Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Study of Dehydration of Ricinoleic of Castor Oil By P2O5 Marham Sitorus; Sanusi Ibrahim; Hazli Nurdin; Djaswir Darwin
Jurnal ILMU DASAR Vol 12 No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.307 KB)

Abstract

The aim of this research is to find out the best temperature, time and amount of dehydrator on dehyration of ricinoleic of castor oil by P2O5. Dehydration as means to obtain linoleic and CLA (conjugated linoleic acid) as glyseride forms. Dehydration was carried out using various temperature, time and amount of dehydrator. The reaction medium was maintained under vacuum through by silica gel to reduced water, gentle bubling with nitrogen thorough by Mg to prevent oxidation, and used Zn powder as an antipolymerization agent. Dehydration was followed by GC which the best result was caused the lowest ricinoleic and the highets linoleic and CLA. Identification was done by FTIR, UV and GC- MS and it was compared with the standard. The best dehydration was obtain for 200oC, 3% (w/w) P2O5, and 4 h with a convertion factor (yield) of 97,94%. The composition of best result was: 1.02% (9c – 12c) linoleic, 41.97% (9c/t – 12t/c) linoleic, 19.50% (9c/t-12t/c) CLA, 4.89% (9t – 12t)linoleic,19.79%(9t–11t)CLA and0.94%ricinoleic.TheratioofCLA:linoleicofdehydrated was 0.82 : 1 or 76.18 % compared to the standard CLA with the proportions of 1.45:1.
PENGARUH SUHU EKSTRAKSI DAN KONSENTRASI ASAM SITRAT TERHADAP PIGMEN BETACYANIN DAUN KREMAH MERAH (Alternanthera dentata) DAN APLIKASINYA PADA PANGAN Lisa Yusmita; Anwar Kasim; Hazli Nurdin
Pro Food Vol. 3 No. 1 (2017): Pro Food
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.141 KB) | DOI: 10.29303/profood.v3i1.38

Abstract

The aim of this research was to determine the best extraction temperature and concentration of citric acid in the extraction of betacyanin powder from Dentata Ruby leaves (Alternanthera dentata) and to know organoleptic panelist reception in the application of betacyanin pigment as a natural colourant to several food types. The design used in this research is Factorial Random Design (RAL) with 2 factors and 3 replications. The data obtained were analyzed statistically by F test, then if significant effect was continued with HSD-Tukey test at 5% real level. The extraction temperature factor consisting of 2 levels ie cold temperature (8oC) and room temperature (25oC), and the citric acid concentration factor consisting of 4 levels ie 0%, 1%, 3% and 5%. The results showed that the interaction between extraction temperature and citric acid concentration in the extraction process gave significantly different effect on betacyanin concentration, acidity degree (pH), total acid and powder yield. The extract of betacyanin pigment powder extracted at room temperature (25oC) with the addition of 0% citric acid was the best treatment with betacyanin concentration of 214.47 mg / 100 g of material, pH 5.85 and total acid of 1.272% and powder yield of 56.43 %. The application of betacyanin powder extract on jelly, syrup and ice cream can be accepted organoleptically by the best treatment that is the addition at 1.5%concentration. Key words: antioxidants, betacyanin, dentata ruby, colourant ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu ekstraksi dan konsentrasi asam sitrat terbaik pada ekstraksi pigmen betacyanin daun kremah merah (Alternanthera dentata) dan mengetahui penerimaan panelis secara organoleptik terhadap aplikasi pigmen betacyanin sebagai pewarna alami terhadap beberapa jenis pangan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan uji F, kemudian bila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji HSD-Tukey pada taraf nyata 5%. Faktor suhu ekstraksi yang terdiri dari 2 taraf yaitu suhu dingin ( 8oC) dan suhu kamar (25oC), sedangkan faktor konsentrasi asam sitrat yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 %, 1%, 3% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara suhu ekstraksi dan konsentrasi asam sitrat pada proses ekstraksi memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap konsentrasi betacyanin, derajat keasaman (pH) dan total asam serta rendemen bubuk. Ekstrak bubuk pigmen betacyanin yang diekstraksi pada suhu kamar (25oC) dengan penambahan asam sitrat 0 % merupakan perlakuan terbaik dengan karakteristik konsentrasi betacyanin sebesar 214,47 mg/100 g bahan, pH 5,85 dan total asam 1,272 % serta rendemen bubuk 56,43 %. Aplikasi penambahan ekstrak bubuk pigmen betacyanin pada jelly, sirup dan es krim dapat diterima secara organoleptik dengan perlakuan terbaik yaitu penambahan pada konsentrasi 1,5 %. Kata kunci: antioksidan, betacyanin, kremah merah, pewarna.
Kajian Kombinasi Daun Pepaya (Carica papaya L.) dan Daun Surian (Toona sureni (Bl.) Merr.) serta Aplikasinya pada Produk Mie Basah Selly Harnesa Putri; Kesuma Sayuti; Hazli Nurdin
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.908 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol11n1.3

