Sriadi Setyawati
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

WOMEN’S HOUSEHOLD AND POVERTY Sriadi Setyawati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.447 KB) | DOI: 10.21831/gm.v11i1.3574

Abstract

Poverty means the unfulfilled basic needs (food, shelter, health and basic education). Nowadays, women can participate freely in society due to their advancement in education and occupation. Therefore, many women whose social status is household head don’t rely on men. Meanwhile, the social status of traditional women is still considered relying on men. The violence tends to occur in a poor woman household. Women have work hard and overtime in a poor woman household. The woman emancipation cannot make the status of man equal to woman. When the woman is oppressed, their creativity comes up. The poor women household tries hard to survive. In the worst condition, they often look for a loan and perform a simple life. This is the strategy to survive.Keywords: household, women, poverty
GEOMORFOLOGI LERENG BARATDAYA GUNUNGAPI MERAPI KAITANNYA DENGAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN KEBENCANAAN Sriadi Setyawati; Arif Ashari
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.739 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i1.16235

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan pada wilayah lereng baratdaya Gunungapi Merapi dengan tujuan: (1) menganalisis kondisi geomorfologi dengan teknik survei geomorfologikal analitikal, (2) mengembangkan model pengelolaan lingkungan dan kebencanaan berdasakan informasi geomorfologis. Metode yang digunakan adalah eksploratif-survei, dengan pendekatan keruangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wilayah lereng baratdaya Gunungapi Merapi. Sampel diambil dengan teknik purposif sampling pada setiap satuan morfologi. Analisis menggunakan cara deskriptif kualitatif dilandasi aspek dan konsep dasar geomorfologi. Analisis ini didukung dengan analisis pengharkatan untuk menilai potensi sumberdaya alam pada masing-masing satuan bentuklahan. Hasil penelitian: (1) geomorfologi lereng baratdaya Gunungapi Merapi terdiri dari berbagai bentuklahan yang memiliki perbedaan relief, batuan, stuktur, dan proses geomorfologi. Perbedaan tersebut mempengaruhi variasi potensi sumberdaya dan jenis bahaya. (2) pengelolaan lingkungan dan kebencanaan dilakukan dengan identifikasi potensi sumberdaya berdasarkan kondisi geomorfologis dan bentuk pengelolaan yang dapat dilakukan, serta mengidentifikasi jenis bahaya pada setiap bentuklahan dan melakukan penataan ruang berbasis mitigasi bencana. Kata kunci: Geomorfologi, Merapi, Pengelolaan Lingkungan, Pengelolaan Kebencanaan
KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN HUNIAN TETAP MASYARAKAT KORBAN ERUPSI GUNUNG MERAPI TAHUN 2010 Aulia Istiqomah; Sriadi Setyawati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.857 KB) | DOI: 10.21831/gm.v14i2.13819

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui: (1) Aspek-aspek permukiman, dan (2) Faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya kualitas lingkungan permukiman di Hunian Tetap. Penelitian ini dilaksanakan di Hunian Tetap Pager Jurang Desa Kepuharjo dan Hunian Tetap Cancangan Desa Wukirsari. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan aspek-aspek permukiman cukup lengkap, yaitu: 1) Bangunan rumah kuat, 2) Ventilasi baik, 3) Penerangan baik, 4) Pengadaan air baik, 5) Fasilitas untuk mandi baik, 6) Sistem pembuangan sampah dan limbah baik, 7) Pembuangan tinja baik, 8) Permukiman overcrowded, 9) Tidak terjadi kebisingan, 10) Letak permukiman pada lokasi aman, 11) Jarak permukiman dengan fasilitas umum, 12) Prilaku pemiliki rumah, 13) Ada tidaknya serangga dalam rumah, 14) Fasilitas umum, dan 15) Jalan di areal permukiman. Faktor yang menyebabkan kurangnya kualitas lingkungan permukiman, antara lain: kondisi rumah belum sempurna, belum tersedia tempat sampah, penerangan masih kurang, permukiman overcrowded, dan belum tersedia dapur sehingga membangun dengan biaya sendiri. Kata kunci: Kualitas Lingkungan Permukiman, Hunian Tetap
PENGETAHUAN DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI PADA PELAJAR PUTRI DI SMA YOGYAKARTA Sriadi Setyawati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8706.291 KB) | DOI: 10.21831/gm.v6i2.15386

