Hartinah Indrianti; Bambang Pramono
semanTIK Vol 4, No 1 (2018): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.914 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v4i1.4302

Abstract

Pendataan persediaan obat merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh pihak apotek. Pengolahan dan analisa data penjualan obat pada sebuah Instalasi Farmasi sangat penting dilakukan untuk mendapatkan gambaran dan informasi mengenai kebutuhan obat yang disediakan oleh pihak apotek rumah sakit. Untuk memudahkan dalam memprediksi data persidiaan obat di periode yang akan datang dengan menggunakan data penjualan obat pada periode sebelumnya tersebut maka dibuat sebuah aplikasi yang diimplementasikan dengan bidang ilmu data mining dengan salah satu bagiannya adalah forecasting dengan menggunakan metode Triple Exponential Smoothing. Setelah melalui proses peramalan maka akan dilakukn pengujian kesalahan dalam peramalan. Untuk melakukan pengujian peramalan maka dilakukan dengan cara perhitungan Mean Squared Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dengan hasil MSE terkecil = 48,2117 dan MAPE terkecil = 4,25448 % dengan menggunakan alpha = 0,1 untuk data fluktuatif. Kata kunci— Peramalan, Triple Exponential Smoothing, Persediaan Obat