Abstract

Menurut Persatuan Ahli Gizi Indonesia, daun papaya memiliki kandungan betakaroten yang lebih tinggi daripada wortel yaitu sebesar 18.250 µg, sedangkan pemanfaatannya masih sangat terbatas dikarenakan rasanya yang pahit.  Salah satu alternative yang dapat digunakan adalah dengan penambahan daun surian (Toona sureni, Bl, Merr) yang dapat mengikat alkaloid penyebab rasa pahit pada daun papaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan daun pepaya pada produk pangan melalui proses ekstraksi alkaloid oleh daun surian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan mie basah daun pepaya dengan kombinasi tingkat penambahan daun surian  sebesar 0%, 25%, 50%, dan 75 % dari jumlah daun papaya serta lama proses perebusan selama 5, 10 dan 15 menit. Masing-masing produk tersebut dilakukan identifikasi kimia, fisik dan organoleptik. Produk terbaik dianalisa kandungan betakaroten dan kandungan proksimatnya. Hasil penilaian secara subjektif dan objektif menunjukan bahwa mie basah daun papaya dengan tingkat penambahan daun surian sebesar 75 % dengan lama proses perebusan 15 menit merupakan produk terbaik dengan kadar betakaroten sebesar 6.748,4902 µg, kadar protein sebesar 9,15%, kadar lemak sebesar 8,32%, kadar karbohidrat sebesar 34,79 %, kadar air sebesar 47,01%, serta kadar abu sebesar 0,6 %.Kata kunci: alkaloid, betakaroten, mie basah, daun papaya 
ISOLASI DAN ELUSIDASI STRUKTUR TRITERPENOID KULIT BATANG SURIAN Toona sinensis DAN UJI TERHADAP HAMA Crosidolomia pavonana Adlis Santoni; Hazli Nurdin; Yunazar Manjang; Sjamsul A Achma
Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 2 (2010): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v3i2.22

Abstract

 ABSTRACT Tryterpenoid compound (3-hydroxyeupha-7-ene) were isolated from hexane fraction the steam bark of Toona sinensis (Meliaceae). The structures of these compounds were established base on spectroscopic evidence, including UV, IR, 3C-NMR, 1H-NMR, HMBC, HMQC and COSY spectra and literature survey this is new compound in family Meliaceae. Insect activity of the hexane fraction (1.0%) and against Crosidolomia pavonana were tested. The activity of hexane were mortality (37.5%), antifeeding (75.5%). The activity of the 3-hydroxyeupha-7-ene showed mortality (52.0%), Lc50; 0.39847 and Lt50; 5.53931. Keywords: Toona sinensis (Meliaceae), 3-hydroxyeupha-7-ene, Crosidolomia pavonana, Antifeeding, Mortality Lc50 and Lt50
CHEMICAL COMPOSITION AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF THE ESSENTIAL OIL OF THE Toona sureni (Blume) Merr M. Taufik Ekaprasada; Hazli Nurdin; Sanusi Ibrahim; Dachriyanus -
Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 1 (2009): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v3i1.102

Abstract

 ABSTRACT The essential oil composition of the Toona sureni (Blume) Merr leaf was analyzed by GC-MS. More than 68 peaks, representing 99.99% of total oil, forty three components were identified, this represents 80.65% of the total oil component. The major components were α-terpinene (9.58%), α-copaene (8.39%), bicyclogermacrene (7.61%), δ-cadinene (6.65%), β-elemene (4.88%), germacrene-D (4.65%), δ-selinene (3.58%), caralene (3.10%), β-caryophyllene (2.88%), α-cubebene (2.82%), δ-gurjunene (2.20%), and (-)-isoledene (2.05%). The antibacterial activity of the essential oil of Toona sureni (Blume) Merr leaf was evaluated using disk diffusion method. The oil was effective on the inactivation of Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Bacillus subtilis. Keywords: Toona sureni (Blume) Merr, antibacterial activity, GC-MS, essential oil
MINYAK ATSIRI DARI Toona sinensis DAN UJI AKTIVITAS INSEKTISIDA Adlis Santoni; Hazli Nurdin; Yunazar Manjang; Sjamsul A. Achmad
Jurnal Riset Kimia Vol. 2 No. 2 (2009): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v2i2.142

Abstract

ABSTRACT Volatile components from leafs of Toona sinensis (Meliaceae) were isolated by distillation water-vapour method and analyzed using GC/MS. Forty-eight component were identified, and eight major components are Germacrene-D, Germacrene-B, α-Terpinene, α-Humulene, β-Caryophyllene,  α-Elemene, Bicyclogermacrene and α-copaene. Insect activity of the essential oil against Crosidolomia pavonana were tested. The activity of the essential oil with concentration 25% (mortality 73.3%), concentration 50% (mortality 83.3%) and concentration 75% (mortality 90%). Keywords : Toona sinensis (Meliaceae), essential oil, Crosidolomia pavonana, and mortality.    
PEMBERIAN FLY ASH (ABU SISA BOILER PABRIK PULP) UNTUK MENINGKATKAN pH TANAH GAMBUT Rini -; Hazli Nurdin; Hamzar Suyani; Teguh B. Prasetyo
Jurnal Riset Kimia Vol. 2 No. 2 (2009): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v2i2.153

Abstract

Vol. 2, No. 2ABSTRACT The research of fly ash as ameliorant to decrease the humic acid in peat soil of Rimbo Panjang, Riau. It is found that fly ash  at 10 ton/Ha showed the best result decresing pH of peat soil (4.4 to 6.36) and humic acid content (0.2923 g/g to 0.0972 g/g). Keywords: fly ash, peat soil, pH, humic acid   
PROFIL FITOKIMIA DAN AKTIFITAS ANTIACETYLCHOLINESTERASE DARI DAUN TABAT BARITO (Ficus Deltoidea Jack) Suryatir -; Hazli Nurdin; Dachriyanus -
Jurnal Riset Kimia Vol. 2 No. 2 (2009): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v2i2.157

Abstract

 ABSTRACT Phytochemical study and antiacetylcholinesterase assay by using bioautography method were carried out on polar fraction of tabat barito (Ficus deltoidea jack) leaves. The result of this studies showed that the leaves contained flavonoid, terpenoid, steroid and fenolic compounds. This extract gave positive result on antiacetylcholinesterase. Keywords: Antiacetylcholinesterase, Ficus deltoidea Jack