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, konseling, dengan keluarga dan luar keluarga tentang kesehatan reproduksi pelajar putri di SMA Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei terhadap sampel penelitian. Populasi adalah pelajar putri di SMA Kota Yogyakarta, dengan jumlah populasi 600 pelajar putri yang tersebar di tiga SMA Kota Yogyakarta. Penelitian ini mengambil 15% dari populasi yang ada yaitu 90 pelajar putri. Pengambilan sampel dengan metode systematic sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan tabel persentase, kemudian dianalisis dengan membaca  dan menafsirkan tabel data hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memahami reproduksi (97,78%) dan kesehatan reproduksi (87,77%). Pelajaran dan teman sekolah merupakan sumber pengetahuan terbesar tentang kesehatan reproduksi yaitu sebesar 24,05% dan 20,25%. Permasalahan pacar, sebagian besar responden lebih senang mengadu kepada teman (64,59%) dan ibu (31,25%), sedangkan yang mengadu kepada orang tua, bapak, dan ibu guru sangat kecil masing-masing sebesar 2,08%. Responden lebih senang mengadu masalah pacar kepada kepada ibu daripada ke bapak masing-masing sebesar 31,25% dan 0%. Orang tua paling berperan dalam pengawasan perilaku, yaitu sebesar 48,89 %. Sebagian besar responden (53,33%) telah mempunyai pacar. Orang yang aling tepat memberikan informasi atau konseling kesehatan reproduksi adalah dokter (53,33%), psikolog (21,11%), dan bapak/ibu guru (18,89%). Kata Kunci : Pengetahuan, Konseling, Kesehatan Reproduksi, Pelajar Putri
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI AKSEPTOR TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI PUSKESMAS DI MASA KRISIS Fifit Isnafiah; Sriadi Setyawati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.017 KB) | DOI: 10.21831/gm.v5i1.14205

Abstract

Penekitian ini bertujuan: 1) mengetahui hubungan antara pendidikan, pendapatan, dan pengalaman ber-KB dengan persepsi klien terhadap kualitas pelayanan KB di puskesmas di masa krisi; 2) mengetahui dimensi kualitas pelayanan KB yang paling penting bagi klien; 3) mengetahui harapan klien tentang kualitas pelayanan KB.Wawancara dilakukan secara sensus terhadap semua responden yang berjumlah 114 akseptor, yang memiliki status sosial ekonomi prasejahtera dan sejahtera I. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan korelasi dan regresi ganda.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai persepsi yang baik terhadap kualitas pelayanan KB Puskesmas di masa krisis. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan pengalaman ber-KB. Dilihat dari harapan klien tentang pelayanan KB yang berkualitas baik, terdapat 27,2% responden yang menjawab lebih suka memilih petugas pelayanan KB yang mampu menjelaskan permasalahan dengan jelas dan mudah dimenegerti, 26,3% memilih petugas KB yang ramah dan sabar. Jika dua gejala tersebut dicermati secara bersama-sama terlihat bahwa dimensi kualitas informasi dan dimnesi hubungan interpersonal antara pelayanan dengan dengan klien merupakan pilihan kebutuhan yang penting bagi klien. Dilihat dari  hasil analisis korelasi dan regresi ganda, dari  faktor pendidikan, pendapatan dan pengalaman ber-KB ternyata hanya faktor pengalaman ber-KB yang tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap persepsi tentang pelayanan ber-KB. Koefisien dterminan variabel pendapatan sebesar 12,1% merupakan angka tertingi dibanding dengan dua variabel lainnya. Selanjutnya menunjukkan bahwa variansui persepsi terhadap kualitas layanan KB dapat disumbang oleh kedua faktor tersebut sebesar 10,7%, sedangkan 89,3% ditentukan oleh faktor lain. Kata kunci: persepsi, akseptor, KB, kualitas layanan
FENOMENA KESEHATAN REPRODUKSI PADA PELAJAR PUTRI DI SMA KOTA YOGYAKARTA Sriadi Setyawati; Suparmini Suparmini; Mawanti Widyastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.301 KB) | DOI: 10.21831/gm.v14i1.13773

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena kesehatan reproduksi remaja putri di Kota Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei terhadap sampel penelitian. Populasi penelitian adalah pelajar putri di SMA Kota Yogyakarta. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 600 pelajar putri dari tiga SMA di Kota Yogyakarta. Sampel penelitian berjumlah 90 pelajar putri, atau mengambil 15 persen dari populasi yang ada. Metode pengambilan sampel dengan ‘systematic sampling’. Analisis data menggunakan analisis diskriptif dengan tabel persentase.Hasil penelitian menunjukkan fenomena kesehatan reproduksi remaja putri di Kota Yogyakarta adalah sebagai berikut:  Gaya pacaran responden sebagian besar yaitu sebanyak 90 persen mengarah ke free sex.  Hamil sebelum menikah sebanyak  44,50 persen, seperti dinyatakan oleh  responden yang menjawab pertanyaan tentang gaya pacaran teman – temannya. Hampir separuh yaitu 46,66 persen pernah melihat VCD porno. Hanya  19,89 persen  responden menyatakan bahwa temannya pernah melakukan aborsi. Kata kunci: kesehatan reproduksi, pelajar putri
DIMENSIKEMISKINANDANUPAYAMENGATASIMASALAHNYA Sriadi Setyawati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.208 KB) | DOI: 10.21831/gm.v10i1.3597

Abstract

Kemiskinanmerupakanpermasalahanyangkompleks,makadalampengentasankemiskinantidakdapathanyadifokuskanpadapeningkatanekonomisajatetapiharusterpadu.Sehinggapersoalanpotensikualitassumberdayamanusiadanpenduduk,sertawilayah,kebutuhan,kendalaatauhambatandanindikatorsecaraoperasionalmenjadipentinguntukdiketahui.Olehkarenaitusebelummenentukansuatukebijakanatauprogram–program,terlebihdahuludilakukaninventarisasidanidentifikasipotensikualitassumberdayamanusiadanpenduduksertawilayah,kebutuhan,kendalaatauhambatanyangada.Karenadenganinventarisasidanidentifikasipotensikualitassumberdaya,dapatdiketahuivariasikarakteristikwilayahyangberbedapadatingkatnasional,propinsi,kabupaten,kecamatandankelurahan.Partisipasimasyarakatmerupakan“ujungtombak”untukmencapaitujuandansasaransepertiyangdiharapkan,makamengikutsertakanmasyarakatdalamimplementasiprogrampengentasankemiskinanmerupakansuatukeharusan.Belumoptimalnyaprogrampengentasankemiskinandisebabkanlemahnyainventarisasidanidentifikasipotensikualitassumberdayamanusia,pendudukdanwilayah.Sertalemahnyainventarisasidanidentifikasikebutuhandankendalaatauhambatanyangada.Katakunci:sumberdaya,inventarisasi,identifikasi.
Pengetahuan, sikap, dan perilaku seksual remaja anggota pusat informasi konseling remaja SMA Negeri 2 Bantul Sri Agustin Sutrisnowati; Nurul Khotimah; Dyah Respati Suryo Sumunar; Mawanti Widyastuti; Sriadi Setyawati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.705 KB) | DOI: 10.21831/gm.v17i1.28302

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengetahuan seksual remaja, (2) sikap dan perilaku seksual remaja anggota Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) di SMAN 2 Bantul. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Variabel penelitian meliputi pengetahuan remaja, sikap remaja, dan perilaku seksual remaja. Penelitian dilaksanakan di SMA N 2 Bantul bulan April-Oktober 2016. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMAN 2 Bantul yang berjumlah 830 orang. Sampel ditentukan secara purposive, dengan mengambil siswa kelas X IPA/IPS dan XI IPA/IPS, sebanyak 111 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengetahuan seksual responden adalah “cukup” (55,9%), “baik” (40,5%), dan “kurang” (3,6%), (2) (a) sikap seksual responden semuanya (100%) adalah “negatif” atau cenderung menghindari, menjauhi, dan membenci hal-hal berkaitan seks pranikah, dan (b) perilaku seksual responden untuk mengungkapkan kasih sayang terhadap pacar adalah pegang tangan (55,9%), cium pipi (22,1%), dan cium bibir (7,4%). Semua responden belum pernah mengungkapkan kasih sayang terhadap pacar dengan meraba bagian tubuh sensitif, petting, oral seks, anal seks, dan hubungan seksual.